Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Pie susu


__ADS_3

...Hari berganti hari. Hari ini Khinan disibukkan dengan berkebun. Khinan membuat taman kecil dibelakang rumahnya. Itu bertujuan supaya dirinya ada kegiatan dirumah. Khinan dibantu oleh bik Ijah....


..."Non. Maaf kalau bibik Lancang. Bibik mau tanya". Bik Ijah memulai perbincangan....


..."Ada apa bik ?" Tanya Khinan. Khinan masih memfokuskan diri menanam beberapa jenis bunga....


..."Sebenarnya, bibik sering lihat non Khinan ketiduran dikamar samping non. Apa setiap malam non tidur disana ?" Tanya bik Ijah hati-hati....


...Khinan berhenti dengan aktifitasnya. Lambat laun semua akan tau dengan keadaan yg sebenarnya. Apalagi mereka yg tinggal satu rumah. Namun Khinan bingung akan bercerita dari mana....


..."Bik Ijah sudah lama kan bekerja dengan kakak ?" Khinan malah balik bertanya....


..."Dari aden belum lahir non. Bibik juga yg dulu mengasuh aden ketika masih kecil. Non bisa cerita sama bibik jika non mau. Dan itupun jika non percaya sama bibik". Jawab bik Ijah....


...Khinan menghela nafasnya. Mungkin bik Ijah bisa membantu untuk membuat Bagas segera jatuh cinta padanya....


..."Kami menikah bukan karna cinta bik. Jadi Khinan belum siap jika harus sekamar dengan kakak. Khinan akan menunggu sampai kak Bagas bisa cinta sama Khinan". Jelas Khinan pada asisten rumah tangganya tersebut....


..."Bibik nggak mau ikut campur terlalu dalam non. Tapi kalau non Khinan butuh bantuan bibik untuk buat aden cinta sama non, Bibik siap bantu non. Karna bibik sudah lama mengabdi pada keluarga ini. Bibik juga sudah menganggap aden seperti anak kandung bibik sendiri. Jadi bibik ingin aden selalu bahagia non". Jawab bik Ijah lagi....


..."Makasih bik. Tapi bibik jangan cerita dulu sama kakak soal ini ya". Pinta Khinan....


..."Beres non". Timpal bik Ijah. "Aden suka sekali dengan kue pie non. Apalagi pie susu. Asal jangan terlalu manis. Aden kurang begitu suka dengan makanan yg serba manis. Soalnya teh dulu waktu aden masih kecil pernah sakit gigi hingga berhari-hari akibat makan eskrim yg sangat manis. Jadi sampai sekarang aden gak mau dengan makanan yg terlalu manis". Jelas bik Ijah melanjutkan ceritanya....


..."Ooo pantes waktu itu Khinan beli eskrim tapi kakak gak mau sama sekali. Jadi Khinan deh yg abisin semuanya". Kata Khinan....


..."Aden lebih suka makanan yg gurih atau pedas non dari pada makanan manis". Lanjut bik Ijah....


..."Trus. Kakak sukanya apa lagi bik ?" Tanya Khinan....


..."Aden suka pantai. Tapi tidak suka pegunungan. Karna katanya dipegunungan banyak jalanan yg jurang. Jadi aden tidak menyukainya". Jelas bik Ijah lagi. "Bibik teh yakin. Pasti sangat mudah buat aden jatuh cinta sama non. Non teh cantik, baik dan pandai memasak. Aden pasti suka". Lanjunya....


...Khinan hanya tersenyum saat bik Ijah memujinya. Mengingatkan kejadian tadi malam diruang kerja Bagas. Saat itu terlihat Bagas sedang lembur dengan pekerjaannya. Khinan membawakan teh hangat untuk menemani Bagas bekerja. Namun karna Bagas lupa disampingnya ada cangkir, Bagas menyenggol cangkir teh itu hingga jatuh kelantai. Khinan yg mendengarnya segera berlari kearah sumber suara. Bagas yg hendak mengambil pecahan kaca dengan tanpa sengaja melukai tangannya....

__ADS_1


..."Aawww". Teriak Bagas....


...Khinan memperhatikan tangan kanan Bagas terluka karna pecahan cangkir. Khinan berjalan kearah Bagas....


..."Hati-hati kak". Khinan membawa Bagas duduk disofa ruang kerjanya. Khinan dengan reflek menghisap darah dijari Bagas tanpa rasa jijik. Dan setelah darah itu mampet, Khinan menambalnya dengan plester. Khinan belum sadar bahwa Bagas dari tadi memperhatikannya. Memperhatikan cara Khinan mengobati lukanya. Hingga Bagas tersenyum....


..."Terimakasih Istri". Kata Bagas dengan nada lembut yg dibuat-buat....


...Khinan memandang wajah suaminya. Dan dengan tersenyum membalas ucapan Bagas....


..."Sama-sama suami". Jawabnya. Khinan memberikan senyum manisnya untuk Bagas....


...Mereka masih saling bertatapan. Dan entah dimenit keberapa, Bagas memegang pipi Khinan. Mengelusnya dengan lembut. Hingga tanpa sadar, Wajah merekapun semakin dekat. Khinan terlihat pasrah dengan perlakuan suaminya itu. Biar bagaimanapun dia menolak, tapi suaminya punya hak penuh atas dirinya. Jadi dia tidak boleh egois akan hal itu....


...Dan dimenit selanjutnya. Bagas sudah begitu dekat dengan Khinan. Khinan memejamkan matanya. Begitupun dengan Bagas. Dan bibirnya kini sudah berhasil mendarat dibibir tipis Khinan. Khinan pun terlihat menikmati permainan Bagas. Dan Bagas semakin memperdalam ciumannya. Tangan Bagas beralih dibelakang kepala Khinan. Menekan kepala Khinan supaya ciuman mereka semakin dalam. Tapi tiba-tiba....


...Tok tok tok....


...Pintu ruangan Bagas diketuk dari luar. Hingga mereka tersadar dan melepas ciuman mereka. Khinan berdiri menuju pintu dan membukanya....


..."Ini non. Ada kiriman bunga. Katanya buat non Khinan". Jawab bik Ijah sambil memberi buket bunga itu pada Khinan....


...Khinan menerima buket bunga itu dan melihat kartu ucapan didepannya....


..."Aku mencintaimu". Ucapan yg ada dikartu itu. Dan dipojok bawah tertulis "B". Berarti yg mengirimi buket bunga itu adalah seseorang yg berinisial B. Mungkin Bagas ?...


..."Dari siapa ?" Tanya Bagas saat Khinan masuk kembali dan memegang buket bunga....


..."Entahlah". Jawab Khinan....


...Bagas mengambil buket bunga itu dan melihat isi ucapan dikartu. Mengerutkan keningnya dan memandang kearah Khinan. Khinan merasa tertuduh oleh tatapan Bagas....


..."Aku gak tau kak ini dari siapa. Sumpah". Jawab Khinan sambil memperagakan kedua jarinya keatas. "Kakak percaya kan sama Khinan ?" Lanjutnya. Sejujurnya Khinan sangat takut jika Bagas tak mempercayainya....

__ADS_1


..."Buang". Suruh Bagas dan memberikan buket bunga itu pada Khinan untuk dibuang. Khinan mengangguk dan berdiri membuang buket bunga ditong sampah....


..."Non ngelamun". Kata Bik Ijah membuyarkan lamunan Khinan. "Ini tanamannya mau ditaruh dimana non ?" Tanya bik Ijah mengangkat pot bunga berisi tanaman hias....


..."Taruh di sana bik". Jawab Khinan sambil tangannya menunjuk arah yg dimaksut....


...Bik Ijah menurut dan berjalan menuju arah yg dimaksut Khinan....


..."Bik. Selesai ini bisa bantu Khinan buat pie untuk kakak ?" Tanya Khinan setelah bik Ijah kembali....


..."Bisa non". Jawab bik Ijah....


...Khinanpun segera menyelesaikan kegiatan dikebun kecilnya. Dan setelah selesai, Khinan menuju kamar untuk membersihkan diri. Baru setelahnya dia menyibukkan diri membuat kue favorit suaminya itu....


...Khinan memulai membuat pie susu. Dengan dibantu oleh bik Ijah. Dan bik Ijahlah yg mengerti takaran untuk membuat pie sesuai selera suaminya....


...Dan akhirnya pie susu bikinan Khinan sudah selesai dibuatnya. Dan kebetulan hari pun sudah sore. Sebentar lagi Bagas pulang dari kantornya....


...Khinan sedang duduk diruang tengah. Terdengar suara mobil Bagas memasuki bagasi rumahnya. Khinan segera berdiri menyambut suaminya datang. Dan seperti biasa, Khinan meraih tangan Bagas dan menciumnya. Tidak lupa juga Khinan menyiapkan air untuk Bagas mandi....


...Dan saat makan malam,...


..."Kakak coba ini ya. Ini buatan Khinan". Kata Khinan yg menyodorkan beberapa pie susu didepan Bagas....


...Bagas melihat pie itu. Ragu untuk memakannya. Takut jika itu seperti pie-pie ditoko kue. Terlalu manis untuknya....


..."Ini gak terlalu manis kok kak". Kata Khinan lagi....


...Bagas melihat kearah Khinan. Dan mencoba mengambil satu pie susu untuk dicicipinya. Bagas tersenyum setelah mencicipi satu pie itu. Rasanya pas menurut seleranya....


..."Kamu belajar sama bibik ?" Tanya Bagas pada Khinan....


..."Iya kak". Jawabnya....

__ADS_1


...Khinan ikut duduk didepan Bagas. Menemani sang suami makan kue kesukaannya itu. Dan tanpa sadar, Bagas sudah menghabiskan beberapa kue. Khinan bahagia saat mengetahui Bagas menyukai kue buatannya....


__ADS_2