
...Malam ini Bagas tidak pulang kerumahnya. Dia pulang keapartemen. Apartemen itu hanya dia gunakan sesekali. Saat Bagas lelah dari kerjaannya, Bagas selalu beristirahat diapartemen itu. Karna kebetulan apartemen itu sangat dekat jaraknya dengan kantor....
...Bagas sudah sampai di parkiran apartemen. Saat hendak turun, Bagas melihat jok disamping yg tadi diduduki oleh Khinan. Tas Khinan masih tertinggal disana. Mungkin tadi Bagas lupa menurunkan tasnya. Bagas mengambil tas itu dan membawanya masuk ke apartemen....
...Setibanya Bagas diapartemen, dia langsung menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Setelahnya, Bagas duduk diranjang empuknya dan bersiap untuk beristirahat....
...Pagi hari Khinan terbangun dengan masih mengenakan gaun pestanya. Khinan berfikir kenapa Khinan bisa berada dikamarnya. Padahal terakhir kali dia ingat, dia masih berada dimobil Bagas. Apa mungkin Bagas yg menggendongnya ?. Itu tidak mungkin, batin Khinan. Khinan bangun dari tidurnya dan bergegas ke kamar mandi....
...Selesai mandi, Khinan bersiap untuk pergi kekantor. Dia merasa ada yg kurang dikamarnya. Dia lupa menaruh tasnya. Khinan mencari tasnya kesana kemari. Setelah mengingatnya, Khinan berfikir mungkin tasnya tertinggal dimobil Bagas....
...Khinan sudah siap pergi kekantor. Saat akan memesan taksi online, Khinan baru sadar bahwa ponselnya ada didalam tas itu. Khinan bingung mau pergi menggunakan apa. Karna Luna sudah lebih dulu berangkat kekantornya. Khinan keluar dari rumah Luna berencana mencari ojek pengkolan supaya Khinan bisa sampai kantor. Bertepatan dengan Khinan keluar, Bagas datang menjemputnya. Khinan pun berangkat bersama pacar pura-puranya itu....
...Dalam perjalanan menuju kantor, Khinan hanya terdiam karna takut pada bos besarnya itu....
...Bagaspun memilih untuk diam saja. Bagas memang selalu dingin terhadap perempuan. Tak terkecuali Vera sekestaris sekaligus sahabatnya itu. Vera yg dulu pernah menaruh hati pada Bagas, secara perlahan mundur karna sikap Bagas yg dingin itu. Menurut Vera, Bagas lebih asik jadi bos sekaligus sahabatnya daripada jadi kekasihnya....
...Mereka telah sampai dikantor. Saat Khinan akan turun dari mobil, tangannya ditahan oleh Bagas....
..."Kesepakatan kita belum selesai. Kamu masih tetap menjadi pacar pura-pura saya." Kata Bagas yg menatap tajam mata Khinan. Khinan pun hanya bisa menunduk....
..."Bukankah perjanjian kita sudah selesai pak ?" Tanya Khinan yg ingin mengakhiri perjanjian itu....
..."Tidak. Kamu tetap menjadi pacar pura-pura saya sampai saya yg mengakhirinya." Jawaban Bagas membuatnya tercengang. Tapi mau tidak mau dia harus mau. Karna Bagas punya wewenang penuh untuk membuatnya jadi pengangguran lagi. Akhirnya Khinan mengangguk tanda setuju....
..."Setiap hari saya yg akan antar jemput kamu." Kata Bagas menjelaskan....
..."Tapi kalau nanti biar saya pulang sendiri pak. Saya mau lihat kos baru saya." Jawab Khinan yg tak mau diantar oleh Bagas....
..."Kenapa harus tinggal dikos ?" Bagas bertanya karna dia pikir rumah Luna itu ialah rumahnya....
..."Disini saya numpang dirumah sahabat saya pak. Saya gak enak jika terus-terusan menumpang dirumahnya." Khinan menjelaskan....
..."Kalau begitu biar saya carikan apartemen buat kamu tinggal." Kata Bagas....
..."Tidak usah pak. Saya tidak mampu membayar sewa apartemen." Jawab Khinan menolak....
..."Kamu tidak perlu membayarnya. Lagian disini semua orang tau bahwa kamu kekasih saya. Apa kata mereka jika tau kamu cuma tinggal dikos." Kata Bagas yg tak mau dibantah....
...Khinan hanya mengangguk pasrah. Khinan tidak berani melawan ucapan bos besarnya itu. Khinan kemudian turun dari mobil Bagas dan masuk ke kantornya untuk bekerja....
...Jam istirahat makan siang....
...Khinan hendak pergi kekantin. Tapi tiba-tiba Bagas datang dan mengajaknya makan diluar. Khinan menyanggupi karna mereka masih terikat perjanjian sebagai pacar pura-pura....
__ADS_1
...Mereka makan siang diresto yg tak jauh dari kantornya....
..."Mulai sekarang, kamu harus membiasakan untuk tidak memanggil pak lagi." Pinta Bagas disela-sela makan siangnya....
..."Lalu saya harus memanggil apa ?" Tanya Khinan yg bingung dengan permintaan Bagas....
..."Terserah." Jawabnya....
..."Saya canggung kalau harus memanggil anda sayang, kalau aku panggil Kak aja gimana ?" Tanya Khinan menawarkan....
..."Boleh." Jawab Bagas karna memang Bagas juga merasa canggung jika dipanggil dengan sebutan sayang....
...Makan siangpun selesai. Mereka segera kembali kekantor. Saat akan turun dari mobil, lagi lagi Bagas mengingatkan agar nanti sore harus dia yg mengantarnya pulang....
...Diruangannya. Bagas menatap layar laptopnya. Lalu memegang gagang telfon yg berada disamping laptopnya....
..."Keruangan saya." Suruh Bagas yg ternyata sedang menelfon Vera sekertarisnya....
..."Iya Gas." Suara Vera setelah masuk keruangan Bagas....
..."Carikan satu unit apartemen yg standart." Pinta Bagas....
..."Untuk siapa ?" Tanya Vera karna penasaran....
..."Kamu yakin ? Jadi kamu benar-benar ada hubungan sama admin baru itu ?" Tanya Vera yg masih penasaran....
...Bagas hanya mengangguk tanda membenarkan. Bagas tidak mungkin cerita kepada Vera tentang perjanjian pacar pura-pura itu. Meskipun Vera adalah sahabatnya....
..."Sejak kapan kalian saling kenal ?" Lanjut Vera dan kemudian duduk dikursi depan meja Bagas. Bagas sedang memikirkan jawaban yg tepat untuk Vera....
..."Sebelum dia bekerja dikantor ini beberapa minggu lalu." Jawab Bagas mengelabui. Karna Bagas tidak mungkin bicara kalau mereka kenal sudah lama. Vera pasti mencari data-data dan alamat Khinan dikampungnya. Sedangkan Bagas tak pernah pergi mengunjungi siapapun dilain kota....
...Vera berfikir mungkin memang benar seperti itu. Karna Vera pernah ngobrol dengan Khinan walaupun sebentar dan Khinan memanggil Bagas hanya dengan namanya saja....
..."Ok. Saya keluar dulu. Nanti saya kabari untuk apartemennya." Jawab Vera sambil berdiri dan keluar dari ruangan Bagas....
...Sudah waktunya jam pulang Kantor. Khinan membereskan mejanya dan kemudian pergi ke loby untuk menunggu Bagas yg akan mengantarnya pulang....
...15 menit berlalu, tapi Bagas belum juga menampakkan batang hidungnya. Khinan pun kembali duduk diruang tunggu loby itu....
...Sekitar setengah jam kemudian, Bagas baru turun menuju loby dan menemui Khinan....
..."Kita jalan sekarang." Jawab Bagas tanpa menoleh kearah Khinan. Sikap Bagas sangat cuek terhadap Khinan. Mengingat dikantor ini sudah tidak ada siapa-siapa. Hanya ada security yg berjaga didepan dan mereka....
__ADS_1
...Bagas memang bersikap dingin pada Khinan ketika mereka hanya berdua. Lain hal ketika mereka sedang berada ditempat umum, Bagas akan selalu menggandeng tangan Khinan....
...Khinan mengekori Bagas dari belakang. Dalam hati Khinan menggerutu. Khinan sudah menunggu Bagas hampir satu jam dan Bagas hanya bilang seperti itu. Untung saja hanya pacar pura-pura. Seandainya jadi pacar beneran mungkin dia menjadi es menghadapi sikap dingin Bagas setiap hari....
...Mereka berjalan menyusuri kota itu. Menuju apartemen yg akan ditinggali oleh Khinan nantinya....
...Mereka sudah berada disebuah apartemen untuk Khinan. Apartemen Khinan memang tak sebesar apartemen Bagas. Tapi menurut Khinan itu terlalu mewah untuknya. Khinan hendak menolak dengan alasan ini tak cocok untuknya. Khinan lebih memilih untuk mencari kos saja. Tapi Bagas lagi lagi menegaskan bahwa dia tidak mau ditolak. Akhirnya Khinan mengangguk tanda setuju....
..."Weekend nanti saya jemput kamu untuk pindah ke apartemen ini. Sekarang kita pulang." Ucap Bagas dan diangguki oleh Khinan....
...Bagas mengantar Khinan untuk pulang. Karna memang hari sudah mulai gelap....
...Seperti biasa. Dalam perjalanan mereka saling diam. Bagas fokus mengemudi sedangkan Khinan takut untuk memulai pembicaraan....
...Mereka telah sampai dikediaman Luna. Khinan turun dan mempersilahkan Bagas masuk. Sama seperti sebelum-sebelumnya, Bagas tidak mau mampir dengan alasan masih ada urusan lain. Khinan mengerti dengan kesibukan Bagas. Khinan pun masuk kedalam rumah, sedangkan Bagas dengan segera mengemudikan laju mobilnya hendak pulang....
..."Assalamua'alaikum." Sapa Khinan begitu Khinan memasuki rumah Luna....
..."Wa'alaikumsalam." Jawab mama Luna dan Luna bersamaan....
..."Kok baru pulang Nan ?" Tanya mama Luna pada Khinan....
..."Iya Tante. Tadi masih ada urusan." Jawab Khinan setelah pamit untuk menuju kamarnya....
...Khinan mandi dan beristirahat sebentar sebelum makan malam tiba....
..."Tok tok tok." Pintu diketuk dari luar....
..."Masuk". Jawab Khinan mempersilahkan masuk....
...Kepala Luna nongol dari balik pintu. "Boleh aku masuk ?" Tanyanya meminta izin....
..."Masuk aja Lun." Khinan mempersilahkan sahabatnya itu untuk masuk. Khinan menepuk sisi ranjangnya yg kosong dan mempersilahkan Luna untuk duduk didekatnya....
..."Malam weekend nanti kita jalan yuk. Kan udah lama kita gak hangout bareng. Yg kemaren aja gagal kan." Pinta Luna....
..."Boleh. Aku juga kangen jalan-jalan sama kamu." Jawab Khinan....
..."Ya udah. Sekarang kita makan. Mama udah nungguin." Ajak Luna yg diikuti anggukan oleh Khinan....
...Sebenarnya tujuan Luna adalah untuk menanyakan tentang sosok yg setiap hari mengantar Khinan pulang. Tapi diurungkan oleh Luna. Memang Luna jarang melihat Khinan pulang karna dia sering pulang telat. Tapi karna mamanya cerita tentang lelaki yg mengantar Khinan pulang, Luna jadi kepo tentang lelaki itu....
...Mereka bertiga makan malam dengan tenang. Hanya ada suara piring dan sendok yg bergesekan. Khinan memikirkan tentang acara pindahannya keapartemen baru yg dibelikan oleh Bagas. Khinan akan bicara sama mereka tentang rencana pindahan weekend nanti. Tapi mungkin nanti setelah makan malamnya selesai. Lagian juga masih ada waktu beberapa hari lagi....
__ADS_1