Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Benih-Benih cinta


__ADS_3

...Pagi ini, sama seperti pagi-pagi sebelumnya. Bagas menyempatkan diri untuk menemani Khinan sarapan sebelum berangkat kekantor....


..."Kamu gak bosen dirumah terus ?" Tanya Bagas disela-sela makannya....


...Khinan hanya menggeleng....


..."Aku gak nglarang kamu pergi kemanapun. Jadi kalau kamu bosen, kamu boleh pergi jalan-jalan". Lanjut Bagas lagi....


..."Iya kak. Khinan masih betah dirumah. Lagian Khinan juga sedang disibukkan oleh bunga-bunga Khinan". Jawab Khinan dengan menambahkan senyum manisnya...


...Bagas ikut tersenyum. "Baiklah". Jawabnya....


...Mereka kembali fokus pada makanan mereka masing-masing....


...Dan setelah selesai makan pagi mereka, Bagas segera menuju kantornya. Dan seperti biasa, Khinan mengantarkan sang suami hingga masuk ke mobilnya. Sampai mobil Bagas menghilang dari pandangannya barulah Khinan masuk kembali kedalam rumah....


...Hari ini Khinan kembali menyibukkan diri dikebun kecilnya. Khinan enggan pergi kemanapun. Mengingat dulu ia pergi tanpa sepengetahuan Bagas, Tapi justru itu membawa petaka untuk Khinan. Hingga sampai saat ini Khinan lebih memilih untuk berdiam diri dirumah....


...Khinan sedang asik dengan beberapa pot bunga didepannya. Dan saat Khinan tengah asik, ponselnya berbunyi menandakan sebuah pesan masuk. Khinan meraih ponselnya. Melihat sebuah pesan dari sang suami....


..."Kamu sedang apa ?" Tanya Bagas dalam pesan singkatnya tersebut....


...Khinan membuka pesan tersebut dan membalas dengan sebuah gambar. Dia memfoto beberapa bunganya dan mengirim keBagas....


..."Lagi sibuk dengan yg indah-indah". Jawabnya dengan menambah emot senyum diakhir kalimat....


..."Suamimu ini kurang indah ? Kamu gak pernah sibuk dengannya". Protes Bagas membalas pesan Khinan....


..."Kakak itu sangat istimewa. Lebih dari Indah". Balas Khinan lagi....


..."Lalu, Kenapa kamu gak pernah menyibukkan diri dengan suamimu ?" Balas Bagas lagi....


..."Makanya kakak cepatlah jatuh cinta sama Khinan". Jawab Khinan....


..."Lalu kamu, Apa sudah jatuh cinta ?" Tanya Bagas....


...Khinan memperhatikan ponselnya sambil senyum-senyum. Mau jawab apa Khinan juga bingung. Memang dia sudah jatuh hati pada Bagas. Semakin hari semakin Khinan rindu dengan sosok yg sekarang menjadi suaminya itu. Namun Khinan belum bisa mengungkapkan isi hatinya. Mengingat Bagas belum menunjukkan bahwa dia membalas perasaan Khinan....


..."Naaan" Pesan Bagas masuk lagi diponsel Khinan. Karna Khinan terlalu lama membalas pesan Bagas....


..."Iya kak" Balasnya....


..."Kenapa lama sekali balasnya ?" Prostes Bagas....


..."Khinan mau mandi dulu ya kak" Balasnya. Lalu Khinan mengirimkan foto dirinya yg penuh dengan keringat hasil berkebunnya. Dan menuliskan "Nih liat. Khinan keringetan. Khinan tinggal mandi dulu ya kak". Tulisnya....


...Bagas memperhatikan foto Khinan yg barusan dikirim oleh istrinya itu. Foto dengan wajah polos tanpa make up ditambah muka yg penuh dengan keringat. Khinan sengaja mengirimkan foto cantiknya. Dengan mengerlipkan sebelah matanya. Foto itu tampak manis....

__ADS_1


...Bagas masih terus tersenyum memandanginya....


..."Aku sudah jatuh hati pada gadis ini". Katanya pada diri sendiri....


...Bagas memilih waktu yg tepat untuk mengungkapkan isi hatinya pada sang istri. Disaat dia sudah benar-benar siap dengan hatinya....


...Sore hari. Khinan disibukkan dengan acara masaknya didapur. Memasak untuk suami dan juga dirinya untuk mereka makan malam nanti. Dan selama Bagas menjadi suaminya, Bagas selalu menyempatkan diri untuk makan malam dirumah. Kalaupun Bagas pulang agak larut, Tapi dia tetap makan malam bersama Khinan. Khinan pun merasa sangat dihargai oleh suaminya ini....


...Saat Khinan tengah memasak, Pak Jupri datang dengan tergesa-gesa....


..."Non. Saya mau minta izin pulang". Kata pak Jupri....


..."Kenapa buru-buru sekali pak ?" Tanya Khinan pada supirnya itu....


..."Anak saya masuk rumah sakit non". Jawab pak Jupri dengan wajah paniknya....


..."Oh ya udah. Bapak pulang aja sekarang". Suruh Khinan....


..."Baik Non. Terimakasih". Jawab pak Jupri....


..."Kalau ada apa-apa bilang yg pak". Pinta Khinan sebelum pak Jupri meninggalkan rumahnya....


..."Iya non". Jawab pak Jupri dan segera pergi dari rumah Khinan....


...Khinan kemudian kembali fokus pada masakannya. Setelah selesai dengan masaknya, Khinan segera pergi kekamar untuk membersihkan diri. Sambil menunggu sang suami pulang kantor....


...Jam demi jam sudah berlalu. Terlihat di luar sudah sangat gelap. Tapi Bagas belum juga sampai dirumah. Khinan mencoba menghubungi ponsel suaminya....


..."Nomor yg anda tuju sedang berada diluar jangkauan". Suara operator yg menjawabnya....


...Khinan berusaha berfikir positif. Mungkin saja Bagas lupa mencharger ponselnya dan dia sekarang sedang lembur hingga lupa mengabarinya....


...Khinan bangkit dan hendak pergi kekamarnya. Berencana menunggu Bagas dikamar saja. Namun saat Khinan berjalan, tiba-tiba listrik dirumahnya padam....


..."Bik. Bik Ijah". Khinan memanggil sang asisten. Namun bik Ijah tak juga menjawab....


...Khinan menyalakan senter lewat ponselnya untuk mendapat penerangan. Khinan mencari-cari sang asisten....


..."Bik". Panggilnya lagi....


...Namun lagi dan lagi tidak ada jawaban dari sang asistennya. Khinan berusaha mencari bik Ijah kekamarnya. Dan tiba-tiba ada suara langkah kaki mendekat kearahnya....


..."Biik". Tanyanya lagi. Dan suara langkah itupun terhenti....


...Khinan kembali berjalan menuju kamar bik Ijah. Namun lagi lagi suara langkah kaki kembali mengikutinya....


..."Bik". Khinan kembali bersuara. Dan sama saja. Tetap tak ada jawaban dari bik Ijah....

__ADS_1


...Suara langkah kakipun makin mendekat. Khinan mempercepat langkahnya. Dan tiba-tiba seseorang membekap mulut Khinan dari belakang. Khinan berusaha melepaskan diri. Meronta kasana kemari. Namun tenaganya kalah kuat dengan seseorang yg sedang membekapnya itu....


...Khinan dibawa kekamarnya. Dan saat berjalan menuju kamar, Khinan berhasil melepaskan diri. Khinan berlali menuju pintu depan. Namun ponselnya terjatuh saat dia dibekap tadi. Hingga dia kehilangan penerangan. Khinan tersandung oleh anak tangga diruang tamu. Hingga diapun terjatuh....


...Seseorang itu kembali meraih tubuh Khinan. Kembali membopong tubuh Khinan untuk dibawanya kekamar....


..."Lepaaas. Siapa kamu ?" Teriaknya....


...Namun seseorang itu tak bersuara sama sekali....


...Mereka sampai dikamar besar Khinan. Dan seseorang itu mengunci pintu agar Khinan tidak dapat keluar....


..."Siapa kamu ?" Teriak Khinan lagi....


..."Nanti juga kamu akan tau". Jawab lelaki itu....


...Khinan menyadari bahwa itu bukan suara suaminya. Tapi suara siapa itu Khinan pun tidak tau. Khinan berjalan mundur untuk menghindari lelaki itu. Dan lelaki itu berjalan maju menuju Khinan. Dan beberapa detik kemudian lampu pun menyala....


..."Devan". Teriak Khinan....


...Devan tersenyum setelah Khinan tau bahwa itu adalah dirinya....


..."Apa kabar Khinan ?" Tanya Devan yg terus berjalan mendekatinya....


..."Mau apa kamu ?" Teriak Khinan. Khinan benar-benar panik saat itu....


..."Hahaha". Devan malah tertawa dengan pertanyaan Khinan. "Aku mau kamu". Lanjutnya....


..."Jangan mendekat. Atau aku teriak". Teriak Khinan ketakutan....


..."Coba saja teriak". Jawab Devan. Devan pun tertawa melihat Khinan yg begitu ketakutan. Dan dia pun tak berhenti melangkah menuju Khinan....


...Khinan kembali memundurkan tubuhnya. Hingga dia terpentok oleh tembok. Khinan sudah tak bisa kemana-mana lagi....


..."Jangan macem-macem kamu". Teriak Khinan lagi....


...Namun didetik selanjutnya, Devan sudah berhasil meraih Khinan. Mendekap Khinan dengan kedua tangannya....


...Khinan mencoba melawan. Walaupun ia tau tenaganya kalah kuat oleh Devan....


...Kini Devan mulai menjalankan aksinya. Dia ******* bibir mungil Khinan. Khinan menggelengkan kepalanya. Berusaha menghindari bibir Devan. Namun percuma. Karna tangannya kini dikuasai oleh Devan....


...Khinan terisak. Dia benar-benar tidak ingin menghianati suaminya....


...Di menit berikutnya. Devan membopong tubuh Khinan dan melemparkannya diatas ranjang. Khinan berusaha kabur, namun kakinya kembali diraih oleh Devan. Dan dengan cepat Devan merobek piyama Khinan. Hingga kini menyisakan bra ditubuh bagian atas Khinan....


..."Jaangaaann". Isak tangis Khinan semakin menjadi. Dia berharap ada seseorang yg datang menolongnya. Hanya itu harapan Khinan....

__ADS_1


__ADS_2