Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Diapartemen


__ADS_3

..."Aduuh... Aaaaa sakit. Teriak Bagas dari luar....


...Khinan segera berlari keluar kamar untuk melihat Bagas. Khinan takut Bagas kenapa-napa....


...Setelah Khinan membuka pintu kamar dan mendapati Bagas masih berdiri didepan kamar Khinan. Sambil tersenyum Bagas melihat kekhawatiran Khinan pada Bagas....


..."Ayo makan. Sudah aku pesenin." Bagas segera menarik tangan Khinan dan diajaknya kemeja makan. Kali ini Khinan hanya menurut. Memang dia juga sedang lapar....


...Mereka makan malam bersama diapartemen Khinan. Semua sibuk dengan makanannya masing-masing....


..."Kak Bagas nanti gimana pulangnya ?. Khinan ga punya baju yg muat dibadan kak Bagas." Tanya Khinan disela-sela makan mereka....


..."Nanti biar Vera yg antar baju kesini." Jawab Bagas....


...Khinan hanya menganggukkan kepalanya. Setelah itu dia kembali fokus pada makanan didepannya....


...Mereka telah menyelesaikan makan malam mereka. Kini mereka kembali duduk disofa ruang tengah. Bagas yg sedari tadi sibuk menelfon Vera sang sekertarisnya. Namun sepertinya Vera tidak juga mengangkat telfon dari bossnya itu. Entah sudah berapa panggilan yg dilakukan oleh Bagas, Tapi diseberang sana belum ada juga jawaban dari Vera....


..."Apa kak Bagas tidur sini ?" Tanya Khinan setelah tau Vera tidak bisa dihubungi....


..."Apa ada masalah kalau saya bermalam disini ?" Tanya Bagas kembali bertanya....


..."Tapi kamarnya kan cuman satu." Jawab Khinan lagi. Memang apartemen mungil itu hanya ada satu kamar saja....


..."Saya tidur disofa kamarmu." Kata Bagas. Bagas pun tak punya pilihan lain. Bagas tidak mungkin turun kebawah tanpa memakai baju. Pasti akan banyak orang yg melihatnya....


...Mata Khinan sudah mulai lelah. Khinan ingin segera beristirahat. Diapun pamit untuk tidur terlebih dahulu pada Bagas. Dan Bagas juga mulai merasa lelah. Mereka sama-sama pergi kekamar untuk beristirahat....


...Khinan membuka lemari dan mengambil selimut yg akan dipakai Bagas untuk tidur disofa. Sedangkan Khinan memakai selimutnya sendiri. Mereka sama-sama akan beristirahat....


...Mata lelah tapi pikiran kemana-mana. Itu yg mereka rasakan. Selama ini hubungan mereka tak pernah sedekat ini. Walaupun mereka terpisah tempat tidur, tapi mereka saling memikirkan. Khinan berusaha memejamkan matanya, Tapi makin lama mata Khinan malah semakin segar....


...Khinan yg semula membelakangi Bagas kini beralih menghadap kearah Bagas. Bagas pun sedari tadi tak dapat memejamkan matanya. Dan pandangan mereka bertemu....


..."Tidur Nan. Sudah malam." Ajak Bagas yg diangguki oleh Khinan....


...Khinan berusaha memejamkan matanya. Entah berapa lama Khinan berusaha larut dalam mimpinya. Kini Khinan pun mulai terlelap. Giliran Bagas yg masih tetap terjaga. Wanita manis yg tidur diranjang itu terus mengganggu fikirannya. Bagas bangun dari tidurnya dan mendekati ranjang itu. Bagas duduk disamping Khinan berbaring....


..."Kamu cantik." Puji Bagas. Bagas pun membaringkan tubuhnya tepat disamping Khinan. Bergelung dengan selimut yg sama. Khinan tak menyadarinya....


...Pagi menjelang. Khinan sayup-sayup membuka matanya. Khinan mendengar detak jantung tepat dibawah telingannya. Khinan tersadar dan kaget ketika melihat dia berada dalam pelukan Bagas. Bukan hanya didekatnya, tapi mereka saling memeluk. Khinan berusaha memindahkan lengan kekar Bagas yg memeluk bahu Khinan. Bagas pun terusik....


..."Sebentar lagi. Biar tetap seperti ini." Rancau Bagas pada Khinan. Khinan pun menghentikan aksinya. Dia tetap berada diposisinya. Sampai terderngar ponsel Bagas yg berdering membuat Bagas tersadar. Bagas segera bangun dan mengambil ponselnya dimeja rias Khinan....

__ADS_1


..."Iya." Jawabnya setelah mengangkat telfon itu. Sedangkan Khinan bergegas pergi ke kamar mandi....


..."Ada apa semalam telfon. Banyak banget panggilannya." Tanya Vera diseberang sana....


..."Bawakan baju gantiku keapartemen Khinan. Sekarang." Perintah Bagas pada sekertarisnya itu....


..."Kamu disana. Trus kenapa harus dibawakan baju ganti segala ?" Tanya Vera....


..."Bawakan saja." Kata Bagas lagi....


..."Ok. Aku segera kesana." Jawab Vera tak berani lagi membantah perkataan bosnya itu....


...Bagas menutup panggilan telfonnya dan keluar menuju dapur untuk mengambil minuman dingin. Setelahnya Bagas kembali duduk disofa ruang tengah untuk menunggu pakaiannya datang....


...Khinan telah selesai dari kamar mandinya. Khinan kini menuju dapur untuk membuat sarapan untuk Bagas dan juga untuknya....


..."Apa mba Vera sudah bisa dihubungi ?" Tanya Khinan pada Bagas....


..."Sudah. Sebentar lagi juga datang." Jawab Bagas....


..."Kak Bagas mau sarapan apa ?" Tanya Khinan yg belum paham dengan makanan favorit dari Bagas....


..."Apa aja yg ada. Pasti saya makan." Jawabnya yg tak mau merepotkan Khinan. Khinan pun pergi kedapur....


...Tak berselang lama, Bel apartemen itu berbunyi. Bagas bangkit dari duduknya dan membuka pintu. Dan ternyata Vera lah yg datang membawakan baju ganti untuk Bagas. Vera terkejut saat Bagas membuka pintu dan bertelanjang dada. Lengan Bagas dibungkus dengan kain kasa. Dan masih ada sisa darah disana....


..."Masuk dulu." Kata Bagas membuka lebar pintu itu agar Vera bisa masuk....


...Vera masuk dan langsung duduk diruang tengah diikuti oleh Bagas....


..."Sekarang ceritakan." Pinta Vera yg masih penasaran dengan luka dilengan dan memar diwajah Bagas. Bagas pun mulai menceritakan semua kejadian yg menimpa Khinan kemaren. Vera mendengarkan cerita Bagas dengan seksama....


...Saat Bagas dan Vera tengah mengobrol, Khinan datang bermaksut untuk memanggil Bagas sarapan....


..."Loh. Ada mba Vera. Ikut sarapan mba sekalian." Ajak Khinan yg baru mengetahui ada Vera disana....


..."Makasih Nan. Lain kali aja ya. Aku juga harus segera kekantor." Jawabnya dan segera bangkit dari duduknya. Vera pun pergi dari apartemen Khinan....


..."Saya ganti dulu kak perbannya. Atau kak Bagas mau mandi dulu ?" Tanya Khinan....


..."Biar Aku mandi dulu." Jawab Bagas dan segera menuju kamar mandi Khinan....


...Khinan kembali duduk disofa. Melihat paperbag yg dibawa oleh Bagas semalam. Paperbag itu dari mama Bagas untuknya. Khinan mengambil paperbag itu. Melihat didalamnya terdapat gaun yg sangat indah. Khinan berfikir untuk apa gaun itu. Untuk beberapa saat Khinan melamun tentang gaun itu....

__ADS_1


..."Itu untuk acara petunangan kita nanti." Bagas sudah selesai dengan mandinya. Melihat Khinan yg melamun dengan gaun ditangannya. Khinan tersadar dari lamunannya dan melihat kearah Bagas. Khinan memasukkan kembali gaun itu dan beralih mengambil kotak p3k nya untuk mengganti perban Bagas....


...Selesai dengan luka Bagas, Bagas segera memakai baju yg dibawakan oleh Vera tadi. Baru setelah itu mereka sarapan bersama....


...Tidak ada suara lain dimeja makan itu selain suara sendok dan garpu yg bergesekan dengan piring. Sampai acara makan pagi pun selesai. Bagas kembali kekamar Khinan untuk mengambil ponselnya. Khinan pergi kedapur untuk mencuci piring kotor mereka....


..."Aku langsung kekantor. Ingat ya. Jaga diri baik-baik. Terutama dari Devan." Kata Bagas sebelum pergi dari apartemen Khinan....


..."Iya kak." Jawab Khinan yg mengantar Bagas sampai pintu apartemen....


...Hari ini Khinan masih diberi cuti untuk beristirahat. Khinan masih kepikiran dengan kejadian semalam. Mungkin gak ya kalau Devan akan kembali lagi ?. Khinan mulai merasa takut akan hal itu....


...Khinan pergi kekamarnya. Dia mengambil ponselnya dan mendial nomor seseorang. Khinan menelfon mama Luna. Khinan akan berkunjung kerumah mama Luna. Karna mereka sudah jarang bertemu....


...Lama Khinan mencoba menghubungi mama sahabatnya itu. Tapi tidak juga ada panggilan yg terjawab. Khinan pun siap-siap untuk mendatangi mama Luna tanpa memberinya kabar. Tapi sebelumnya, Khinan berencana membelikan mama Luna oleh-oleh. Khinan pergi kesupermarket terdekat. Dia membeli beberapa buah dan camilan untuk mama Luna. Diwaktu yg bersamaan, Dinda juga sedang membeli camilan disupermarket itu....


..."Hai Din." Sapa Khinan yg mengetahui Dinda juga ada disana....


..."Khinan. Kamu kapan balik kesininya ?" Tanya Dinda yg dia pikir Khinan masih berada dikampung....


..."Baru kemaren. Kamu apa kabar ?" Tanya Khinan balik....


..."Aku baik Nan. Eh iya, aku turut berduka cita ya. Sorry. Aku gak bisa dateng." Kata Dinda....


..."Gak apa-apa Din. Pasti kamu juga lagi sibuk waktu itu." Kata Khinan....


..."Eh Nan. Aku lagi buru-buru nih. Kapan-kapan kita atur jadwal deh untuk hangout bareng. Gimana ?" Ujar Dinda yg memang lagi terburu-buru itu....


..."Ok. Atur aja jadwalnya. Pasti aku bisa kok." Kata Khinan sambil menunjukkan jarinya berbentuk bulat....


...Mereka pun berpisah disupermarket itu....


...Khinan sudah membeli barang yg dia butuhkan. Khinan berjalan keluar dari supermarket itu. Dan tanpa sengaja menabrak seseorang....


..."Kalau jalan liat-liat dong. Bisa jalan gak sih ?" Bentak wanita itu....


...Khinan menoleh kearah wanita itu. Diperkirakan wanita itu lebih tua dua tahun darinya....


..."Maaf mbak. Nggak sengaja." Jawab Khinan mengalah. Lagi-lagi Khinan mengenali wanita itu. Wanita itu adalah wanita yg sama yg ditemuinya saat dirinya dan Luna menabrak mobil ayah Luna. Mungkin itu istri muda ayah Luna....


...Dan dari belakang. Seorang lelaki paruh Baya berjalan kearahnya....


..."Sayang. Kamu kenapa ?" Tanya lelaki itu pada wanita yg ditabrak oleh Khinan....

__ADS_1


...Khinanpun mengerutkan keningnya. Pasalnya lelaki paruh baya itu bukanlah ayah Luna. Dan mereka juga terlihat mesra....


...Mungkinkah wanita itu... ?...


__ADS_2