Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Vera


__ADS_3

...Pagi ini dikantor Bagas, Bagas sedang memfokuskan diri pada layar laptop didepannya. Sesaat kemudian ada beberapa email masuk kedalam laptopnya. Bagas memperhatikan email yg dikirim oleh kepala perusahaan cabang itu dengan seksama. Dirasanya ada sesuatu yg terjadi diperusahaan cabangnya. Bagas mengambil gagang telfon disamping laptopnya dan memulai menelfon seseorang....


..."Keruangan saya". Perintahnya pada Vera sang sekertaris. Lalu kemudian Bagas menutup kembali telfon itu. Dan tak berselang lama Vera datang memenuhi panggilan Bagas....


..."Iya Gas". Kata Vera setelah memasuki ruangan Bagas dan mendekat kearahnya....


..."Kurasa saya harus ke perusahaan cabang. Disana ada yg nggak beres". Jawab Bagas yg masih melihat kelayar laptop tanpa memandang kearah Vera....


..."Kamu mau kesana malam ini ?" Tanyanya lagi....


..."Mungkin begitu". Jawab Bagas lagi. "Kamu siapkan berkas-berkasnya ya". Lanjutnya memerintah sang sekertaris....


..."Baik Gas". Jawab Vera. "Apakah ada lagi ?" Lanjut Vera bertanya sebelum ia keluar dari ruangan Bagas....


..."Tidak". Jawab Bagas singkat. Vera hanya memgangguk dan segera melaksanakan tugas yg diberikan oleh Bagas....


...Bagas masih memandangi layar laptop. Sesaat kemudian ponselnya berdering menandakan sebuah pesan telah masuk. Bagas melihat dan mengambil ponselnya. Rupanya sang istrilah yg memberinya pesan....


..."Sayang. Semangat kerjanya. Jangan lupa makan siang". Kata Khinan dirumahnya....


...Bagas tersenyum sebelum membalasnya. Wanita yg sedang mengiriminya sebuah pesan ini sangatlah serba bisa. Urusan dapur Bagas tak pernah meragukan masakannya. Urusan kebutuhan Bagas selalu dinomor satukan olehnya. Belum lagi urusan ranjang, Khinan selalu bisa membuatnya puas. Khinan selalu patuh apapun perintah Bagas. Selalu menuruti apapun kemauan Bagas. Bagas merasa beruntung memiliki seseorang seperti Khinan....


...Bagas tak kunjung membalasnya. Lalu ia pun melakukan panggilan video dengang Khinan. Dan tak lama kemudian panggilan video itu tersambung....


..."Hai sayang". Sapa Khinan diseberang sana....


..."Kamu sedang apa ?" Tanya Bagas. Terlihat Khinan sedang ada dikamarnya....


..."Aku baru saja selesai mandi. Trus sekarang sepertinya mau berkebun aja". Jawab Khinan....


..."Kebun terus yg diurusin. Kamu nggak pengen pergi jalan-jalan atau kemana gitu ?" Tanya Bagas lagi. Namun Khinan hanya menggelengkan kepalanya untuk memberi jawaban....


..."Aku lebih suka berkebun sayang". Jawabnya....

__ADS_1


..."Ya sudah. Kamu hati-hati ya dirumah". Kata Bagas. "Eeemmm sepertinya nanti malam aku nggak pulang sayang. Perusahaan cabang sedang mengalami masalah. Kamu nggak apa-apa kan dirumah sendiri ?" Sambung Bagas lagi....


...Khinan tampak mengerucutkan bibirnya. Malam ini ia akan tidur sendiri tanpa Bagas. Namun Khinan tidak boleh egois. Memang saat ini perusahaan cabang lebih membutuhkan sosok Bagas. Khinan pun dengan pasrah menganggukkan kepalanya....


..."Ya udah. Kamu hati-hati ya". Balas Khinan. Bagas pun membalas dengan senyuman indahnya....


..."Iya sayang". Jawabnya. "I love you". Lanjutnya lagi sebelum ia memutus panggilan telfon itu....


..."I love you too". Balas Khinan....


...Setelah itu panggilan terputus. Dan tak disangka sedari tadi Vera memperhatikan sang atasan yg sedang melakukan panggilan video dengan sang istri. Bagas pun menoleh kearah pintu yg terdapat Vera tengah berdiri mematung disana....


..."Kamu ngapain ?" Tanya Bagas pada sekertarisnya itu....


..."Mau ngasih ini. Berkas-berkas perusahaan cabang". Jawabnya dan berjalan kearah Bagas. Bagas memperhatikan Vera yg tampak sedikit lesu. Vera terlihat tak seperti biasanya....


..."Kamu sakit ?" Tanya Bagas memastikan. Vera beralih memandang kearah atasan sekaligus sahabatnya itu. Lalu ia menggelengkan kepalanya untuk memberi jawaban....


..."Saya permisi dulu". Balas Vera yg diikuti anggukan oleh Bagas. Vera pun keluar dari ruangan Bagas....


...Sore hari menjelang. Bagas dibuat sibuk dengan beberapa laporan perusahaan. Hingga kini ia merasakan kepalanya sedikit pusing. Namun jam sudah sangat sore. Bagas harus segera menuju luar kota sebelum gelap. Bagas berdiri dan membawa beberapa berkas ditangannya. Ia berjalan menuju mobilnya. Dan saat ia berjalan menuju mobil, Terlihat Vera berjalan kearahnya....


..."Gas. Aku boleh nebeng sama kamu ? Mobilku mogok Gas". Pinta Vera. Karna kebetulan rumah Vera searah dengan luar kota yg akan Bagas kunjungi....


..."Ya udah". Balas Bagas dan segera menuju mobilnya bersama Vera....


...Didalam mobil, Bagas terlihat fokus dengan kemudinya. Vera memperhatikan wajah sang atasan....


..."Kamu kenapa Gas ? Kok mukamu pucat ?" Tanya Vera....


..."Iya nih. Sedikit pusing". Jawabnya....


..."Biar aku aja yg nyetir. Kalau sudah sampai rumah giliran kamu lagi. Bahaya nanti Gas. Kamu istirahat saja dulu". Saran Vera. Bagas pun mengangguk setuju. Mereka bertukar tempat duduk. Kini Bagas duduk dikursi sebelah kemudi. Ia berusaha memejamkan matanya sebentar sebelum sampai dirumah Vera. Mencoba meredamkan sakit kepalanya....

__ADS_1


...Dan beberapa waktu berlalu. Vera membangunkan Bagas karna mereka sudah sampai dirumah Vera. Hingga Bagas pun bangun....


..."Udah sampai ?" Tanya Bagas. Vera hanya mengangguk....


..."O iya. Ini aku beliin kopi buat kamu. Supaya kamu nggak ngantuk". Kata Vera sambil memberikan kopi cup ke Bagas. Bagas pun menerimanya dan segera meminumnya hingga habis....


..."Aku pinjem kamar mandi dulu deh". Kata Bagas meminta izin....


..."Boleh". Jawab Vera singkat....


...Mereka pun turun dari mobil secara bersamaan dan segera masuk kedalam rumah Vera. Terlihat rumah Vera begitu sepi. Nampak tak berpenghuni sama sekali....


..."Pada kemana ?" Tanya Bagas....


..."Mama sedang menginap di rumah saudara". Jawabnya. Vera memang tinggal berdua saja dengan sang mama. Bagas mengangguk dan segera menuju kamar mandi tamu....


..."Eh Gas. Kamar mandi tamu dalam perbaikan. Kekamar mandi dikamar aja ya". Potong Vera saat Bagas tengah berjalan menuju kamar mandi tamu. Bagaspun mengangguk tanpa ragu. Ia berjalan menuju kamar Vera dan Vera berjalan dibelakang Bagas....


...Beberapa menit berlalu. Bagas nampak sudah selesai dari kamar mandinya. Namun rasa pusing dikepalanya masih terasa. Hingga Bagas memutuskan untuk duduk sebentar diruang tamu rumah Vera. Vera pun terlihat menemani Bagas diruang tamu. Mereka sedang asik mengobrol. Hingga tanpa terasa hari sudah semakin larut. Bagas segera bengkit dari duduknya dan hendak pamit kepada Vera untuk melanjutkan perjalanannya....


..."Sebentar Gas. Aku punya cemilan untuk kamu supaya bisa menemani kamu diperjalanan nanti. Kamu tunggu sebentar ya". Kata Vera lagi menahan lengan Bagas....


..."Nggak usah repot-repot Ver". Tolak Bagas....


..."Sebentar saja Gas. Lagian aku nggak repot sama sekali kok". Lanjutnya. Vera kemudian berjalan kebelakang. Bagas pun dengan terpaksa kembali duduk untuk menunggu Vera kembali....


...Dan beberapa menit berlalu, Vera tak kunjung kembali. Bagas merasakan tubuhnya kepanasan. Bagas berusaha meredam hawa panasnya dengan membuka kancing kemejanya bagian atas. Namun hawa panas semakin menjadi menyelimuti tubuh Bagas. Hingga Bagas tak tahan dan membuka semua kemejanya....


..."Kenapa panas sekali sih ?" Keluh Bagas. Bagas kemudian bangkit dari duduknya dan menuju belakang untuk mencari keberadaan Vera. Dan saat dia melewati kamar Vera, Tiba-tiba Vera keluar dari kamar dan memakai lingerie seksi koleksinya. Untuk sesaat Bagas tertegun dengan keseksian tubuh Vera. Apalagi sekarang Bagas sedang diselimuti kabut gairahnya. Bagas berjalan mendekati Vera. Dan tanpa diduga, Vera berangsur memeluknya....


..."Jangan ditahan Gas". Suara lirih Vera ditelinga Bagas. Bagas pun terbawa suasana. Dia segera menyergap tubuh Vera untuk dicumbunya. Bagas sedang dalam pengaruh obat rangsang yg sengaja Vera masukkan kedalam minuman Bagas....


...Ya. Vera pernah jatuh hati pada atasannya itu. Namun karna sifat dinginnya Bagas membuat Vera perlahan mundur. Dan entah kenapa baru-baru ini melihat Bagas yg begitu bucin terhadap Khinan istrinya, membuat Vera terbakar api cemburu. Vera berusaha membuang jauh-jauh rasa itu. Namun semakin hari rasa untuk memiliki Bagas seutuhnya kembali muncul. Hingga apapun akan dilakukan oleh Vera untuk merebut Bagas dari Khinan....

__ADS_1


__ADS_2