
...Devan kembali berhasil menjalankan aksinya. ******* bibir Khinan hingga Khinan tak dapat lagi bersuara. Kemudian Devan melepas lumatannya dan menarik celana Khinan beserta ****** ********. Hingga kini Khinan telanjang bulat....
...Devan semakin tergoda akan tubuh polos Khinan. Dia hendak melepas seluruh pakaiannya. Dan saat itulah dimanfaatkan oleh Khinan untuk melarikan diri. Namun nihil. Devan kembali bisa meraihnya dan membawanya kembali keatas ranjang. Khinan benar-benar tak berdaya. Hanya bisa terisak dalam tangisnya. Khinan kelelahan untuk melawan aksi Devan. Dan dimenit selanjutnya Khinan pingsan tak sadarkan diri. Namun Devan adalah siraja tega. Tak peduli Khinan yg sudah pingsan dibuatnya, dia tetap menghantam tubuh polos Khinan. Melepaskan segala hasrat yg dimilikinya. Menumpahkan segala nafsunya pada Khinan. Dan setelah Devan menuntaskan nafsunya, Dia segera keluar dari kamar Khinan melewati jendela kamar Khinan. Membiarkan Khinan terbaring mengenaskan tanpa sehelai benangpun....
...Di tengah malam. Khinan terbangun dari pingsannya. Mandapati bik Ijah sudah duduk disisi ranjangnya dan terisak oleh tangis....
..."Bik". Kata Khinan setelah dia sadar dari pingsannya....
...Bik Ijah memandang kearah Khinan....
..."Maafkan bibik non". Jawab bik Ijah....
..."Bibik tadi kemana ?" Tanya Khinan. Khinan kembali meneteskan air matanya. Mengingat yg tadi baru saja terjadi. Dia kembali mendapat pelecehan....
...Bik Ijah menggelengkan kepalanya. "Bibik tadi disekap non. Bibik tak tau siapa yg melakukannya". Kata bik Ijah. Kemudian bik Ijah melanjutkan ceritanya....
...Flashback#...
...Bik Ijah sedang menonton televisi dikamarnya. Kamar mungil dibelakang dapur. Namun tiba-tiba listrik padam. Bik Ijah hendak mengambil lilin didapur. Namun secara tiba-tiba seseorang menyekapnya dari belakang. Bik Ijah disekap didalam gudang. Dengan mulut, tangan dan kakinya diikat....
...Kemudian pak Jupri datang kerumah Khinan. Setelah tadi dia pulang dan mendapati anaknya baik-baik saja. Pak Jupri sempat heran. Pasalnya tadi dia mendapat kabar bahwa anaknya masuk rumah sakit. Namun setelah dia pulang tenyata anaknya sehat wal afiat. Mungkin tadi orang kirim pesan salah nomor. Pikir pak Jupri saat itu. Dan dengan segera pak Jupri kembali kerumah majikannya....
...Pak Jupri sudah sampai dikediaman Khinan. Mendapati listrik dirumah itu padam. Tapi tidak dengan rumah lain. Pak Jupri segera menuju saklar listrik dirumah itu....
..."Nah kan. Si Ijah mah pasti sedang menggunakan listrik berlebihan. Ngejepret gini deh jadinya". Kata pak Jupri saat itu....
...Tanpa rasa curiga, pak Jupri kembali kekamarnya....
..."Ini si boss kok belum pulang sih. Padahal kan biasanya jam segini sudah dirumah". Oceh pak Jupri lagi....
...Pak Jupri istirahat dikamarnya....
..."Kok jadi pengen bikin kopi ini. Bikin dulu kali ya". Kata pak Jupri yg hendak membuat kopi didapur....
...Dan saat pak Jupri melewati kamar Bik Ijah. Dia menoleh kearah kamar....
..."Gak ada orang". Katanya. Pak Jupri kembali berjalan menuju dapur. Menyeduh kopi yg diinginkannya....
__ADS_1
..."Ni rumah sepi amat yak. Kayak gak ada orang sama sekali". Ocehnya lagi....
...Kemudian pak Jupri mencari keberadaan bik Ijah. Mencari kesana kemari. Namun tak juga menemui bik Ijah. Tidak mungkin menurutnya jika bik Ijah keluar rumah tanpa mengunci pintu kamarnya....
...Dan saat Pak Jupri melewati gudang, Pak Jupri mendengar suara aneh. Seperti orang teriak tapi tak berhasil mengeluarkan suara. Pak Jupri yg penasaran pun mencoba membuka pintu gudang. Dan mendapati bik Ijah disekap dengan mulut, tangan serta kakinya diikat....
..."Astaga. Ini kenapa ?" Tanya pak Jupri segera berlari menuju bik Ijah dan membuka ikatan talinya....
..."Buruan Jup. Kayaknya rumah ini kerampokan". Kata bik Ijah....
...Dan setelah bik Ijah bebas. Mereka segera mengecek kondisi rumah majikannya itu....
..."Aneh Jup. Gak ada barang yg ilang sedikitpun". Kata bik Ijah pada Jupri....
..."Trus non Khinan kemana ?" Tanya Jupri lagi....
..."Jangan jangan". Kata bik Ijah dan pak Jupri secara bersamaan....
...Mereka segera berlari menuju kamar Khinan. Berharap majikannya itu dalam keadaan baik-baik saja....
...Dan setelah sampai, Bik Ijah dan pak Jupri berusaha menggedor pintu kamar Khinan. Namun tak ada jawaban dari dalam...
..."Nggak mungkin. Orang aden belum pulang. Kamu juga disini. Trus sama siapa non Khinan keluarnya". Timpal bik Ijah....
..."Trus ini gimana ? Apa mau didobrak aja pintunya ?" Tanya pak Jupri lagi....
..."Ya udah, dobrak saja pintunya". Jawab bik Ijah....
...Pak Jupri berusaha mendobrak pintu kamar Khinan. Satu kali, dua kali, tiga kali. Pintu tak kunjung terbuka. Dan ke empat kalinya barulah pintu itu terbuka. Bik Ijah segera masuk dan mendapati Khinan terbaring diatas ranjang tanpa sehelai benangpun. Bik Ijah begitu kaget....
..."Jup. Kamu kebawah sekarang. Ambilin air minum untuk non Khinan". Teriak bik Ijah panik. Bik Ijah tak ingin pak Jupri tau dengan kondisi Khinan yg tanpa baju itu....
..."Emangnya ada apa ? Non Khinan kenapa ?" Tanyanya....
..."Sudah sana cepat". Jawab Bik Ijah sambil mendorong pak Jupri supaya segera keluar dari kamar Khinan....
...Setelah pak Jupri keluar, Bik Ijah segera mengambil baju Khinan dan memakaikannya sebelum Jupri kembali dari dapur. Bik Ijah melihat sekeliling ruangan kamar Khinan. Jendela yg terbuka membuat bik Ijah semakin khawatir. Dia paham bahwa Khinan baru saja mendapat pelecehan. Namun siapa orangnya bik Ijah tak mengetahuinya....
__ADS_1
...Kini Khinan sudah kembali memakai baju. Sesaat kemudian pak Jupri datang membawa segelas air putih untuk Khinan....
..."Non Khinan kenapa ?" Tanya pak Jupri....
..."Ini. Tadi non Khinan pingsan". Jawab Bik Ijah. "Kamu keluar saja. Biar saya yg ngurusin non Khinan". Timpal bik Ijah lagi....
..."Tapi yakin non Khinan gak apa-apa ?" Tanya pak Jupri lagi....
..."Iya. Non Khinan baik-baik saja". Jawab Bik Ijah....
..."Ya udah. Nih minumnya". Kata pak Jupri. ...
...Bik Ijah menerima segelas air putih pemberian pak Jupri dan menaruhnya diatas meja. Kemudian pak Jupri memilih keluar dari kamar Khinan....
..."Jup. Jangan bicara apa-apa dulu ya sama aden". Pinta bik Ijah sebelum pak Jupri keluar dari kamar Khinan....
...Pak Jupri mendapati gelagat aneh dari bik Ijah. Pasalnya tadi dia disekap digudang. Lalu Khinan pingsan dikamarnya. Namun pak Jupri memilih diam dulu. Sampai kondisi membaik. Baru setelahnya dia akan tanya yg sebenarnya pada bik Ijah....
...Flashback off#...
...Khinan mendengarkan penuturan bik Ijah....
..."Bik. Bibik jangan bicara apa-apa ya sama kakak". Pinta Khinan. "Khinan percaya sama bibik". Imbuhnya....
..."Iya non. Bibik akan jaga rahasia ini. Tapi non gak kenapa-napa kan non ?" Tanya bik Ijah lagi....
...Khinan hanya menggelengkan kepalanya....
..."Non tau siapa yg melakukannya ?" Tanya bik Ijah lagi....
...Lagi-lagi Khinan tak bersuara. Dia hanya mengangguk. Namun air mata masih terus membanjiri kedua pipinya....
..."Khinan mau istirahat bik". Kata Khinan....
...Khinan segera bangkit untuk menuju kamar sebelah....
..."Minta tolong pak Jupri benerin pintunya ya bik. Sebelum kakak datang". Kata Khinan lagi....
__ADS_1
...Bik Ijah hanya mengangguk dan pergi meninggalkan Khinan untuk menemui Jupri....
...Khinan masuk kekamarnya dan segera beristirahat. Mencoba melupakan semua yg telah terjadi pada dirinya. Meskipun itu mustahil....