
...Bagas dibawa masuk oleh Vera menuju kamarnya. Vera dengan senyum liciknya kembali menggoda Bagas....
..."Lakukan sesukamu Gas". Kata Vera lagi....
...Bagas masih dalam pengaruh obat perangsang itu. Dan dengan sengaja ia menarik lingerie Vera yg dikenakannya. Kini tubuh Vera hanya berbalut dalaman saja. Hingga Bagaspun makin menggila dibuatnya....
...Bagas memulai aksinya. Dia ******* bibir seksi Vera dan setelah itu berpindah ke leher Vera. Vera pun tak tinggal diam. Dia menanggalkan celana Bagas hingga kini Bagas telanjang bulat. Bagas semakin tak kuasa menahan gairahnya. Dia melepas ****** ***** serta bra Vera dengan paksa. Hingga kini Bagas melancarkan aksinya....
...Tanpa diduga, ternyata Vera masih menjaga kehormatannya. Hingga kini Bagas menjadi orang pertama yg melakukan itu terhadap Vera. Untuk sesaat Vera merintih kesakitan. Namun Bagas masih dalam pengaruh obatnya hingga Bagas tak sadar dengan keperawanan Vera....
...Namun semakin lama Vera semakin menikmati permainan dari sang atasan. Dan entah dimenit berapa Bagas menumpahkan cairan kepuasaannya didalam rahim Vera. Dia pun mendesah setelah mencapai puncaknya. Bagas tergolek lemas tak berdaya setelah melakukannya dengan sang sekertaris. Karna efek lelah Bagas mulai merasakan kantuk yg luar biasa. Hingga kini dia sudah terlelap dalam tidurnya dikamar Vera....
...Pagi hari menjelang. Bagas mulai mengerjapkan matanya. Dia memandang disekeliling ruangan itu, bukan kamarnya. Hotel ? juga bukan sepertinya. Dan pandangannya beralih kesamping kanannya. Seorang wanita sedang berada dipelukannya. Namun itu bukanlah sang istri....
...Vera terbangun karna suara alarm dari ponselnya berbunyi. Dan dia memandang kearah Bagas....
..."Pagi Gas". Sapanya dengan senyuman manis. Bagas terpaku. Entah apa yg terjadi tadi malam. Bagaspun mulai mengingatnya....
...Bagas segera bangun dari tidurnya. Berjalan menuju kamar mandi di kamar itu. Dan setelah sampai dikamar mandi, Bagas tak melakukan apa-apa. Pikirannya masih mengingat kejadian tadi malam. Apa yg sudah diperbuatnya ?. Bahkan saat ini istrinya sedang menunggu kepulangan Bagas dirumah. Tapi disini Bagas malah meniduri wanita yg tak lain adalah sekertarisnya sendiri. Mungkin Bagas bisa dengan mudah melupakan kejadian tadi malam, tapi bagaimana dengan Vera. Sementara Bagaslah yg menodai kesucian Vera. Bagas menjadi orang pertama yg melakukan itu terhadap Vera....
..."Tok.. Tok.. Tok". Pintu kamar mandi diketuk dari luar....
..."Gas. Hp kau bunyi dari tadi". Teriak Vera dari luar. Bagas tersadar dari lamunannya. Ia pun segera membersihkan tubuhnya dari sisa semalam bersama Vera. Dan setelah selesai, Bagas segera keluar dari kamar mandi itu. Terlihat Vera sedang duduk dimeja riasnya. Bagas memperhatikan wajah Vera dari pantulan cermin didepan Vera. Bagas bingung harus berbuat apa. Untuk sesaat Bagas hanya bisa mematung disana....
...Vera berdiri dari duduknya dan mendatangi Bagas yg diam mematung. Dan begitu sampai didepan Bagas, Vera langsung melingkarkan tangannya dipinggang Bagas. Bagas tak menolak maupun merespon. Entahlah. Ada apa dengan diri Bagas....
..."Jadikan aku simpananmu Gas". Kata Vera didalam dekapan Bagas. Bagas tersentak kaget. Namun dia membiarkan Vera yg masih memeluknya....
..."Aku rela jadi simpananmu". Lanjut Vera sambil mendongakkan kepalanya untuk melihat Bagas....
..."Apa maksutmu ?" Tanya Bagas....
...Vera melepas pelukannya. Dan kini ia berjalan menuju ranjang dimana adegan semalam terjadi....
__ADS_1
..."Dulu aku sempat jatuh hati denganmu. Aku rasa kamu tau". Kata Vera. "Aku udah coba membuang rasa itu Gas. Namun semakin hari rasa itu semakin sakit jika ditahan". Sambung Vera lagi....
...Bagas mengerutkan keningnya. "Bukannya kamu sudah memiliki kekasih ?" Tanyanya....
...Vera menghela nafasnya sebelum ia menjawab pertanyaan Bagas. "Aku udah lama berhenti berhubungan dengannya Gas. Bahkan sekarang aku tak tau dia dimana ?" Keluhnya....
..."Kamu tau Ver. Aku sudah beristri". Kata Bagas lagi....
..."Aku tau Gas. Aku akan diam. Aku janji nggak akan ada orang lain yg tau. Aku hanya butuh kamu diluar kantor Gas". Timpal Vera dan kembali menghamburkan dirinya kepelukan Bagas. Vera meraih rahang kekar Bagas dan menariknya untuk berciuman. Dan untuk beberapa menit mereka melakukan ciuman panas dipagi hari ini. Hingga panggilan diponsel Bagas membuyarkan cumbuan mereka....
..."Iya sayang". Sapa Bagas setelah mengangkat panggilan diponselnya yg ternyata dari sang istri....
..."Sayang. Papa masuk rumah sakit sayang. Papa jatuh dikamar mandi". Kata Khinan diseberang telfon sana....
..."Apa ? Aku segera kesana. Papa dirawat dimana ?" Tanyanya dengan panik....
..."Di rumah sakit sejahtera". Jawab Khinan lagi. "Kamu hati-hati ya pulangnya". Pinta Khinan melanjutkan....
..."Iya sayang. Aku pulang sekarang dan langsung kerumah sakit". Jawabnya....
..."Ver. Hari ini saya nggak kekantor. Kamu hendel semua pekerjaan ya. Soal cabang kita urus nanti saja". Kata Bagas pada sang sekertaris....
..."Siapa yg sakit Gas ?" Tanya Vera....
..."Papa". Jawabnya singkat. Bagas berjalan keluar dari kamar Vera dan disusul Vera yg berjalan mengekorinya....
..."Hati-hati Gas". Kata Vera setelah Bagas akan masuk kedalam mobilnya. Bagas menyempatkan diri untuk melirik kearah sang sekertaris yg tadi malam memuaskannya. Bagas mendekat dan mengecup kening Vera sebelum ia kembali memasuki mobilnya. Vera tersenyum dengan perlakuan Bagas. Dengan begitu ia berfikir bahwa Bagas menerimanya sebagai simpanannya....
..."Aku jalan dulu". Pamit Bagas pada Vera....
..."Iya". Jawab Vera singkat....
...Terlihat mobil Bagas sudah keluar dari garasi rumah Vera. Dan Vera pun melambaikan tangannya sebelum mobil Bagas menghilang dari pandangannya....
__ADS_1
...Hampir satu jam Bagas menempuh perjalanannya menuju rumah sakit. Dan setelah sampai ia langsung bergegas menuju ruang VIP tempat papanya dirawat. Terlihat Khinan dengan didampingi oleh bik Ijah menunggu dikursi tunggu. Bagas segera berjalan menuju Khinan....
..."Sayang. Gimana kondisi papa ?" Tanya Bagas. Khinan menoleh kearah Bagas dan melirik arloji di pergelangan tangannya....
..."Kok kamu cepat sampai sayang ?" Tanya Khinan heran. Pasalnya yg ia tau bahwa Bagas datang dari luar kota. Sangat tidak mungkin jika Bagas mengendarai mobil secepat itu untuk sampai dikota ini. Bahkan dengan mempercepat laju mobil pun akan mustahil jika sampai secepat itu....
...Bagas menyadarinya. Memang semalam ia terjebak dirumah Vera. Bagas belum sempat menuju kota yg dituju. Kini Bagas sedang mencari alasan yg tepat untuk menjawab pertanyaan sang istri....
..."Ini sayang. Tadi waktu kamu telfon aku sudah sampai dikota ini. Entah kenapa aku selalu kangen sama kamu. Jadi pagi-pagi sekali Aku sudah pulang dari sana". Kata Bagas yg duduk disamping Khinan dan memeluk pinggang sang istri dari samping. Ia tak peduli disana sedang ada bik Ijah dan beberapa perawat yg lewat didepannya....
..."Sayang. Malu ada banyak orang". Kata Khinan melepas pelukan Bagas dengan wajah bersemu merah menahan malu....
..."Jadi gimana kondisi papa ?" Tanya Bagas mengalihkan pembicaraan....
..."Papa didalam. Kata dokter tulang ekor papa cidera. Jadi untuk sementara papa menggunakan kursi roda". Jawab Khinan menjelaskan....
...Bagas mengangguk tanda mengerti....
..."Kita kedalam". Ajak Bagas pada Khinan. Khinan mengangguk dan berdiri mengikuti sang suami....
...Begitu Bagas dan Khinan masuk, terlihat mama Bagas dengan setia menunggui sang suami yg terbaring di ranjang rumah sakit itu....
..."Gimana ma ?" Tanya Bagas pada sang mama....
..."Yah gini Gas. Untuk sementara papa duduk dikursi roda". Jawab mamanya dengan lesu....
..."Ma. Mama istirahat dulu ya. Mama sarapan dulu. Mama belum makan kan ma ?" Tanya Khinan pada sang mertua....
..."Mama nggak laper Nan". Jawab sang mama....
..."Tapi mama tetep harus makan. Biar bisa jaga papa. Khinan temenin ya ma". Ajak Khinan lagi....
..."Iya ma. Bener kata Khinan. Biar Bagas yg disini". Sambung Bagas....
__ADS_1
..."Ya udah. Mama kekantin ya". Kata sang mama pada Bagas dan juga sang suami. Bagas dan papanya hanya menjawab dengan anggukan. Sedangkan Khinan menemani sang mertua untuk pergi kekantin....