Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Menemani shoping


__ADS_3

..."Persatukan kita lagi." Jawab Laras memohon....


...Khinan kaget dengan permintaan itu. Mana mungkin dia melakukan hal itu. Memang hatinya belum jatuh pada lelaki itu. Tapi dia tidak mungkin menyerahkan calon suaminya pada orang lain. Akankah dia gagal lagi dalam percintaan ?....


..."Kamu wanita baik Khinan. Harusnya kamu dengan senang hati melihat orang yg kamu sayang itu bahagia. Bagas jauh lebih bahagia bersamaku. Bersama cinta pertamanya." Lanjut Laras....


..."Asal kamu tau Khinan. Bagas yg memintaku untuk bicara baik-baik sama kamu. Karna kalau dia yg memutuskannya sendiri, Pasti mamanya menentang." Jelas Laras....


...Tanpa terasa Khinan meneteskan air matanya. Apakah hal ini harus terjadi lagi ?. Kenapa kisah percintaan Khinan selalu berjalan seperti ini. Selalu gagal setelah pertunangan....


..."Bagas hanya takut nanti menyakitimu Nan. Mungkin nanti kamu bisa hidup dengannya. Tapi kamu tau dihatinya ada wanita lain. Hal itu pasti sangat sakit Nan." Imbuh Khinan....


..."Ceklek." Pintu kamar terbuka dari luar. Ibu Khinan datang....


..."Ayo nduk. Acara sudah dimulai." Ibu Khinan masuk dan segera menggandeng Khinan untuk keluar. Sekilas ibu Khinan melirik wanita seksi disamping Khinan. Mau bertanya tapi MC acara itu sudah memanggil Khinan untuk segera keluar....


...Flashback off#...


...Khinan dan Bagas resmi bertunangan. Khinan yg tadinya ragu akan pertunangan ini menjadi kembali ceria. Kata-kata dari Laras tak membuatnya surut akan kebahagiaan. Bukan berarti Khinan sudah menerima Bagas dihatinya. Tapi Khinan lebih melihat ke kebahagiaan orang-orang disekitar yg menginginkan pertunangan itu. Sementara Laras pulang dengan penuh kekecewaan....


..."Tenang Laras. Ini masih permulaan. Nanti dia akan tau akibatnya." Batin Laras menyemangati dirinya sendiri....


...Acara pun telah selesai. Semua tamu undangan pun perlahan mulai menghilang. Tinggallah keluarga inti disitu. Mereka sekaligus makan malam bersama sambil menentukan tanggal pernikahan untuk Khinan dan juga Bagas. Dan pernikahan mereka akan dilakukan 3 bulan lagi. Lebih cepat lebih baik untuk semua....


...Khinan sudah kembali ke apartemennya setelah acara selesai. Lelah sudah pasti. Khinan mendapat cuti paska petunangannya dengan Bagas. Mungkin besok Khinan akan mengajak ibunya jalan-jalan sekedar keliling dikota itu....

__ADS_1


...Pagi pun menjelang. Khinan masih bermalas-malasan untuk bangun. Sedangkan ibu Khinan sudah menyibukkan diri berada didapur. Khinan dengan malas segera bangun dan menuju kamar mandi. Setelah itu dia bergegas menuju dapur untuk membantu ibunya yg sedang memasak....


..."Ada yg bisa Khinan bantu bu ?" Tanya Khinan setelah Khinan sampai didapur....


..."Sudah selesai Nan. Kamu itu ya. Udah mau jadi istri juga masih malas-malasan. Jangan gitu Nan. Gak baik buat seorang istri bangun disiang bolong begini." Ceramah ibu Khinan....


..."Iya ibu. Khinan hanya merasa capek hari ini." Jawab Khinan sambil duduk dimeja makan menunggu ibunya....


...Ibu Khinan menyusul kemeja makan dengan membawa beberapa makanan untuk sarapan mereka....


..."Ayo nduk sarapan. Apa kamu ndak kangen sama masakan ibu ?" Tanya Ibu setelah mereka sama-sama duduk dimeja makan....


...Khinan sarapan pagi bersama ibunya....


..."Inget nduk. Salah satu penyebab suami betah dirumah itu ya karna masakan kita. Jadi nanti kamu harus lebih rajin masak untuk nak Bagas." Tutur ibunya. "Nak Bagas itu orang baik, ganteng dan juga kaya. Nantinya yg menginginkan suamimu itu pasti banyak. Hampir 90% wanita akan kepincut dengan pesona suamimu. Tugas kamu sebagai istri, Kamu harus mempertahankan suamimu. Patuhi suamimu. Beri dia kasih sayang yg besar. Yg dia tak mungkin dapatkan dari wanita lain." Ibu Khinan menasehati. "Kamu paham kan Nduk ?" Tanya ibu Khinan diakhir kalimat....


..."Iya ibu." Jawab Khinan....


...Mungkin memang benar kata ibunya. Dia harus mempertahankan Bagas supaya tetap berada disisinya. Melihat dan bertemu dengan Laras beberapa kali sudah membuktikan bahwa dia lebih baik dari Laras. Mungkin dengan bumbu-bumbu cinta yg diraciknya setiap hari, Pasti Bagas akan tetap bertahan untuknya. Khinan tidak boleh gagal lagi untuk menuju kepelaminan....


...Siang ini Khinan mengajak ibunya untuk jalan-jalan. Besok ibu Khinan akan pulang kekampung halaman. Jadi hari ini dimanfaatkan oleh Khinan untuk mengajak ibunya berkeliling kota itu. Khinan memilih mall terdekat. Membeli beberapa baju untuk sang ibu hingga perlengkapan lainnya. Terakhir yg mereka lakukan adalah massage disebuah klinik kecantikan. Memanjakan tubuhnya setelah aktifitas kemarin dan juga hari ini yg cukup melelahkan....


...Selesai dengan aktifitasnya hari ini, Mereka kembali keapartemen. Mengistirahatkan diri untuk esok kembali bekerja. Dan juga ibu Khinan yg harus kembali kekampung halamannya....


...Hari hari pun terlewati. Ibu Khinan sudah kembali ke kampung halamannya. Serta Khinan sudah kembali dengan aktifitasnya bekerja dikantor Bagas. Hubungan Khinan dan Bagas pun masih terus berjalan. Walaupun belum ada rasa cinta dikeduanya, tapi mereka tidak pernah berfikir untuk saling meninggalkan....

__ADS_1


...Hari ini adalah hari weekend. Khinan sedang malas untuk bepergian. Diapun mengundang Luna dan juga Dinda ke apartemennya. Dinda sudah terbiasa dengan persahabatan Khinan dan juga Luna. Jadilah mereka bertiga sangat dekat. Khinan merasa beruntung dikelilingi oleh orang-orang yg sangat baik terhadapnya. Hari ini dihabiskan oleh mereka bertiga dengan saling curhat dan berbagi pengalaman....


...Beda cerita diapartemen Bagas. Disana ada Laras yg terus bergelayut manja dilengan Bagas. Laras lagi dan lagi mencoba untuk merayu Bagas....


...Bagas memang belum bisa mencintai Khinan. Tapi Bagas tau harus memilih siapa. Khinan lah yg terbaik untuk Bagas saat ini. Bukan berarti Laras sudah menghilang dari hatinya. Hanya saja Bagas pernah merasakan kekecewaan itu dari Laras. Bagas tak ingin kembali dikecewakan olehnya. Baginya, Masa lalu tak akan pernah menjadi masa depan....


...Laras masih berusaha membujuk Bagas untuk menemaninya berbelanja. Bukan tanpa alasan. Dia yakin Bagas adalah lelaki yg tak tegaan. Dirayu sedikit saja pasti dia akan membayar semua kebutuhan Laras....


..."Pergilah sendiri. Saya sedang malas keluar rumah." Jawab Bagas yg risih karna Laras terus-terusan bergelayut manja dilengannya....


..."Sekali aja Gas. Ntar kalau kamu udah nikah kan gak mungkin bisa nemenin lagi." Bujuk Khinan....


...Bagas dengan terpaksa mengiyakan permintaan Laras. Karna kalau tidak, Laras masih akan tetap berada disana dan berusaha membujuk Bagas. Dia segera siap-siap untuk menemani Laras kemall. Laras pun tersenyum menang....


...Disebuah pusat perbelanjaan dikota itu, Terlihat Laras sedang memilih beberapa baju brandet yg dia inginkan. Sedangkan Bagas memilih menunggu dikursi tunggu toko itu. Bagas yg merasa bosan karna Laras memilih baju terlalu lama pun memilih keluar dari toko itu. Bagas duduk dikursi tak jauh dari toko itu. Melihat-lihat sekelilingnya. Matanya tertuju pada gadis yg dikenalnya. Tapi gadis itu sedang bersama seorang lelaki. Kedua sejoli itu berjalan dengan santai dan asik mengobrol. Terlihat gadis itu tertawa lepas karna lelucon dari sang lelaki....


..."Khinan. Ngapain dia disini ?. Dan siapa lelaki itu ?" Kata Bagas berbicara sendiri. Terlihat Khinan sedang membawa kantong kresek berisi bahan makanan yg telah dibelinya. Karna barang belanjaan Khinan sangat banyak, Dia pun tersandung-sandung saat berjalan. Alhasil dia kerepotan saat akan naik ke eskalator. Hampir saja Khinan terjatuh. Dan untunglah segera ditangkap oleh seorang pria disampingnya. Khinan Kembali berdiri. Terlihat dia berbagi kantong kresek kepada lelaki yg bersamanya. Setelah itu mereka pun tertawa bersama. Terlihat Khinan sangat bahagia bersama lelaki itu. Hal itu membuat Bagas naik darah. Tangannya mengepalkan tinju siap-siap untuk menghampiri mereka....


..."Kelihatannya tunanganmu itu sangat senang dengan lelaki itu. Apa dia juga sebahagia itu jika bersamamu ?" Tanya Laras yg sudah tiba dibelakang Bagas. Bagas pun mengurungkan niatnya untuk menghampiri mereka....


..."Aku antar kamu pulang sekarang." Jawab Bagas singkat....


...Jujur saja. Dia merasa panas hati melihat adegan seperti tadi. Entah kenapa Bagas tak suka melihat Khinan tertawa sebahagia itu dengan lelaki lain....


..."Tunggu dulu Gas. Eeeemmm itu belanjaanku belum dibayar." Kata Laras meminta Bagas untuk membayarnya. Mereka segera kembali ketoko itu dan membayar semua belanjaan Laras. Bagas sedikit terheran dengan jumlah harga yg dibeli oleh Laras. Jumlahnya sangat fantastis. Tapi karna Bagas masih memikirkan Khinan, diapun tak ambil pusing dengan belanjaan Laras....

__ADS_1


__ADS_2