Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Supermarket


__ADS_3

...Seperti kesepakatan pagi tadi. Khinan dan juga Bagas menyempatkan diri untuk datang kerumah mama mertuanya. Ada Dinda dan juga Ardi berada disana. Khinan merasa keluarga ini begitu lengkap dengan hadirnya Niken bersama Devan sang suami. Terlebih lagi melihat mama mertuanya sudah akrab dengan Dinda. Dan mereka saling berbincang-bincang diruang tengah sebelum makan malam siap....


..."Gimana Nan rumah baru kamu ? Kamu suka ?" Tanya mama mertuanya....


..."Suka banget ma. Terlalu bagus malah kalau buat Khinan". Jawabnya....


..."Itu pilihan Bagas. Dari pada kamu tinggal diapartemen yg sempit kan". Jawab mama mertuanya lagi....


..."Iya ma. Khinan nurut aja sama kak Bagas". Balasnya....


...Ada Dinda juga sedang berkumpul disana. Kecuali Niken. Dia lebih memilih menemani suaminya yg main catur dengan papanya. Sedang Ardi dan Bagas ngobrol ditaman belakang....


..."Makan malam sudah siap buk". Kata salah satu asisten rumah tangga dirumah besar itu. Dan mereka pun segera berdiri untuk menuju meja makan....


..."Biar Khinan yg panggil kak Bagas dan Ardi ma". Kata Khinan pada mama mertua dan juga Dinda....


...Mama mertuanya hanya menganggukkan kepalanya. Sedang Dinda yg memanggil pak Irawan juga Niken beserta suaminya....


..."Makan malemnya udah siap". Kata Khinan yg berjalan kearah Bagas juga Ardi duduk....


..."Ok. Eh tapi ngomong-ngomong kok bisa kebetulan banget sih lo bisa berjodoh sama abang gue. Padahal kan gue yg pertama kali bertemu sama lo". Kata Ardi sebelum mereka kemeja makan....


..."Kapan lo ketemu sama Khinan ? Di ruang HRD ?" Tanya Bagas. Karna memang Bagas tak mengetahui jika Ardi pernah bertemu dengan Khinan sebelumnya....


..."Itu. Pas waktu gue kabur karna berantem sama papa. Kan gue kaburnya ke kampung Khinan". Jelas Ardi pada kakaknya itu....


..."Jadi kalian udah kenal sebelumnya ?" Tanya Bagas lagi....


...Ardi dan juga Khinan hanya menganggukkan kepalanya secara bersamaan....


..."Udah udah. Kita udah ditunggu dimeja makan". Timpal Khinan menengahi. Kemudian mereka bertiga segera pergi menuju meja makan tersebut....


...Semua keluarga sudah berkumpul semua. Mereka memulai makan malam mereka diiringi dengan perbincangan kecil yg menjadikan suasana malam itu menjadi hangat....


..."O iya Nan. Sekarang apa kegiatan kamu ?" Tanya Niken disela-sela makan malam mereka....


..."Khinan dirumah aja kak". Jawabnya....


..."Pasti Bagas gak bolehin kamu kerja ya". Lanjut Niken....


...Khinan hanya menjawab dengan senyum dan anggukan kepalanya....


..."Kalau lo Din ? Masih kerja dibutik ?" Niken mengalihkan pertanyaannya pada Dinda....


..."Masih kak". Jawab Dinda singkat....


..."Dan untuk Kamu Ardi. Mulai besok kamu sudah bisa menempati jabatan kamu lagi sebagai manajer. Dan papa harap kamu tidak mengecewakan papa lagi". Sahut pak Irawan pada anak bungsunya itu....


..."Iya pa". Jawab Ardi. Sejujurnya Ardi tidak butuh jabatan itu. Karna menurutnya semua jabatan dikantornya itu sama saja. Tapi Ardi harus tetap bersabar. Biar bagaimanapun Bagas adalah penerus perusahaan itu. Jadi dia harus bisa mengalah dengannya....


...Dan malam pun sudah larut. Makan malam pun sudah selesai dari satu jam yg lalu. Tapi mereka masih menyempatkan diri untuk mengobrol santai sebelum pulang....


...Khinan dan Bagas pamit pulang pada mama dan juga papanya. Tidak lupa mereka berpamitan dengan Devan dan juga Niken. Kemudian disusul oleh Ardi yg pamit pulang bersama Dinda. Sedangkan Niken lebih memilih bermalam dirumah besar itu untuk malam ini....

__ADS_1


...Khinan dan Bagas sudah sampai dirumah mereka. Dan malam ini sudah sangat larut. Khinan berjalan menuju kamarnya. Sedangkan Bagas juga memilih masuk kekamarnya sendiri. Tanpa disadari, Bik Ijah yg masih dibuat penasaran dengan rumah tangga majikannya itu mengintip dari bawah tangga. Menyaksikan kedua majikannya tidur terpisah. Namun Bik Ijah tidak mau mencampuri urusan majikannya tersebut....


...Hari berganti hari. Dipagi ini, Khinan sedang disibukkan dengan kegiatannya didapur. Sedangkan Bagas menyibukkan diri dengan berolah raga di ruang gym khusus dirumahnya. Karna kebetulan ini adalah hari libur. Khinan sedang membuat kue untuk Bagas dan dibantu oleh bik Ijah. Namun ternyata ada beberapa bahan yg tidak mencukupi....


..."Yah. Telurnya tinggal segini bik. Ini juga tepung kayaknya kurang". Kata Khinan sambil menunjukkan beberapa bahan kue yg memang tinggal sedikit....


..."Lalu gimana non. Apa bibik belanja dulu aja ya non ?" Tanya Bik Ijah....


...Khinan sedang berfikir. Dan akhirnya dia menjawab usulan dari bik Ijah....


..."Biar aku aja bik. Mumpung kak Bagas juga libur". Kata Khinan....


...Khinan segera pergi menuju ruang gym. Dan mendapati Bagas sedang menggunakan treadmill untuknya berolah raga....


..."Kak". Sapa Khinan setelah ia sampai disamping Bagas....


...Bagas menoleh dan mematikan treadmillnya ketika mengetahui Khinan datang....


..."Ada apa Nan ?" Tanyanya....


..."Belanjaan kita banyak yg habis kak. Kita pergi belanja ya". Ajak Khinan....


..."Iya. Kamu siap-siap aja. Aku istirahat bentar habis itu kita ke supermarket". Suruh Bagas pada sang istri....


..."Iya Kak". Jawabnya menganggukkan kepala dan berjalan pergi meninggalkan ruang gym itu....


...Khinan sedang bersiap-siap sedangkan Bagas beristirahat sebentar untuk mengeringkan keringatnya....


...Dan setelah beberapa waktu, mereka pun siap untuk pergi berbelanja bersama. Ini adalah kali pertama Bagas pergi ke supermarket. Sebelumnya Bagas tak pernah pergi ketempat itu....


...Khinan mengambil banyak barang untuk kebutuhan selama sebulan lebih....


..."Banyak banget Nan belanjaannya ?" Tanya Bagas pada Khinan yg masih memilih-milih kebutuhan dapur maupun kebutuhan lainnya....


..."Kan mumpung pak Bos yg bayarin". Jawab Khinan sambil melirik kearah yg dimaksut....


...Bagas hanya tertawa mendengarnya....


..."Ya udah. Borong saja semuanya". Timpal Bagas....


..."Jangan ah". Jawab Khinan lagi....


..."Kenapa ?" Tanya Bagas....


..."Kasian ntar kalau diborong sama kakak mereka jualan apa coba ?" Jawab Khinan polos....


...Bagas kembali tertawa dan mengacak-ngacak rambut Khinan....


..."Kakak mau ini ?" Tanya Khinan saat mereka melintasi berbagai macam ikan segar. Dan Khinan menunjuk salah satu ikan tersebut....


...Bagas menggelengkan kepalanya dan melihat-lihat ikan yg lain....


..."Aku mau yg itu". Jawab Bagas menunjuk ikan yg lain....

__ADS_1


...Khinan segera membungkus beberapa ikan yg dipilih oleh suaminya. Setelah selesai, Mereka menuju kasir dan Bagas membayar semua belanjaan Khinan....


...Dan saat akan pulang, Khinan melewati stand eskrim favoritnya....


..."Beli itu kak". Kata Khinan pada Bagas dan menunjuk stand eskrim disebelah kanannya....


..."Kayak anak kecil kamu makan itu". Tolak Bagas....


..."Mana ada orang makan eskrim kayak anak kecil. Ada-ada saja kakak ini". Jawabnya dan dengan sengaja menggandeng tangan Bagas dan ditarik menuju stand eskrim tersebut. Mau tidak mau Bagas mengikutinya. Khinan memesan 2 cone eskrim rasa coklat favoritnya. Dan setelah membayar, Khinan memberikan satu cone eskrim pada Bagas. Namun Bagas menggelengkan kepalanya....


..."Coba dulu". Paksa Khinan yg mengarahkan eskrim itu kemulut Bagas. Namun Bagas kembali menggelengkan kepalanya dan terus berjalan menuju parkiran supermarket itu. Sedangkan Khinan masih sibuk dengan kedua cone eskrimnya....


...Bagas memasukkan semua kantong belanjaan kebagasi mobilnya. Dan setelah selesai, Bagas masuk kedalam mobil. Dan Khinan kembali menyodorkan satu cone eskrim yg masih utuh kepada Bagas....


..."Gak mau Nan. Kamu aja yg makan itu". Tolaknya lagi....


..."Kebanyakan kak ini. Masak Khinan makan semua". Kata Khinan....


..."Ya salah siapa kamu beli dua. Aturan mah satu aja cukup". Jawab Bagas sambil memasang seat belt....


..."Ya kupikir kakak mau". Jawabnya pasrah....


..."Aku gak suka eskrim Nan". Kata Bagas setelahnya....


..."Kenapa ?" Tanya Khinan lagi....


..."Ya gak suka aja". Jawab Bagas singkat....


...Khinan pun lebih memilih diam dan menghabiskan kedua cone eskrim itu sendirian....


...Bagas melajukan mobilnya untuk pulang. Dan saat akan menjalankan mobilnya, Khinan melihat Laras sedang bersama lelaki paruh baya yg diketahuinya adalah ayah Luna....


..."Eeemmm kak. Boleh tanya ?" Kata Khinan....


..."Apa ?" Tanya Bagas melihat sekilas kearah Khinan dan kembali fokus pada kemudinya....


..."Kenapa kak Bagas ninggalin Laras ?" Tanya Khinan yg dibuat penasaran dengan Laras....


..."Bukan aku yg ninggalin. Tapi dia yg udah pergi dan memilih menikah dengan lelaki yg lebih kaya dari aku". Jelas Bagas....


...Khinan mengerutkan keningnya. Dia baru tau jika Laras itu sudah bersuami....


..."Tapi katanya dia diperlakukan kasar oleh suaminya. Jadi mereka pisah". Imbuh Bagas lagi....


..."Jadi Laras itu janda ?" Tanya Khinan....


..."Iya". Jawab Bagas sambil menganggukkan kepalanya....


...Lalu apa hubungan Laras dengan ayah Luna ? Khinan pun masih dibuat penasaran akan hal itu....


..."Kenapa kamu tanya Laras ?" Tanya Bagas membuyarkan lamunan Khinan....


..."Gak apa-apa kak. Khinan hanya ingin tau". Jawab Khinan....

__ADS_1


...Khinan lebih memilih tidak menceritakan tentang pertemuannya beberapa kali dengan Laras yg menggandeng orang yg berbeda. Biar itu menjadi urusan Laras....


__ADS_2