Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Semalam menjadi istri


__ADS_3

...Acara demi acara masih berjalan dengan lancar. Terlihat mama Bagas sedang bersama dua wanita cantik sedang mengobrol di sudut ruangan. Siapa lagi kalau bukan Khinan dan juga Dinda. Semenjak kemaren hubungan mama Bagas dan juga Dinda menjadi sangat baik. Dinda merasa sangat bahagia bisa diterima dengan baik oleh keluarga kekasihnya tersebut....


..."Setelah ini. Mama akan segera buatkan acara pertunangan kamu dengan Ardi. Gimana sayang ?" Tanya mama Bagas pada Dinda....


..."Kalau Dinda terserah pada Ardinya aja Ma". Jawabnya....


...Mereka bertiga lanjut berbincang-bincang lagi. Saat tengah asik mengobrol, Luna datang....


..."Nan. Sekali lagi selamat ya. Semoga kamu selalu bahagia". Kata Luna setelah sampai di depan Khinan....


..."Makasih banyak yg Lun. Kamu memang sahabat paling baik yg aku punya". Jawab Khinan memeluk sahabatnya itu....


..."Sama-sama Nan. Lo juga sahabat paling the best buat gue". Sahut nya. " Tapi sorry Nan. Gue gak bisa lama-lama. Gue pamit dulu ya". Lanjut Luna....


..."Kenapa buru-buru sih. Kan makanan masih banyak". Timpal Khinan sambil tertawa....


..."Sialan lo" Jawab Luna sambil mencubit lengan Khinan. Dan mereka pun pada tertawa....


..."Tante pulang dulu ya Nan. Selamat sekali lagi. Cepet kasih Tante cucu ya". Kata Mama Luna bergantian pamit pada Khinan....


..."Iya Tante makasih banyak ya Tan" Jawab Khinan sambil memeluk mama Luna juga....


..."Saya pamit dulu ya Jeng" Kata mama Luna berpamitan juga pada mama mertua Khinan....


..."Makasih ya Jeng udah dateng". Balas mama mertua Khinan....


...Dan Luna pun pulang bersama Mamanya dan juga Danu....


...Sedangkan disisi lain. Laras sedang berbicara pada Bayu....


..."Bay. Kayaknya lo gak usah nglakuin apa-apa dulu deh. Disini banyak cctv soalnya. Lo gak mau kan Khinan kembali benci sama lo ?" Kata Laras....


..."Gue juga mikirnya begitu. Ide lo tadi bener-bener konyol. Mungkin kita harus pakek cara yg lebih halus untuk dapetin pasangan kita masing-masing". Timpal Bayu....


...Laras mengangguk setuju....


..."Ya udah, sekarang kita cabut. Panas gue lama-lama disini liat Khinan bahagia sama orang lain". Ajak Bayu pulang. Laras pun menyetujui ajakan Bayu. Mereka berpamitan pada Khinan dan juga Bagas....

__ADS_1


...Acarapun telah selesai. Semua tamu undangan sudah bersih tak tersisa. Begitupun keluarga pak Irawan sudah kembali kerumah besarnya. Namun Khinan dan juga Bagas masih berada dihotel itu. Mereka kembali menempati kamar yg dipakai untuknya beristirahat tadi sore. Memang itu salah satu fasilitas dari hotel untuk sang pengantin....


...Di dalam kamar, Khinan sedang kesulitan membuka resleting gaunnya. Kemudian Bagas datang dan membantunya. Khinan menutupi wajah merahnya. Karna Bagas akan melihat punggung Khinan tanpa sehelai benangpun. Ini untuk pertama kalinya Khinan begitu terbuka didepan Bagas....


...Bagas menelan air liurnya saat melihat punggung mulus Khinan yg nyaris tanpa cacat. Hingga membangunkan sesuatu dibawah sana. Bagas menyentuh punggung mulus Khinan dan mencium bahu polos Khinan....


..."Maafkan Khinan kak. Khinan belum siap". Kata Khinan menghentikan aktifitas Bagas....


..."Kenapa ?" Tanya Bagas....


...Khinan membalikkan tubuhnya untuk menghadap kearah Bagas dengan kedua tangannya memegangi gaun. Karna jika Khinan melepasnya, maka gaun itu akan dengan mudah melorot kebawah....


..."Sebenernya Khinan masih takut. Karna bayangan Bayu saat itu masih menyisakan trauma untuk Khinan melakukan itu kak". Jelasnya. "Belum lagi kita menikah bukan didasari oleh rasa cinta. Khinan hanya mau kita melakukannya karna saling cinta". Lanjutnya. "Tapi Khinan janji. Khinan akan berusaha menjadi istri yg terbaik untuk kakak. Dan Khinan akan terus berusaha untuk membuat kakak jatuh cinta sama Khinan". Papar Khinan diakhir kalimat....


...Bagas menghembuskan nafasnya....


..."Oke". Jawab Bagas pasrah. Karna Bagas bukan orang yg pemaksa jadi dia akan menunggu sampai Khinan benar-benar siap untuk disentuhnya....


...Bagas pergi kekamar mandi. Mandi air dingin adalah salah satu cara untuk meredam sesuatu yg terlanjur berdiri sejak tadi. Namun Khinan menolaknya dan terpaksa nafsu itu diredam oleh Bagas sendiri....


...Setelah selesai Bagas langsung merebahkan tubuhnya diranjang empuk itu. Tanpa menoleh atau pun berbicara pada sang istri....


...Dipagi hari, Bagas sudah terbangun terlebih dahulu. Dan segera bersiap untuk pergi kekantor. Saat Khinan membuka mata terlihat Bagas sudah rapi....


..."Maaf kak. Khinan kesiangan". Kata Khinan yg baru saja membuka matanya. Harusnya dialah yg bangun lebih dulu. Tapi ini baru saja semalam menjadi istri Bagas dia sudah lalai dengan tugasnya....


..."Gak apa-apa. Saya juga sedang buru-buru". Jawab Bagas sambil membenarkan letak dasinya....


...Khinan berdiri dan hendak menuju kamar mandi. Namun Bagas mencekal tangannya sebelum Khinan memasuki kamar mandi itu....


..."Nanti kamu beresin semua pakaian kita. Dan mungkin nanti siang kamu dijemput sama pak Jupri untuk pulang kerumah baru kita. Pak Jupri yg nantinya jadi supir pribadi kamu kalau aku lagi gak bisa anter kamu kemana-mana". Kata Bagas....


..."Iya kak". Jawab Khinan pada suaminya itu....


..."Baju-bajumu sudah dipindah semua kerumah baru. Dan disana sudah ada bik Ijah. Untuk sementara kita akan tidur pisah kamar. Karna saya takut gak bisa kontrol nafsu saya. Kamar kita bersebelahan. Kamu gak apa-apa kan ?" Jelas Bagas lagi panjang lebar....


...Khinan hanya mengangguk. Dalam hatinya kenapa harus pisah kamar ? Mereka kan suami istri. Tapi biar bagaimanapun Khinan lah yg memulai bahwa dia tidak ingin disentuh sebelum ada rasa cinta. Maka dari itu dia juga harus menghargai keputusan yg diambil oleh suaminya. Toh itu juga demi kebaikan bersama supaya tidak khilaf nantinya....

__ADS_1


..."Saya pergi dulu". Kata Bagas dan segera pergi kekantornya....


..."Tunggu kak". Teriak Khinan saat Bagas sudah sampai didepan pintu kamar itu....


...Khinan berjalan menuju Bagas. Dan ketika sampai didepan Bagas Khinan meraih dasi Bagas yg miring dan membenarkan letaknya. Setelah itu Khinan meraih tangan Bagas dan mencium punggung tangannya. Memang Khinan belum siap untuk disentuh, tapi Bagas tetaplah suami yg harus dilayani dan dipatuhinya....


...Bagas tersenyum dengan perlakuan Khinan....


..."Boleh Aku mencium keningmu ?" Tanya Bagas pada Khinan....


...Khinan menatap Bagas dan tersenyum manis didepannya....


..."Boleh kak". Jawabnya diiringi dengan anggukan kepalanya....


...Bagas mendekatkan bibirnya kedahi Khinan. Dan menciumnya untuk beberapa saat. Rona bahagia terpancar diwajah cantik Khinan. Bagas memperlakukan Khinan dengan sangat lembut. Sampai-sampai mau mencium kening istrinya saja harus izin terlebih dahulu....


...Bagas melepas ciuman didahi Khinan dan segera pergi menuju kantornya. Rona bahagia juga terpancar didiri Bagas pagi itu. Entah apa yg membuatnya bahagia. Tapi dia begitu senang hari ini....


...Bagas sudah sampai dikantornya. Masuk keruangannya dan segera memfokuskan diri pada berkas-berkas yg harus dikerjakannya. Karna kebetulan sudah beberapa hari Vera sang sekertaris izin tidak masuk karna harus mengurus ibunya dirumah sakit. Jadi Bagas merasa sangat kwalahan tanpa hadirnya Vera....


..."Tok tok tok". Pintu ruangan Bagas diketuk oleh seseorang dari luar....


..."Masuk". Teriak Bagas dari dalam....


..."Hai penganten baru". Sapa Vera yg menampakkan kepalanya dipintu....


..."Ah akhirnya lo masuk juga". Keluh Bagas merasa lega karna sekertaris kebanggaannya sudah mulai masuk kerja lagi....


..."Rindu yak". Tanya Vera sambil tertawa dan masuk keruangan bos besarnya itu....


..."By the way. Ini gue titip buat Khinan. Dan selamat atas pernikahan kalian. Semoga si cantik Vera ini segera menjadi aunty". Kata Vera dengan gaya khasnya....


..."Thank's". Jawab Bagas menerima hadiah dari Vera dan menyimpannya dimeja samping laptopnya....


..."Sekarang, nih kerjaan lo numpuk. Pusing gue". Suruh Bagas pada Vera sang sekertaris....


..."Siap Bos". Jawab Vera sambil tangannya memperagakan hormat pada bendera....

__ADS_1


...Vera keluar dari ruangan Bagas dengan membawa beberapa map berisi berkas yg harus dikerjakannya....


__ADS_2