
...Khinan sampai dirumahnya. Entah apa ug dirasakannya saat ini. Dibagasi terlihat mobil Bagas terparkir rapi disana. Rupanya Bagas sudah pulang dari kantor. Khinan membuka pagar rumahnya. Kemudian pak Jupri datang menghampiri majikannya itu....
..."Aduh non. Kok tadi gak telfon. Tau gitu tadi pak Jupri jemput". Sapa pak Jupri setelah membukakan gerbang untuk Khinan....
...Khinan hanya tersenyum. "Gak apa-apa pak". Jawabnya....
...Khinan segera memasuki rumahnya. Mendapati Bagas sedang duduk santai di ruang tamu. Bagas tersenyum menyambut Khinan pulang. Khinan membalas senyuman Bagas....
..."Maaf kak. Khinan telat pulangnya". Kata Khinan....
..."Gak apa-apa Nan". Kini Bagas merangkul pinggang Khinan dan membawanya ke lantai atas....
..."Kamu siap-siap ya Nan. Aku mau ajak kamu dinner malam ini. Kan waktu itu sempat tertunda". Kata Bagas lagi....
...Sejujurnya Khinan sedang tidak ingin kemana-mana. Namun melihat Bagas dia jadi tak tega untuk menolaknya. Karna waktu itu mereka gagal dinner juga karna Khinan yg sakit. Akhirnya Khinan mengangguk tanda setuju....
..."Kalau gitu Khinan siap-siap dulu ya kak". Kata Khinan....
...Bagas pun mengangguk. Dan membiarkan Khinan masuk kekamarnya untuk bersiap-siap....
..."Dandan yg cantik ya istriku". Kata Bagas lagi. Khinan hanya tersenyum membalasnya....
...Khinan masuk kekamar dan bersiap-siap untuk dinner bersama sang suami. Untuk sejenak Khinan bisa melupakan masalahnya disiang tadi. Mungkin dia akan berterus terang pada Bagas. Sebelum semuanya terlambat....
...Hampir satu setengah jam Khinan bersiap-siap. Kini Khinan sudah siap dengan gaun indahnya. Gaun itu merupakan pemberian dari Bagas. Gaun itu sangat terlihat pas ditubuh Khinan. Membuat Khinan menjadi lebih cantik dari biasanya. Khinan keluar dari kamarnya dan menemui Bagas yg telah menunggunya....
...Bagas yg duduk diruang tamu melihat kearah tangga. Memandangi sang istri dari kejauhan tengah berjalan menuruni tangga. Khinan begitu cantik dimata Bagas....
..."Khinan sudah siap". Sapa Khinan setelah Khinan sampai dihadapan sang suami. Bagas tersenyum menyambut sang istri. Bagas segera berdiri dan menggandeng tangan istrinya itu untuk menuju mobil....
...Didalam perjalanan, Senyum Bagas tak henti-henti nya mengembang. Khinan menjadi heran pada sang suami. Sesenang itukah Bagas saat ini ? Pikirnya....
__ADS_1
...Tak butuh waktu lama, Mereka telah sampai di tempat tujuan. Bagas kembali menggandeng tangan istrinya untuk masuk kedalam restourant. Terlihat resto itu sangat ramai dilantai dasar. Bagas membawa Khinan untuk menuju lantai dua. Bagas disapa oleh seorang waiters dilantai dua....
..."Selamat malam pak Bagas. Selamat malam bu Khinan". Sapa waiters itu sopan. Bagas hanya tersenyum dan menganggukkan kepala untuk menjawab sapaan waiters itu. "Mari silahkan". Waiters itu mengantarkan Bagas menuju mejanya....
..."Kok disini sepi kak. Bukannya tadi dibawah begitu rame ?" Tanya Khinan. Memang dilantai itu tidak ada seorangpun kecuali mereka dan seorang pelayan....
..."Aku sudah membokingnya". Jawab Bagas....
...Bagas membawa sang istri menuju mejanya. Disana sudah tersedia beberapa lilin untuk menambah kesan romantis malam ini. Tidak lupa dengan beberapa bunga indah bertengger disana. Khinan merasa takjub dengan itu. Bagas sungguh mempersiapkan dinner mereka dengan baik....
...Bagas menarik salah satu kursi untuk Khinan....
..."Silahkan duduk istriku". Kata Bagas yg meniru gaya pelayan saat mempersilahkan tamunya duduk. Khinan tersenyum dan membalas....
..."Terimakasih suamiku". Balasnya. Khinan segera duduk dikursi. Begitu juga dengan Bagas yg duduk dikursi depan Khinan. Tak berselang lama, Pelayan datang dengan membawa sejumlah makanan pesanan Bagas. Baru setelah pelayan itu pergi, Bagas mempersilahkan istrinya itu untuk makan....
..."Selamat makan". Katanya pada sang istri. Khinan tersenyum....
..."Selamat makan". Balasnya....
...Mereka berdansa sangat romantis. Bagas memandangi wajah sang istri begitu dekat. Khinan memang sangat cantik. Bagas baru menyadarinya saat ini. Bagas mendekatkan bibirnya ketelinga Khinan. Dengan berbisik Bagas mengatakan sesuatu pada Khinan....
..."I love you". Kata Bagas ditelinga Khinan. Namun Khinan malah meneteskan air matanya. Kata itu yg ditunggunya dari dulu. Namun kenapa Bagas mengutarakan perasaannya disaat Khinan sedang mendapat masalah seperti ini. Khinan tak mampu untuk berkata. Bagas menjauhkan kepalanya dari kepala Khinan. Melihat reaksi sang istri saat dirinya mengutarakan perasaannya....
..."Kenapa kamu menangis ?" Tanya Bagas sambil menghapus air mata dipipi Khinan. Khinan menggelengkan kepalanya....
..."Khinan hanya merasa terharu kak. Ini yg Khinan tunggu selama ini". Jawabnya....
...Bagas tersenyum dan mencium kening Khinan....
..."Lalu ? Bagaimana dengan kamu ?" Tanya Bagas lagi....
__ADS_1
..."Khinan juga sangat mencintai suami Khinan". Jawab Khinan tanpa ragu....
...Bagas tersenyum. Dan setelahnya Bagas mendekatkan bibirnya kebibir Khinan. Khinan pun tak menolaknya. Bagas mencium bibir Khinan. Khinan memejamkan matanya. Dan untuk beberapa saat mereka menikmati rasa yg baru saja hadir dihidup mereka. Menikmati ciuman yg begitu tulus dari dalam hati mereka. Bagas memperlakukan Khinan dengan sangat lembut. Hingga beberapa menit Bagas baru melepas pagutannya. Memandangi wajah sang istri yg begitu menawan....
...Bagas semakin mempererat pelukannya dipinggang Khinan. Dan dia kembali mencium bibir manis sang istri. Mengulanginya lagi dan lagi. Seakan bibir itu enggan untuk dilepaskan. Khinan pun tak pernah menolak apapun perlakuan suaminya. Biarkan Bagas melakukan apapun sesuka hatinya....
...Hingga mereka telah selesai dengan ciuman mereka. Saling memandang satu sama lain. Hingga akhirnya mereka tertawa bahagia bersama. Bagas menyudahi dansanya. Dan kembali duduk dikursi. Dan tak berselang lama seorang waiters kembali datang membawa hidangan penutup. Khinan membuka hidangan didepannya. Dan mengejutkan. Dihidangan tersebut tertuliskan kata I LOVE YOU. Bagas tersenyum pada sang istri....
..."I love you too". Balas Khinan pada Bagas. Setelahnya mereka sibuk dengan hidangan penutup mereka masing-masing....
...Saat ini mereka sedang perjalanan pulang. Tangan Khinan selalu digenggam oleh Bagas. Seakan tak rela jika tangan itu terlepas. Khinan begitu bahagia malam ini. Begitupun juga Bagas. Bagas jauh lebih bahagia malam ini....
..."Jadi mulai malam ini. Kamu tidur dikamar kita". Kata Bagas disela-sela aktifitasnya mengemudi....
...Khinan mengangguk. "Iya kak". Jawabnya....
...Bagas melirik kearah Khinan. Memicingkan sebelah matanya. Khinan pun sadar dengan tatapan aneh Bagas....
..."Ada apa ?" Tanyanya....
..."Kamu nggak ada niat buat merubah panggilan itu ?" Tanya Bagas pada sang istri....
..."Trus kakak maunya dipanggil apa ?" Tanyanya balik....
..."Terserah". Jawab Bagas lagi....
..."Iya sayang". Balas Khinan pada sang suami....
...Bagas tersenyum dengan panggilan itu. Itu memang yg diinginkan oleh Bagas....
..."Aku sayang kamu". Kata Bagas yg kini beralih mengelus pipi Khinan....
__ADS_1
..."Aku jauh lebih sayang kamu". Balas Khinan....
...Serasa dunia milik berdua. Mereka kembali merasakan layaknya ABG yg sedang dimabuk asmara. Khinan menyandarkan kepalanya dibahu Bagas. Dengan tetap tangannya menggenggam tangan suaminya itu. Hingga tanpa terasa mereka telah sampai dirumah....