Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Belum sadar


__ADS_3

...Bayu datang menemui Bagas. Mengetuk pintu ruangan Bagas dari luar....


..."Masuk". Kata Bagas dari dalam....


...Bayu pun masuk. "Bapak panggil saya ?" Tanya Bayu sopan....


..."Iya". Jawab Bagas. Bagas berdiri dari duduknya dan mendekat kearah Bayu. Bayu tak mengerti kesalahan apa yg diperbuatnya. Bayu merasa tak melakukan kesalahan apapun. Dan tiba-tiba sebuah tinju mengenai wajah Bayu....


..."Bangsat. Gue tahu lo masih cinta sama Khinan. Tapi cara lo buat dapetin Khinan lagi sangatlah keji. Brengsek emang lo". Kata Bagas yg masih memberi Bayu dengan bogeman mentahnya....


...Bayu yg tanpa pasang kuda-kuda itu terkapar dibawah Bagas. Bagas pun tak henti-hentinya memukuli Bayu....


..."Tunggu. Apa maksut lo ?" Tanya Bayu....


..."Jangan pura-pura nggak tau. Gue udah tau semuanya. Lo yg diem-diem masuk kerumah gue malam itu. Lo perkosa Khinan untuk kedua kalinya. Bajingan lo". Teriak Bagas. Pukulan bertubi-tubi dilontarkannya kewajah Bayu. Tanpa ampun dia menghajar Bayu habis-habisan....


...Dan secara kebetulan Ardi datang dan menghentikan semuanya. Melerai perkelahian antara Bagas dan juga Bayu. Lebih tepatnya melerai Bagas yg membuat Bayu babak belur....


..."Hentikan Gas. Lo bisa bunuh orang kalau gini". Teriak Ardi yg mencoba melerai Bagas....


..."Diem lo. Cowok brengsek kayak dia emang pantas mati". Kata Bagas yg hendak memukul Bayu lagi. Namun tangan Bagas ditampik oleh Ardi....


..."Berenti Gas. Lo bisa selesaikan baik-baik. Ini kantor Gas". Teriak Ardi lagi....


..."Gue gak peduli". Teriak Bagas lagi dan menghantamkan satu pukulan lagi diwajah Bayu. Wajah Bayu mulai lebam-lebam akibat pukulan Bagas. Dan juga darah mengalir dipelipis mata serta bibirnya....


..."Hentikan Gas". Teriak Ardi untuk kesekian kalinya. "Ada apa sih ?" Tanya Ardi setelah Bagas berdiri....


..."Dia. Cowok bajingan ini udah perkosa Khinan untuk kedua kalinya. Dan lo tau sekarang Khinan masuk rumah sakit". Teriak Bagas lagi....


..."Apa". Kata Ardi. "Sekarang lo pergi kerumah sakit. Biar gue yg kasih pelajaran buat dia". Timpal Ardi....

__ADS_1


..."Oke. Thanks". Jawab Bagas dan dengan segera keluar dari ruangan untuk menuju rumah sakit dimana Khinan dirawat....


...Tinggallah Ardi dan juga Bayu disana. Bayu mulai bangkit menahan rasa sakitnya....


..."Sekarang lo mau pukul gue lagi ?" Tanya Bayu memicingkan matanya. "Gue gak tau apa-apa soal ini". Teriak Bayu pada Ardi....


..."Apa buktinya jika lo nggak bersalah". Tanya Ardi pada Bayu....


..."Seharusnya gue yg tanya gitu ke abang lo. Apa buktinya sampek dia nuduh gue yg udah perkosa Khinan ?" Bantah Bayu. "Sekarang mau lo bawa gue ke polisi pun gue berani. Kalian gak punya bukti apa-apa. Karna memang bukan gue pelakunya". Teriak Bayu lagi....


..."Gue memang sayang sama Khinan. Gue akui dulu gue sempet gila udah culik Khinan. Tapi itu dulu". Kata Bayu lagi. "Dan setelah Khinan menikah, Gue udah nggak pernah mau ikut campur dengan urusan Khinan. Seharusnya lo tanya dulu sama Khinan siapa yg udah buat dia seperti ini. Bukan main hajar aja". Teriak Bayu lagi....


...Ardi terdiam dengan ucapan Bayu. "Lo boleh pergi". Kata Ardi mempersilahkan Bayu pergi. Bayu pun meninggalkan ruangan Bagas dengan sempoyongan. Demikian juga Ardi yg keluar dari ruangan Bagas....


..."Ver. Bagas sedang ada urusan. Khinan masuk rumah sakit. Jadi lo hendle dulu kerjaan Bagas". Kata Ardi pada Vera....


..."Oke". Jawab Vera. Vera tak berani menanyakan perihal kenapa Khinan masuk rumah sakit. Nanti saja dia bertanya dengan Bagas....


...Saat ini Bagas sudah sampai dirumah sakit. Bagas segera menuju kamar Khinan. Menjumpai diluar ruangan ada pak Jupri sedang duduk menunggui Khinan. Bagas segera menghampirinya....


..."Non Khinan belum sadar Den". Jawab pak Jupri....


...Bagas masuk keruangan Khinan. Terlihat Khinan yg sedang terbaring dibrankar pasien. Dengan wajah yg sedikit lebam akibat terjatuh ditangga tadi. Ditambah mata yg tertutup. Selang infus terpasang dipunggung tangan Khinan. Bagas mendekati Khinan. Dan bik Ijah yg setia menunggu Khinan memilih untuk keluar dari ruangan itu....


..."Bibik permisi Den". Kata Bik Ijah....


...Bagas tak menjawabnya. Bagas masih fokus pada sang istri. Istri yg telah dilukainya. Andai Bagas sedikit merendahkan emosinya malam kemarin, Tentu Khinan akan baik-baik saja. Andai Bagas mau mendengarkan penjelasan Khinan, Pasti saat ini Khinan tidak berada disini. Semua ini memang salah Bagas. Bagas yg membuat Khinan seperti ini....


...Dan beberapa menit kemudian, Seorang dokter dengan didampingi oleh satu perawat masuk kedalam ruangan. Bagas menoleh kearahnya....


..."Selamat siang. Bagaimana ? Apa ibu Khinan sudah sadar ?" Tanya sang dokter. Bagas hanya menggeleng. Karna memang sepertinya Khinan belum sadar....

__ADS_1


..."Saya periksa dulu ya pak". Kata dokter itu. Bagas mengangguk dan memundurkan tubuhnya. Membiarkan dokter memeriksa kondisi Khinan....


...Setelah beberapa menit, dokter selesai memeriksa kondisi Khinan. "Kondisinya sudah berangsur membaik. Semoga sebentar lagi ibu Khinan bisa membuka matanya. Kalau gitu saya tinggal dulu". Kata dokter itu lagi....


..."Terimakasih dok". Jawab Bagas. Bagas kembali duduk disamping Khinan. Memperhatikan Khinan dengan seksama....


..."Maafin Aku sayang. Maafin Aku". Kata Bagas dan juga meneteskan air matanya. Bagas meraih tangan Khinan. Mengelus jarum infus yg saat ini dipunggung tangan Khinan....


..."Cepet bangun. Aku gak mau liat kamu kayak gini lagi". Kata Bagas lagi....


...Sedangkan diluar ruangan, Tampak pak Jupri dan juga bik Ijah duduk dikursi tunggu. Sesaat kemudian Ardi datang menghampiri mereka....


..."Bik. Gimana Khinan ?" Tanya Ardi setelah sampai didepan mereka....


..."Masih belum sadar den". Jawab bik Ijah....


..."Sebenernya siapa yg udah lakuin ini sama Khinan bik?" Tanya Ardi mendekati bik Ijah....


..."Bibik juga tidak tau den. Bibik disekap waktu itu. Untunglah pak Jupri datang. Dan bibik menemukan non Khinan dikamarnya sudah pingsan dan tanpa sehelai benang pun". Jawab bik Ijah lagi....


..."Lalu ? Kenapa Khinan bisa sampai masuk rumah sakit ?" Tanya Ardi lagi....


...Bibik memandangi wajah Ardi. Kemudian kembali menunduk. "Non Khinan hamil, aden marah sama non Khinan. Dan non Khinan terjatuh dari tangga den". Jawab bik Ijah. Ardi masih belum mengerti dengan penjelasan bik Ijah....


..."Trus kenapa Bagas bisa marah ?. Kalau Khinan hamil kan ini berita bagus". Tanya Ardi lagi. Dia benar-benar bingung saat ini. Perkara Khinan hamil kenapa Bagas bisa marah. Bukankah Khinan hamil disaat sudah bersuami. Pikirnya....


...Bik Ijah terdiam. Entah apa yg akan dikatakan olehnya....


..."Bicara saja bik". Bujuk Ardi lagi sambil menggenggam tangan bik Ijah....


..."Selama ini non Khinan dan aden tidur terpisah den. Non Khinan belum siap disentuh oleh aden. Karna sejujurnya mereka menikah tidak saling mencintai". Jujur bik Ijah menjelaskan. "Tapi disini hanya bibik yg tau. Non Khinan bilang bahwa tidak ada yg mengetahuinya selain bibik. Termasuk tentang perkosaan malam itu". Imbuh Bik Ijah lagi. "Non Khinan wanita yg kuat. Dia berusaha terlihat baik-baik saja setelah kejadian malam itu. Namun bibik bisa merasakan kesedihan non Khinan". Tambah bik Ijah lagi....

__ADS_1


...Ardi memahami setiap kata yg dilontarkan bik Ijah. Memahami pula kondisi yg dialami Khinan. Dan kalau bukan Bayu yg melakukannya, lalu siapa ?...


...Mungkin nanti dia butuh penjelasan dari Khinan secara langsung. Dan menunggu hingga Khinan sembuh....


__ADS_2