
...Bagas tertidur disamping Khinan. Hari sudah semakin gelap. Hampir 24 jam Khinan tak sadarkan diri. Khinan mulai menggerakkan tangannya. Dan perlahan dia membuka matanya....
...Semua pandangannya buram. Hanya terlihat lampu yg menyala diatasnya. Khinan mengerjapkan matanya berkali-kali hingga pandangannya terlihat jelas. Melihat kesamping kanan dan kirinya. Bagas tertidur didekatnya....
..."Jadi ini alasan kamu belum mau aku sentuh ? Supaya kamu bisa leluasa dengan selingkuhanmu itu ? Dan kamu sengaja buat aku jatuh cinta setiap hari untuk nutupin semua perlakuan bejatmu ? Iya ?". Kata itu menggema ditelinganya. Kata-kata Bagas yg begitu menusuk hatinya....
...Khinan meneteskan air matanya. Meraba perutnya yg kini sudah tak merasa sakit. Namun rasanya aneh. Tidak seperti kemarin-kemarin. Khinan kembali memandangi wajah suaminya. "Apa dia sudah menerimaku ? Apa dia sudah tidak marah lagi padaku?" Pertanyaan itu berputar diotaknya. Khinan memandangi selang infus ditangannya....
...Pagi mulai menjelang. Bagas sayup-sayup membuka matanya. Melihat ranjang dan ternyata Kosong....
..."Khinan". Teriaknya. Bagas panik mencari-cari Khinan. Membuka pintu kamar mandi, hingga keluar mencari disekeliling kamarnya, Namun Bagas tak menjumpai Khinan. Bagas bertanya pada seorang perawat yg kebetulan lewat didekat Bagas....
..."Sus. Apa lihat dimana istri saya ?" Tanya Bagas pada perawat itu....
..."Oh. Ibu Khinan sedang berada ditaman pak". Jawabnya....
...Bagas kini bernafas lega. Dan akhirnya dia menuju taman yg dimaksut oleh perawat tadi....
...Sedangkan ditaman rumah sakit itu, Khinan sedang duduk menikmati segarnya udara dengan ditemani oleh seorang suster....
..."Bunga yg cantik. Karna mahkotanya masih lengkap. Coba saja mahkota itu sudah hilang beberapa, pasti akan terlihat berbeda dimata yg memandang". Kata Khinan dengan pandangannya memandang bunga yg indah dijauh sana....
..."Ibu Khinan yg sabar ya. Semua manusia mempunyai ujian. Ibu Khinan harus yakin, ibu Khinan pasti bisa memiliki keturunan lagi setelah ini". Jawab perawat yg menemani Khinan itu....
...Bagas yg sedari tadi mendengar kata-kata Khinan menjadi sangat merasa bersalah. Khinan terjatuh karna berusaha menjelaskan kebenarannya. Namun saat itu Bagas berada dalam egonya. Bagas lah yg menyebabkan Khinan seperti ini....
...Bagas berjalan menuju kearah Khinan. Memberi isyarat pada suster untuk pergi dari sana. Giliran Bagas yg akan menemani Khinan. Bagas melihat disekitarnya. Memetik sebuah bunga disana. Dan kemudian memberinya pada sang istri....
..."Bunga yg indah untuk seseorang yg cantik". Kata Bagas sambil berjongkok memberikan bunga itu pada Khinan....
..."Kak". Jawab Khinan lirih. Bagas berdiri dan duduk disamping Khinan....
..."Kok kamu disini sih ? Seharusnya kamu istirahat". Kata Bagas lagi. Namun Khinan hanya diam tak berkata lagi. Bagas meraih kedua tangan Khinan....
..."Maafin Aku sayang. Seharusnya aku mau denger penjelasan kamu. Jadi kamu gak perlu berada disini". Sesal Bagas. Khinan hanya tersenyum....
__ADS_1
..."Aku mau kekamar" Jawab Khinan. Bagas mengangguk dan mendorong kursi roda Khinan untuk menuju kekamar perawatan Khinan. Selama perjalanan dari taman menuju kamar perawatan, mereka tak saling berbicara. Sibuk dengan pikirannya masing-masing. Hingga mereka sampai dan Bagas membantu Khinan untuk merebahkan diri di ranjangnya....
..."Kamu mau apa sayang ?" Tanya Bagas pada Khinan. Namun Khinan hanya menggelengkan kepalanya. Khinan sedang tidak butuh apa-apa. Bagas memilih untuk diam. Kondisi Khinan belum sepenuhnya pulih. Bagas belum berani berbuat apa-apa pada Khinan. Mengingat Khinan bisa berada disini adalah karna ulahnya. Bagas menemani Khinan dengan duduk dikursi samping ranjang Khinan....
..."Tok tok tok". Pintu diketuk dari luar. Dan tak berselang lama pintu dibuka dan ternyata Dinda yg datang bersama dengan Ardi. Dinda langsung menghamburkan dirinya memeluk Khinan....
..."Khinan. Gimana kondisi kamu ?" Tanya Dinda yg sudah melepaskan pelukannya....
...Khinan hanya tersenyum. "Aku udah jauh lebih baik. Makasih ya udah datang". Jawab Khinan pada sahabat barunya itu....
..."Cepet sembuh yaa. Biar cepet pulang. Gak enak kan nginep lama-lama disini. Mending dirumah sendiri lebih enak". Oceh Dinda lagi....
..."Iya bawel". Jawab Khinan dan mereka berdua pun tertawa bersamaan....
...Giliran Ardi kini menatap kearah Bagas. Terlihat muka Bagas memang sangat kusut. Belum mandi bahkan belum mencuci mukanya. Karna dari bangun tidur Bagas dikejutkan dengan Khinan tak berada ditempatnya. Itu membuat Bagas panik hingga lupa untuk cuci muka....
..."Lo kusut banget. Mandi sana". Kata Ardi pada sang kakak. Bagas baru menyadari bahwa dirinya memang sedang kusut....
..."Ok. Gue balik bentar ambil baju ganti". Kata Bagas yg hendak bangkit dari duduknya....
..."Gak perlu. Nih udah aku bawain. Tadi aku sama Ardi mampir kerumah kamu. Karna Ardi tau kamu pasti gak bawa baju ganti". Kata Dinda sambil memberikan paper bag berisi baju Bagas....
...Tinggallah mereka bertiga berada diruangan Khinan. Dinda memandangi sang kekasih yg dari tadi hanya berdiri....
..."Di. Kamu gak mau kekantin dulu. Kamu tadi belum sarapan lo". Tanya Dinda pada kelasihnya itu....
..."Iya. Aku juga pengen ngopi. Aku tinggal dulu ya". Kata Ardi pada Dinda dan juga Khinan. Mereka berdua hanya menganggukkan kepalanya. Kini Khinan hanya berdua dengan Dinda. Dinda pun mendekat dan duduk dikursi tempat Bagas duduk tadi....
..."Nan. Lo gimana bisa keguguran ?" Tanya Dinda dibuat penasaran. Dinda penasaran karna ada beberapa lebam ditangan serta pelipis Khinan. Kalau pun Khinan terpeleset, dari mana lebam itu. Seperti lebam yg habis kena pukul....
..."Aku jatuh Din dikamar mandi". Jawab Khinan. Namun Dinda belum bisa dibuat percaya olehnya....
..."Trus lebam ini dari mana ? Masak jatuh bisa sampek lebam-lebam gini ?"Tanya Dinda lagi. Khinan melihat ke arah tangannya yg memang terdapat lebam....
..."Iya. Ini kepentok sama bathup". Jawabnya. Dinda mengangguk. "Din boleh minta tolong ?" Tanya Khinan lagi....
__ADS_1
..."Kamu mau apa ?" Tanya Dinda yg siap sedia direpotkan oleh Khinan....
..."Aku haus". Kata Khinan. Dinda mengambil botol minum yg berada di meja dekatnya dan memberikan kepada Khinan. Membantu Khinan untuk meminum dari botol itu....
...Bagas keluar dari kamar mandi. Sudah terlihat lebih segar. Bagas menyisir rambutnya dengan tangan. Disisir dengan acak namun tak mengurangi ketampanannya sedikitpun. Khinan memandang kearah suaminya itu. Ganteng. Batinnya. Tapi apakah sekarang Bagas sudah tau semuanya ? Akan kah Bagas percaya lagi terhadap Khinan. Khinan masih ragu akan hal itu....
..."Ardi dimana ?" Tanya Bagas pada Dinda....
..."Ardi dikantin. Lo nyusul gih. Pasti lo juga belum sarapan kan". Jawab Dinda. Bagas mengangguk dan mendekat kearah Khinan....
..."Kamu mau aku beliin apa sayang ?" Tanya Bagas pada sang istri. Namun Khinan hanya menggelengkan kepalanya tanpa mengeluarkan suaranya....
..."Ya udah. Aku kekantin dulu ya". Kata Bagas lagi. Dan tak lupa Bagas mencium kening Khinan. Dia tak peduli bahwa disana sedang ada Dinda. Dinda pun memahami dan memilih tak memberi komentar apapun....
..."Apa dia hanya pura-pura karna disini ada Dinda ?" Batin Khinan dan melirik kearah Dinda yg buang muka karna tak ingin melihat Bagas menciumnya tadi....
...Sedangkan dikantin. Ardi sedang menikmati secangkir kopinya. Terlihat Bagas datang dari kejauhan menuju kearahnya....
..."Gimana kantor ?" Tanya Bagas setelah duduk didepan Ardi....
..."Baik. Gak perlu khawatir. Sekertarismu itu bisa melakukan semuanya". Jawab Ardi lagi....
..."Lalu gimana dengan bajingan itu. Apa dia sudah masuk rumah sakit. Apa sekarang dia sedang sekarat ?" Tanya Bagas lagi....
...Ardi menggelengkan kepalanya....
..."Lalu. Apa dia langsung mati ?" Tanya Bagas lagi....
..."Kayaknya lo salah orang. Sepertinya bukan Bayu pelakunya". Jawab Ardi....
...Bagas tertawa getir. "Maling mana ada yg mau ngaku". Jawabnya. Dihatinya masih terselimuti dendam untuk mantan kekasih dari istrinya itu....
..."Lo punya bukti apa jika dia yg bersalah ?" Tanya Ardi. "Dia bilang dia berani jika kasus ini dipolisikan. Lo nggak punya bukti". Kata Ardi lagi....
..."Lalu siapa orangnya ? Lo inget Khinan pernah diculik dan diperkosa sama itu bajingan ?" Tanya Bagas lagi....
__ADS_1
..."Iya gue tau. Tapi lebih baik, Lo tanya dulu sama Khinan. Karna hanya Khinan yg tau semuanya. Dan kalau lo menuduh orang tanpa bukti dan ternyata bukan dia yg bersalah, bisa jadi lo malah dituntut Gas. Lo gak kasian sama Khinan ?" Jelas Ardi....
...Bagas terlihat diam. Berfiki tentang siapa orangnya. Orang yg hampir membuat pernikahannya hancur. Orang yg sudah menorehkan luka pada hati Khinan. Dan siapapun dia, Bagas tidak akan tinggal diam. Dia harus mendapatkan hukuman yg setimpal....