
...Bagas dalam perjalanan menuju kantornya. Karna pagi ini sudah menunjukkan pukul 9 pagi, Bagas memutuskan untuk langsung pergi menemui kliennya. Karna jika Bagas menuju kantor terlebih dahulu, sudah dipastikan bahwa dia akan terlambat menemui kliennya kali ini. Disela-sela Bagas mengemudi, Bagas mendial nomor Vera sang sekertaris....
..."Ver. Kamu langsung berangkat saja ke restourant A. Saya sedang menuju kesana. Kita ketemu disana." Kata Bagas dan langsung menutup panggilan telfonnya....
...Bagas menempuh waktu sekitar 45 menit untuk sampai direstourant itu. Memang Bagas mengejar waktu hingga dia sampai lebih dulu dari pada kliennya....
...Terlihat Vera sudah memesan meja untuk atasannya dan juga kliennya itu. Bagas segera menghampir Vera yg tengah duduk menantinya itu....
..."Kamu dari mana saja Gas ?" Tanya Vera yg tidak melihat Bagas sejak pagi dikantor....
..."Aku ada urusan sebentar tadi." Jawab Bagas sambil membenarkan posisi jasnya. "Mana dokumennya ?" Tanya Bagas kepada Vera. Verapun memberikan beberapa map yg perlu Bagas pahami....
...Setelah kurang lebih 30 menit. Klien mereka datang. Bagas menyambut kliennya dan mempersilahkan mereka duduk....
...Tidak lama mereka membahas masalah kerjasama mereka. Klien Bagas sangat menyukai cara penyampaian Bagas. Akhirnya kontrak kerja sama itu resmi ditandantangani oleh klien Bagas. Bagas tersenyum puas akan hal ini....
...Selesai dari metting bersama klien, Bagas bersama Vera kembali kekantornya. Bertepatan dengan jam makan siang, Bagas memberi pesan terhadap Khinan....
..."Keruanganku sekarang." Pesan Bagas pada pacar pura-puranya itu....
...Bagas menunggu Khinan diruangannya. Khinan pun segera naik kelantai ruangan Bagas berada....
..."Tok.. tok.. tok." Pintu ruangan Bagas diketuk....
..."Masuk." Jawab Bagas dari dalam ruangan....
...Khinan masuk keruangan Bagas. Ini untuk kali pertama Khinan memasuki ruangan Bagas. Luas, sangat luas. Batin Khinan....
...Bagas beralih menduduki sofa dan diikuti oleh Khinan....
..."Ada apa Kak ?" Tanya Khinan....
..."Nanti malam mama mengundang kamu makan malam." Kata Bagas. "Jam 7 malam aku jemput ya." Kata Bagas....
..."Ok. Ada lagi kak ?" Tanya Khinan....
..."Temenin Aku makan siang." Ajak Bagas yg bangkit dari duduknya dan menggandeng tangan Khinan....
...Khinan mengerutkan keningnya. Pasalnya disini sedang tidak ada orang, Tapi kenapa Bagas menggandeng tangan Khinan ?. Bagas yg menyadari arti tatapan Khinan pun melepas pegangan tangannya. Lalu Bagas keluar dari ruangannya dan diikuti oleh Khinan....
__ADS_1
...Mereka makan siang dikantin. Sebenernya Bagas tidak lapar. Karna sarapannya pun telat pada saat dia metting dengan klien tadi. Tapi entah kenapa Bagas ingin sekali menemani Khinan makan siang. Bagas hanya memesan minuman saja. Sedangkan Khinan memilih menikmati mie pangsit favoritnya....
...Khinan heran pada Bagas. Dia yg mengajaknya makan siang tapi Bagas hanya memesan minuman saja....
..."Kakak gak makan ?" Tanya Khinan....
..."Masih kenyang." Jawabnya....
..."Kan tadi kakak yg ngajak makan siang ?" Khinan kembali bertanya. Bagas hanya tersenyum kepada Khinan....
...Tidak perlu menunggu lama, Makanan Khinan pun datang. Khinan mulai menyantap makanan yg ada dihadapannya itu. Bagas memperhatikan Khinan yg sedang asik menikmati makanan favoritnya itu....
..."Lucu." Kata Bagas yg masih terus memandangi Khinan....
..."Uhuk.. Uhuk.. Uhuk.." Khinan tersedak makanannya karna mendengar perkataan Bagas tadi....
...Secara reflek Bagas memberikan minumnya pada Khinan. Khinan menerima minuman pemberian Bagas....
...Entah kenapa suasana ini menjadi panas. Mereka sama-sama canggung. Khinan yg canggung karna Bagas memperhatikannya sejak tadi, Sedangkan Bagas yg canggung melihat Khinan salah tingkah dibuatnya. Setelah nya Bagas hanya tersenyum pada Khinan....
...Butuh waktu setengah jam untuk Khinan menyelesaikan makan siangnya. Itu karna Bagas yg tak lepas menatapnya ketika sedang makan....
...Bagas mengantar Khinan tepat dimeja kerja Khinan. Setelahnya Bagas akan kembali juga keruangannya. Khinan merasa hari ini sangat panas. Terbukti dengan pipinya yg tadinya pink karna efek blush on menjadi merah menerima perlakuan manis dari Bagas....
...Jam pulang kantor. Khinan duduk diloby kantor untuk menunggu kedatangan Bagas. Khinan mulai terbiasa pulang pergi bersama Bagas....
...Tak butuh waktu lama, Bagas datang menghampiri Khinan. Bagas berjalan dengan Vera sang sekertarisnya itu. Khinan tersenyum menyapa Vera, demikian juga Vera menyapa Khinan dengan ramah....
..."Kalian makin deket ya ?" Tebak Vera saat melihat Khinan dengan setia menunggu Bagas....
...Khinan dan Bagas hanya menanggapi dengan senyum secara bersamaan....
...Mereka pun pamit kepada Vera untuk segera pulang....
...Dalam perjalanan pulang pun mereka tak saling bersuara. Sampai Bagas memasuki apartemen Khinan. Bagas memarkirkan mobil mewahnya dan hendak turun untuk mengantar Khinan sampai ke kamar apartemennya, Namun dicegah oleh Khinan....
..."Kakak gak usah ikut turun, Kak Bagas pulang aja istirahat. Kan nanti masih jemput aku lagi." Kata Khinan dan diangguki oleh Bagas. Khinan pun turun dari mobilnya....
..."Hati-hati." Kata Bagas sebelum Khinan turun dari mobilnya....
__ADS_1
..."Kakak juga." Khinan menjawab dan diiringi dengan senyum manisnya. Bagas juga tersenyum menatap wajah manis Khinan. Entah kenapa Bagas merasa tenang jika saat bersama Khinan....
...Bagas pun kembali melajukan mobil menuju apartemen miliknya. Sore ini Bagas beristirahat diapartemennya saja....
...Khinan memasuki kamar apartemen dan langsung merebahkan diri diranjang empuknya. Waktu menunjukkan pukul 5 sore. Masih ada waktu untuk Khinan beristirahat sebentar sebelum menghadiri undangan makan malam bersama Bagas. Khinan pun mulai memejamkan matanya....
...Waktu terus berjalan. Khinan tertidur hampir dua jam. Ponsel Khinan berdering menandakan panggilan masuk. Dan itu dari Bagas. Khinan tersadar bahwa dia ketiduran. Khinan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mengabaikan telfon dari Bagas. Sedangkan Bagas yg sudah ada diloby apartemen pun masih terus mencoba menghubungi Khinan. Namun rupanya Khinan belum juga mengangkat telfonnya. Karna Bagas tidak sabar, Akhirnya Bagas naik menuju kamar apartemen Khinan....
...Setelah sampai didepan apartemen Khinan, Bagas mencoba memencet bel berkali-kali dan tak ada jawaban dari Khinan....
...Bagas mencoba membuka password kamar Khinan. Ternyata Khinan belum mengganti password kamar apartemennya. Passwordnya masih sama dengan yg disetting Bagas saat membeli apartemen itu untuk Khinan. Jadi dengan mudah Bagas bisa masuk ke dalamnya....
...Terlihat ruangan itu kosong. Bagas menuju kamar Khinan....
...Bagas membuka pintu kamar Khinan dan ternyata tidak dikunci. Bagas membuka pintu itu dan bertepatan dengan Khinan yg selesai dari kamar mandi. Khinan yg hanya mengenakan jubah mandinya terkejut melihat Bagas sudah ada disana....
..."Aaaaa." Teriak Khinan....
...Bagas terkaget dan segera menutup kembali pintu kamar Khinan....
..."Shorry Shorry." Jawab Bagas teriak dari luar kamar Khinan....
..."Kakak tunggu disofa aja. Aku ganti baju bentar." Khinan kembali berteriak....
...Khinan tidak menaruh curiga sama sekali terhadap Bagas. Karna apartemen ini sepenuhnya milik Bagas....
...Bagas memilih duduk disofa ruang tamu. Sambil menunggu Khinan selesai, Bagas menyalakan tv untuk menghilangkan kejenuhannya....
...30 menit berlalu. Khinan sudah selesai dengan dress tidak berlengan berwana nude. Sangat cantik melekat ditubuh Khinan....
...Khinan keluar dari kamarnya dan menghampiri Bagas yg tengah duduk disofa....
...Bagas menyadari bahwa Khinan sudah selesai dengan dandannya. Bagas menoleh kearah Khinan. Lagi dan lagi Bagas terpesona dengan kecantikan Khinan. Make up Khinan yg tipis natural membuatnya terlihat sangat anggun. Bagas tersenyum pada Khinan dan berdiri menghampiri Khinan. khinan merasa deg degan ditatap seperti itu oleh pacar pura-pura sekaligus atasannya itu. Khinan hanya bisa menunduk malu dihadapan Bagas....
..."Maaf kak. Tadi aku ketiduran." Kata Khinan memecahkan suasana canggung dihatinya....
..."It's Ok. Kita berangkat sekarang." Kata Bagas dan menggandeng tangan Khinan. Khinan pun tidak menolak digandeng oleh Bagas. Mereka berjalan menuju Loby setelah mengunci pintu apartemennya....
...Selama perjalanan mereka menuju mobil, Bagas tidak sedikitpun melepas tangan Khinan. Sepertinya mereka mulai nyaman dengan kehadiran masing-masing....
__ADS_1
...Semoga ini awal yg indah....