
...Akad nikah Khinan dan Bagas pun sudah selesai. Dan kini mereka sedang beristirahat di salah satu kamar hotel tersebut yg memang disediakan untuk sang pengantin....
...Ketika mereka berdua memasuki kamar tersebut, Khinan bingung harus berbuat apa. melihat disekeliling kamar itu. Satu ranjang berukuran king size menjadi salah satu aksen yg begitu mewah. Dihiasi dengan bunga-bunga mawar bertaburan. Tidak lupa dengan handuk yg di lipat membentuk dua angsa berada tepat ditengah ranjang besar itu....
..."Kamu istirahat saja dulu. Nanti malam acaranya lebih melelahkan". Kata Bagas yg kini duduk disofa dengan melepas sepatunya....
...Khinan hanya mengangguk dan segera membersihkan rias diwajahnya. Baru setelahnya Khinan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri....
...Beberapa menit berlalu Khinan sudah selesai dengan mandinya. Namun mendapati Bagas tidak ada didalam kamar. Setelah melihat ke pintu arah balkon terbuka, rupanya Bagas sedang berada dibalkon dan sedang menelfon seseorang. Mungkin itu adalah rekan kerjanya....
...Khinan langsung merebahkan tubuh lelahnya diatas ranjang berukuran besar tersebut. Mengistirahatkan dirinya untuk acara nanti malam. Dan tanpa menunggu lama Khinan pun sudah terlelap dalam tidurnya....
...Bagas kembali kedalam kamar setelah menutup panggilan telfon dari kliennya diluar kota. Dia masuk kekamar dan mendapati Khinan yg sudah tidur nyenyak. Bagas pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri juga....
...Dan beberapa menit kemudian Bagas selesai dari kamar mandinya dan menyusul Khinan keranjang besar itu....
...Berbaring menatap wajah manis Khinan....
..."Kamu cantik". Lirihnya. Tangan Bagas mulai berani mengelus wajah Khinan. Menyibakkan rambut yg menutupi wajah manisnya dan menyelipkan dibelakang telinga....
...Bagas tak ingin mengganggu istirahat Khinan. Dan dia pun ikut serta memejamkan matanya. Hingga entah menit keberapa Bagas pun terlelap dalam tidurnya....
...Sementara itu dilain tempat. Bayu sedang bersama dengan Laras. Mereka berencana akan hadir diacara Khinan dan Bagas bersamaan....
..."Apa rencana lo?" Tanya Bayu pada Laras....
...Terlihat Laras sedang membisikkan sesuatu pada Bayu. Entah apa itu hanya mereka yg tau....
..."Trus ?" Tanya Bayu disela-sela bisikan Laras....
...Dan Laras pun kembali membisikkan sesuatu lagi ditelinga Bayu....
..."Oke. Gue ikutin mau lo". Jawab Bayu setelahnya....
..."Oke. Gue harus cabut sekarang. Jangan lupa lo ntar malem jemput gue". Kata Laras mengakhiri pertemuannya dengan Bayu....
__ADS_1
..."Mau kemana lo ?" Tanya Bayu....
..."Ada urusan". Teriak Laras yg sudah pergi menjauh dari Bayu....
..."Dasar ******". Oceh Bayu saat Laras sudah sangat jauh darinya....
...Dan malam pun tiba. Kini di sebuah gedung megah tempat acara resepsi Khinan dan juga Bagas berlangsung sudah dipadati oleh para tamu undangan. Kebanyakan dari mereka adalah rekan kerja Bagas dan juga pak Irawan. Banyak juga pegawai dari kantor Bagas....
...Sedangkan Khinan hanya ditemani ibu dan juga kakak-kakaknya beserta sang suami. Dan kebetulan orang tua Khinan adalah anak tunggal, jadi mereka tak memiliki sanak saudara yg lain. Terlihat juga Luna datang menggandeng Danu sang kekasih beserta mama Luna....
...Khinan sudah siap dengan gaun indahnya. Menjadi putri sehari benar-benar impiannya yg menjadi nyata. Khinan tak kunjung pergi dari cermin yg memantulkan bayangan dirinya. Seakan-akan tak percaya bahwa orang yg berada dipantulan cermin itu adalah dirinya. Terlihat begitu anggun dan cantik. Semua orang pasti takjub dengan riasan Khinan yg sangat berbeda....
...Beberapa menit lagi acara dimulai. Khinan keluar dari kamar riasnya di dampingi dengan ibu dan kedua kakak perempuannya. Senyum mengembang diwajah cantik Khinan....
...Dan kini Khinan sudah berada diatas panggung bersama dengan Bagas disampingnya. Khinan pun tak melepas pegangan tangannya dilengan Bagas sama sekali. Seakan-akan ingin mengucapkan banyak-banyak terimakasih pada Bagas yg telah mewujudkan mimpinya....
...Acara demi acara berjalan dengan lancar. Terlihat Laras menggandeng Bayu dan pergi menghampiri mempelai berdua. Dari kejauhan Luna begitu kaget dengan kedatangan Bayu. Kata Khinan Bayu tak diundang dalam acara ini. Tapi kenapa dia bisa sampai disini ?....
...Bayu berjalan dan memberi ucapan selamat untuk Bagas dan juga Khinan. Khinan yg tak mengetahui kedatangan Bayu pun dibuat kaget ketika tiba-tiba Bayu sudah berada didepannya. Bagas pun mengerti ketakutan yg dialami Khinan. Bagas dengan segera merangkul pinggang Khinan supaya Bayu tak berani macam-macam pada istrinya tersebut....
...Khinan melirik kearah suaminya. Sedangkan Bagas masih menatap Bayu tak percaya....
..."Gimana lo bisa dateng. Khinan gak ngundang lo". Tanya Bagas pada Bayu. "Iya kan sayang ?" Lanjutnya bertanya pada Khinan....
...Khinan hanya mengangguk. Dia merasa diberi kekuatan oleh suaminya untuk menghadapi Bayu....
..."Oh. Ini pak, Saya datang dengan pasangan saya. Kebetulan dia yg bawa undangannya". Kata Bayu memperkenalkan Laras sebagai pasangannya....
...Bagas dan Khinan saling memandang. Kok bisa mereka menjadi pasangan ? Pikirnya....
..."Ceritanya panjang Gas. Gak akan selesai jika dibahas disini". Jawab Laras memecahkan pikiran Khinan dan juga Bagas tentang mereka berdua....
..."By the way. Selamat ya untuk kalian berdua. Semoga langgeng dan cepet diberi momongan". Lanjut Laras memberi ucapan selamat buat mempelai berdua....
..."Makasih mbak". Jawab Khinan tersenyum pada Laras....
__ADS_1
...Dan setelah mereka bersalaman, mereka turun dari panggung dan mengambil beberapa hidangan yg sudah disediakan. Demikian pula dengan semua tamu undangan diacara makan-makan tersebut....
...Laras pamit ke toilet pada Bayu. Sedang Bayu masih menikmati makanan yg kini berada ditangannya....
...Saat Laras pergi ke toilet, rupanya ada seseorang yg mengikutinya. Sampai saat didepan pintu toilet itu tangan Laras digenggam oleh seseorang....
..."Lepas. Jangan kurang ajar lo". Bentak Laras pada orang yg mengikutinya dari tadi....
..."Santai aja kali. Gue tau gue bakal lebih babak belur kalau ngapa-ngapain lo". Jawab Devan....
..."Siapa lo ?" Tanya Laras....
..."Gue Devan. Suaminya Niken". Jawabnya....
...Laras mengenali Niken. Karna dulu Bagas sering bercerita tentang kedua adiknya saat masih pacaran....
..."Mau apa lo ?" Tanya Laras yg tak suka basa-basi....
..."Lo udah gak suka sama Bagas ?" Tanya Devan lagi....
..."Emang apa urusan lo ?" Kata Laras malah balik bertanya....
..."Biasa aja kali kalau ngomong. Gak usah pakek nada tinggi gitu". Jawabnya. "Gue hanya mau nawarin. Gue bisa bantu lo untuk kembali sama kakak ipar gue itu. Karna gue juga udah lama ngincer Khinan". Lanjutnya....
..."Lo suka sama Khinan juga ? Trus gimana istri lo ?" Tanya Laras lagi....
..."Ya tetep lah. Aset mah gak boleh dilepas. Tapi kalau Khinan..." Jawab Devan sambil membayangkan sesuatu. "Gue begitu tertarik sama tubuhnya". Lanjut Devan....
...Laras terkejut dengan pernyataan Devan. Mungkin bekerja sama dengan Bayu menguntungkan. Tapi kalau bekerja sama dengan Devan akan lebih menjanjikan. Setidaknya Devan tak menaruh hati pada Khinan. Jadi apapun yg dilakukannya nanti gak akan pakek perasaan. Beda halnya dengan Bayu. Bayu yg terobsesi untuk memiliki Khinan akan lebih sulit membuat Khinan menderita. Begitu pikir Laras....
..."Oke. Gue mau kerjasama sama lo". Jawab Laras menyetujui ajakan Devan. "Tapi gak boleh ada yg tau tentang ini. Soalnya gue udah terlanjur kerjasama sama mantannya Khinan. Dia bisa bantu, tapi tidak mungkin dia bisa menyakiti Khinan". Lanjutnya lagi....
..."Deal". Kata Devan sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Laras....
...Laras pun membalas jabatan tangan dari Devan dan membuat kesepakatan baru dari mereka....
__ADS_1