
...Malam ini menjadi malam pertama untuk pasangan suami istri yg baru saja mengutarakan perasaan mereka. Untuk pertama kalinya mereka dipersatukan disatu kamar setelah resepsi pernikahan mereka waktu itu. Khinan menjadi sangat canggung dibuatnya....
...Khinan sedang duduk diruang rias. Membersihkan sisa-sisa make up diwajahnya. Bagas datang dari kamar mandi dan mendatangi sang istri yg tengah asik dengan wajahnya. Merangkulkan tangannya didada Khinan. Menciumi leher Khinan dari belakang. Khinan terhanyut dengan belaian sang suami. Memejamkan matanya untuk menikmati sentuhan sang suami....
...Khinan tersenyum melihat sang suami dari pantulan cermin. Begitu juga dengan Bagas. Bagas memutar posisi duduk Khinan hingga mereka saling berhadapan....
..."Apa kamu bahagia ?" Tanya Bagas yg berjongkok untuk mensejajarkan posisi mereka. Khinan mengangguk dengan pertanyaan Bagas....
..."Aku sangat bahagia. Dan selamanya akan bahagia". Jawabnya....
...Bagas membawa Khinan berdiri dan mengiringnya untuk duduk diranjang bersamanya. Bagas masih memandangi sang istri dengan tangan yg saling menggenggam. Bagas mendekatkan wajahnya kewajah Khinan. Memandangi bibir tipis yg sangat diinginkannya. Bagas semakin mendekat. Khinan memejamkan matanya. Dan didetik selanjutnya, Bibir mereka sudah saling menyentuh. Bagas mengalihkan tangannya memegang tengkuk Khinan. Memperdalam ciumannya supaya tak terlepas. Beralih keleher jenjang Khinan. Menciumnya dengan penuh nafsu. Dan jangan lupakan tangan Bagas yg kini sedang berusaha melepaskan piyama Khinan. Tangan kirinya sedang sibuk dengan kancing-kancing piyama Khinan. Hingga kancing itu terlepas semua. Bagas melepas ciumannya dari leher Khinan. Dan melepas baju Khinan yg menyisakan bra itu. Dan ketika Bagas akan kembali mencium bibir Khinan, secara tiba-tiba Khinan merasa mual....
..."Huek. Hueek". Khinan segera berlari kekamar mandi....
..."Kamu kenapa sayang ?" Tanya Bagas mengekori Khinan menuju kamar mandi....
...Dan sampai dikamar mandi, Khinan memuntahkan semua isi didalam perutnya. Bagas dengan telaten memijit tengkuk Khinan supaya Khinan merasa lega....
..."Kamu sakit ?" Tanya Bagas yg melihat Khinan dari pantulan kaca didepannya....
...Khinan sudah merasa sedikit lega. Dan membalas tatapan Bagas dari kaca....
..."Sebenarnya". Kata-kata Khinan menggantung. Enggan untuk meneruskan. Tapi lambat laun semua akan terbongkar. Cepat atau lambat semua akan tetap ketahuan. Jadi buat apa Khinan menyimpan rahasia besar ini. Itu tidak akan bertahan lama. Kalaupun Khinan berdusta dengan mengakui jika itu anak dari suaminya, Namun usia kandungan Khinan tak mungkin bisa bohong. Khinan benar-bemar dilema saat ini. Bagaimana jika Bagas tidak percaya dengan cerita Khinan. Bagaimana Khinan bisa membuktikannya. Sedangkan rumah sebesar ini belum terpasang CCTV....
..."Sebenarnya apa sayang ?" Tanya Bagas yg menunggu ucapan Khinan selanjutnya. Namun Khinan tak juga melanjutkannya....
..."Aku... Aku". Khinan tak mampu berucap. "Huek. Hueek". Khinan kembali menumpahkan isi dalam perutnya. Hingga kata-kata itu tak jadi keluar dari mulutnya....
..."Aku buatin minuman anget dulu ya". Kata Bagas yg bergegas meninggalkan Khinan dikamar mandi....
__ADS_1
...Khinan menangis meratapi nasibnya. Bagas begitu baik dan perhatian padanya. Tapi apa yg terjadi pada dirinya saat ini merupakan kesalahan yg sangat fatal. Bukan perihal benar atau salahnya. Tapi Khinan merasa sangat menghianati sang suami. Dan Khinan juga bingung harus bercerita dari mana....
...Khinan kembali kekamarnya dan segera mengenakan kembali piyamanya....
..."Ini sayang. Minum ini dulu. Mungkin kamu masuk angin. Tadi kan gaun kamu sedikit terbuka. Mungkin kamu tidak terbiasa". Kata Bagas sambil menyerahkan minuman hangat untuk Khinan....
...Khinan menerima gelas berisi air hangat dari Bagas. Dan segera meminumnya hingga tandas....
..."Makasih sayang". Katanya....
...Bagas hanya mengangguk dan mengambil gelas yg sudah kosong serta menaruhnya dinakas dekat ranjang mereka....
..."Sekarang kamu istirahat ya. Supaya cepet sembuh. Kalau besok belum mendingan, kita kedokter". Kata Bagas lagi....
...Khinan merebahkan badannya untuk istirahat. Dan mendengar kata dokter yg diucapkan oleh Bagas, dia sedikit kepikiran. Khinan belum siap bercerita pada sang suami. Dan jika dia kedokter bersama Bagas, Itu malah semakin bahaya untuknya. Khinan berusaha supaya besok kondisinya jauh lebih baik. Apapun yg terjadi Bagas tak boleh tau dari orang lain. Nanti jika waktunya tepat, dia sendiri yg akan berbicara pada sang suami. Jadi malam ini dia memutuskan untuk segera beristirahat....
..."Gak usah terlalu dipikirin sayang. Aku mencintaimu tulus. Bukan sekedar karna nafsu". Jawab Bagas. "Sekarang kamu tidur". Suruh Bagas melanjutkan. Bagas menyelimuti tubuh Khinan supaya Khinan tak kedinginan....
..."Sayang". Panggil Khinan....
..."Heemm" Jawab Bagas dan menoleh kearahnya....
..."Pengen dipeluk". Pinta Khinan manja. Bagas tersenyum dan melebarkan tangannya....
..."Sini". Katanya....
...Khinan segera mendekat kearah sang suami. Merebahkan kepalanya didada bidang Bagas. Membiarkan dirinya mendengar detak jantung sang suami yg berada tepat dibawah telinganya. Tangan kiri Bagas mengusap lembut rambut sang istri. Membiarkannya tidur malam ini....
..."Maafin Khinan kak. Khinan gak bermaksut berhianat padamu. Semua ini murni kecelakaan. Khinan tidak kuasa melawannya saat itu. Apa yg harus Khinan lakukan supaya kak Bagas percaya sama Khinan ?" Batin Khinan menangis. Dan juga air mata itu membasahi pipinya tanpa disuruh....
__ADS_1
...Bagas memang lelaki yg baik. Tapi dia juga manusia biasa yg mudah emosi. Khinan begitu takut akan hal itu....
...Biarlah waktu yg menjawab. Siap atau tidak, Khinan harus menerima apapun keputusan Bagas. Jika itu yg terbaik....
...Pagi ini. Khinan sudah berada didapur. Memasak sarapan untuk Bagas dan juga dirinya seperti biasa. Untunglah pagi tadi Khinan tidak mengalami morning sickness seperti beberapa hari yg lalu. Jadi kondisinya tak perlu dikhawatirkan oleh Bagas....
...Bagas yg masih bergelung dengan selimut itu perlahan membuka matanya. Melihat disisi kirinya tak mendapati Khinan berada disana. Bagas segera bangun dan menuju kamar mandi. Kemudian Bagas keluar dari kamar untuk mencari keberadaan sang istri. Terlihat Khinan sedang berkutat didapur dengan bik Ijah. Bagas menghampirinya dan memeluknya dari belakang. Menenggelamkan wajahnya ditekuk Khinan....
..."Aku cari-cari juga". Kata Bagas setelah menemukan Khinan....
..."Iihh sayang. Malu ada bik Ijah". Jawab Khinan sambil melirik kearah asisten rumah tangganya itu. Namun bik Ijah lebih memilih tak melihat kearah pasangan suami istri itu. Namun dalam hati bik Ijah merasa ikut senang karna mereka sudah terlihat saling mencintai....
..."Biarin aja sih. Bik Ijah juga pernah muda". Jawab Bagas yg tak merubah posisinya....
...Khinan membalikkan badannya untuk menghadap sang suami. "Sekarang sayang mandi. Jangan sampai telat kekantor". Suruh Khinan pada sang suami....
...Namun Bagas malah mendekatkan bibirnya ketelinga Khinan. Sambil berbisik....
..."Mandiin". Katanya....
...Khinan kaget dan melototkan matanya. "Nanti malah gak jadi mandi kalau sama Aku". Balas Khinan....
..."Ya emang itu tujuannya". Rengek Bagas lagi....
...Khinan pusing dengan kelakuan suaminya itu. Padahal disana ada bik Ijah. Namun Bagas tak malu sama sekali untuk menggoda Khinan....
...Dengan terpaksa Khinan mendorong tubuh suaminya untuk masuk kamar. Dan setelahnya dia juga harus mendorong Bagas supaya segera mandi dan pergi menuju kantornya. Saat Bagas akan menarik tangan Khinan agar ikut dengannya masuk kekamar mandi, secara tiba-tiba ponsel Khinan berdering....
...Akhirnya Bagas melepaskan tangan Khinan. Membiarkan sang istri menerima panggilan telfon yg ternyata dari ibunya itu. Dengan terpaksa Bagas mandi sendiri dan segera bersiap menuju kantornya....
__ADS_1