
...Khinan sudah sampai dirumahnya. Khinan diantar kembali oleh sang mama mertua. Tapi mama mertuanya lebih memilih untuk langsung pulang. Karna papa sudah menunggunya. Begitu alasan mama....
...Khinan memasuki rumahnya. Bergegas menuju kamar dan juga bergegas mandi. Karna hari sudah hampir petang....
...Selesai dengan aktifitasnya bebersih diri, Khinan menuju dapur untuk memasak makan malamnya bersama sang suami seperti biasa. Hari ini Khinan memasak menu spesial favorit sang suami. Berharap dia bisa menerima apapun yg Khinan katakan nantinya....
...Hari semakin gelap. Belum juga tanda-tanda Bagas pulang. Khinan memutuskan menunggu sang suami pulang dikamar saja....
...Lama menunggu Khinan mulai merasa jenuh. Biasanya dijam segini Bagas sudah berada dirumah. Khinan membuka tas nya untuk mengambil ponselnya. Dan sesaat dia tersadar bahwa selembar kertas hasil pemeriksaannya dari dokter waktu itu tidak ada didalam tas. Khinan sibuk mencari kesana kemari. Jangan sampai orang lain tau terlebih dahulu. Dan saat Khinan akan keluar kamar untuk mencarinya, Bagas tiba-tiba datang membuka pintu....
..."Mau kemana kamu ?" Tanya Bagas. Khinan melihat kearah suami dan sebuah kertas yg dipegang oleh suaminya. Ya. Itu kertas yg Khinan cari-cari....
..."Sayang sudah pul... PLAK". Kata-kata Khinan menggantung beserta sebuah tamparan mendarat dipipi mulusnya....
..."Mau pergi ? Mau ketemu dengan selingkuhanmu ? Hah....? Jawab". Teriak Bagas dengan muka yg memerah padam....
..."Aku bisa jelasin sayang". Kata Khinan berusaha meredam amarah Bagas....
..."Saya tidak perlu penjelasan kamu. Semua yg keluar dari mulut kamu itu bulshit". Teriak Bagas....
...Khinan menggelengkan kepalanya. Berusaha bicara baik-baik sama Bagas....
..."Kamu tenang dulu sayang. Aku bisa jelasin semuanya. Kamu hanya salah paham". Kata Khinan lagi....
...Namun Bagas semakin memajukan langkahnya. Mendekat kearah Khinan dan mencengkram rahang Khinan dengan sangat kuat....
..."Apa kamu bilang ? Salah paham ?". Kata Bagas masih dengan mencengkram rahang Khinan....
..."Cuih". Bagas meludah kesamping Khinan. "Jadi ini alasan kamu belum mau aku sentuh ? Supaya kamu bisa leluasa dengan selingkuhanmu itu ? Dan kamu sengaja buat aku jatuh cinta setiap hari untuk nutupin semua perlakuan bejatmu ? Iya ?". Maki Bagas. Namun Khinan tak dapat menjawabnya karna Bagas masih mencengkram rahang Khinan. Khinan hanya bisa menggelengkan kepalanya. Air mata membanjiri pipi mulusnya....
..."Untung saja saya belum sempat menyentuh tubuh kotormu ini. Sehingga kebusukanmu kuketahui dengan cepat. Andai saja waktu itu Aku jadi menyentuhmu, Mungkin kamu akan berdusta dan mengakui itu sebagai anakku". Kata Bagas dengan tertawa sinis. "Dasar wanita ******". Teriak Bagas dan menghempaskan tangannya dari rahang Khinan. Namun Khinan hilang keseimbangan dan akhirnya dia terjatuh. Khinan merasakan kram diperutnya. Dia terus memegangi perut yg masih rata itu....
..."Saakiitt Kak". Keluh Khinan sambil meringis memegangi perutnya....
__ADS_1
..."Kamu pikir aku peduli ?" Jawab Bagas acuh. Bagas kemudian pergi dari kamar itu. Dan Khinan berusaha bangkit mengejar sang suami. Bagas harus tau kebenarannya. Khinan tidak mau salah paham ini terlalu lama. Khinan yg menahan rasa sakit diperutnya berusaha mengejar Bagas. Dan Khinan berhasil mengejar Bagas dengan meraih lengan kekar Bagas....
..."Tunggu kak. Kamu harus tau yg sebenarnya". Kata Khinan memohon....
..."Lepas". Kata Bagas melihat kearah lengannya yg dipegang oleh Khinan....
..."Enggak. Kamu harus dengerin aku". Khinan kembali memohon....
..."Lepas". Suara Bagas naik satu oktaf. Namun Khinan tetap tak melepaskan tangannya....
..."Akan aku lepas kalau kakak mau dengerin penjelasanku". Pinta Khinan....
...Namun Bagas masih tersulut emosi. Dan dengan paksa dia menghempaskan lengannya supaya terlepas dari tangan Khinan. Dan posisi mereka tepat didekat tangga. Khinan kembali hilang keseimbangan. Dan tanpa sadar Khinan berada diujung tangga. Khinan terhuyung kebawah. Khinan terjatuh dari lantai dua. Bagas yg hendak meraih tangan Khinan pun terlepas. Khinan sudah terlanjur berguling ditangga rumahnya....
..."Khinaan". Teriak Bagas....
...Bik Ijah dari arah dapur memperhatikan tangga. Dan betapa kagetnya dia ketika melihat Khinan terjatuh dari tangga. Dengan wajah yg penuh lebam. Bik Ijah segera berlari menghampiri sang majikan....
..."Den. Ini gimana ?" Tanya Bik Ijah panik. Khinan tak sadarkan diri. Dan darah segar mengalir dari kedua pahanya. Bik Ijah benar-benar panik saat itu....
...Bagas kembali menuruni tangga. "Saya tidak peduli". Jawabnya....
...Bagas pergi meninggalkan rumahnya. Pergi meninggalkan bik Ijah yg panik dan Khinan yg tak sadarkan diri....
..."Aden". Bik Ijah kembali teriak memanggil Bagas. Namun Bagas seakan tutup telinga dengan apapun. Bagas mengemudikan mobilnya dan pergi entah kemana. Sedangkan bik Ijah panik dan segera berlari minta bantuan pada Pak Jupri....
..."Jup. Jupri". Teriak bik Ijah memanggil pak Jupri. Masih dengan wajah panik dan air mata mengalir deras dipipinya....
..."Ada apa ?" Tanya pak Jupri yg melihat bik Ijah seperti orang ketakutan. Bik Ijah tak dapat lagi berbicara karna panik. Dia terus menarik tangan pak Jupri untuk ikut bersamanya. Pak Jupri tidak banyak bertanya. Dia menurut saja dengan bik Ijah....
...Khinan kemudian dibawa kerumah sakit oleh bik Ijah dan pak Jupri. Bik Ijah masih berusaha menyadarkan Khinan. Walaupun hasilnya nihil....
..."Bangun non. Bangun". Tangis bik Ijah mengelus rambut majikannya itu....
__ADS_1
...Dan tak butuh waktu lama mereka sudah sampai dirumah sakit terdekat. Pak Jupri menghentikan mobilnya dipintu masuk. Dan turun memanggil petugas yg sedang berjaga. Karna kebetulan ini sudah malam, Jadi rumah sakit itu terlihat sepi. Khinan segera mendapat penanganan oleh beberapa perawat....
..."Ibu tunggu disini saja. Pasien biar kami periksa dulu". Kata salah satu perawat itu pada bik Ijah....
..."Selamatkan majikan saya sus". Mohon bik Ijah....
..."Kami usahakan". Jawab perawat itu lagi. Dan Khinan dibawa masuk keruangan bertuliskan IGD itu. Bik Ijah memilih duduk diruang tunggu bersama pak Jupri....
..."Sebenernya ada apa sih bik ?" Tanya pak Jupri setelah bik Ijah duduk disampingnya....
...Bik Ijah menggelengkan kepalanya. Belum bisa bercerita semuanya. Karna bik Ijah juga belum tau apa permasalahannya dengan Bagas tadi....
..."Aku juga gak tahu Jup". Kata bik Ijah lagi....
...Lama mereka menunggu. Hampir satu jam Khinan berada diruangan itu, Namun belum satupun perawat yg keluar memberinya kabar. Beberapa menit selanjutnya terlihat suster keluar dari ruangan. Bik Ijah dan pak Jupri segera berlari kearah perawat itu....
..."Gimana majikan saya sus ?" Tanya bik Ijah....
..."Maaf. Kami tidak bisa menyelamatkan janinnya. Dan untuk ibunya masih dalam penanganan. Beliau masih belum sadarkan diri". Jelas perawat itu tadi....
..."Janin ?. Berarti non Khinan sedang hamil ?" Tanya bik Ijah lagi. Perawat itu hanya menganggukkan kepalanya....
..."Kami akan melakukan tindakan segera. Tapi kami perlu suaminya untuk bertanggung jawab atas rumah sakit ini. Dimana suaminya ?" Tanya sang perawat itu....
...Bik Ijah hanya diam. Kelihatannya dia mulai paham dengan permasalahannya. Mulai paham kenapa Bagas bersikap begitu pada sang istri....
..."Suaminya sedang diluar kota sus. Tadi saya hubungi tapi hp nya tidak aktif. Mungkin disana sedang susah sinyal". Jawab Bik Ijah memberi alasan....
..."Lalu bagaimana ? Keluarganya ?" Tanya perawat itu lagi....
..."Saya saja. Saya yg akan bertanggung jawab atas majikan saya". Kata bik Ijah lagi. Perawat itu mengangguk....
..."Baik. Ibuk ke bagian informasi ya untuk mengisi beberapa data pasien". Suruh perawat lagi. Bik Ijah segera menuju informasi seperti yg perawat itu katakan. Biar bagaimanapun, dia tidak akan membiarkan Khinan seorang diri....
__ADS_1