
...Beberapa hari berlalu. Pagi ini Khinan sudah berkutat didapur. Padahal hari ini hari libur. Jadi Bagas libur untuk kekantor. Meski demikian, Khinan selalu rajin memasak untuk dirinya dan sang suami....
...Seperti sudah menjadi kebiasaan. Bagas membuka mata yg dicari pertama kali adalah istrinya. Bagas pasti menyusul Khinan kedapur sebelum Bagas membersihkan dirinya. Bagi Bagas rasanya ada yg kurang jika ia membuka mata tak mendapati istrinya disana....
...Bagas memeluk Khinan dari belakang. Kebetulan bik Ijah sedang mencuci baju dibelakang, jadi Bagas bisa leluasa memeluk sang istri....
..."Sayang. Kebiasaan deh. Cuci muka dulu sana". Kata Khinan disela-sela aktifitasnya memasak....
..."Makanya kalau aku bangun, kamu harus ada dikamar. Jadi aku nggak perlu kesini dulu". Jawabnya....
...Khinan tak lagi bisa menjawab. Dia memfokuskan dirinya lagi dengan masakan didepannya. Membiarkan Bagas yg bergelayut manja dibelakangnya....
..."Sayang". Kata Bagas lagi. "Kita honeymoon yuk". Lanjutnya....
...Khinan menghentikan aktifitasnya. Lalu berbalik badan memandang kearah sang suami....
..."Untuk apa ? Dirumah saja aku sudah bahagia. Begini saja aku sudah sangat bahagia". Jawabnya....
..."Tapi kan kita belum honeymoon sayang. Emang kamu nggak pengen ?" Tanya Bagas lagi....
..."Memangnya kamu pengen kita honeymoon kemana ?" Tanya Khinan. Bagas tampak sedang berfikir....
..."Kalau paris gimana ?" Usul Bagas....
..."Aku sih kemana saja boleh. Yg penting sama kamu". Jawab Khinan. Bagas yg sedang bucin itu merasa bahwa Khinan sedang menggodanya. Bagas memicingkan sebelah matanya....
..."Masih pagi. Jangan menggodaku". Bisik Bagas....
..."Iihh. Kamu aja yg omes. Gini aja dibilang menggoda". Bantah Khinan....
__ADS_1
..."Tapi aku tergoda. Gimana dong ?" Tanyanya lagi....
..."Kamu tu ya. Gampang banget tergoda". Jawab Khinan. "Eh sayang. Kamu nyium bau sesuatu nggak ?" Lanjut Khinan. Kemudian mereka mencari-cari sumber bau. Dan betapa kagetnya mereka saat melihat kearah kompor. Masakan Khinan gosong karna mereka sibuk bermesraan dipagi hari....
..."Aaa. Yah gosong". Teriak Khinan dan langsung mematikan kompornya. "Kamu sih. Aku lagi masak malah diganggu". Lanjutnya menyalahkan Bagas....
...Namun yg disalahkan tak merasa bersalah sama sekali. Bagas malah tertawa melihat masakan Khinan yg sudah hangus. Dan dia kembali memeluk sang istri....
..."Ya udah. Itu artinya kamu nggak boleh masak hari ini. Bolehnya kamu hanya nemenin aku seharian". Kata Bagas menggoda sang istri....
..."Kamu tu ya. Dasar omes". Balas Khinan yg kesal karna ulah Bagas. Khinan berjalan menuju kamarnya membiarkan dapur yg begitu berantakan. Dan seperti biasa Bagas akan tetap memeluknya dari belakang. Namun Khinan tak merasa kerepotan sama sekali. Khinan merasa bahagia dengan kebucinan suaminya itu....
..."Mandi bareng ?" Tanya Bagas setelah mereka sampai dikamar. Khinan hanya diam tak bersuara. Kemudian Bagas lagi-lagi bergelayut manja memeluk Khinan. "Kamu ngambek ?" Tanyanya. Khinan hanya menggelengkan kepalanya. "Ya udah. Berarti kita mandi bareng kan ?" Lanjut Bagas lagi....
...Khinan yg semula membereskan tempat tidur menghentikan aktifitasnya lalu memandang kearah suami. Suami yg saat ini sangat dicintainya. Suami yg begitu bucin terhadapnya. Entah karna apa Khinan tak mungkin bisa berlama-lama marah padanya. Dan dia pun dengan terpaksa menuruti sang suami untuk mandi bersama....
...Dikamar mandi Bagas tak melepas pelukannya. Sampai-sampai Khinan merasa risih dibuatnya....
..."Sayang. Katanya mau mandi. Udah lepas". Teriak Khinan jengkel....
..."Iya iya". Jawab Bagas pasrah dan melepas pelukannya. Namun bukan Bagas namanya kalau dia tidak jail terhadap Khinan. Bagas berdiri didepan Khinan dan mengambil alih tangan Khinan yg hendak membuka piyamanya. Khinan memandang kearahnya. Khinan tau maksut dari suaminya itu. Tapi biar bagaimanapun Khinan tak dapat menolaknya. Dia begitu ketagihan dengan sentuhan Bagas yg begitu lembut. Hingga membawa Khinan pada sensasi yg luar biasa....
...Bagas melepas kancing piyama Khinan satu persatu. Hingga melepas dan melemparkannya kesembarang arah. Bagas kemudian mendekat kearah sang istri dan memeluknya dengan penuh kasih. Menciumi setiap inci leher jenjang Khinan hingga Khinan terbuai olehnya. Dan tak lupa tangan Bagas berusaha melepas kancing Bra Khinan. Hingga kini Khinan bertelanjang dada. Bagas menyukai dua gundukan yg sangat menggoda milik Khinan itu. Hingga dia ******* dan membenamkan wajahnya disana. Khinan pun tak tinggal diam. Dia berusaha melepas baju Bagas....
..."Aku mencintaimu". Bisik Bagas ditelinga Khinan....
..."Aku lebih mencintaimu". Balas Khinan lagi. Khinan mendekati bibir tebal Bagas dan menciumnya untuk beberapa detik. Dan setelah puas mereka menuju bathup kamar mandi itu. Entah sejak kapan mereka sudah dalam keadaan telanjang bulat. Dan Bagas menyalakan shower untuk membasahi tubuh mereka....
...Niat awal mandi bareng tapi sekarang mereka melakukannya lagi. Setelah semalam Khinan dihajar habis-habisan oleh sang suami, dan pagi ini dikamar mandi mereka melakukannya lagi. Bagas memang sangat fasih dalam memperlakukan Khinan. Hingga Khinan benar-benar menikmati setiap permainan Bagas....
__ADS_1
...Bagas melakukannya dengan sangat lembut. Dikamar mandi itu menjadi saksi betapa nikmatnya permainan mereka pagi ini. Kamar mandi yg semula sunyi kini dipenuhi oleh ******* keduanya. Sampai akhirnya mereka sama-sama mencapai puncaknya. Bagas mencium kening Khinan yg masih dibawah kungkungannya dibathup itu. Dan tak lupa Bagas selalu mengucap kata terimakasih setelah dipuaskan oleh sang istri. Itu membuat Khinan benar-benar merasa dihargai. Khinan pun membalasnya dengan ciuman bertubi-tubi di wajah Bagas. Itu sebagai tanda terimakasih juga dari Khinan....
...Dan setelah aktifitas panas mereka didalam kamar mandi pagi ini, Bagas dan Khinan akhirnya mandi juga. Dan untuk kali ini mereka benar-benar mandi. Tidak ada adegan apa-apa lagi didalamnya....
...Dan setelah keduanya selesai dengan aktifitas mandi mereka, mereka segera keluar. Bagas berencana mengajak Khinan jalan-jalan kemanapun yg Khinan mau. Karna hari ini hari weekend jadi Bagas akan memanjakan Khinan dengan menuruti semua kemauannya....
...Kali ini Khinan hanya ingin ketaman bermain. Bagas sudah menawarkan Khinan untuk jalan-jalan kemall untuk shoping, namun Khinan tak mau shoping untuk hari ini. Dia hanya mau pergi ketaman bermain dengan sang suami....
...Mereka sudah sampai ditaman bermain yg Khinan maksut. Disana banyak anak-anak sedang menikmati masa liburnya. Tentunya ditemani oleh orang tuanya. Ada juga beberapa pasangan muda mudi yg sedang dimabuk asmara sedang menikmati suasana taman itu. Tidak lupa pula dengan deretan makanan kaki lima yg memang mangkal disana. Khinan menunjuk kearah gerobak mie ayam yg kelihatannya enak dimata Khinan. Khinan menarik tangan Bagas untuk ikut dengannya mendekati penjual mie ayam itu....
..."Kita makan itu aja ya sayang". Ajak Khinan pada Bagas. Bagas mengarahkan pandangannya pada jari Khinan menunjuk. Kemudian Bagas nampak Ragu dengan pedagang kaki lima itu. Menurutnya itu makanan tidak steril....
..."Jangan. Kita cari restourant aja ya. Disana nggak steril sayang". Jawab Bagas menolak....
..."Siapa yg bilang. Makan disana nggak akan bikin sakit perut kok. Tenang aja". Balas Khinan lagi....
..."Enggak deh sayang. Kita cari tempat yg layak aja ya". Tolak Bagas lagi....
..."Kita coba dulu sayang. Nanti kalau nggak enak kita boleh pindah deh. Aku janji". Kata Khinan lagi merayu Bagas dengan menunjukkan jari kelingkingnya kearah Bagas....
...Bagas dengan ragu akhirnya mengangguk. Dari pada harus berantem ditempat seperti ini karna masalah sepele. Menurutnya....
...Khinan memesan dua mangkok mie ayam. Dan kemudian mencari tempat duduk yg tak jauh dari penjual mie itu....
..."Kamu yakin mau makan disini ?" Tanya Bagas lagi....
..."Iya sayang. Percaya deh. Ini tu enak. Kamu nggak bakal kenapa-napa kok. Tenang aja". Jelas Khinan lagi. Dan tak menunggu waktu lama pesanan mereka pun datang. Khinan dan Bagas segera melahap makanan mereka. Awalnya Bagas tampak ragu mau memakannya, namun setelah dia mencoba sedikit makanan itu dan rasanya pun tak seburuk yg dia pikir....
..."Enak ?" Tanya Khinan yg melihat kearah Bagas sedang menikmati makanannya. Bagas hanya mengangguk dan masih fokus dengan makanan didepannya. Khinan merasa sangat bahagia kali ini. Dia benar-benar merasakan cinta yg sempurna. Sosok yg saat ini disampingnya ialah sosok yg dia idam-idamkan. Bagas lelaki yg baik, lelaki yg bertanggung jawab, dan lelaki yg sangat mencintainya. Khinan berharap kebahagiaan ini kekal sampai nanti. Tidak ada lagi drama apapun dikehidupan rumah tangganya. Kalaupun ada, Khinan berharap jika mereka mampu menyelesaikannya dengan kepala dingin. Dan tentunya setiap rumah tangga berharap tidak ada kata pisah selain maut memisahkan mereka....
__ADS_1