
...Luna menghampiri Khinan yg duduk diatas ranjangnya....
..."Panjang ceritanya Lun". Jawabnya sambil tersenyum....
...Luna duduk disamping Khinan. Melihat kearah pintu. Memastikan bahwa Bagas tak mendengarnya....
..."Sory nan. Gue yg udah kasih nomor lo ke Bayu. Gue juga tau kalau Bayu ngajak lo keluar kemaren. Tapi sumpah, Gue ga tau kalau lo bakal dicelakain sama dia". Kata sahabatnya itu....
...Khinan tersenyum pada Luna. Luna memang bener-bener sahabat baiknya....
..."Iya Lun. Aku juga gak apa-apa kok". Jawabnya....
..."Tapi kok lo bisa sampek luka gini ?" Tanya Luna....
...Khinan menarik nafasnya panjang. Cerita yg begitu menyakitkan untuk Khinan....
..."Aku ga tau kalau Bayu berniat buruk sama aku. Awalnya aku mau menerima ajakan Bayu karna kupikir Bayu lelaki yg baik". Kata Khinan. Mengingat masa-masa mereka masih sekolah memang Bayu sangat baik terhadap Khinan. Siapa sangka Bayu bisa berubah sejahat ini....
..."Trus kamu diapain ?" Tanya Luna....
...Khinan meneteskan air matanya. Mengingat kejadian keji itu. Tak mampu menceritakan yg sebenarnya....
..."Gue minta maaf ya Nan. Ini karna gue udah jail banget pakek acara kasih nomor lo ke dia". Kata Luna menyesali perbuatannya....
...Khinan melengkungkan bibirnya. Biar bagaimanapun Luna sudah sangat baik padanya. Jadi mana mungkin dia bisa marah pada Luna....
...Bagas datang memanggil Khinan untuk sarapan....
..."Sarapan dulu Nan". Kata Bagas....
...Khinan hendak berdiri dari duduknya. Dibantu oleh Luna. Tapi lagi dan lagi kaki Khinan masih terasa sakit. Hingga akhirnya Bagas menggendong Khinan untuk menuju kemeja makan. Khinan menekuk muka merahnya. Disana sedang ada Luna. Khinan malu pada Luna....
...Begitu pula dengan Luna. Mengekor dibelakang Bagas sambil tersenyum dengan ulah Bagas yg menggendong Khinan....
..."So sweet". Bisiknya....
...Mereka sampai dimeja makan....
..."Lun. Temenin Khinan makan ya. Aku harus kekantor karna ada urusan". Kata Bagas setelah menurunkan Khinan dikursi....
..."Oke". Jawab Luna sambil memperlihatkan tangannya membentuk huruf o....
...Bagas bersiap-siap untuk menuju kekantornya. Tapi sebelumnya dia harus pulang terlebih dahulu karna Bagas tak membawa baju kerjanya....
..."Lo beruntung banget tau nggak. Punya calon suami ganteng, tajir, perhatian lagi". Kata Luna disela-sela sarapan mereka....
__ADS_1
...Khinan hanya tersenyum mendengar perkataan sahabatnya itu. Memang benar adanya. Bagas adalah sosok yg baik, ganteng dan juga perhatian. Kaya adalah suatu bonus menurut Khinan. Mengingat tadi pagi Bagas yg membantunya membersihkan diri dan juga mengobati lukanya. Ditambah lagi Bagas sudah bersusah payah membuat sarapan untuknya dan juga Luna. Khinan yakin bahwa Bagas lelaki yg tepat untuknya. Bagas tidak pernah kasar terhadap Khinan. Berbeda dengan Bayu. Bayu yg sudah menyakiti Khinan. Berbuat kasar pada Khinan. Mungkin setelah kejadian ini Khinan tidak akan percaya lagi terhadapnya....
...Dilain tempat. Bayu sedang duduk seorang diri. Ketika semalam dia terbangun dan mendapati Khinan sudah tidak ada disana. Bayu tidak merasa menyesal sama sekali akan perbuatannya tadi malam. Malah Bayu mempunyai rencana yg lain. Entah apa itu belum ada yg tau....
...Menyalakan sebatang rokok dan duduk diteras sebuah rumah kosong yg tadi malam menjadi saksi betapa bejatnya Bayu terhadap Khinan. Sebelumnya rumah itu sudah disewa oleh Bayu untuk beberapa Hari. Tapi ternyata baru semalam Khinan sudah kabur....
..."Kring... Kring..." Terdengar ponselnya berdering....
...Bayu segera mengambil ponselnya didalam rumah itu. Melihat siapa yg sudah menelfonnya....
..."Iya om". Sapa Bayu setelah mengangkat telfon itu....
..."Kamu dimana Bay. Semalam kenapa nggak pulang ?" Tanya om Rama diseberang telfon sana....
..."Bayu lagi ada urusan om tadi malam. Sebentar lagi Bayu pulang". Jawabnya. Bayu segera menutup panggilan telfon itu. Dan bergegas untuk pulang kekota X....
...Beralih ke Bagas. Bagas sedang duduk dikursi kebesaraannya. Memfokuskan diri dengan laptop didepannya....
...Vera yg tiba-tiba masuk membuat Bagas tersentak kaget....
..."Bisa gak sih kalau masuk ketok pintu dulu". Kata Bagas pada sekertarisnya itu....
..."Udah terlanjur". Jawabnya. "Diluar ada Laras. Lo mau nemuin dia ?" Lanjutnya setelah sampai didepan Bagas....
..."Mau ngapain dia ?" Tanyanya....
..."Biasa aja. Gue udah anggep dia sebagai temen biasa. Gak lebih". Jawab Bagas menjelaskan....
..."Yah semoga Khinan bisa mengerti. Soalnya cewek tu perasa. Munafik jika dia nggak sakit hati liat pasangannya deket sama cewek lain". Jelas Vera....
..."O ya. Kok sama lo dia biasa aja. Padahal kita kan deket". Tanya Bagas....
..."Ya kalau kita beda. Gue kan sekertaris lo. Sedangkan Laras itu mantan lo. Jelas beda lah". Jawab Vera. "Trus itu gimana soal Laras ? Mau nemuin nggak ?" Lanjut Vera kembali bertanya....
..."Gue gak bisa. Kerjaan numpuk. Habis ini gue harus balik keapartemen Khinan. Dia sakit". Jawabnya melanjutkan fokus pada laptopnya....
..."Khinan sakit apa ?" Tanya Vera penasaran....
..."Banyak tanya lo. Nanti gue jelasin. Sekarang lo keluar. Temuin tu si Laras. Bilang gue gak bisa diganggu". Perintah Bagas pada Vera....
...Verapun mencibirkan bibirnya dan berdiri hendak keluar dari ruangan Bagas....
...Beberapa menit setelah Vera keluar dari ruangan Bagas, ponsel Bagaspun berdering. Laras menelfonnya. Tapi Bagas lebih memilih mengacuhkan panggilan itu....
...Laras masih terus mencoba menghubunginya. Namun Bagas sama sekali tak tertarik dengan panggilan itu. Sampai akhirnya Laras menyerah dan memilih untuk pulang....
__ADS_1
...Laras memilih untuk memanjakan matanya dengan shoping. Melihat-lihat tas dan juga sepatu....
...Setelah melihat-lihat beberapa barang, Laras tergoda oleh salah satu tas limited edition di sebuah toko brandet itu. Tapi harganya begitu tinggi. Tapi bukan Laras namanya jika tidak bisa mendapatkan barang itu. Dia merogoh ponselnya....
..."Jika Bagas tak bisa diandalkan, apa boleh buat. Masih ada cara lain". Kata Laras berbicara pada dirinya sendiri....
...Laras mencoba menelfon seseorang....
..."Halo om. Laras lagi butuh uang nih om. Buat Laras beli tas sama sepatu". Kata Laras dalam panggilan telfon itu....
..."Ya udah. Om transfer sekarang. Tapi nanti malam kamu tau kan harus apa ?" Suara laki-laki diseberang telfon....
..."Om tenang aja. Kayak baru kenal Laras aja si om ini". Jawab Laras dengan nada centilnya....
..."Ya udah. Om transfer sekarang uangnya". Jawab laki-laki itu....
..."Makasih om". Jawab Laras kegirangan....
...Tak berselang lama, Uang sudah masuk kerekening Laras. Laras tersenyum bahagia mendapat sejumlah nominal uang yg tak sedikit. Segera dia membeli barang incarannya. Dan menuju kekasir untuk membayar....
...Laras sudah selesai dengan shopingnya. Kini dia sedang ada difood court mall itu. Menikmati makanan yg sudah dipesannya....
...Melihat kanan dan kiri. Matanya tertuju pada seorang laki-laki yg tak asing baginya. Dan mencoba mengingat siapa lelaki itu. Namun sampai lelaki itu hilang dari pandangannya, Laras belum juga mengingat siapa laki-laki tersebut....
...Laras segera menhabiskan makanannya dan segera menuju pintu keluar mall itu. Beberapa menit dia mengingat laki-laki itu, dan akhirnya dia mengingatnya. Laras berusaha mencari-cari keberadaan laki-laki itu. Melihat kesana kemari tapi tak juga menemukan yg dicarinya. Laras pun memutuskan untuk pulang saja. Menuju sebuah taksi yg terparkir didepan pintu masuk mall. Karna Laras membawa beberapa belanjaan, membuatnya kesulitan untuk berjalan menuju taksi. Dan ketika sampai ditaksi, Laras hendak membuka pintu belakang taksi. Bertepatan dengan seorang laki-laki yg melakukan hal sama....
..."Enak aja. Ini taksi gue ya". Teriak Laras dan menoleh kearah laki-laki disampingnya....
..."Gue lagi buru-buru. Lagian juga gue yg liat pertama kali taksi ini". Jawab Bayu tak mau kalah....
...Pucuk dicinta ulam pun tiba. Bayu yg tadi dicari oleh Laras dengan tanpa sengaja bertemu dengannya. Malah saling berebut taksi....
..."Lo yg waktu itu sama Khinan kan ?" Tanya Laras memastikan....
...Bayu mengerutkan keningnya....
..."Lo kenal sama Khinan". Tanya Bayu pada Laras....
..."Kalau lo mau tau tentang Khinan. Kita harus ngobrol bareng". Ajak Laras....
...Bayu tampak berfikir dengan ajakan Laras....
..."Gimana ya. Gue sedang buru-buru nih". Kata Bayu....
..."Ya udah. Lo boleh ambil taksi ini tapi tinggalin nomor lo dulu. Supaya gue bisa sewaktu-waktu hubungin lo". Pinta Laras....
__ADS_1
...Bayu mengangguk dan mereka saling bertukar nomor ponsel....