Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Hari pernikahan


__ADS_3

...Dan tibalah hari yg ditunggu-tunggu. Khinan bangun lebih pagi dari biasanya. Mungkin lebih tepatnya Khinan yg tak bisa memejamkan matanya semalaman....


...Khinan sudah sampai disebuah hotel berbintang lima. Gedung itulah yg nantinya dipakai untuk semua acara. Pagi ini Khinan melaksanakan akad nikah yg disusul dengan acara makan-makan untuk keluarga terdekat. Baru nanti malam hari adalah acara resepsi paling mewah....


...Khinan sedang dirias oleh MUA terkenal dikotanya. Ditemani oleh sang ibu dan juga mama mertuanya....


...Dan beberapa menit berlalu, Khinan sudah selesai dirias. Riasan yg dipakainya sungguh membuat Khinan kelihatan cantik. Bahkan ibunya sendiripun pangling dengan sang anak. Terlihat bukan Khinan yg ia lahirkan 23 tahun silam....


..."Kamu sangat cantik nduk. Bapakmu akan bahagia disana melihat putri kesayangannya secantik ini memakai kebaya". Kata ibunya sambil mengelus bahu Khinan. Sedangkan mama mertuanya hanya tersenyum melihat kedekatan ibu dan juga anak itu....


...Khinan memandang sang ibu dengan iba. Dan menghapus air mata diwajah keriput sang ibu....


..."Ibu boleh tinggal disini sama Khinan. Pasti kak Bagas juga setuju". Pinta Khinan. Karna semua anak-anaknya sudah menikah, dan kini sang ibu hanya seorang diri tinggal dirumah peninggalan bapaknya....


..."Ibu akan baik-baik saja nduk. Ibu bisa jaga diri. Justru kamu harus menuruti perkataan suamimu. Bukan dia yg harus menurutimu nduk". Kata ibunya. "Kamu akan jadi milik nak Bagas seutuhnya. Patuhi dia. Layani dia dengan sepenuh hati. Karna surgamu sekarang sudah berpindah didalam diri nak Bagas". Lanjut ibunya menasehati....


...Khinan berangsur memeluk ibunya. Dia hanya mengharapkan kebahagiaan dipernikahannya ini....


..."Jangan nangis nduk. Nanti make up nya luntur. Kasian mbaknya yg sudah susah payah mendandani". Kata sang ibu lagi sambil mengulas senyum pada anak bungsunya itu. Dan Khinan pun membalas senyuman ibunya....


...Acara pun dimulai. Hanya keluarga terdekat yg hadir menyaksikan acara akad nikah itu. Acara berlangsung dengan khidmat. Bagas menggenggam tangan penghulu didepannya. Dan dengan lantang Bagas mengucapkan kalimat ijab kabul yg dipandu oleh penghulu....


..."Saya terima nikah dan kawinnya Khinanti Ayunda binti Jamal dengan maskawin tersebut dibayar tunai". Kata Bagas dengan lantang....


..."Sah sah sah" Tanya pak penghulu pada para saksinya....


..."Saaahh". Semua berteriak sah menandakan Bagas dan Khinan telah resmi menjadi suami istri....


...Khinan tersenyum bahagia. Ini adalah awal kebahagiaannya. Semoga dia bisa menjadi istri yg baik untuk Bagas....


...Khinan menyalami tangan Bagas dan Bagas pun mencium kening Khinan. Berlanjut dengan saling sungkem kepada kedua orang tua mereka....


...Rasa haru menyelimuti keluarga Khinan. Ibunya menangis bahagia. Semua anak-anaknya sudah bahagia dengan suami masing-masing....


...Selesai akad nikah, Khinan menyapa beberapa kerabat dekat dari keluarga Bagas. Ardi juga menggandeng Dinda yg senantiasa disampingnya. Ada Niken dan juga Devan berada disana. Khinan mengesampingkan rasa bencinya pada Devan. Biar bagaimanapun Devan adalah suami dari adik iparnya. Namun demikian Khinan harus tetap berhati-hati terhadap lelaki itu....

__ADS_1


...Terlihat Dinda disana duduk disamping Ardi. Mereka enggan untuk bergabung dengan keluarganya. Dikarenakan Mama Ardi yg tak menyukai kekasihnya itu....


...Dinda izin pergi ke toilet. Sedangkan Ardi memilih untuk tetap duduk di kursinya....


...Saat Dinda ditoilet, Rupanya sudah ada seseorang yg menunggunya....


..."Dinda." Sapa mama Ardi yg menunggu didepan pintu toilet itu....


..."T tan te". Jawabnya terbata-bata. Dinda sangat takut saat itu. Jika dia dijelek-jelekkan saat ini, tentu tidak akan ada yg membelanya. Dinda sangat perasa akan hal apapun. Sungguh, dia tidak akan siap menerima lontaran kata apapun dari mama Ardi....


...Namun tidak disangka perlakuan mama Ardi begitu beda. Dia tersenyum pada Dinda. Hingga Dinda pun mengerutkan keningnya tanda tak mengerti....


..."Maafin tante selama ini ya. Ternyata kamu wanita yg baik. Kamu memang pantas untuk anak saya". Kata mama Ardi memuji Dinda untuk pertama kalinya....


...Hal itu karna dia pernah ditolong oleh Dinda saat mama Ardi berada disebuah restourant kala itu. Tanpa disadari ada seorang pelayan yg terpeleset tepat didekatnya. Dengan spontan Dinda berlari dan menangkis sebuah mangkuk berisikan sup panas supaya tak mengenai mama dari kekasihnya itu....


..."Tante awas". Teriak Dinda kala itu....


...Mama Ardi dengan spontan melihat kearah sumber suara dan berteriak saat tangan Dinda terkena kuah panas akibat melindunginya. Semua teman sosialitannya teriak histeris melihat kejadian itu. Tak terkecuali mama Ardi....


...Dinda meringis kesakitan akibat tangannya tersiram kuah sup yg panas. Seketika Dinda dibawa ke klinik terdekat untuk diberi pertolongan pertama dengan cepat. Sedangkan mama Ardi begitu panik melihat Dinda terluka. Tapi untuk menemani Dinda itu tidak mungkin. Karna dia tidak suka sama sekali dengan gadis itu....


...Maka dari itu sekarang mama Ardi bagai berhutang budi pada kekasih anaknya ini. Dia akan berusaha baik sama Dinda sama seperti perlakuannya terhadap Khinan. Memang tak semua anak meniru tingkah laku orang tuanya. Jadi tidaklah baik jika mereka membenci atas dasar keluarganya. Jika Dinda bisa memilih, dia lebih memilih tidak terlahir sama sekali dari pada harus memiliki keluarga yg seperti itu....


...Mereka berjalan menuju ruang tempat acara berlangsung secara bersamaan. Dan Ardi menatap curiga. Ardi langsung berjalan menghampiri sang kekasih. Takut jika mamanya berbuat macam-macam pada Dinda....


..."Kamu gak apa-apa ?" Tanyanya pada Dinda....


..."Apa sih. Lebay kamu". Malah mamanya yg menjawab....


..."Aku baik-baik saja kok". Jawab Dinda sambil tersenyum....


...Ardi mengerutkan keningnya. Merasa aneh dengan mereka berdua. Biasanya Dinda yg selalu takut jika berdekatan dengan mamanya, kini malah berjalan beriringan tanpa rasa takut sama sekali....


..."Kalian...?" Kata Ardi mencoba menebak. Tapi kata-katanya menggantung takut salah....

__ADS_1


..."Mama tinggal dulu ya. Sepertinya ada saudara yg mau pamit". Kata mama Ardi yg melihat ke arah pintu keluar....


..."Iya ma". Jawab Dinda. Sedangkan Ardi masih dibingungkan oleh tingkah mereka. Apalagi Dinda kini sudah berani memanggil dengan sebutan mama....


...Setelah mamanya pergi menjumpai rekan keluarga yg hendak pamit, Ardi pun menarik tangan Dinda untuk ikut bersamanya. Rupanya Ardi pergi dari acara itu dan menuju mobilnya diarea parkir....


..."Kok kita kesini. Acara kan belum selesai Di". Tanya Dinda tak mengerti dengan Ardi....


..."Kita pulang aja. Aku capek. Lagian ntar malem kan juga masih ada resepsi". Jawabnya. Dinda hanya menurut dengan kemauan sang kekasih. Karna mereka juga butuh istirahat untuk mempersiapkan acara Khinan nanti malam....


...Didalam mobil, Ardi masih berdiam diri. Tak kunjung menyalakan mesin mobilnya....


..."Kamu kenapa sih Di ?" Tanya Dinda. Pasalnya Ardilah yg meminta mereka pulang tapi malah Ardi berdiam diri didalam mobil....


...Ardi beralih menatap Dinda....


..."Kamu diapain sama mama ?" Tanyanya....


...Dinda tersenyum. Rupanya Ardi masih begitu penasaran dengan kedekatan mereka diacara tadi....


..."Oh itu". Jawaban Dinda dijeda. "Emang kamu gak suka liat mama baik sama Aku ?" Lanjut Dinda bertanya....


..."Gimana bisa ?" Ardi masih terlihat tidak percaya jika mamanya bisa dengan mudah bersikap baik pada kekasihnya....


...Dinda pun menceritakan semuanya. Mulai kejadian direstourant waktu itu sampai kejadian tadi ditoilet. Tapi justru Ardi dibuat panik karna Dinda tidak pernah bercerita padanya tentang kecelakaan kecil yg menimpa tangannya....


..."Trus gimana tangan kamu ? Kok kamu gak bilang sih ?" Tanyanya panik....


...Dinda kembali tersenyum dengan kepanikan sang kekasih. Dinda begitu beruntung memiliki seseorang yg sangat peduli terhadapnya....


..."Kok kamu malah senyum-senyum sih ?" Tanya Ardi lagi karna pertanyaan yg tadipun belum dijawab....


..."Aku gak apa-apa Sayang. Nih kamu liat tangan aku baik-baik saja. Lagian itu udah minggu lalu. Sehari doang tanganku diperban. Besoknya udah dilepas". Jawab Dinda sambil mengulurkan tangannya yg minggu lalu terluka....


..."Jadi sekarang kamu baikan sama mama ?" Tanya Ardi lagi....

__ADS_1


...Dinda hanya mengangguk mengiyakan. Senyum pun mengembang dipipi keduanya. Tak dipungkiri Ardi begitu senang mendengar kekasih dan mamanya bisa akur seperti ini. Dan Ardi pun semakin yakin akan sosok Dinda....


__ADS_2