Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Permintaan terakhir


__ADS_3

...Pemakaman telah selesai. Khinan kembali kerumahnya bersama keluarga dan juga para tetangga. Bagas beserta keluarga pun pamit pulang setelah acara selesai. Khinan meminta izin beberapa hari kepada Bagas untuk libur bekerja....


...Malam ini dirumah Khinan. Semua anggota keluarga berkumpul. Kakak-kakak Khinan bersama suami dan anak-anaknya bermalam dirumah mereka. Semua masih larut dalam kesedihan pasca ditinggal oleh bapak mereka. Tak terkecuali Khinan....


...Khinan sedang berada dikamarnya....


..."Tok.. tok.. tok.." Pintu kamar Khinan diketuk oleh seseorang dari luar....


...Khinan bangkit dari duduknya dan segera membukakan pintu kamar itu....


..."Ibu." Kata Khinan....


...Ibu Khinan masuk setelah Khinan membuka lebar pintunya. Kemudian duduk diranjang empuk Khinan dan diikuti oleh Khinan....


..."Sini nduk. Ibu mau bicara." Ajak ibu Khinan agar Khinan duduk disamping ibunya....


..."Iya bu." Jawab Khinan yg mengikuti arahan ibunya....


..."Kamu beruntung nduk. Kamu akan dipinang sama keluarga yg sangat baik. Kamu tau ? Beberapa minggu yg lalu bapak kena musibah." Ibu Khinan menghela nafasnya dan kemudian lanjut bercerita. "Waktu itu bapakmu dituduh menggelapkan uang bangunan yg dilakukan oleh mandor bapakmu. Karna kebetulan bapak mulah yg memegang data-data pembelian bahan bangunan itu." Ibu kembali menarik nafasnya panjang. "Entah bagaimana, Bapakmu bisa bebas dan giliran mandornya yg tertangkap. Semua karna pak Irawan yg mengurusnya." Kata-kata ibu kembali terjeda, kemudian memandang Khinan yg sedari tadi mendengarkan cerita ibunya....


..."Sebelum meninggal, bapakmu ingin kamu menikah dengan nak Bagas. Tentunya atas permintaan pak Irawan dan sang Istri juga." Kata ibu Khinan....


...Khinan terharu mendengar cerita sang ibu. Khinan memeluk ibunya....


..."Keluarga kak Bagas juga sangat baik terhadap Khinan bu." Jawab Khinan dipelukan ibunya....


..."Lalu apa yg kamu ragukan ?" Tanya ibu....


..."Khinan hanya belum bisa memantapkan hati Khinan pada kak Bagas bu." Jawab Khinan melepas pelukan sang ibu. Khinan masih belum yakin akan Bagas. Penghianatan yg dilakukan oleh Bayu masih menyisakan sedikit luka dihatinya. Bagas pun belum berhasil menghapus luka itu....


..."Jangan samakan nak Bagas dengan nak Bayu nduk. Semua memiliki sikap yg berbeda. Memiliki porsi sayang dan setia yg berbeda." Kata ibu Khinan menasehati....


..."Bu. Kita masih berkabung atas meninggalnya bapak. Kita jangan bahas ini dulu ya." Kata Khinan meminta pada ibunya....

__ADS_1


..."Iya Nan. Ibu mengerti." Ibu Khinan bangkit dari duduknya. "Sekarang kamu istirahat." Ibu Khinan melangkah meninggalkan kamar Khinan. Membiarkan putri bungsunya itu untuk beristirahat....


...Kini Khinan sendiri dalam kamarnya. Belum bisa memejamkan mata dimalam yg sudah larut ini. Bayangannya kembali kemasa kecil dimana dia digendong oleh bapaknya. Dimana dia bersenang-senang dengan bapaknya. Dan tanpa diduga, beliau pergi secepat ini....


...Pagipun menjelang. Semua keluarga berkumpul diruang keluarga pagi itu. Kakak-kakak Khinan masih disana sampai 7 hari mendatang....


...Dan setelah 7 hari nanti, Semua akan kembali kehabitat mereka masing-masing. Mereka memikirkan ibu mereka yg tinggal seorang diri setelah mereka kembali nanti. Khinan berencana untuk memboyong ibunya kekota. Tapi kakak Khinan yg pertama juga meminta ibunya untuk tinggal bersamanya juga....


..."Biar ibu disini saja. Kasian bapakmu kalau ibu tinggal bersama kalian. Kalian kan bisa pulang kesini kalau kalian mau." Jawab sang ibu kepada ketiga anaknya dan dua menantunya. Sedangkan para ponakan Khinan sedang asik bermain diluar rumah....


..."Tapi ibu sendirian disini. Kan ibu juga bisa mengunjungi makam bapak kesini kalau ibu mau." Jawab Kakak Khinan yg pertama....


..."Tapi kalau disini, ibu merasa dekat dengan bapak. Ibu bisa setiap hari mengunjunginya." Timpal sang ibu yg tidak mau meninggalkan rumah itu....


...Mereka saling memandang dalam tanya. Bisakah mereka membiarkan ibu mereka tinggal seorang diri....


..."Ya sudah kalau itu mau ibu. Tapi ibu harus janji pada kami. Ibu tidak boleh capek-capek bekerja. Uang bulanan buat ibu akan kami transfer setiap bulannya. Ibu harus jaga kesehatan ibu ya." Kata kakak Khinan yg kedua menengahi....


..."Khinan janji bu. Khinan akan lebih sering mengunjungi ibu." Kata Khinan sambil memeluk sang ibu....


..."Oh iya Nan. Kapan kamu akan bertunangan ?" Tanya kakak Khinan yg kedua....


..."Rencana awal 2 minggu lagi kak. Tapi setelah kondisi seperti ini... " Kata Khinan terhenti memikirkan bagaimana dia melanjutkan pertunangan kalau suasana masih berkabung....


..."Pertunangan akan tetap terlaksana nduk. 2 minggu lagi ibu akan kesana untuk mendampingi kamu bertunangan." Kata sang ibu meyakinkan Khinan....


..."Denger-denger calonmu orang konglomerat ya Nan ?" Tanya Febri kakak ipar Khinan....


...Khinan hanya diam mengangguk. Hatinya belum juga memantapkan hati untuk Bagas. Tapi pertunangan akan segera terjadi....


...Hari berganti hari. Acara 7 hari bapak Khinan pun sudah terlaksana. Bagas setiap hari berkunjung kerumah Khinan untuk membantu acara demi acara dirumah Khinan. Bagas begitu baik dimata keluarga Khinan. Mereka hanya berharap Khinan mendapat kebahagiaannya....


...Hari ini kepulangan kakak-kakak Khinan. Serta Khinan juga harus kembali ke kota untuk bekerja. Khinan tidak mungkin meminta cuti terlalu lama. Karna posisi Khinan hanya sebagai admin diperusahaan itu. Khinan dengan berat hati meninggalkan ibunya seorang diri. Khinan memeluk ibunya lama sebelum dia kembali ke kota....

__ADS_1


...Hari ini Khinan kembali kekota bersama Bagas. Bagas sengaja menjemputnya....


..."Kita mampir dulu kemakam bapak ya kak." Pinta Khinan setelah mereka masuk kemobil Bagas. Bagas mengangguk mengiyakan. Kemudian Bagas menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan rumah ibunya....


...Khinan menyempatkan diri untuk mengunjungi makam bapaknya. Setelahnya baru Khinan kembali kekota untuk melanjutkan hari-harinya....


...Bagas dan Khinan menempuh perjalanan hampir 4 jam lamanya. Mereka telah sampai diapartemen Khinan. Khinan merasa sangat lelah hari ini....


..."Masa cuti kamu masih sehari lagi. Besok kamu masih bisa beristirahat." Kata Bagas sebelum Khinan turun dari mobilnya. Khinan hanya mengangguk dan turun dari mobil Bagas. Segera Khinan naik kelantai tempat kamar Khinan berada....


...Setelah sampai, Khinan segera beristirahat untuk memulihkan tenaganya. Belum juga terpejam matanya, suara bel apartemen Khinan berbunyi. Khinan dengan malas turun dari tempat tidurnya dan menuju pintu ruang tamu untuk membukanya....


..."Selamat sore Khinan." Sapa tamu itu dengan senyum....


..."Kak Devan ?" Kata Khinan kaget setelah melihat siapa tamunya itu....


..."Boleh saya masuk ?. Masak tamu dibiarkan berdiri." Tanya Devan....


...Khinan pun ragu untuk menawarinya masuk. Karna Khinan tidak menyukai lelaki itu....


..."Kak Devan dengan siapa kesini ?" Tanya Khinan memastikan....


..."Aku sama Niken. Tapi kebetulan Niken masih dibawah karna tadi dia ketemu dengan teman lamanya. Yah daripada Aku nungguin Niken mending Aku kesini bisa istirahat disini." Jawab Devan memberi alasan....


...Khinan sedikit bernafas lega karna mengetahui bahwa ada Niken juga disana. Khinan pun mempersilahkan tamunya masuk. Devan dengan senang hati masuk keapartemen Khinan....


..."Silahkan duduk dulu Kak. Biar saya ambilin minum dulu." Kata Khinan mempersilahkan tamunya duduk....


...Khinan berjalan kearah dapur. Devan sejak tadi memperhatikan Khinan. Devan dengan pelan-pelan membuntuti Khinan dari belakang....


...Saat Khinan sedang berada didapur, Tiba-tiba tubuhnya dipeluk dari belakang. Khinan berusaha melepas tangan kekar Devan. Tapi Devan jauh lebih Kuat daripada Khinan. Dan dengan cepat Devan membalik tubuh Khinan hingga kini mereka saling berhadapan....


..."Lepasin. Apa-apaan sih kak. Jangan kurang aj..." Kata-kata Khinan terhenti karna mulut Khinan sudah dikuasai oleh Devan. Khinan tak mampu berkutik karna tangannya pun kini didekap oleh Devan. Khinan hanya bisa menggelengkan kepalanya untuk menolak serangan Devan. Tapi itu tidak berhasil sama sekali. Devan semakin menggila pada Khinan. Khinan hanya bisa menangis tanpa bisa berteriak karna mulutnya masih dikuasai Devan. Khinan berharap bahwa Niken segera datang menolongnya....

__ADS_1


__ADS_2