Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Berulah


__ADS_3

...Kini Khinan tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Tenaganya telah habis terkuras karna Khinan belum sempat beristirahat. Khinan hanya bisa menangis dalam dekapan Devan....


...Tak butuh waktu lama, Devan membopong tubuh Khinan untuk melanjutkan aksinya dikamar Khinan. Khinan berusaha melepaskan diri dari dekapan Devan. Tapi nihil. Tenaga dan ***** Devan lebih kuat. Hingga pada akhirnya....


..."Bugh." Seseorang memukul kepala Devan dari belakang....


..."Bangsat. Berani-beraninya kamu lakuin ini sama Khinan." Bagas penuh amarah memukuli Devan tanpa ampun....


...Devan tak mau tinggal diam. Devan melawan Bagas dan memukulinya juga. Aksi perkelahian itu pun terjadi. Devan yg sudah sangat babak belur akhirnya menyerah. Devan bangkit dengan sempoyongan....


..."Awas ya kalian." Ancam Devan pada Bagas. Dan Devan segera pergi meninggalkan apartemen itu....


...Kini Khinan menangis dipojok ruangan itu. Entah apa yg terjadi kalau saja Bagas tak segera datang saat itu....


...Bagas melangkah menghampiri Khinan. Wajahnya pun penuh dengan darah. Bagas berjongkok untuk melihat wajah Khinan yg masih ketakutan....


...Melihat Bagas ada didepannya, Khinan dengan cepat memeluk tubuh Bagas. Bagas meringis kesakitan karna hantaman yg dipukulkan oleh Devan. Khinan menyadari bahwa Bagas kesakitan dan segera melepas pelukan itu....


..."Maaf kak." Kata Khinan setelah melepas pelukannya....


..."Kamu gak apa-apa ?" Tanya Bagas pada Khinan....


...Khinan menggelengkan kepalanya. Kemudian bangkit menuntun Bagas kesofa untuk segera diobati lukanya. Khinan pergi mengambil kotak p3k dikamarnya. Dan setelah mendapat apa yg dicarinya, Khinan kembali ke sofa depan tv untuk mengobati luka Bagas....


..."Makasih kak. Makasih sudah datang tepat waktu." Kata Khinan sambil membuka kotak p3k itu dan mulai menuang alkohol diatas kapas....


...Flashback #...


...Bagas keluar dari apartemen Khinan. Baru beberapa menit Bagas keluar, dia melihat kursi belakang dari kaca spion didepannya. Rupanya barang Khinan tertinggal disana. Barang itu adalah barang pemberian dari mama Bagas untuk Khinan. Tapi Bagas lupa untuk memberinya pada Khinan....


...Bagas memutar arah mobilnya untuk kembali keapartemen Khinan. Dan setelah sampai, Bagas langsung bergegas menuju kamar Khinan....


...Bagas telah sampai didepan pintu apartemen Khinan. Bagas langsung memasuki apartemen itu karna kebetulan pintu terbuka sedikit. Dan dari dalam terdengar suara Khinan meminta tolong. Tanpa berfikir panjang, Bagas segera masuk dan mendapati Khinan tengah didekap oleh seorang lelaki yg berusaha memperkosanya. Bagas mengambil vas bunga disamping meja didekatnya dan memukul kepala belakang lelaki itu. Siapa sangka bahwa lelaki itu adalah adik iparnya. Emosi Bagas makin menjadi kala tau siapa lelaki itu. Dan perkelahianpun terjadi....


...Flahback off #...


...Khinan masih dengan telaten membersihkan luka pada wajah Bagas....


..."Kenapa kamu mempersilahkan dia masuk ?" Tanya Bagas menyelidik....

__ADS_1


..."Tadi kata Devan dia datang bersama Niken. Niken masih ngobrol dengan teman lamanya. Jadi Devan kesini agar bisa istirahat disini." Jawab Khinan....


..."Pandai sekali dia berbohong." Kata Bagas setelahnya....


..."Maksutnya ?" Tanya Khinan tak mengerti....


..."Niken ada dirumah 2 hari ini. Niken bilang bahwa Devan sedang bertugas diluar kota karna pekerjaannya. Bisa diperkirakan akan seminggu Devan diluar kota." Jelas Bagas....


..."Jadi Devan bohong ?" Tanya Khinan yg tak percaya....


..."Dia berusaha mendapatkanmu. Sejak makan malam itu pandangan matanya terhadapmu sudah berbeda." Jawab Bagas kembali....


...Khinan mulai mengerti. Untuk kedepannya dia harus lebih berhati-hati terhadap Devan. Devan sangat berbahaya untuknya....


...Khinan telah selesai mengobati luka dibagian wajah Bagas. Muka Bagas yg semula tampan kini penuh dengan memar. Giliran Khinan akan mengobati luka Bagas dilengannya. Bagas membuka kemejanya. Dan dada bidang Bagas terlihat sangat jelas didepan mata Khinan.Khinan menelan ludahnya melihat pemandangan indah itu. Dulu dada Bayu tak seindah dada bidang Bagas....


...Bagas menyadari kalau Khinan memperhatikannya....


..."Ehem." Bagas berdehem. Khinan menjadi salah tingkah dibuatnya....


...Khinan kembali pada luka Bagas. Bagas mengulas senyum melihat Khinan salah tingkah. Gadis lucu. Batin Bagas....


..."Kak Bagas mau minum ?" Tanya Khinan yg berjalan kearahnya....


..."Boleh. Bikinin kopi saja." Pinta Bagas dan diangguki oleh Khinan....


...Khinan menuju dapur untuk membuatkan kopi untuk Bagas....


...Setelah itu Khinan kembali kesofa menemani Bagas disana....


..."Ini kak kopinya." Kata Khinan sambil menaruh kopi itu dimeja depan Bagas....


..."Terimakasih." Kata Bagas yg mengambil cangkir kopi itu dan mulai meminumnya....


..."Kakak yakin lukanya ga perlu dibawa kedokter ?" Tanya Khinan melihat lengan kekar Bagas yg hanya dibalut dengan kain kasa seadanya....


..."Tenang saja. Sebentar lagi juga sembuh." Jawab Bagas tersenyum pada Khinan yg mengkhawatirkannya....


...Mendengar jawaban Bagas, Khinan pun kembali fokus pada acara televisinya....

__ADS_1


..."Khinan tinggal mandi dulu kak. Tadi Khinan belum mandi." Pamit Khinan yg diangguki oleh Bagas. Khinan pun segera pergi kekamar mandi....


...Bagas pun merasa lelah hari ini. Badannya terasa sakit semua karna perkelahian dengan Devan tadi. Bagas merebahkan badannya disofa ruang tengah itu. Tubuhnya masih polos karna kemejanya terkena darah saat berkelahi tadi. Tanpa menunggu waktu lama, Bagas pun tertidur....


...Kini Khinan telah selesai dengan aktifitas mandinya. Khinan menyusul Bagas diruang tengah. Dan mendapati Bagas yg sudah tertidur pulas dengan tubuh polosnya. Khinan beralih mengambil selimut untuk Bagas. Khinan tau jika Bagas sangat lelah. Jadi Khinan membiarkan Bagas bermalam disini....


...Khinan menyelimuti tubuh Bagas. Dirasanya Bagas sudah tertidur. Khinan memperhatikan wajah Bagas itu dengan jelas. Rahang kerasnya ditumbuhi bulu-bulu halus disekitarnya. Pelipis Bagas yg masih bengkak akibat berkelahi. Juga bibir Bagas yg masih mengeluarkan sedikit darah. Khinan membelai wajah lelah itu. Hal itu membuat Bagas terusik dari tidurnya. Namun Bagas menyadari bahwa Khinan tengah memperhatikannya. Alhasil Bagas pura-pura kembali tidur....


...Khinan belum mengubah posisinya. Dia masih mengagumi sosok yg telah menyelamatkan dirinya tadi. Wajah Khinan semakin mendekat untuk memperjelas penglihatannya terhadap wajah Bagas. Hingga wajah mereka tinggal berjarak 5 cm. Bagas membuka matanya dan mendapati wajah Khinan yg sedekat ini....


..."Mau ngapain ?" Bagas berbisik pelan dan sambil tersenyum melihat Khinan yg hampir saja akan menciumnya....


...Secara spontan Khinan memundurkan wajah merahnya. Khinan sudah terlanjur malu karna Bagas memergokinya....


..."Aku mau tidur dikamar." Khinan yg terlanjur malu pun segera berlari menuju kamarnya. Sambil merutuki dirinya sendiri tentang apa yg baru saja dia lakukan....


..."Iihh bodoh bodoh bodoh." Serunya saat Khinan sudah sampai dikamar. Dia terus saja memukul pelan kepalanya. Setelah ini pasti Khinan merasa lebih malu ketika bertemu dengan Bagas....


..."Nan. Kamu mau makan apa ?. Biar aku pesenin gofood. Kamu belum makan kan dari tadi." Tanya Bagas didepan pintu kamar Khinan....


..."Kak Bagas aja yg makan. Aku gak laper kak." Jawab Khinan....


...Sejujurnya Khinan lapar saat itu. Tapi karna dia masih malu atas perlakuannya tadi, Khinan pun memilih untuk mengurung dirinya didalam kamar....


..."Kamu yakin ?" Tanya Bagas....


..."Iya kak." Jawab Khinan meyakinkan Bagas....


...Bagas pun berinisiatif memesan makanan dua porsi sekaligus. Siapa tau nanti Khinan juga ikut makan bersamanya....


...Bagas kembali duduk disofa dan mulai mencari makanan yg akan dipesannya....


...Beberapa menit kemudian, Makanan yg dipesan Bagas telah sampai. Bagas memesan dua porsi spageti. Bagas kembali bangkit dari duduknya dan bermaksut memanggil Khinan untuk makan bersamanya....


..."Nan. Ayo makan. Ini makanannya sudah datang." Ajak Bagas dari luar kamar Khinan....


..."Kakak aja yg makan. Aku masih kenyang." Jawab Khinan yg masih mau mengurung diri didalam kamar....


...Bagas membujuk Khinan dengan berbagai alasan. Namun Khinan tetap menolak untuk makan bersama. Sampai akhirnya....

__ADS_1


..."Aduuuh... Aaaaa sakit." Bagas berteriak kesakitan....


__ADS_2