
...Bayu masuk kedalam taksinya setelah mereka saling bertukar nomor. Bayu kini langsung menuju rumah pamannya. Sedangkan Laras menunggu taksi berikutnya untuk kembali kerumahnya....
...Berganti hari dikantor Bagas. Bagas sedang membaca data-data dari Bayu. Beberapa hari yg lalu Bayu melamar keperusahaannya. Tapi lamaran Bayu belum juga di Acc. Bagas berdiri dan segera menuju ruangan Ardi....
...Setelah Bagas sampai diruangan Ardi, Bagas segera masuk tanpa mengetuk pintu. Rupanya didalam sedang ada Dinda disana. Memang sebentar lagi waktu menunjukkan jam makan siang. Dinda ingin makan siang bersama dengan Ardi....
...Dinda sedang duduk dikursi Ardi, sedangkan Ardi duduk dimeja depan Dinda. Mereka sedang asik bermesraan. Namun kedatangan Bagas membuat mereka tersentak kaget. Pasalnya sedikit lagi Ardi berhasil mencium Dinda. Tapi semua gagal karna Bagas datang....
..."Sorry. Gue gak tau". Kata Bagas tanpa rasa bersalahnya dan nyelonong masuk keruangan Ardi....
...Dinda yg merasa malu menekuk muka merahnya Sedangkan Ardi menjadi kesal karna ulah Bagas....
..."Ada apa ?" Tanya Ardi....
...Bagas duduk disofa ruangan Ardi dan diikuti oleh Ardi....
..."Interview orang ini. Terima dia kerja disini sebagai OB. Hanya jabatan itu yg pantas untuk dia". Kata Bagas melempar map yg dipegangnya kemeja depan Ardi....
..."Siapa dia. Lo kenal ?" Tanya Ardi pada Bagas sambil membuka map tersebut....
..."Mantan pacarnya Khinan. Kemaren Khinan celaka karna ulahnya". Jawab Bagas....
..."Khinan kenapa ?" Tanya Dinda antusias mendengar Khinan celaka....
...Bagas beralih memandang Dinda. Dinda kemudian berjalan kearah Bagas dan Ardi duduk....
..."Kapan hari Khinan diculik sama dia. Dan diperkosa oleh bajingan itu". Jawab Bagas geram dan mengepalkan tinju ditangannya....
..."Apa ?" Jawab Ardi dan Dinda bersamaan....
..."Trus sekarang kondisi Khinan gimana ?" Tanya Dinda lagi....
..."Khinan sedang istirahat diapartemennya". Jawabnya lagi. "Jadi gue mau. Dia diterima disini sebagai OB". Lanjutnya memerintah Ardi....
..."Kalau melihat data-datanya, Dia gak pantes jadi OB. Kalau kepala OB mungkin bisa". Kata Ardi mengeluarkan pendapatnya....
..."Terserah. Lo atur aja". Jawab Bagas sambil berdiri dan hendak pergi dari ruangan Ardi....
...Setelah kepergian Bagas. Dinda memandang Ardi....
..."Nanti malam aku keapartemen Khinan ya. Mau lihat kondisi Khinan". Kata Dinda meminta izin pada Ardi....
..."Iya". Jawabnya masih sambil memandangi map yg diberikan Bagas tadi....
...Dinda merasa dicuekin oleh Ardi. Hingga kini dia mendekat kearah Ardi. Memeluk lengan Ardi yg sedang sibuk dengan map itu....
..."Gak jadi keluar". Rayu Dinda....
...Ardi yg sejak tadi memandang map pun beralih memandang Dinda. Dengan senyumnya yg khas....
..."Keluar dimana ?" Tanya Ardi menggoda....
..."Maksutnya ?" Tanya Dinda balik tak memahami....
...Ardi pun tersenyum dan melanjutkan candaannya....
..."Mau diperut atau di... ?" Tanyanya menggantung....
__ADS_1
..."Iiihhh. Bukan itu maksutnya". Jawab Dinda malu....
..."Hahaha". Ardi pun tertawa melihat muka merah kekasihnya. "Lalu, kapan aku dikasih ?" Tanya Ardi. Kini giliran tangan Ardi yg merangkul pinggang ramping Dinda....
..."Nanti. Pasti ada saatnya". Jawab Dinda....
..."Kalau gitu...". Lanjut Ardi menggantungkan kata-katanya lagi....
...Ardi semakin mendekati Dinda. Dinda diam dan tak menolaknya. Semakin dekat wajah mereka. Dan...
...Cup...
...Bibir tebal Ardi sukses mendarat dibibir mungil Dinda. Dinda mengimbangi perlakuan Ardi. Mempermudah segala akses untuk Ardi. Namun Ardi masih tau batasannya. Jika Dinda tak mengizinkan, maka Ardi tidak akan melakukannya....
...Beberapa menit mereka bercumbu. Dan akhirnya Ardi melepas Dinda. Mereka saling mengatur nafas masing-masing....
..."Ya udah yuk". Kata Ardi sambil membereskan berkas-berkas didepannya. "Mau makan dimana ?" Lanjutnya....
..."Tempat biasa aja ya". Jawab Dinda....
..."Oke". Balas Ardi dengan senyum khasnya....
...Mereka segera keluar dan pergi untuk makan siang bersama....
...Diapartemen Khinan. Dia sedang duduk seorang diri. Khinan merasa sangat bosan dibuatnya. Tidak ada ponsel. Hanya ada televisi disana. Sedang ponsel Khinan masih tertinggal dirumah asing itu....
...Bel pintu pun berbunyi. Khinan beranjak dari duduknya dengan sangat pelan. Kakinya sudah berangsur membaik. Namun masih sangat berhati-hati untuk Khinan berjalan....
...Khinan sampai didepan pintu dan membuka pintu itu....
..."Anak mama". Sapa mama Bagas setelah melihat Khinan membuka pintunya. "Kamu kenapa sayang ? Kata Bagas ada yg mencoba mencelakaimu ?" Tanyanya pada sang calon mantu....
..."Khinan gak apa-apa ma. Ini juga udah mulai sembuh". Jawabnya....
...Khinan membuka lebar pintu nya dan mempersilahkan mama Bagas untuk masuk....
..."Ceritakan pada mama. Siapa orangnya. Biar mama kasih dia pelajaran". Jawab mama Bagas geram....
..."Khinan sudah baik-baik aja ma. Ga usah diperpanjang ya". Jawabnya berusaha meredam emosi calon mertuanya....
..."Kamu jangan terlalu baik Khinan. Nih lihat. Akibat kamu terlalu baik, kamu disakiti oleh orang". Kata mama Bagas menasehati....
..."Setelah ini Khinan bisa jaga diri ma. Lagian kan ada kak Bagas". Jawabnya meyakinkan calon mertuanya itu....
...Mama Bagas tersenyum pada Khinan. Dia merasa sangat beruntung mendapat menantu seperti Khinan. Baik, cantik dan gak pernah neko-neko. Begitu pikirnya....
..."Ngomong-ngomong. Kita fitting baju buat kamu ya. Mama udah undang designer paling bagus untuk kamu. Mungkin sebentar lagi datang". Kata mama Bagas....
..."Maksih ma". Jawab Khinan setelahnya....
...Mereka disibukkan dengan bercerita-cerita. Hingga tak terasa satu jam berlalu. Dan bel pintu itu berbunyi....
..."Mungkin itu ma designer pesenan mama" Kata Khinan....
..."Mungkin. Mama buka dulu ya". Katanya dan segera bangkit menuju pintu....
...Dan memanglah benar. Tamu itu adalah designer pesenan mama Bagas. Mama Bagas mempersilahkan tamunya itu masuk....
__ADS_1
...Dari kejauhan Khinan memasang senyum ramahnya. Menyapa designer yg akan membuatkan dirinya gaun....
..."Ayo mbak Khinan. Kita ukur dulu ya". Ajak designer itu....
...Khinan berdiri dibantu dengan mama Bagas. Dan Khinan mulai diukur untuk membuat gaun....
...Selesai dengan mengukur, Khinan memilih beberapa foto gaun yg akan dikenakannya. Melihat dibawah masing-masing gambar tertera nominal yg sangat jauh dari jangkauannya. Khinan melihat-lihat beberapa foto lagi. Dan ada gaun yg paling murah disana. Walaupun paling murah tapi harga gaun itu masih tergolong fantastis menurut Khinan....
..."Yg ini". Khinan menunjuk gaun itu dan diperlihatkan kepada mama mertua dan juga designer itu....
..."Ini gaun yg paling murah mbak Khinan. Mbak Khinan yakin akan memakainya". Jawab sang designer itu....
..."Coba lihat". Timpal mama Bagas ingin melihat pilihan Khinan....
..."Ini terlalu biasa sayang. Sini biar mama yg pilihin". Lanjutnya sambil melihat-lihat beberapa foto gaun itu....
...Beberapa menit memilih. Mama Bagas sudah menentukan 3 pilihan gaun untuk Khinan....
..."Ini. Mama lebih cocok kamu pakek yg ini atau ini atau ini juga bagus. Kamu suka yg mana ?" Tanyanya pada Khinan....
...Khinan dilema dengan pilihannya. Semua gaun indah menurutnya....
..."Khinan bingung ma". Jawab Khinan. "Kalau tanya kak Bagas gimana ma ?" Tanya Khinan mengambil jalan tengahnya....
...Karna biar bagaimanapun Bagas harus tau gaun yg akan dipakai oleh Khinan....
..."Ya udah. Sekarang kamu video call Bagas aja. Biar dia juga bisa ikut milih". Suruh mama Bagas....
..."Eeemmm ponsel Khinan hilang ma saat kejadian itu". Jawab Khinan lirih....
..."Loh. Kok kamu nggak minta sama Bagas ?" Tanya mama mertuanya....
...Khinan hanya menunduk. Khinan tidak enak harus selalu meminta sama Bagas....
..."Mama aja yg telfon ya". Lanjut mama Bagas lagi. Khinan hanya mengangguk setuju....
...Mama Bagas mulai menelfon putra sulungnya itu. Beberapa kali berdering akhirnya diangkat juga oleh Bagas....
..."Iya ma". Sapa Bagas diujung telfon sana....
..."Mama lagi diapartemen Khinan. Lagi pilih-pilih gaun untuk acara kalian nanti. Menurutmu, kamu suka yg mana ?" Tanya mamanya....
..."Suruh saja Khinan yg memilih ma. Masak tanya Bagas". Jawabnya lagi....
..."Khinan bingung Gas. Mau kamu yg pilihkan untuknya". Kata mamanya....
..."Ya udah. Mama kirim fotonya ke Bagas biar Bagas bisa lihat dengan jelas". Suruh Bagas....
..."Oke". Jawab sang mama dan langsung mematikan sambungan telfonnya....
...Mama Bagas mengirim beberapa foto gaun pada Bagas. Bagas pun dikantornya sibuk memilih gaun untuk dipakai oleh Khinan dihari pernikahannya nanti....
...Satu gaun yg membuat Bagas jatuh hati. Gaun itu begitu indah dimatanya. Hingga sejenak Bagas membayangkan kala Khinan memakai gaun indah itu. Pasti terlihat sangat cantik. Bagas tersenyum sendiri memikirkannya....
..."Aku pilih ini ma". Katanya didalam chat whatsaap....
..."Oke. Jangan lupa beliin Khinan hp baru". Balas mamanya....
__ADS_1
..."Iya ma. Bagas lupa. Hehe." Balasnya lagi ditambah dengan emoticon senyum....