
...Siang ini. Bagas sedang duduk dikursi kebesarannya. Memandangi ponselnya. Melihat foto pernikahannya terpampang menjadi wallpaper. Entah kenapa Bagas menyukai foto itu. "Kamu unik. Kamu mudah membuat orang tertarik sama kamu". Oceh Bagas. Bisa dikatakan sekarang Bagas sudah mulai bergantung terhadap Khinan. Mulai dari bangun tidur air sudah disiapkan oleh sang istri, Baju kantor pun tak luput disiapkan pula. Hingga Bagas tak pernah lagi telat pulang kantor. Ingin selalu pulang tepat waktu....
...Sementara itu Khinan dirumah kedatangan mama mertuanya. Dia mau mengajak Khinan jalan-jalan ke mall. Ini adalah kali pertama Khinan dan mama mertuanya pergi hanya berdua. Dan sebelumnya Khinan meminta izin pada suaminya untuk menemani mama jalan-jalan....
..."Kak. Aku pergi nemenin mama ya". Kata Khinan dipesan whatsapp nya....
...Namun Bagas sedang sibuk disana, sehingga pesan Khinan belum terbaca....
...Mama mertua Khinan mengajaknya kesalon. Khinan menjalani berbagai perawatan. Mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Itupun karna paksaan dari sang mertua. Khinan juga melakukan perawatan didaerah kewanitaannya....
..."Khinan malu ma". Kata Khinan....
..."Kenapa mesti malu. Ini juga demi rumah tangga kalian. Percaya deh sama mama. Mama udah pengalaman. Dijamin, Bagas pasti gak mau berhenti". Kata sang mama saat Khinan menolak melakukan perawatan kewanitaannya....
...Dan dengan segala bujuk rayu dari mama mertuanya, Khinan akhirnya mau melakukannya. Demi menyenangkan mama mertua....
...Tanpa disadari, Khinan dan mama berada disalon hingga malam. Dan saat Bagas pulang mendapati Khinan tidak berada dirumah....
..."Bik". Teriak Bagas pada bik Ijah....
..."Ya Aden". Jawab bik Ijah berlari pada majikannya itu....
..."Dimana Khinan ?" Tanya Bagas....
..."Tadi non keluar sama nyonya besar den. Katanya sudah pamit sama aden". Jawab bik Ijah menjelaskan....
...Bagas tersadar bahwa hari ini dia sangat sibuk. Hingga lupa jika ponselnya kehabisan batrai. Bagas segera menuju kekamar untuk mencharge ponselnya. Dan benar saja. Terdapat pesan Khinan yg meminta izin untuk pergi dengan mamanya. Ada juga pesan dari sang mama yg mengatakan jika mereka sedang pergi kesalon. Mama Bagas mengatakan bahwa istrinya itu sedang menjalani perawatan kewanitaannya....
..."Dijamin. Pasti kamu nanti nagih". Kata sang mama menggoda anak sulungnya itu....
...Bagas tersenyum membaca pesan dari sang mama."Apaan sih mama ini". Gerutu Bagas saat mama menggodanya. Pasalnya meski mereka sudah sah menjadi suami istri, mereka belum pernah melakukannya. Bahkan tidurpun terpisah....
...Bagas segera menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Dan selesai mandi, Bagas merasa lapar dan turun menuju dapur. Saat Bagas turun, kedua wanitanya itu baru saja pulang....
..."Kamu sudah pulang Gas". Sapa mamanya....
..."Udah ma". Jawabnya....
..."Ya udah. Ini udah malem. Mama pamit pulang dulu ya". Kata sang mama pada anak dan juga menantunya....
..."Mama gak mau makan malem dulu ?" Tanya Khinan. Khinan dan mama mertuanya terlalu lama menjalani perawatan. Hingga mereka lupa belum makan malam....
..."Tidak usah. Nanti papamu nyari". Jawabnya. "Mama pulang ya". Pamitnya dan cipika-cipiki pada sang menantu. Tidak lupa dengan Bagas....
...Khinan dan juga Bagas mengantar sang mama sampai depan pintu. Dan setelah mobil mamanya menghilang, barulah mereka masuk kedalam rumah....
..."Kakak sudah makan ?" Tanya Khinan saat mereka sudah memasuki rumah....
...Bagas menggelengkan kepalanya. "Belum" Jawabnya....
__ADS_1
..."Khinan bikin makan malem dulu ya kak". Kata Khinan menuju dapur. Bagas pun mengekor dibelakang Khinan....
...Dan ketika sampai didapur, Khinan membuka lemari pendingin. Ada beberapa sayuran disana....
..."Kakak mau makan apa ?" Tanya Khinan....
..."Yg simple aja Nan. Aku udah laper. Kelamaan kalau masak itu". Jawab Bagas....
..."Bagaimana kalau ini". Khinan memperlihatkan spageti pada Bagas....
...Bagas mengangguk. "Boleh". Jawabnya....
...Khinan memulai memasak untuk makan malam mereka berdua. Bagas pun tak tinggal diam. Dia juga membantu Khinan memasak....
...Khinan hendak mengambil pisau disebelah Bagas. Bagas memundurkan tubuhnya. Tercium wangi dari tubuh Khinan karna Khinan habis perawatan. Naluri kelelakiannya bangkit. Bagas tidak bisa munafik. Dia memang sedang tegang saat itu. Apalagi Khinan menggulung rambutnya keatas. Memperlihatkan leher jenjangnya yg ditumbuhi bulu-bulu halus rambutnya. Bagas menelan salivanya. Mencoba menahan gejolak yg belum pernah dipenuhi oleh Khinan. Dan Bagas memilih untuk menunggu Khinan dimeja makan....
..."Aku tunggu dimeja aja ya". Kata Bagas pada Khinan....
..."Iya kak". Jawabnya....
...Khinan dengan segera menyelesaikan masaknya....
...Dan setelah beberapa menit, hidangan makan malam mereka pun jadi. Khinan membawa dua piring spageti ditangan. Ditaruhnya diatas meja makan depan Bagas. Lalu Khinan kembali kedapur untuk mengambil minum untuk mereka. Dan setelahnya mereka makan malam bersama....
...Hari berganti hari. Sudah 2 bulan Khinan menjadi istri Bagas. Dan semakin hari pula Bagas semakin dekat dengan istrinya. Rasa itu mulai muncul perlahan. Begitu juga dengan Khinan. Dia pun merasakan makin hari makin gak nyaman jika berjauhan dengan sang suami. Namun dari mereka belum menyadari dan belum ada yg berani mengutarakannya. Biarlah menunggu waktu yg tepat....
..."Ras". Sapa Devan setelah mereka berpapasan....
..."Hai. Sama siapa lo ?" Tanya Laras....
..."Baru aja ketemu klien". Jawabnya....
..."Oo". Balas Laras singkat....
..."Trus gimana dengan rencana kita ?" Tanya Devan bertanya tentang kerjasama mereka....
..."Kayaknya gue laper deh. Kebetulan juga gue lagi hamil. Jadi alangkah baiknya jika lo traktir gue. Ntar kita bahas disana rencana apa yg cocok buat Khinan". Kata Laras....
..."Lo hamil. Emang lo punya laki ?" Tanya Devan penasaran. Karna setaunya Laras itu seorang janda. Dan Devan belum mendengar kalau Laras menikah lagi....
..."Brisik lo. Mau gak nih nraktir gue ?" Tanya Laras tak sabaran....
..."Ya udah ayok". Jawab Devan mengiyakan ajakan Laras....
...Mereka berdua pergi ke sebuah restourant di mall itu. Laras segera memesan beberapa menu makanan untuk dirinya. Hingga Devan heran dengan beberapa menu yg dipesan Laras....
..."Lo laper apa Khilaf ?" Tanya Devan heran....
..."Yaelah. Ikhlas gak sih lo ? Lagian juga gue makan buat berdua kali. Ada nyawa nih didalem sini". Kata Laras menunjuk perut yg sudah sedikit membuncit itu....
__ADS_1
..."Lo beneran hamil ?" Tanya Devan yg masih belum percaya jika Laras hamil....
..."Iyalah". Jawabnya....
..."Trus, Siapa ayahnya ?" Tanya Devan lagi....
..."Gue juga gak tau". Jawabnya....
...Devan memicingkan matanya. Ingin bertanya lebih dalam tapi takut jika Laras tersinggung....
..."Trus lo sendirian gitu ngajalanin kehamilan lo ini ?" Tanya Devan....
..."Iya lah. Gue bisa sendiri. Ni utun ga perlu sosok bapak". Jawabnya lagi....
..."Lo gila". Jawab Devan....
..."Bodo amat. Yg penting gue seneng". Tegas Laras....
...Dan tak perlu menunggu waktu lama, Pesanan mereka pun datang. Laras segera menyantapnua. Devan dibuat heran sama wanita hamil didepannya ini. Begitu lahap menyantap makanan yg lebih dari satu menu....
..."Emang setiap wanita hamil serakus itu ?" Katanya disela-sela mereka makan....
..."Gue butuh tenaga buat mikir tentang rencana yg lo mau. Ditambah anak gue juga ikut mikir". Jawabnya tak mau kalah....
...Devan lebih memilih untuk diam. Akan sia-sia jika dia berdebat dengan wanita hamil didepannya ini....
..."Kring... Kring... Kring..."....
...Ponsel Laras berdering. Tertera nama Bayu diponsel itu. Laras mengangkat panggilan telfon diponselnya....
..."Halo". Sapanya....
..."Lo dimana ?" Tanya Bayu diseberang telfon sana....
..."Gue di mall. Kenapa ?" Tanya Laras....
..."Lo lupa. Kan lo semalem mau gue beliin bakmi yg lo mau. Ini udah gue bawain". Lanjut Bayu....
...Saat ini Bayu sudah berada didepan rumah Laras....
..."Ya elah. Kan gue nyidamnya udah tadi malem. Sekarang mah udah gak pengen. Lo telat". Jawab Laras yg tak mau disalahkan....
..."Gila. Gue udah dirumah lo ini. Jauh-jauh juga". Kata Bayu lagi....
..."Ya trus gimana ? Lo mau gue balik sekarang ?" Tanyanya....
..."Serah lo deh. Gue mau balik aja". Kata Bayu....
..."Lo marah ?" Tanya Laras lagi. Tapi ternyata Bayu sudah memutus panggilan telfon itu. Karna selama ini Bayu lah yg mau menuruti setiap Laras nyidam. Entah apapun itu. Tapi karna semalam kebetulan mobil Bayu mogok, jadi Bayu tidak bisa menurutinya. Dan Bayu berjanji untuk membawakannya esok pagi....
__ADS_1