Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
hutang


__ADS_3

Tiara duduk dibangku plastik samping gerobak sambil melamun mengingat masalalu nya, tetapi lamunan nya buyar ketika ada seorang supir mampir


"Dek, es kopi nya satu ya" ucap lelaki itu


      


Ternyata tiara tidak sadar jika ada pembeli


"Dek" gertak supir itu sambil memukul pelan gerobak


"Eh iya iya kenapa pak?" Jawab tiara kaget


"Jangan ngelamun aja dek nanti kesambet " ucap supir sambil tertawa


"Iya maaf pak hehe, mau beli apa pak?" Tanya tiara pada sopir itu


"Es kopi nya satu ya dek, yang rasa capucino" jawab lelaki itu sambil menunjuk rentengan kopi rasa capucino


"Tunggu bentar pak saya buatkan" jawab tiara sambil menuangkan bubuk kopi ke dalam plastik kecil


Tiara juga menjual es selain menjual kue buatan nya, tapi hanya es kopi dan teh yang modalnya tak terlalu banyak


"Nih pak es nya, ga sekalian kue nya nih pak?" Ucap tiara sambil memberikan plastik berisi es itu


"Boleh dek, kue nya 2 ya" ucap supir sambil mengambil 2 kue


"Iya pak " jawab tiara


"Jadi berapa?" Tanya supir lagi


"Jadi 10 ribu pak" ucap tiara sambil mengambil uang 5 ribuan 2 lembar dari tangan si supir


"Terimakasih pak" ucap tiara senang karena ada yang membeli jualan nya dan pembeli pun pergi meninggal kan tempat itu


Itu adalah keseharian ara, berjualan dipinggir jalan yang menjadi pangkalan angkot, jadi lumayan banyak pembeli dari kalangan supir supir yang menunggu penumpangnya.


Tepatnya itu adalah tempat orang tua angkat tiara berjualan sejak dulu, tiara memilih tempat itu karena iya sudah mengenal lingkungan itu.

__ADS_1


Tiara berjualan sendiri semenjak bu dewi pergi meninggalkan dia dan bapak nya, namun tiara tetap semangat karena dia tau hanya ini lah mata penceharian nya sehari-hari.


Kalau tiara tidak jualan, dia dan bapak nya tak akan makan, bahkan kadang bapaknya mengambil sebagian uang modal jualan tiara untuk berjudi.


Kepergian bu dewi meninggalkan kesedihan yang sangat dalam bagi tiara dan bapak hendra, bu dewi meninggal karena penyakit kanker rahim, bu dewi meninggal diusia nya 42 tahun.


Bapak hendra sangat terpukul semenjak kepergian istri nya, bahkan bapak hendra pernah pergi selama seminggu dan pulang-pulang dalam keadaan mabuk berat.


"Andai ibu masih ada pasti bapak ga bakal kayak gini, tiara rindu ibu, tiara rindu kita dulu, rindu kebersamaan kita bu. Mungkin tuhan lebih sayang sama ibu, tuhan ga mau ibu sakit terus. Semoga ibu tenang ya dialam sana" ucap tiara dalam hati sambil mengingat kebahagiaan dalam kesederhanaan mereka dulu.


...


Didepan rumah tiara ada 2 orang lelaki berbadan besar sedang menggedor-gedor pintu rumah yang terlihat hampir rusak itu


"Wuy hendra, keluar lu, bayar hutang lu!" Ucap salah satu lelaki itu keras sampai beberapa tetangga keluar rumah


"Hendra keluar, atau lu mau mati ditangan gua!" Ucap lelaki satu lagi


"Gimana ini apa si hendra kagak ada dirumah nya" ucap lelaki itu pada temannya


"Kita coba dobrak aja nih pintu sapa tau si hendra ngumpet" ucap lelaki satu itu


Mereka menendang pintu itu sampai roboh, dan masuk tanpa salam ke rumah kecil yang hanya terdapat 1 kamar, 1 kamar mandi, dan ruang tamu sekaligus dapur itu


"Oh disini ternyata lu ya" ucap lelaki itu sambil menatap sinis wajah hendra yang sedang tertidur pulas


"Bangun lu, atau lu mau gua bunuh sekarang juga" ucap lelaki satu lagi sambil menendang badan hendra dan membuatnya terbangun


"Aah apaan sih, siapa kalian ini main masuk rumah orang aja" ucap hendra yang masih setengah sadar


"Heh! Bayar hutang lu sekarang!" Gertak lelaki itu


"Lah emang saya ada hutang sama kamu?" Tanya hendra bingung sedangkan 2 lelski itu terlihat sangat kesal


"Saya suruhan angga ananta dirham!" Ucap lelaki satu lagi sambil menarik kerah baju hendra


"Saya belum ada uangnya kalau ada pasti saya bayar" ucap hendra santai

__ADS_1


"Eh lu! Bukannya bayar malah makin nambah aja hutang lu! Bayar sekarang" ucap seorang lelaki sambil menonjok wajah hendra


"Aghh" ucap hendra mengerang merasakan sakit diwajahnya


Sementara tiara berjalan senang karena jualan nya hari ini habis, beberapa langkah sebelum masuk ke rumah. Tiara mendengar keributan didalam rumah nya, ia segera berlari masuk karena khawatir akan bapaknya


"Paaak, bapak kenapa" ucap tiara berlari dan terduduk disamping bapaknya yang sudah babak belur itu


"Oh, jadi ini anak hendra, cantik juga" ucap lelaki itu sambil mengelus pipi tiara


"Lepasin!" Ucap tiara sambil emnyingkirkan tangan lelaki itu


"Berani ngelawan nih cewe bos, ahahahah" ucap lelaki satu lagi sambil tertawa


"Ngapain kalian kesini, ada perlu apa?" Tanya tiara khawatir


Hendra hanya diam melihat anak angkatnya itu melakukan perlawanan, karena iya pun bingung harus bicara apa sedangkan iya tidak pernah bilang kalau iya memiliki hutang kepada angga ananta dirham. Putra dari salah seorang pemilik perusahaan besar dikota itu.


"Oh jadi lu kagak tau, bapak lu ini punya hutang sama bos kami" ucap lelaki itu tenang


"Bener pak apa yang mereka bilang?" Tanya tiara pada bapaknya sambil menahan tangis


Hendra hanya mengangguk


"Berapa hutang bapak saya?" Tanya tiara pada lelaki itu


"90 juta, tapi itu belum bunga nya!" Ucap lelaki itu keras


Tiara bingung harus mencari kemana iya uang sebanyak itu sedangkan hutang bapaknya pada tetangga sebesar 1 juta pun belum dilunasi.


"Kenapa? Bingung ya ga bisa bayar ahahahah" ucap lelaki itu senang


"Saya akan bayar, tapi tidak sekarang" ucap tiara meyakin kan


"Okee, kita beri waktu lu seminggu, kalau dalam waktu seminggu lu belum bayar, tuan angga sendiri yang akan kesini" ucap lelaki itu tegas


Tiara hanya menggangguk kecil

__ADS_1


"Ngerti kagak lu!" Ucap lelaki satu lagi


"Me...mengerti pak" jawab tiara gugup


__ADS_2