
...Dirumah keluarga Irawan....
...Disana ada Ardi yg memenuhi undangan mamanya dengan menggandeng Dinda bersamanya. Tidak lupa dengan Niken dan juga Devan suaminya. Mereka menanti kedatangan Bagas dan juga Khinan....
...Mereka sudah menunggu dari tadi, namun yg ditunggu belum juga datang. Mama Bagas mencoba menghubungi putra sulungnya itu untuk memastikan bahwa mereka baik-baik saja....
..."Tut.. Tut.. Tut". Mama Bagas mendial nomor Bagas....
...Dan dari seberang telfon, Bagas yg sedang mengemudi mengangkat telfon dari mamanya....
..."Iya ma. Ini Bagas masih dijalan. Sebentar lagi sampai." Jawab Bagas yg tau jika mereka sudah ditunggu....
...Panggilan telfon pun dimatikan. Dan mereka kembali menunggu....
...15 menit berlalu. Bagas sudah sampai dikediamannya. Bagas memarkirkan mobilnya dan turun bersama dengan Khinan....
...Bagas memasuki rumah besar nan mewah itu dengan menggandeng tangan Khinan....
..."Maaf ma Bagas telat. Tadi Bagas ada urusan mendadak." Bagas menyapa mamanya dan menciumnya. Beralih pada Khinan melakukan hal yg sama seperti Bagas....
..."Kamu ini Gas. Selalu tidak tepat waktu." Ucap Mama Bagas....
...Khinan hanya tersenyum, padahal dialah yg membuat mereka lama menunggu. Tapi Bagas berdalih bahwa dirinya lah yg membuat mereka telat....
..."Kamu apa kabar sayang ?" Tanya mama Bagas pada Khinan....
..."Saya baik Tante." Jawab Khinan....
...Khinan duduk disebelah Bagas. Tepat berhadapan dengan Niken. Adik perempuan Bagas. Niken menatap Khinan dengan tatapan tidak sukanya. Memang sedari awal Niken tidak pernah suka dengan Niken. Entah karna apa....
...Sedangkan disamping Niken duduk, Devan sejak tadi memperhatikan Khinan. Khinan menyadari akan hal itu. Tak terkecuali Bagas....
...Bagas mulai bisa mengartikan arti tatapan mata Devan terhadap Khinan. Bagas pun tau bahwa Khinan risih dengan hal ini. Mungkin untuk kedepannya Bagas harus lebih menjaga Khinan dari Devan....
...Sedangkan Dinda. Dinda duduk tepat disamping Khinan. Khinan pun bisa merasakan bahwa Mama Bagas tidak menyukai Dinda. Namun Khinan masih tau diri untuk mencari tau semuanya. Khinan dan Dinda sudah berteman baik setelah acara ulangtahun mama Bagas waktu itu. Tapi Dinda tidak pernah menceritakan kehidupannya. Dinda pun juga merasa tak nyaman karna mama Bagas sedari tadi mengajak Khinan berbicara. Sedangkan Dinda tak disapa sama sekali. Ardi pun bisa merasakan keresahan hati kekasihnya itu. Dengan segera Ardi bangkit dari duduknya dan menarik tangan Dinda untuk pulang. Hal itu memancing kemarahan pak Irawan. Ardi dibilang tidak sopan karna membuat ulah saat mereka sedang berada dimeja makan....
..."Yg sopan kamu Ardi." Bentak pak Irawan kepada Ardi. Sedangkan Ardi memilih diam tak membantah perkataan papanya itu. Dengan segera Ardi menarik tangan Dinda dan diajaknya pulang. Tapi tidak ada yg bisa mencegah perlakuan Ardi....
..."Kamu tinggal dimana ?" Niken berusaha mencairkan suasana dengan bertanya pada Khinan....
..."Diapartemen A Kak." Kata Khinan sambil mengukir senyumnya....
__ADS_1
..."Udah lama kenal sama mas Bagas ?" Tanyanya lagi dengan nada menyelidik....
..."Baru sekitar 2 bulan. Kamu gak usah terlalu kepo sama urusan mas." Bagas menimpali pertanyaan dari Niken. Bagas pun paham bahwa Niken tak menyukai Khinan....
...Niken kembali diam karna mendapat bantahan dari Bagas....
..."Udah udah. Ayo kita lanjut makan." Ajak mama Bagas....
...Semua kembali dengan makanan mereka masing-masing....
...Selesai dengan acara makan malamnya, Mama Bagas mengajak Khinan untuk duduk ditaman belakang rumah. Taman itu dikelilingi banyak tanaman. Bunga-bunga nan cantik juga menghiasi taman itu....
...Khinan duduk dibangku panjang yg ada ditaman itu bersama mama Bagas....
..."Kamu mencintai putra saya ?" Tanya mama Bagas kepada Khinan....
...Seketika Khinan bingung harus menjawab apa. Karna pada dasarnya hubungan mereka hanya pura-pura. Mereka tidak saling mencintai....
...Tapi karna tidak ada orang yg tau dengan perjanjian itu, Khinan hanya bisa menganggukkan kepalanya. Mama Bagas tersenyum mendengar jawaban dari Khinan....
..."Kamu orang pertama yg bisa meluluhkan hati Bagas." Ucap mama Bagas. Khinan mendengarkan perkataan dari mama pacar pura-puranya itu....
..."Bagas dulu pernah punya pacar. Tapi dia memilih menikah dengan lelaki lain dan pergi meninggalkan Bagas begitu saja. Itu sebabnya Bagas sempat mati rasa terhadap perempuan." Lanjut mama Bagas bercerita....
..."Kalau kalian sudah saling mencintai, maukan kalian segera bertunangan ?" Khinan melebarkan matanya kaget. Secepat inikah ? Batin Khinan....
..."Khinan belum berbicara sama orangtua Khinan Tante." Jawab Khinan memberi alasan....
..."Kalau soal itu. Biar Tante yg urus. Yg penting kalian mau bertunangan dalam waktu dekat." Mama Bagas kembali berucap. Khinan tak mampu lagi menolak ajakan mama Bagas itu....
..."Khinan serahkan pada kak Bagas Tante." Jawab Khinan setelahnya....
...Cukup lama mereka berbincang-bincang. Bagas datang menghampiri mereka. Bagas hendak mengantarkan Khinan pulang keapartemen. Karna hari sudah larut malam. Mama Khinan tidak menolaknya karna dia juga mau berisitirahat....
...Dalam perjalanan pulang. Khinan bercerita tentang mama Bagas yg mengusulkan untuk mereka segera bertunangan. Bagas tak keberatan akan hal itu. Bukan karna cinta Bagas mau bertunangan dengan Khinan. Tapi karna Laras yg masih terus mengejarnya. Jika dia bertunangan dengan Khinan, Maka Laras akan menjauh perlahan darinya. Itu yg dipikirkan oleh Bagas saat ini. Tapi disini justru Khinan lah yg meragukan akan pertunangan ini. Khinan masih belum bisa membuka hati untuk siapapun pasca dihianati oleh Bayu. Entah apa yg akan dilakukan Khinan nantinya....
...Mereka telah sampai diapartemen Khinan. Bagas menurunkan Khinan diloby apartemen....
..."Makasih ya untuk malam ini." Kata Bagas kepada Khinan sebelum Khinan turun dari mobil....
..."Iya Kak. Kak Bagas hati-hati." Khinan membalas senyuman Bagas....
__ADS_1
...Sepertinya kecanggungan diantara mereka sedikit terkikis. Mungkin karna sudah mulai terbiasa....
...Khinan turun dari mobil Bagas dan segera naik kelantai tempat kamarnya berada. Sedangkan Bagas kemudian melajukan kembali mobilnya untuk segera pulang....
...Khinan sampai dikamarnya dan pergi kekamar mandi untuk bebersih dirinya. Setelahnya dia kembali untuk beristirahat....
...Pagi hari. Khinan sangat malas untuk bangun pagi. Untunglah hari ini adalah hari weekend. Khinan berencana untuk bangun siang....
...Baru saja Khinan akan kembali memejamkan mata, Bel apartemennya berbunyi. Dengan kesal Khinan pun bangun dan segera menuju pintu depan....
..."Taraaa..." Suara cempreng Luna memekakan telinganya....
..."Ganggu aja. Mau lanjut tidur juga." Kata Khinan dengan malas. Khinan pun mempersilahkan tamunya itu masuk....
..."Anak prawan gak boleh bangun siang." Timpal Luna yg mengikuti Khinan masuk dan duduk disofa ruang tv....
..."Ngantuk tau." Jawab Khinan. "Tunggu sini dulu. Aku mau mandi." Kata Khinan dan kemudian masuk kembali ke kamar nya untuk siap-siap mandi....
..."Aku laper." Teriak Luna saat Khinan mulai memasuki kamarnya....
..."Cari aja didapur yg bisa dimakan." Jawab Khinan sambil teriak juga....
...Luna mencari-cari makanan yg ada dikulkas apartemen itu. Luna mengambil beberapa buah dan juga susu untuk dimakannya. Kemudian kembali duduk disofa dan menunggu Khinan selesai mandi sambil nonton tv....
...Beberapa menit kemudian. Khinan sudah selesai dengan mandinya. Khinan menyusul Luna yg tengah asik makan buah itu....
..."Tante apa kabar Lun ?" Tanya Khinan yg kemudian duduk disamping Luna. Luna pun menoleh kesumber suara....
..."Mama baik. Kamu tuh yg ditunggu mama. Katanya bakal sering kerumah." Jawab Luna yg kembali fokus pada acara televisi didepannya....
..."Sorry. Hehe." Jawab Khinan sambil cengar-cengir dihadapan Luna....
..."Eh Nan. Inget om-om yg kita tabrak tempo hari gak ?" Tanya Luna pada Khinan...
..."Inget. Kenapa ?" Jawab Khinan penasaran....
..."Masak dia tau rumahku. Kemaren pas aku pulang, aku liat itu om-om keluar dari rumah. Pas Aku mau samperin eh dianya keburu pergi. Aku tanya mama katanya orang salah alamat." Cerita Luna panjang lebar....
...Khinan mulai memikirkan sesuatu. Khinan ingat dengan om itu. Kayak pernah bertemu sebelumnya. Dan...
...Deg. Khinan mulai ingat siapa om-om itu. Om itu sama persis dengan orang yg ditemuinya dirumah Luna waktu itu. Orang yg sedang bertengkar dengan mama Luna. Dan dia adalah ayah kandung Luna....
__ADS_1
...Namun Khinan tidak akan bercerita kepada Luna tentang lelaki itu. Karna itu bukan wewenangnya untuk memberi tahu Luna. Biar nanti mama Luna sendiri yg memberitahunya....