
...Siang ini Bayu sedang duduk didekat Iren. Melihat sang anak yg sedang terbaring lemah. Dan tersadar akan sosok Laras yg tadi ditemuinya. Bayu hendak mencari Laras. Namun dia tak tega jika meninggalkan Iren seorang diri. Sedangkan om Rama sudah pulang sejak tadi karna harus mengurus toko kuenya....
..."Apa itu benar kamu ? Atau hanya aku yg terlalu rindu padamu hingga aku berhalusinasi dan berfikir bahwa itu adalah kamu ?" Kata Bayu berbicara pada dirinya sendiri. Tiba-tiba seorang suster datang membuyarkan lamunannya....
..."Siang pak Bayu. Ini makan siang serta obat buat putri bapak ya". Kata perawat itu dan memberikan nampan berisi makan siang dan juga obat untuk Iren. Bayu menjawabnya dengan tersenyum ramah....
..."Baik sus. Terimakasih". Jawabnya....
...Dan tak berselang lama setelah perawat itu keluar, om Rama datang dengan perlengkapan Bayu dan juga Iren selama dirumah sakit. Tak lupa juga om Rama membawa makan siang untuk Bayu....
..."Kamu jangan lupa makan Bay". Kata om Rama pada Bayu. Bayu pun hanya mengangguk....
..."Om. Bayu boleh minta tolong ?" Tanya Bayu....
..."Boleh". Jawab om Rama singkat....
..."Jagain Iren sebentar ya om". Kata Bayu lagi....
..."Kamu mau kemana Bay ?" Tanya Omnya itu....
..."Sepertinya tadi pagi Bayu melihat Laras om. Kelihatannya dia dirawat disini". Kata Bayu....
..."Wanita yg pernah kamu ceritakan itu ?" Tanya Om Rama. Bayu menjawab hanya menganggukkan kepalanya....
...Om Rama terlihat menghela nafasnya. "Bay Bay. Kenapa kamu harus jatuh cinta sama wanita nggak bener macem dia. Kan diluar sana masih banyak wanita baik-baik. Kamu juga masih ganteng ini. Nggak mungkin kalau kamu nggak laku Bay". Kata om Rama menasehati Bayu. Bayu pun mencerna setiap kata-kata pamannya itu. Ada benarnya juga. Wanita seperti Laras mungkin masih berkeliaran dengan para lelaki hidung belangnya. Apalagi sekarang dia sedang hamil yg nggak jelas siapa bapaknya. Namun demikian, apa alasan dia menghilang dari Bayu ?. Bahkan sampai sekarang Bayu tak mendengar kabarnya sama sekali....
..."Bay. Om ada karyawan di toko. Kamu mungkin belum mengenalnya. Dia om angkat sebagai kepala toko. Karna dia jujur, cekatan dan bertanggung jawab. Namanya Nurul. Dia berhijab Bay. Aku rasa dia cocok sama kamu". Lanjut om Rama....
__ADS_1
..."Haha. Om ini ada-ada saja. Kalaupun Bayu mau belum tentu si Nurul mau sama Bayu om. Bayu punya anak. Pasti juga Nurul akan pilih-pilih kalau mau cari pasangan". Jawab Bayu pasrah. Karna Bayu sama sekali belum jatuh cinta lagi setelah hilangnya Laras dan kepergian Risa....
..."Dicoba dulu Bay. Siapa tau kalian jodoh". Kata om Rama lagi. Bayu tak menjawabnya lagi. Bayu masih terus memikirkan bagaimana dia mencari keberadaan Laras. Wanita yg sudah membuatnya susah melirik wanita lain. Entahlah. Racun apa yg diberi oleh Laras, Bayu pun tak tau....
...Tiga hari sudah Iren menginap dirumah sakit itu. Kondisinya semakin membaik. Dan nafsu makan Iren pun sudah kembali seperti sedia kala. Hari ini Iren sudah dibolehkan pulang oleh dokter....
..."Pa pa pa pa". Celoteh Iren memanggil sang ayah. Bayu pun mendekati Iren yg sedang dipangku oleh om rama....
..."Apa sayang ?. Iren mau apa nak ?" Tanya Bayu mendekat dan menciumi pipi gembul Iren. Namun Iren malah tertawa riang dibuatnya. Bayu bahagia dengan hadirnya malaikat kecil dihidupnya....
..."Ya udah. Kita siap pulang sekarang ?" Tanya om Rama lagi....
..."Iya om. Bayu keluar dulu urus administrasinya ya om". Kata Bayu....
...Bayu pun segera keluar mengurus administrasi rumah sakit itu. Dan setelahnya, Bayu melewati ruang informasi. Bayu berbelok kearahnya....
..."Baik. Kami cek dulu ya pak". Jawab perawat itu....
..."Iya sus". Timpal Bayu pula....
...Terlihat petugas itu mengotak atik komputernya. Dan setelah beberapa menit barulah dia memandang kembali kearah Bayu....
..."Pasien atas nama ibu Laras memang beberapa hari yg lalu dirawat disini pak. Namun dia sudah diperbolehkan pulang 2 hari yg lalu". Jawab sang perawat itu memberi informasi....
..."Ooo". Kata Bayu. "Saya boleh minta alamatnya nggak sus. Kebetulan saya ini temannya. Tapi kelihatannya dia sudah pindah rumah". Lanjutnya....
..."Sebentar ya pak". Jawab perawat itu lagi. Kemudian perawat itu memberikan secarik kertas pada Bayu yg bertuliskan alamat rumah Laras....
__ADS_1
..."Makasih sus". Kata Bayu dan memilih segera pergi dari ruang informasi itu....
...Diperjalanan menuju ruang rawat Iren, Bayu menyempatkan untuk melihat alamat Laras yg ditulis oleh perawat tadi. Namun sesaat kemudian Bayu mengerutkan keningnya. Pasalnya alamat itu ialah alamat rumah Laras yg lama. Apa mungkin dia kembali kerumahnya yg dulu ? Pikir Bayu. Mungkin Bayu akan memastikannya lagi suatu hari....
...Bayu dan Iren pulang dari rumah sakit bersama om Rama. Om Rama yg mengemudikan mobil sedangkan Bayu duduk disampingnya memangku Iren. Bayu senang karna Iren sudah kembali ceria. Didalam mobil Iren selalu mengoceh tak jelas. Hingga kadang kala Bayu dan om Rama dibuat tertawa oleh tingkah lucu Iren....
..."Bagaimana kalau kita sewa jasa baby sister ? Untuk kedepannya biar Iren ada yg jaga setiap saat kalau kamu lagi sibuk Bay". Saran om Rama pada Bayu....
..."Nanti Bayu pikirkan om". Balasnya. Om Rama hanya mengangguk menanggapi Bayu....
..."Lalu gimana dengan tawaran om tadi. Kalau kamu mau, om kasih nomornya buat kamu". Lanjut om Rama lagi....
..."Tawaran yg mana om ?" Tanya Bayu yg tak paham dengan maksut pamannya itu....
..."Tentang Nurul Bay. Om yakin dia akan jadi istri yg baik untuk kamu dan juga ibu yg baik untuk Iren". Balasnya sambil mengelus pipi gembul Iren....
..."Kenapa nggak buat om aja. Om kan juga masih sendiri. Memangnya om nggak mau berumah tangga lagi ?" Tanya Bayu....
..."Om nggak tertarik sama perempuan Bay. Dihati om hanya ada satu nama". Jawab om Rama. "Lagi pula juga ada kamu. Ada Iren. Jadi om tidak akan merasa kesepian lagi". Lanjutnya. Bayu menggelengkan kepalanya. Pamannya ini memang benar-benar tak tertarik lagi untuk berumah tangga....
...Tak terasa mereka sudah sampai dirumah om Rama. Iren terlihat tidur pulas dipangkuan sang ayah. Bayu dengan pelan menggendongnya untuk masuk kerumah. Bayu tidak ingin putri kecilnya itu terbangun. Bayu segera menidurkan Iren dikamarnya....
..."Om lanjut ke toko dulu ya Bay. Untuk sementara kamu dirumah saja jaga Iren. Nanti kalau Iren sudah bisa ditinggal, kamu kembali kelola toko om". Kata om Rama setelah melihat Bayu keluar dari dalam kamarnya....
..."Oke om". Balas Bayu singkat. Kemudian om Rama keluar dari rumahnya untuk kembali ketoko kuenya....
...Bayu sedang duduk disofa kamarnya. Memandangi ponselnya dan sesekali melirik kearah Iren yg masih tertidur pulas. Om Rama mengiriminya foto wanita berjilbab. Wanita itu ialah wanita yg tadi dibahas oleh om Rama ketika dirumah sakit dan didalam mobil. Wanita itu terlihat cantik dengan hijabnya. Terlihat dia sedang berada didepan kasir ditoko om Rama. Om Rama memotretnya secara diam-diam tanpa sepengetahuan Nurul....
__ADS_1
..."Dia gadis yg manis. Dan kelihatan jika dia wanita baik-baik". Batin Bayu. Bayu sedang memikirkan, kalau dia terus mencari Laras, mungkin dia akan kehilangan kesempatan untuk mendekati Nurul. Belum lagi kalau Laras sudah tidak mengharapkannya. Bahkan hingga detik ini Bayu tak mendapat kabar apapun dari Laras. Mungkin dia akan mencoba membuka hati untuk mendekati wanita lain....