
...Mereka sudah menyelesaikan makan malam mereka. Khinan mulai bicara untuk meminta izin pindah keapartemen barunya....
..."Tan. Lun. Aku udah disewain apartemen oleh kantor Aku. InsyaAllah weekend nanti aku udah pindah kesana." Kata Khinan pada sahabat dan juga mamanya itu....
..."Kok pindah sih. Kan aku pengennya kamu tinggal disini ?" Kata Luna yg tak mau ditinggal Khinan....
..."Iya Nan. Tante gak keberatan sama sekali untuk kamu tinggal disini. Tante malah seneng." Jawab mama Luna menimpali....
..."Makasih Tan, Lun. Tapi gak enak terus-terusan ngrepotin. Jadi biar aku tinggal sendiri aja ya." Khinan berusaha memohon agar diperbolehkan tinggal diapartemen barunya. "Nanti pasti Khinan bakal sering main kesini kok. Khinan janji." Imbuhnya....
...Luna dan mamanya hanya bisa mengangguk pasrah. Apapun keputusan Khinan mereka akan selalu mendukungnya....
...Khinan berjalan hendak menuju kamarnya. Tapi Luna mengekorinya dari belakang. Khinan yg kaget ketika Luna sudah berada disampingnya....
..."Luuun. Bikin kaget aja sih." Kata Khinan sambil mengelus dadanya. Luna hanya nyengir dan memasuki kamar Khinan terlebih dahulu. Lalu duduk diranjang empuk dikamar itu. Diikuti oleh Khinan yg menyusul dari belakang....
..."Eemmm. Boleh aku tanya ?" Kata Luna pada sahabatnya itu....
..."Ada apa ?" Tanya Khinan....
...Sejenak Luna berfikir tentang pertanyaan yg akan ditanyakan. kemudian melanjutkan katanya daripada Luna penasaran....
..."Cowok yg sering nganter kamu pulang itu siapa ?" Tanya Luna dengan pelan....
...Khinan berfikir untuk memberi jawaban yg tepat untuk Luna. Dia memikirkan untuk jujur pada sahabatnya itu. Iya. Khinan memilih jujur pada Luna. Karna hanya Luna teman yg dapat dipercayainya....
...Khinan menceritakan semua yg dialaminya bersama Bagas. Termasuk dengan pacar pura-pura itu. Luna mendengarkan cerita Luna dengan seksama. Dia mengerti posisi Khinan saat ini. Dia hanya bisa mendukung apapun yg Khinan lakukan....
...Malam pun semakin larut. Khinan dan Luna saling bercerita hingga lupa waktu. Khinan sudah mulai mengantuk, Begitu juga dengan Luna. Luna menarik selimut dan merebahkan dirinya kekasur empuk itu. Malam ini Luna ingin tidur bersama sahabatnya itu. Khinan pun menarik selimutnya dan mulai terlelap dalam mimpi indahnya....
...Dirumah Bagas. Bagas tengah menikmati kesendiriannya ditaman belakang rumah. Pak Irawan melihat dari dalam rumah, Kemudian pak Irawan melangkah mendekati putra sulungnya itu....
..."Papa pikir kamu sudah tidur." Kata pak Irawan yg sudah sampai dan duduk disamping Bagas....
..."Bagas belum ngantuk pa. Papa kenapa belum tidur juga ?" Tanya Bagas....
..."Ada yg ingin papa bicarakan sama kamu." Kata pak Irawan sambil menerawang kedepan. Memikirkan rangkaian kata yg akan diucapnya....
__ADS_1
..."Ada apa pa ?" Tanya Bagas penasaran....
...Pak Irawan menghela nafasnya sebelum melanjutkan kata-katanya....
..."Tadi siang papa bertemu dengan wanita itu." Kata-kata pak Irawan menggantung. Membuat Bagas penasaran dibuatnya....
..."Siapa yg papa maksut wanita itu ?" Bagas bertanya dan menatap wajah sang ayah yg terlihat berfikir....
..."Laras." Jawab pak Irawan membuat Bagas kaget....
...Yg Bagas tau bahwa Laras dibawa oleh suaminya kelain kota. Tapi dimana kota itupun Bagas tidak mengetahuinya. Setelah Bagas mengetahui bahwa Laras memilih bersama laki-laki itu, dia sama sekali tidak memperdulikannya....
..."Untuk apa papa ceritakan pada Bagas ?" Jawab Bagas yg masa bodoh tentang kabar Laras....
..."Karna dia menanyakanmu." Jawab pak Irawan. Pak Irawan menerawan kedepan mengingat bagaimana pertemuannya dengan Laras siang tadi....
...Flashback#...
..."Om Irawan." Pak Irawan menoleh ke sumber suara yg memanggil namanya tadi. Wanita tinggi berkulit putih itu pun tersenyum pada pak Irawan....
...Kala itu pak Irawan menunggu teman dekatnya....
..."Om baik. Kamu gimana Laras ? Mana suamimu ?" Tanya pak Irawan pada Laras yg memang mengetahui jika Laras sudah menikah....
...Laras mulai cemberut. Di menjelaskan bahwa dia sudah bercerai dari suaminya. Menurut ceritanya, suaminya telah berselingkuh dengan partner kerjanya. Laras juga menceritakan tentang dia yg mengalami KDRT oleh suaminya, Hingga dia memutuskan untuk bercerai. Beruntung Laras belum memiliki anak jadi dengan mudah Laras mengguggat cerai suaminya....
...Pak Irawan merasa kasihan dengan cerita Laras. Ternyata Laras mengalami hal yg begitu menyakitkan....
..."Aku masih sangat mencintai Bagas Om. Aku tidak bisa melupakan Bagas." Kata Laras disela-sela isak tangisnya....
...Cerita mereka terhenti saat teman dekat pak Irawan datang....
..."Mungkin lain waktu bisa kita sambung lagi Laras. Sekarang om lagi buru-buru karna Om sudah punya janji dengan teman lama Om." Kata pak Irawan sambil berdiri hendak pergi dari Laras....
...Laras mengangguk karna tidak mungkin Laras menahan pak Irawan untuk lanjut mendengar keluh kesahnya....
...Flashback off#...
__ADS_1
...Pandangan Bagas menatap lurus kedepan. Membayangkan apa yg diceritakan oleh papanya tadi. Dari dalam lubuk hatinya, sungguh bahwa dia masih mencintai Laras. Jika Laras tersakiti, pasti dia akan merasa tersakiti juga. Apakah Bagas akan melepaskan Khinan ?. Entahlah. Bagas masih belum bisa percaya terhadap Laras sepenuhnya. Bagas masih mengingat kala Laras memilih laki-laki lain dan pergi meninggalkannya. Laras yg sudah membuatnya mati rasa terhadap perempuan....
...Bagas kembali mengingat kala mereka masih bersama. Laras yg sangat dicintainya itu membuat hari-harinya indah. Seketika dia teringat juga saat dimana Laras meninggalkannya dan memilih lelaki lain. Itu sungguh menyakitkan. Bagas harus dilema antara kembali memperjuangkan cinta yg telah usai atau menyambut cinta baru yg akan datang. Sungguh ini membuatnya sangat dilema....
...Matahari pagi menyinari tirai jendela kamar Khinan. Khinan pun terbangun dengan alarm yg menyala diatas meja samping ranjang. Dilihatnya kesamping kanannya, Luna masih tertidur pulas enggan untuk membuka mata. Khinan pun berdiri hendak menuju kamar mandi....
...Khinan sudah menyelesaikan mandinya. Terlihat Luna sudah tidak ada dikamarnya. Mungkin Luna sudah kembali kekamarnya juga untuk menyiapkan keperluan kerjanya. Khinan memakai baju kerjanya dan tidak lupa memoles wajah dengan make up tipis diwajahnya. Terlihat begitu cantik natural. Saat sedang mengoleskan lipgloss kebibir mungilnya, ponsel nya berdering tanpa pesan whatsapp masuk keponselnya. Dibuka pesan itu dan ternyata dari Bagas....
..."Berangkat sendiri. Hari ini saya ada urusan." Katanya dipesan whatsapp tersebut....
..."Iya Kak." Timpal Khinan pada Bagas. Memang mulai sekarang, Khinan harus membiasakan memanggil Bagas dengan sebutan Kak....
...Selesai dengan siap-siapnya, Khinan sudah rapi dan keluar menuju meja makan untuk sarapan bersama keluarga Luna. Seperti biasa terlihat mama Luna sedang sibuk menyiapkan makan pagi untuk anaknya dan juga sahabat anaknya tersebut. Khinan sangat beruntung bisa mengenal Luna dan keluarganya. Disini Khinan merasa merekalah keluarga Khinan....
..."Sarapan dulu Nan. Sebelum dijemput." Sapa mama Luna yg mengetahui Khinan sudah berdiri disamping meja makan....
..."Hari ini Khinan berangkat sendiri Tan. Khinan gak dijemput." Jawabnya Sambil duduk dan mulai menyendokkan nasi kepiringnya....
..."Bareng Aku aja Nan." Sahut Luna yg sudah siap juga untuk berangkat kerja....
...Khinan mengangguk dan tersenyum karna hari ini mereka berangkat kerja bareng lagi....
...Merekapun memulai sarapan mereka....
...Sarapan sudah selesai. Luna dan Khinan pamit kepada mama Luna untuk pergi bekerja. Ditengah perjalanan, Karna Luna kurang fokus mengendari motornya, mereka menyerempet sebuah mobil yg mau belok kearah kiri. Luna mengerem mendadak. Tapi karna jarak terlalu dekat, motor mereka terjatuh dan menggores mobil mewah yg ada didepannya. Khinan mengaduh kesakitan karna lututnya berdarah. Demikian juga Luna yg meringis karna sikunya terbentur aspal jalanan....
...Seorang laki-laki turun dari mobil mewah itu dan melihat kebelakang tempat Khinan dan Luna terjatuh....
..."Bisa bawa motor gak sih ?" Teriak laki-laki yg ternyata pemilik mobil mewah itu....
...Luna yg tak merasa bersalahpun berdiri dan menjawab pertanyaan laki-laki paruh baya tadi....
..."Om tu yg telat nyalain lampu sen. Kok jadi bawa-bawa bisa nyetir apa enggak. Jelas-jelas om yg salah." Luna membentak laki-laki tua itu karna memang mobil tadi telat menyalakan lampu sen....
...Khinan hanya diam. Dalam hatinya dia memandang pada lelaki paruh baya itu. Seperti pernah melihatnya. Tapi dimana tepatnya dia pun lupa....
...Kira-kira siapa lelaki paruh baya ini ?...
__ADS_1