
...Bayu masih terus menggenggam tangan Risa. Tangan yg penuh dengan selang infus itu. Sesekali matanya beralih memandangi wajah yg sedari tadi memejamkan matanya. Selang oksigen bersarang dihidungnya. Risa nampak begitu kurus. Dan Bayu tak pernah menyangka bahwa Risa mengidap penyakit itu sudah lama....
...Diluar ruangan terlihat kedua orangtua Risa datang. Bayu melihat dari dalam yg memang terdapat kaca untuk membatasi ruangan itu. Bayu keluar dari ruangan itu dan menemui kedua mertuanya itu....
...Bayu keluar dan hendak menyalami kedua orangtua Risa. Namun uluran tangan Bayu tak dibalas oleh mama Risa....
..."Ma". Kata papa Risa memperingatkan sang istri. Mama Risa memang masih marah sama Bayu. Bayu sudah meninggalkan putrinya begitu saja. Bayu yg tak mau peduli dengan Risa sedikitpun. Jadi sekarangpun kedatangan Bayu tak akan berarti apa-apa buat Risa....
..."Maafin Bayu ma. Bayu salah". Kata Bayu pada sang mertua. Namun sakit hati mama Risa nggak mudah hilang begitu saja. Dia tetap memalingkan wajahnya dari Bayu....
..."Kapan kamu datang Bay ?" Tanya papa Risa memecah keegoisan istrinya. Papa Risa juga sakit hati oleh kelakuan Bayu. Tapi biar bagaimanapun putrinya begitu mencintai sosok lelaki itu....
..."Bayu belum lama pa. Begitu sampai Bayu langsung kesini". Jawabnya....
..."Jeng. Jeng bisa pulang. Biar saya dan suami saya yg gantian menunggu Risa disini". Kata mama Risa kepada ibu Bayu. Namun tiba-tiba Bayu menyela pembicaraan mama Risa sebelum dijawab oleh ibunya....
..."Kalau boleh biar saya yg menunggunya malam ini ma". Kata Bayu....
..."Nggak usah. Risa nggak butuh kamu". Jawab mama Risa ketus....
..."Sudah lah ma. Bayu juga masih suami sahnya Risa. Mama nggak boleh kayak gitu". Bujuk papa Risa. Namun lagi lagi mama Risa tak memperbolehkan untuk Bayu disini....
..."Sejak dia pergi juga Risa bisa kok tanpa dia". Bantah mama Risa lagi....
..."Saya meminta maaf atas nama anak saya Jeng. Tapi tolong. Malam ini saja biarkan Bayu disini menjaga Risa". Pinta ibu Bayu memohon. Dan akhirnya mama Risa pun mengangguk setuju. Dia memperbolehkan Bayu semalam disini....
..."Iren dimana ma ?" Tanya Bayu kepada mama mertuanya lagi. Berharap kali ini dia menjawab pertanyaannya. Namun nihil. Dia tak mendapat jawaban dari mama mertuanya itu. Rasa sakit hatinya memang begitu dalam. Hingga papa Risa lah yg menjawabnya....
..."Kami titipkan sama suster yg merawatnya. Kami nggak bisa menjaga Iren full time nak Bayu. Jadi kami memutuskan untuk menyewa jasa baby sister". Jawab papa Risa yg diikuti anggukan oleh Bayu....
__ADS_1
..."Ya sudah. Kalau gitu saya pamit pulang dulu. Kamu disini ya Bay". Pamit ibu Bayu....
..."Iya Bu". Jawab Bayu kemudian....
...Ibu Bayu pun pulang. Dan tak lama setelah itu disusul mama dan papa Risa juga pulang. Tinggallah Bayu sendiri disana. Bayu memilih duduk dikursi tunggu. Kembali mengingat setiap moment bersama Risa. Namun tak menjumpai kenangan yg indah didalamnya. Bayu sadar bahwa selama dia menikahi Risa, Bayu masih terus memikirkan Khinan. Tak hayal waktu mereka berhubungan suami istri pun hanya nama Khinan yg disebutnya. Namun Risa tak pernah protes alan hal itu. Bayu juga sering kali memergoki Risa tengah mengusap air matanya. Namun dia masih berusaha tersenyum dihadapan Bayu. Dan bodohnya Bayu, dia tak pernah memperdulikannya....
...Waktu terus berjalan. Waktu sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Bayu mulai merasa kantuk menghinggapinya. Dia berusaha memejamkan matanya dikursi samping ranjang Risa. Sambil tangannya tak pernah melepaskan tangan Risa....
...Dan saat Bayu akan tertidur, Dia merasa tangan Risa sedikit bergerak. Bayu yg semula mengantuk pun jadi kembali bugar setelah mengetahui tangan Risa bergerak. Dan tak lama kemudian Risa bersuara dengan memanggil namanya....
..."Iya Ris. Aku disini". Jawab Bayu mendekat kearah Risa. Risa yg sedikit membuka matanya itu tersenyum kearah Bayu. Risa ingin lagi mengatakan sesuatu. Namun perkataannya tidak jelas ditelinga Bayu....
..."Apa yg kamu mau ? Katakan". Kata Bayu dan mendekatkan dirinya ke arah Risa. Berharap Risa lebih memperjelas ucapannya. Namun suara Risa masih terdengar belum jelas. Hingga Bayu pun bingung harus bagaimana. Bayu pun segera keluar menemui perawat yg berjaga malam itu....
..."Kondisi ibu Risa belum sepenuhnya pulih. Jadi masih butuh istirahat yg cukup ya pak". Kata perawat yg berjaga malam itu....
..."Baik sus". Jawab Bayu pada perawat itu....
..."Bay". Kata Risa dengan sangat lirih....
..."Ada apa ? Kamu mau apa ?" Tanya Bayu mendekat....
..."Aku minta maaf". Kata Risa lagi....
...Bayu mengelus rambut Risa. "Kamu jangan banyak bicara dulu ya. Inget kata suster tadi. Kamu harus banyak istirahat supaya kamu cepat pulih ya". Jawab Bayu lagi. Risa pun mengangguk....
..."Boleh aku minta sesuatu ?" Tanya Risa....
..."Apapun itu pasti aku turuti". Jawab Bayu sambil mengangguk pasti....
__ADS_1
..."Aku ingin dirawat sama kamu untuk beberapa hari terakhirku". Jawab Risa....
..."Kamu pasti sembuh". Jawab Bayu. Sejujurnya Bayu sedang menahan air matanya supaya tidak keluar. Bayu begitu sedih dengan kondisi Risa saat ini. Andai dari dulu Bayu mengetahui sakit yg diderita oleh Risa, Pasti dia akan bersikap lembut pada istrinya itu. Namun penyesalan selalu datang diakhir waktu....
..."Sekarang kamu harus istirahat ya. Supaya kamu bisa cepet pulang". Kata Bayu membelai pipi Risa. Risa pun mengangguk. Dia kembali memejamkan matanya untuk beristirahat....
...Pagi menjelang. Risa sudah bisa berbicara dengan jelas. Dia juga sudah tak memakai selang oksigen di hidungnya lagi....
...Bayu terlihat baru keluar dari kamar mandi. Lalu kembali duduk didekat ranjang Risa berada....
..."Bay". Kata Risa....
..."Hhmmm". Jawab Bayu dengan mendekat kearahnya....
...Risa tersenyum. Sikap Bayu sudah tak sedingin waktu itu. Kini Risa bisa merasakan hangatnya sikap Bayu kepadanya....
..."Pertama. Aku minta maaf. Karna sudah merebutmu dari Khinan waktu itu. Yg kedua. Aku juga minta maaf untuk waktu itu. Waktu dimana kamu salah paham sama Diko. Waktu itu aku mau beli bakso. Karna aku lagi nyidam Bay. Dan tanpa sengaja aku ketemu sama Diko. Dan kita makan bareng". Jelas Risa. "Diko itu temen lamaku Bay. Kita nggak pernah ada hubungan apa-apa. Dan yg ketiga..." Risa menjeda ucapannya. Kemudian dia kembali terdiam....
..."Apa yg ketiga ?" Tanya Bayu masih penasaran....
..."Yg ketiga lagi-lagi aku minta maaf. Karna sebenarnya Iren bukan darah dagingmu". Jelasnya. Bayu hanya tersenyum mendengarnya....
..."Boleh aku menjawab ?" Tanya Bayu. Risa hanya mengangguk. "Yg pertama, Aku juga berterimakasih karna kamu sudah merebutku. Dengan demikian aku bisa melihat orang yg kusayang bahagia bersama pilihannya yg tepat. Yg kedua, Aku yg minta maaf karna tak mendengar penjelasanmu. Dan yg terakhir, Aku sudah tau kalau Iren bukan anakku". Jawab Bayu lagi. "Itulah alasannya kenapa aku pergi ninggalin kamu waktu itu". Lanjutnya menjelaskan. "Sekarang giliranku yg minta maaf Risa. Aku yg sudah pergi meninggalkanmu begitu saja. Aku yg sudah semena-mena sama kamu. Aku yg tak pernah mau peduli sama kamu". Kata Bagas....
..."Aku sudah cukup bahagia bisa bersamamu walau hanya sebentar Bay". Kata Risa. Dan tanpa terasa air mata Risa jatuh di kedua pipinya. Bayu menghapus setiap air mata yg jatuh dipipi Risa itu....
..."Kalau kamu mau cerita sejak awal. Aku pasti bisa menjaga sikapku Ris. Jadi kamu tidak akan tersakiti seperti ini". Kata Bayu. Namun Risa malah menggelengkan kepalanya....
..."Aku nggak mau hidup dari belas kasihan orang lain Bay. Aku nggak mau". Katanya. "Dan sekarangpun Aku tau, Sikap manismu ini hanya sebatas rasa kasian saja. Nggak mungkin bisa lebih". Lanjutnya. " But. It's oke. Aku terima Bay. Yg penting aku bisa melihat senyummu setiap harinya disisa umurku ini". Lanjut Risa lagi....
__ADS_1
..."Maafin Aku Ris". Kata Bayu yg tak mampu menahan air matanya dan menghambur kepelukan Risa. Risa pun menikmatinya. Dan kali ini sungguh terasa pelukan tulus dari Bayu. Risa tak ingin bersedih hati. Walaupun ia tau bahwa hati Bayu bukanlah untuknya, namun ia benar-benar bahagia disisa waktunya dihabiskan bersama dengan Bayu. Itu sudah lebih dari cukup untuk Risa....