Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Tangis tiara


__ADS_3

Pagi yang cerah menambah semangat tiara yang sedang menyusun kue buatan nya itu, karena dengan cuaca yang bagus hari ini kemungkinan kue buatan nya akan habis terjual.


Tiara memasukan beberapa renteng minuman kopi dan teh ke dalam tas tenteng nya.


Tiara memasukan kue ke kotak kue dan menutup nya, lalu memasukan nya kedalam tas tenteng.


"Semoga hari ini kue nya kejual semua, biar bisa nyicil hutang bapak bulan ini" ucap tiara tersenyum kecil penuh harap sambil menatap kue-kue itu


Setelah iya berjalan beberapa langkah, terdengar suara dobrakan pintu


Braaak...


Seorang lelaki yang terlihat mabuk mendobrak pintu rumah reot itu dan masuk tanpa salam


Lelaki itu berjalan sempoyongan dan membuka laci-laci meja reot disudut ruangan itu


"Hey ara mana uang! " ucap lelaki itu sambil membuka laci-laci meja reot


"Gaada pak, kan ara baru mau jualan hari ini" jawab tiara ketakutan


"Cepat mana uangnya ara!" Ucap lelaki itu lagi


"Gaada pak, kan kemarin bapak udah ambil uang nya" ucap tiara menahan tangis


"Halah menyusahkan saja kamu itu!, cari uang sana yang banyak" Ucap lelaki itu dan tak lama lelaki itu menjatuhkan dirinya dikursi jati tua yang menambah kesan kemiskinan dirumah itu


Hiks...hiks...hiks...


Tiara tak bisa menahan tangis nya melihat lelaki yang tak lain adalah bapak angkatnya

__ADS_1


"Kenapa bapak jadi begini sih, kenapa bapak jadi pemabuk gini"


Ucap tiara sambil menahan tangis menatap bapaknya yang tertidur dikursi jati tua itu


Lelaki itu memang bapak angkat tiara, tapi sebelumnya lelaki itu sangatlah baik namun setelah istri nya meninggal 5 tahun yang lalu, membuat iya murung dan sangat sedih.


istri pak hendra meninggal karena penyakit kanker rahim yang diderita nya selama bertahun-tahun dan membuatnya tidak bisa memiliki keturunan.


Pak hendra melampiaskan kesedihannya dengan mabuk dan berjudi setiap hari nya, dan iya pun selalu pulang dalam keadaan mabuk.


Entah uang darimana yang iya pakai berjudi selama itu, sementara tiara terus berjualan untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari.


Tiara diadopsi oleh lelaki itu dan istrinya sejak 13 tahun yang lalu, tepatnya setelah ara terombang ambing di jalanan.


Bukan tanpa sebab tiara menjadi anak jalanan, kematian ayahnya lah yang membuat tiara terombang ambing dijalanan kota itu tanpa tau kemana tujuan pergi.


Flashback on


Sepasang suami istri yang memakai pakaian lusuh itu terlihat sedang duduk disamping gerobak yang berisi beberapa jenis makanan dan rentengan minuman.


Mereka memperhatikan tiara yang tak pergi-pergi dari tempat itu, tiara sendiri bingung kemana dia harus pergi.


"Pak, ibu perhatiin anak itu ga pergi-pergi dari situ" ucap perempuan itu


"Iya juga ya, apa dia nyasar atau bagaimana ya" jawab lelaki itu sambil melihat ke arah tiara


"Pak, kita samperin aja yuk" ucap perempuan itu sambil menunjuk tiara


"Ayo bu, coba kita samperin sapa tau bisa bantu dia" ucap lelaki itu lagi

__ADS_1


Mereka berjalan meninggalkan jualan nya, dan menghampiri tiara kecil yang sedang menangis


Perempuan itu menepuk pundak tiara pelan dan duduk disamping tiara


"Dek, ngapain disini?" Tanya perempuan itu ramah


Hiks...hiks...hiks...


Tiara kecil malah makin menangis karena iya pun takut dengan sepasang suami istri itu


"Kamu jangan nangis, om sama tante ga jahat kok" ucap lelaki itu tersenyum menatap tiara yang mulai melepas kan rangkulan kaki nya itu.


Tiara masih ragu, dan dia hanya diam melihat sepasang suami istri itu.


"Kamu ga dicariin sama orang tua kamu?" Tanya perempuan itu pada tiara, namun tiara tetap diam


"Kamu jangan takut ya, om ga akan nakalin kamu kok" ucap lelaki itu meyakin kan tiara


"Adek lapar? Kita ada makanan loh, tuh liat" ucap perempuan itu ramah sambil menunjuk gerobak mereka


Tiara bimbang dia takut diculik, tapi dia juga takut jika harus dijalanan  dan juga iya merasa lapar karena sejak kemarin belum makan


Tiara mengangguk pelan


"Yaudah kita kesana yuk" ucap perempuan itu bangun dari duduk nya


Lelaki itu melihat tiara yang lemas dan tidak kuat untuk berdiri


"Om gendong aja ya" ucap lelaki itu sambil menggendong tiara yang terlihat lemas

__ADS_1


Sepasang suami istri itu terlihat sangat senang menatap tiara, mereka berjalan menuju tempat mereka berjualan.


Mereka mendudukan tiara dibangku plastik samping gerobak itu, mereka juga memberi tiara makanan dan minuman.


__ADS_2