Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Ingin Bagas kembali


__ADS_3

...Bagas sudah memasuki mobilnya. Dia berfikir bagaimana bisa dia bersama dengan Laras. Karna seingatnya, Dia masih berada dipantai waktu itu....


...Flashback#...


...Laras keluar dari hotel. Dia memesan taksi untuk pulang kerumahnya....


...Pada saat Laras melewati sebuah pantai, dia melihat mobil yg terparkir ditepi pantai itu. Dia rasa mengenal mobil itu. Laras berhenti dan keluar dari taksi untuk melihat siapa pemilik mobil itu....


...Laras telah sampai disisi mobil itu. Bagas sedang tergolek lemas karna mabuk didepan mobilnya. Laras buru-buru membayar taksinya dan bergegas menolong Bagas. Laras mengemudikan mobil Bagas menuju rumahnya....


...Flashback off#...


...Bagas mencoba memulihkan kesadarannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Ya. Ternyata sangat lama Bagas tidak sadarkan diri oleh pengaruh minuman beralkohol itu....


...Bagas mencoba mengemudikan mobilnya keluar dari pekarangan rumah Laras....


...Bagas menempuh jarak yg lumayan jauh. hampir satu jam untuk Bagas sampai diapartemennya. Bagas langsung memarkirkan mobilnya ketika sudah sampai diapartemen. Kemudian langsung masuk menuju apartemennya....


...Sampai diapartemen, Bagas segera kekamar mandi untuk memulihkan seluruh kesadarannya. Bagas bergegas mandi dengan air hangat agar kepalanya yg terasa berat bisa kembali membaik....


...Bagas sudah menyelesaikan mandinya. Dia kembali duduk disofa kamarnya. Bagas tersadara bahwa dia mematikan ponselnya beberapa jam yg lalu. Bagas kini menyalakan ponselnya. Terdapat banyak sekali panggilan didalan ponselnya. Termasuk panggilan dari Khinan....


...Bagas mengerutkan kening. Dia terheran pada Khinan yg jarang berbicara kepadanya mencoba menelfonnya. Bagas membuka aplikasi whatsapp. Terdapat juga banyak pesan masuk keponselnya. Secara tidak sadar pesan Khinanlah yg menjadi pusat perhatiannya. Bagas membuka pesan dari Khinan....


..."Kak Bagas dimana ?" Pesan pertama dari Khinan....


..."Kak Bagas baik-baik saja kan ?" Pesan kedua ....


..."Kok nomor kakak gak aktif ?" Pesan ketiga....


...Bagas tersenyum melihat pesan Khinan yg khawatir terhadapnya....


...Bagas melihat profil Khinan yg ternyata masih online. Bagas segera melakukan panggilan video call pada pacar pura-puranya itu....


..."Tut.. Tut.. Tut". Panggilan itu diangkat oleh Khinan....


..."Selamat malam Kak. Ada apa ya kak ?" Tanya Khinan yg canggung karna Bagas melakukan video call untuk pertama kalinya....


..."Belum tidur ?" Tanya Bagas sambil menaikkan satu alisnya....


..."Saya belum ngantuk Kak." Jawab Khinan beralasan....


...Padahal yg sebenarnya terjadi, Khinan tidak dapat tidur karna belum dapat kabar dari Bagas. Khinan khawatir dengan kondisi Bagas karna dari pagi ponselnya tidak bisa dihubungi. Tapi Khinan tidak mungkin untuk jujur pada pacar pura-pura sekaligus atasannya itu. Khinan masih tau malu untuk mengakuinya....


..."Cepat tidur. Ini sudah pagi." Suruh Bagas kepada Khinan....


...Khinan hanya mengangguk....

__ADS_1


..."Eemmm Kakak baik-baik aja ?" Tanya Khinan memberanikan diri tentang kekhawatirannya....


...Bagas tersenyum dan menjawab. "Aku baik-baik saja." Jawabnya. "Sekarang tidurlah." Suruh Bagas karna hari sudah menunjukkan pukul 4 pagi....


...Khinan mematikan panggilan videonya kemudian mulai beristirahat....


...Hari demi hari berlalu. Tak terasa sudah satu bulan lebih Khinan bekerja diperusahaan itu. Khinan juga sudah menempati apartemen pemberian Bagas....


...Sedangkan Bagas. Secara diam-diam masih berhubungan dengan Laras. Laras yg terus-menerus mengejar Bagas sedangkan Bagas hanya menanggapi seperlunya saja. Rasa cinta Bagas terhadap Laras sudah mulai menghilang. Tapi Bagas juga belum bisa sepenuhnya melupakan Laras. Mengingat Laras adalah cinta pertamanya....


...Pagi ini, Bagas sarapan pagi dengan keluarganya. Disela-sela makan paginya itu, mama Bagas berbicara tentang undangan makan malam untuk Khinan. Mama Bagas berharap bisa lebih dekat dengan Khinan....


...Mama Bagas pun sudah menyuruh orang untuk menyelidiki asal-usul dari Khinan. Semua tidak luput dari mama Bagas. Termasuk tentang Bayu....


..."Gas. Mama berencana mau mengundang Khinan makan malam disini. Kamu setuju ?" Ucap mama Bagas meminta saran....


..."Nanti Bagas tanyakan pada Khinan ma." Kata Bagas pada mamanya....


..."Ajak Ardi juga ma." Pak Irawan menimpali. Pak Irawan tidak mau terkesan membeda-bedakan anaknya. "Entah Ardi mau datang atau tidak, yg penting dia diundang dulu." Tambahnya....


...Mama Bagas hanya mengangguk tanda setuju. Kalaupun Ardi datang, Pasti dia membawa Dinda. Mama mereka tidak menyukai Dinda dari awal. Itulah yg membuat Mama malas mengundang Ardi....


...Pagi ini. Bagas kembali menjemput Khinan diapartemen. Baru masuk kedalam mobil, ponsel Bagas berdering. Tertera nama Laras diponselnya....


..."Halo..." Sapa Bagas....


..."Ada apa ?" Tanya Bagas. Tidak ada nada khawatir sedikitpun. Karna Bagas sudah menganggap Laras sebagai masa lalunya....


..."Badanku meriang Gas. Kepalaku pusing." Laras menjawab dengan suara yg dibuat-buat supaya Bagas percaya dan datang menemui nya....


...Laras sangat yakin jika Bagas akan datang menemuinya. Karna Laras berfikir bahwa Bagas masih sangat mencintainya. Apapun akan dilakukan oleh Laras demi mendapatkan Bagas kembali....


...Dan benar saja. Bagas mulai terkecoh dengan Laras....


...Setelah mematikan telfon dari Laras, dia mengirim pesan pada Khinan untuk berangkat menggunakan taksi online. Karna Bagas masih ada urusan....


...Khinan mengerti dan paham dengan kesibukan Bagas. Jadi Khinan memutuskan untuk berangkat sendiri menggunakan taksi online saja....


...Bagas segera melajukan mobilnya untuk menuju kerumah Laras. Entah mantra apa yg digunakan oleh Laras hingga Bagas selalu mau direpotkan olehnya....


...Bagas telah sampai dirumah Laras. Bagas turun dari mobilnya dan segera masuk kedalam rumah. Rumah nampak begitu sepi. Memang hanya Laras yg menghuninya....


...Bagas memanggil nama Laras, Namun tidak ada jawaban....


...Akhirnya Bagas menuju kamar Laras. Dan benar saja, Laras sedang tidur diranjang empuknya. Bergelung dengan selimut tebal miliknya....


...Laras yg mengetahui Bagas sudah datang pun kembali menutup matanya seolah-olah sedang tertidur....

__ADS_1


..."Kamu demam ?" Tanya Bagas yg telah sampai disamping tempat tidur Laras....


..."Kamu sudah datang Gas ?" Tanyanya pura-pura tidak menyadari kehadiran Bagas....


..."Kamu sakit ?" Tanya Bagas kembali....


...Laras hanya mengangguk dan tak bersuara....


...Bagas menempelkan punggung tangannya kedahi Laras. Dirasanya suhu Laras normal. Tapi Laras mengelak bahwa kepalanya pusing....


..."Kita kedokter ya." Kata Bagas membujuk Laras agar mau periksa kedokter....


...Laras menggelengkan kepalanya. Laras bilang dengan istirahat dan minum obat saja pasti nanti akan sembuh....


..."Kalau begitu sekarang minumlah obat. Setelah itu istirahatlah." Kata Bagas....


...Bagas mengambil obat yg ditunjukkan oleh Laras. Bagas membantu Laras untuk minum obatnya....


..."Kamu disini aja ya. Aku butuh kamu disini." Kata Laras yg menahan lengan Bagas agar tidak pergi....


...Sebenernya Bagas banyak kerjaan hari ini. Tapi melihat Laras yg sakit, Bagas tidak tega untuk meninggalkannya sendirian. Bagas mengangguk dan membiarkan Laras memeluk lengannya itu....


...Laras pura-pura memejamkan matanya....


...Bagas ikut bersandar diranjang empuk itu. Membuat Laras semakin banyak kesempatan untuk mendekat kearahnya....


...Kini Laras sudah tidur didada bidang Bagas. Sambil memainkan dada bidang itu. Bagas hanya diam mendapat perlakuan Laras....


...Laras mendongakkan kepalanya untuk bisa melihat kearah Bagas. Mata mereka saling bertemu....


..."Kamu masih mencintaiku kan Gas ?" Kata Laras dengan suara pelan....


...Bagas lagi lagi hanya bisa terdiam. Laras menggunakan kesempatan ini untuk semakin mendekati Bagas....


...Tanpa sadar. Bibir mereka hanya berjarak satu centi saja. Laras memulai aksinya. Bagas memejamkan mata....


...Melihat Bagas yg tak menolak. Laras tersenyum dan mulai mencium bibir tebal Bagas....


...Mereka berciuman beberapa menit. Laras yg tau bahwa Bagas juga membutuhkan itu, dengan berani mulai membuka kemeja Bagas....


...Ketika Laras akan memulai aksinya, Tiba-tiba ponsel Bagas berdering. Bagas tersentak dan menyadari yg dia lakukan....


...Bagas segera bangkit dari tidurnya dan mengangkat panggilan telfon yg ternyata dari Vera. Vera memberitahu bahwa Bagas ada jadwal metting dijam 10 pagi....


...Setelah menutup panggilannya, Bagas kembali kekamar Laras dan meminta Laras untuk istirahat. Bagas tidak bisa meninggalkan pekerjaan hari ini....


...Laras pun dengan berat hati melepas kepergian Bagas. Mungkin hari ini dia gagal. Tapi lain kali pasti berhasil membuat Bagas kembali kepadanya....

__ADS_1


...Bagas segera keluar dari rumah Laras dan kembali melajukan mobilnya menuju kantor....


__ADS_2