
...Sore ini dikamar mereka, Bagas sudah benar-benar mendapatkan hak nya sebagai suami. Bagas memperlakukan istrinya dengan begitu lembut. Ia takut jika Khinan masih trauma dengan perlakuan orang-orang bejat sebelumnya....
...Kali ini mereka bertukar posisi. Khinan berada diatas sedangkan Bagas berada dibawah. Bagas menikmati setiap gerakan yg diciptakan oleh sang istri. Tangannya pun tak tinggal diam, kedua tangan Bagas meremas kedua bukit kembar kebanggaan Khinan. Meremasnya dengan lembut. Kamar yg semula sunyi kini penuh dengan suara ******* keduanya. Bagas merasakan dirinya sudah hampir mencapai puncaknya. Bagas memeluk tubuh sang istri dan menidurkannya kesamping. Mereka kembali berubah posisi. Bagas yg mendominasi permainan mereka. Bagas semakin mempercepat gerakannya. Khinan berusaha mengimbanginya. Dan dimenit selanjutnya Bagas telah mencapai klimaxnya. Disusul dengan Khinan yg juga mencapai puncaknnya....
..."Aaahhhh sayang". Desah Bagas. Khinan pun juga mendesah dibuatnya. Ini kali pertama Khinan merasakan benar-benar puas dalam berhubungan badan. Dulu ketika masih bersama Bayu, Khinan hanya sekedar menuruti Bayu tanpa dia merasa puas olehnya....
..."Makasih sayang". Kata Bagas yg kelelahan dan merebahkan tubuhnya disamping Khinan....
...Khinan memiringkan badannya untuk menghadap sang suami. Kembali membelai dada kekar sang suami....
..."Maaf sayang. Aku baru memberi setelah pernikahan kita sudah lebih dari 3 bulan". Jawab Khinan....
..."Aku mencintaimu, Khinan binti Almarhum Jamal". Kata Bagas lagi dan mencium kening sang istri. Khinan tersenyum dan memeluk Bagas....
..."Terimakasih". Katanya. Untuk sesaat mereka saling berpelukan. Membiarkan posisi yg membuat mereka nyaman....
..."Sayang". Kata Bagas lagi....
...Khinan memandang kearah sang suami. "Aku boleh mandi sekarang ?" Tanyanya. Khinan tersenyum dan melepas pelukannya. Kemudian berjalan mengambil handuk yg berada dilantai. Sedangkan Bagas bangun dan segera berjalan kekamar mandi....
...Malam ini mereka makan malam bersama. Terasa sangat berbeda. Kini Khinan benar-benar sudah menjadi istri Bagas seutuhnya. Saat tengah makan ponsel Bagas berdering. Tertera nama Niken diponsel itu. Bagas menyempatkan mengangkat panggilan telfon itu....
..."Halo". Sapanya setelah sambungan telfon itu terhubung....
..."Sori kak. Aku gak bisa kerumah mama malam ini. Devan lagi nggak enak badan. Aku nggak tega ninggalin dia dirumah sendirian". Kata Niken diseberang telfon sana. Bagas terlihat menghela nafasnya....
..."Ya udah. Lain kali aja". Jawab Bagas lagi. Bagas menutup panggilan telfonnya dan melanjutkan makannya....
__ADS_1
..."Ada apa sayang ?" Tanya Khinan pada sang suami....
..."Nggak ada apa-apa sayang. Hanya masalah pekerjaan". Jawabnya. Khinan pun hanya mengangguk. Kalau masalah pekerjaan tak seharusnya Khinan ikut campur....
..."Kita gak jadi kerumah mama ya sayang. Kita dirumah aja". Lanjut Bagas lagi....
..."Kenapa ?" Tanya Khinan....
..."Kita lanjutin yg tadi. Bagaimana ?" Kata Bagas dengan menaik turunkan alisnya. Khinan merasa malu akan hal itu. Ia pun menunduk dengan muka yg memerah....
..."Apaan sih". Katanya. Bagas hanya tertawa melihat istrinya. Wanita yg kini menjadi istrinya itu memang sungguh luar biasa. Wanita yg begitu tegar melewati segala macam cobaan. Bagas begitu mencintai wanita dihadapannya itu....
...Dua hari berlalu. Disebuah stasiun terlihat Bayu sedang menunggu datangnya kereta yg akan membawa dirinya kekampung halaman. Bayu berniat hanya beberapa hari dirumah. Setelah urusannya dengan Risa selesai, Dia akan segera kembali kekota itu....
...30 menit Bayu menunggu, Kereta pun datang. Dan setelah kereta itu sampai didepannya, Bayu segera naik dan menuju kursinya berada. Perjalanan yg akan Bayu tempuh sekitar 3 jam. Hal itu dimanfaatkan oleh Bayu untuk tidur sebentar. Namun sebelum dia memejamkan matanya, Bayu merogoh ponselnya. Membuka sebuah aplikasi pesan diponselnya. Bayu kembali mencoba menelfon seseorang yg hampir setiap hari dirindukannya. Siapa lagi kalau bukan Laras. Bayu tak sempat mengenal Laras lebih dekat, Hingga dia benar-benar kehilangan jejaknya. Bayu tak mengetahui siapa keluarga dan juga kerabat dekat dari Laras....
...3 jam berlalu. Bayu sudah sampai distasiun kampung halamannya. Segera naik taksi yg tersedia didepan stasiun itu. Dan setelah 30 menit Bayu sampai dirumahnya....
..."Bu". Teriak Bayu memanggil sang ibu. Namun kelihatannya rumah sedang kosong. Bayu menuju kamarnya dan mencoba menghubungi sang ibu....
...Terdengar nada sambung dinomor ibunya. Namun panggilan Bayu belum juga direspon. Bayu mencoba sekali lagi. Dan dipanggilan kedua barulah tersambung....
..."Halo Bay". Sapa sang ibu diseberang sana....
..."Ibu dimana ?" Tanya Bayu....
..."Ibu dirumah. Ada apa memangnya Bay ?" Tanya Ibunya....
__ADS_1
..."Lah ini Bayu udah dirumah. Kok rumah kosong ?" Tanya Bayu heran....
..."Oh. Kamu sudah pulang Bay ?" Tanya ibunya lagi tak percaya....
..."Iya bu. Ini Bayu sudah dirumah". Jawab Bayu lagi....
..."Eee sebenarnya ibu lagi dirumah sakit Bay". Kata ibunya....
..."Siapa yg sakit bu ? Ibu kenapa ?" Tanya Bayu sedikit panik....
..."Ibu sehat. Kalau kamu mau tau siapa yg sakit, datanglah kesini". Kata ibunya. "Ibu tunggu ya Bay di rumah sakit A". Kata ibu Bayu dan langsung menutup panggilan telfon itu....
...Bayu dibuat bingung olehnya. Memang siapa yg sakit ? Dan kenapa ibu tak langsung memberitahunya....
...Karna penasaran Bayupun segera bergegas menuju rumah sakit dengan mobilnya. Untuk menuju rumah sakit yg ibu maksut, Bayu hanya butuh waktu 15 menit dari rumah. Lebih cepat dari biasanya. Bayu memang mempercepat laju mobilnya. Dia khawatir jika yg sakit adalah ibu ataupun ayahnya....
...Bayu sampai dirumah sakit. Segera menuju kamar rawat inap yg sudah diberitahu oleh ibunya. Dan dari kejauhan ibunya sedang duduk dikursi tunggu. Bayu segera menghampirinya....
..."Ibu". Kata Bayu setelah mereka bertemu....
...Ibu Bayu melihat kearahnya. "Duduk sini Bay". Perintah sang ibu. Bayu pun menurutinya....
..."Ada apa Bu ? Siapa yg didalam ?" Tanya Bayu lagi. Ibu hanya menghela nafasnya....
..."Risa". Katanya. Mata Bayu beralih kepintu masuk rawat inap itu. Diatas pintu itu bertuliskan ICU. Bayu mengerutkan keningnya....
..."Risa sakit apa bu ?" Tanya Bayu lagi....
__ADS_1
...Ibu Bayu menceritakan semuanya. Dari awal dia mengetahui bahwa Risa sakit sampai ia bisa dirumah sakit ini. Dulu sepeninggalnya Bayu menuju kota X, Risa sudah mengetahui jika dirinya tengah sakit. Namun Risa berusaha memendamnya sendiri. Risa didiagnosa leukimia. Penyakit itu memang sudah lama bersarang ditubuhnya. Namun karna semangatnya untuk sembuh begitu luar biasa, hingga dia masih bertahan hidup hingga hari ini. Dan saat Bayu menikahinya, Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan merubah gaya hidupnya yg urakan demi Bayu dan juga calon anaknya waktu itu. Ya. Risa memang urakan. Hal itu dia lakukan karna dia berfikir lambat laun penyakitnya akan semakin memburuk. Dia nggak mau meninggalkan orang-orang yg dia sayangi dalam keadaan sedih atas kehilangannya. Namun berbeda setelah dia melihat Bayu. Bayu yg saat itu masih menjadi kekasih Khinan pun begitu menarik perhatiannya. Hingga apapun dia lakukan untuk membuat Bayu mau tidur dengannya. Termasuk dengan dia mengakui bahwa anak yg tengah dikandungnya itu adalah anak Bayu. Dan kondisi Risa semakin memburuk setelah ia melahirkan sang buah hati. Hingga saat ini Risa masih belum sadarkan diri dari komanya....