Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Pulang


__ADS_3

...Sudah beberapa hari Khinan dirumah sakit. Hampir setiap hari mama mertua serta Dinda menyempatkan diri untuk menjenguk Khinan. Sedangkan Bagas tak pernah pergi kemanapun. Dia selalu stanby disana menunggui sang istri. Dan hari ini, Khinan sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Kondisi Khinan sudah jauh lebih baik dari beberapa hari yg lalu....


...Bik Ijah datang kerumah sakit untuk membereskan semua perlengkapan Khinan. Dan setelah semua terkemas rapi, Khinan siap untuk pulang. Terlihat Khinan keluar dengan menggunakan kursi roda. Awalnya Khinan menolak untuk menggunakan kursi roda itu, Tapi karna Bagas memaksanya akhirnya Khinan menurut. Bagas tidak ingin istrinya itu kelelahan karna harus berjalan kaki menuju mobil. Sedangkan pak Jupri dan bik Ijah terlebih dulu menuju mobil dengan membawa barang-barang Khinan....


...Bagas sudah sampai didepan rumah sakit. Pak Jupri juga sudah siap sedia menunggu didepan pintu. Bagas menggendong Khinan untuk masuk kedalam mobil. Lagi lagi Khinan hanya menurut....


...Dan dalam perjalanan tak ada yg saling bicara. Masih sibuk dengan pikirannya masing-masing. Hingga pak Jupri memarkirkan mobilnya dibagasi rumah besar itu....


...Khinan turun dari mobil. Bagas dengan sigap membantunya. Menggandeng Khinan untuk masuk kerumahnya....


..."Sayang. Akhirnya pulang juga". Sapa mama mertuanya....


..."Ma". Balas Khinan yg mencium tangan mama mertuanya itu. "Kok mama disini ?" Lanjutnya....


..."Iya. Karna mama tahu dari Bagas bahwa kamu akan pulang hari ini. Jadi mama kesini". Jawabnya. "Ada lagi yg sedang menunggu kamu". Lanjut sang mama. Terlihat ibu Khinan berjalan kearahnya....


..."Nduk". Sapa ibunya. Khinan memandang kearah sumber suara....


..."Ibu. Kok ibu bisa disini ?" Tanyanya memeluk sang ibu....


..."Ibu kemaren dikabarin sama nak Bagas. Jadi tadi pagi ibu kesini. Eh nggak taunya dijemput sama mama mertuamu". Jawab sang ibu. "Kamu sedang sakit kok ibu nggak boleh tau sih Nduk ? Kamu merasa bisa sendiri tanpa ibu ?" Tanyanya lagi....


..."Enggak bu. Khinan hanya nggak mau ngrepotin ibu". Jawabnya....


..."Ya udah. Sekarang biar Khinan istirahat dulu. Kita kedapur lagi yuk bu" Ajak mama mertuanya itu. Ibu Khinan mengangguk dan membiarkan Bagas membawa Khinan untuk beristirahat....


...Khinan menuju kekamar nya dengan diantar oleh Bagas. Tanpa mereka tau bahwa kamar mereka sudah dihias oleh mama Bagas dibantu ibu Khinan dan juga bik Ijah. Dihias menyerupai kamar penganten baru supaya Khinan bisa cepat lupa akan ujian yg baru saja dihadapinya. Dan Bagaspun tak tau menau soal hiasan kamar mereka....


..."Ini kamu yg buat ?" Tanya Khinan pada Bagas setelah mereka memasuki kamar....


..."Bukan. Paling mama yg buat ini. Mama kan hobi buat sureprise macam ini". Jawab Bagas....


..."Oh". Balas Khinan singkat. Padahal Khinan berharap Bagaslah yg membuatnya. Bagas menyadarinya. Dan dengan segera dia mengikuti sang istri untuk duduk diranjang besar mereka....


..."Maaf ya. Aku sama sekali nggak kepikiran mau buat ini. Kemaren-kemaren pikiranku sibuk dengan kamu. Maafin aku sayang". Kata Bagas dengan menciumi sang istri. Mulai dari pipi kanan dan kiri, kening, mata, hidung, dagu dan yg terakhir dibibirnya. Bagas memang sengaja mencium lebih lama dibibir Khinan. Khinan pun tak menolak. Dan setelah beberapa saat, Bagas melepas ciumannya....

__ADS_1


..."Sekarang boleh aku bertanya ?" Tanya Bagas dengan hati-hati....


..."Apa ?" Balas Khinan....


...Bagas memegang pipi Khinan dan mengelusnya. "Siapa yg sudah memperkosamu waktu itu ?" Tanyanya. Khinan hanya terdiam....


..."Sayang". Tanya Bagas lagi. Namun Khinan masih tak bersuara sedikitpun....


..."Kalau kamu belum siap untuk cerita nggak apa-apa". Kata Bagas. "Sekarang kamu istirahat ya. Kamu pasti masih capek". Lanjutnya....


...Khinan merebahkan dirinya keranjang....


..."Aku keluar sebentar ya sayang. Nemuin mama dan juga ibu". Kata Bagas yg dijawab anggukan kepala oleh Khinan. Bagas mencium kening Khinan sebelum keluar dari kamarnya....


...Hari sudah sangat siang. Khinan bangun dan mendapati Bagas juga sedang tidur disampingnya sambil tangannya memeluk perut Khinan. Entah sejak kapan Bagas ikut tidur disampingnya. Dan terdengar pintu diketuk dari luar. Khinan bangun dan segera menuju pintu itu....


..."Makan siang dulu nduk". Kata sang ibu....


..."Iya bu. Sebentar lagi Khinan nyusul". Jawabnya....


...Khinan kembali masuk kedalam kamar. Mandekati Bagas dan membangunkan untuk makan siang....


..."Bangun kak". Panggil Khinan membangunkan sang suami....


...Bagas menggeliat dan berusaha membuka matanya. Namun kedua tangannya malah memeluk sang istri untuk kembali tidur....


..."Aaww". Keluh Khinan....


..."Apanya yg sakit ?" Tanya Bagas yg kaget dan segera duduk untuk melihat kearah Khinan. Khinan hanya tersenyum dengan kepanikan Bagas....


..."Kok kamu malah ketawa sih ?" Tanya Bagas masih dengan muka paniknya....


..."Emang kenapa ? Atau kamu malah seneng liat aku nangis ?" Tanya Khinan balik. Bagas hanya mengerutkan keningnya. Dia baru sadar jika sang istri mengerjainya. Namun kemudian Bagas tersenyum. Setidaknya Khinan sudah kembali. Khinan sudah mau diajak bercanda olehnya. Bagas mendekatkan wajahnya kewajah Khinan....


..."Maafin aku ya". Katanya setelah wajah mereka saling berdekatan. Bagas mencium kening Khinan....

__ADS_1


..."Aku juga minta maaf. Aku terlambat berkata jujur sama kamu". Timpal Khinan. Bagas kembali tersenyum dan kembali mendekatkan wajahnya. Melihat kearah bibir tipis Khinan yg begitu menggodanya. Bagas ingin mencium bibir sang istri. Namun tangan Khinan menghalanginya....


..."Kenapa ?" Tanya Bagas yg gagal mencium Khinan....


..."Kita ditunggu sama mama dan juga ibu dibawah". Kata Khinan lagi....


..."Bentar aja ya". Jawab Bagas kembali memajukan wajahnya....


..."Iiihhh. Aku baru aja keguguran. Kata dokter belum boleh. Aku harus istirahat dulu beberapa hari sampai rahimku benar-benar siap dibuahi". Kata Khinan menolak. Namun Bagas malah tertawa mendengarnya. Kini giliran Khinan yg mengerutkan keningnya. Dia menjelaskan panjang lebar tapi Bagas malah tertawa....


..."Emang yg mau gituan siapa ? Aku tau kalau kamu perlu istirahat beberapa hari. Aku kan cuman pengen bermesraan sama kamu sebentar. Bukan pengen itu". Jawab Bagas dan menoel hidung Khinan dikata-kata terakhirnya. Khinan tersipu malu dibuatnya. Hanya meringis dan mukanya yg memerah. Bagas mengelus pipi Khinan dengan lembut. Dan mendekat kearahnya. Bagas kembali mencium bibir tipis Khinan. ********** untuk beberapa saat. Kali ini Khinan tak menghalanginya. Bagas mengalihkan tangannya dileher belakang Khinan. Semakin memperdalam ciumannya. Hingga beberapa menit mereka saling berciuman. Dan akhirnya Bagas melepaskan ciumannya setelah dirinya puas. Bagas memandangi wajah sang istri dan tersenyum....


..."Kita kebawah sekarang ?" Tanya Bagas. Khinan hanya mengangguk....


...Bagas berdiri dan menghampiri Khinan. Menuntunnya seperti orang yg baru bisa berjalan....


..."Aku bisa sendiri". Tolak Khinan saat Bagas akan membantunya berjalan....


..."Nanti kamu jatuh". Jawab Bagas khawatir....


..."Nggak akan jatuh. Aku bisa pelan-pelan". Bantahnya lagi. "Ya udah gini aja". Sambung Khinan sambil tangannya merangkul lengan kekar Bagas. "Ini lebih aman". Lanjutnya lagi. Bagas lagi-lagi hanya tersenyum pasrah. Khinan memang tak suka dipaksa....


...Dimeja makan, Mereka berempat sedang menikmati makan siangnya. Tidak ada yg bersuara diantara mereka kecuali suara sendok yg bergesekan dengan piring. Hingga mereka menyelesaikan makanan mereka masing-masing....


..."Ibu mau tinggal disini aja ?" Tanya Khinan....


..."Tidak Nan. Ibu lebih nyaman tinggal dikampung. Kalau kamu sudah bener-bener pulih, Ibu akan pulang nanti". Jawab sang ibu....


..."Kenapa nggak tinggal disini aja bu. Daripada dikampung sendirian. Lagi pula Khinan juga pasti senang ditemenin setiap hari sama ibu". Sela Bagas pada sang mertua....


..."Iya bu. Mending disini saja. Biar bisa jaga Khinan juga setiap hari". Timpal mama Bagas menambahkan....


..."Terimakasih bu. Terimakasih nak Bagas. Tapi ibu disana tidak pernah merasa sendiri. Kalau ibu kangen sama bapak kan deket. Ibu akan baik-baik saja disana". Tolak sang ibu. Semua hanya pasrah dan mengangguk....


...Ibu Khinan hanya beberapa hari dirumah Khinan. Dan setelah Khinan kembali pulih seperti biasa, seperti yg dibilang oleh ibu bahwa ibu akan kembali kekampung. Sedangkan sekarang rumah besar itu sudah dilengkapi oleh beberapa CCTV. Bagas tak ingin sesuatu terjadi lagi sama Khinan. Dia harus lebih waspada dengan apapun. Baginya sekarang Khinan adalah prioritas. Sedangkan Khinan sendiri belum mau berterus terang tentang siapa yg sudah memperkosanya waktu itu. Dia hanya menjaga keutuhan rumah tangga adik iparnya. Dan juga dia takut kalau Bagas berbuat nekat. Bukan Karna dia menyukai Devan, tapi karna Khinan tak ingin suaminya itu terluka sedikitpun. Yg terpenting Khinan akan selalu berhati-hati dan akan selalu jujur terhadap Bagas....

__ADS_1


__ADS_2