
...Khinan mulai bercerita dari awal sampai akhir. Dimana dia dihianati oleh mantan tunangannya dan memilih merantau ke kota ini. Sampai akhirnya dia bisa bertemu dengan Bagas....
..."Trus kenapa kamu kemaren terlihat bahagia bertemu dengannya ?. Bukankah dia suami orang ? " Tanya Bagas....
...Emosi Bagas sudah mulai mencair. Tapi masih ada sisa kemarahan diwajahnya....
..."Belanjaanku terlalu banyak kak. Dia niat mau bantu. Dan awalnya aku tolak. Trus akhirnya dibawain sama dia sampai taksi." Jelas Khinan. "Aku juga gak minta dipertemukan sama dia kok." Jawab Khinan setelahnya....
...Bagas mengerti. Dia berdiri dan kemudian berjalan menuju meja kerjanya....
..."Apa kakak cemburu ?" Tanya Khinan....
...Bagas berhenti dan menoleh sedikit kearah lawan bicaranya itu....
..."Mana mungkin aku cemburu." Jawab Bagas mengelak....
...Padahal hatinya sangat panas waktu itu. Apa namanya jika itu bukan cemburu....
..."Mulai besok kamu gak perlu lagi bekerja disini." Jawab Bagas....
..."Saya dipecat ?" Tanya Khinan kaget dan reflek berdiri....
..."Sebentar lagi kamu jadi istriku. Kamu gak perlu lagi capek-capek kerja. Dan ingat, Kamu gak boleh pergi kemanapun tanpa seizinku." Ancam Bagas....
...Khinan hanya bisa menghela nafasnya. Mau gimana lagi, Bagas adalah calon suami sekaligus bosnya yg punya wewenang penuh memecatnya sewaktu-waktu....
..."Ok. Saya kembali kemeja saya. Dan besok saya tidak lagi bekerja disini." Jawabnya lagi. "Saya permisi." Kata Khinan dan keluar dari ruangan Bagas....
...Bagas hanya menoleh kearah Khinan yg keluar dari ruangannya. Dan tak bersuara sama sekali....
...Khinan berada dimeja kerjanya. Hari ini adalah hari terakhirnya bekerja. Khinan mulai membayangkan esok dan seterusnya yg akan terkurung didalam apartemennya. Sekedar keluarpun harus laporan sama Bagas....
...Sedangkan Bagas didalam ruangannya sedang sibuk dengan laptopnya. Melirik samping sekilas melihat kotak makan disampingnya. Bagas mencoba membuka kotak makan tersebut....
..."Nasi goreng ". Keluhnya....
...Bagas tak begitu menyukai makanan itu. Ditutup kembali kotak makan itu dan diacuhkan olehnya. Kemudian Bagas kembali fokus pada pekerjaannya....
__ADS_1
...Beralih kesuatu tempat. Bayu sedang mempersiapkan surat lamaran kerjanya. Dia juga akan menetap dikota ini. Bayu meninggalkan istri dan juga anaknya demi dia bisa berdekatan dengan Khinan....
...Ponsel Bayu berdering. Diliriknya ponsel itu....
..."Risa. Ngapain lagi sih ?" Keluhnya....
...Bayu mengabaikan panggilan itu....
...Ponsel pun kembali berdering untuk ketiga kalinya. Namun Bayu masih saja mengabaikannya....
...Bayu kembali fokus pada berkas ditangannya. Surat lamaran itu ditujukan untuk perusahaan Anugerah Sentosa. Perusahaan yg sama dengan Khinan. Dan Bayu pun sudah mengetahui sebelumnya bahwa Khinan berada diperusahaan itu....
..."Sebentar lagi kamu milik orang lain, Tapi aku akan jadi orang yg kamu cari setiap hari." Bayu tersenyum licik sambil memandang foto Khinan yg masih tersimpan diponselnya. Kali ini Bayu sangat terobsesi pada Khinan. Bayu mengingat bagaimana dulu dia menghianatinya. Hingga sekarang dia ingin memperbaiki semuanya. Namun tanpa sadar cara yg Bayu lakukan itu salah. Bayu tidak peduli akan hal itu. Yg terpenting untuknya saat ini adalah memiliki Khinan kembali....
...Bayu menepuk jidatnya. "Kenapa gue kemarin ga minta nomornya ya. Aahhh bodoh banget sih gue." Geram Bayu menyesali kebodohannya....
...Dijam makan siang. Bayu memilih keluar untuk sekedar jalan-jalan. Siapa tau dia bertemu dengan Khinan kembali. Bayu tinggal bersama pamannya dikota itu. Adik dari mama Bayu itu hanya tinggal seorang diri pasca ditinggal pergi istrinya untuk selamanya. Dan paman Bayu belum memiliki anak karna pernikahan mereka baru berjalan satu tahun sebelum istrinya meninggal. Jadi pamannya belum mau untuk menikah lagi....
..."Mau kemana kamu Bay." Kata om Rama yg melihat Bayu sudah rapi....
..."Biasa Om." Jawab Bayu melangkah kearah pamannya dan duduk disampingnya. "Ikut yuk om. Sekali-kali gitu jalan-jalan. Siapa tau kan dapet cewek." Ajak Bayu menaik turunkan alisnya untuk membujuk pamannya....
..."Sekali-kali om. Itung-itung nemenin Bayu. Bayu kan baru disini." Bujuk Bayu lagi....
..."Ya udah tapi bentar aja ya. Setelah itu kita ketoko." Kata Om Rama menyetujui ajakan Bayu. "Om ganti baju dulu." Lanjutnya dan kemudian pergi menuju kamarnya....
..."Siap om. Jangan lama-lama dandannya." Jawab Bayu sambil tertawa....
...Siang ini Bayu bersama dengan om Rama menuju mall terdekat. Bayu melihat lihat jam tangan mewah disebuah toko brand ternama. Dilihatnya jam tangan itu....
..."Dia pasti cantik memakai ini." Gumamnya....
..."Untuk siapa Bay ? Katanya mau pisah sama Risa ? Masih aja mau beliin dia jam sebagus itu ?" Tanya om Rama....
..."Bukan untuk Risa om. Tapi untuk Khinan." Jawab Bayu tersenyum dan masih membayangkan jika Khinan memakai jam itu....
..."Mantan tunanganmu itu ? Emang dia masih mau sama kamu ?" Tanya om Rama Ragu. Pasalnya Khinan sudah dihianati oleh ponakannya itu....
__ADS_1
..."Untuk kado pernikahannya om. Sekitar 2 bulanan lagi." Jawab Bayu lagi....
..."Oo jadi Khinan mau nikah ? Trus kamu datang ? Yakin kamu kuat ?" Ledek om Rama yg mengetahui dari mata Bayu bahwa Bayu masih mencintai Khinan....
..."Kenapa enggak ?" Jawab Bayu dengan yakin. Entah kuat atau tidak itu urusan belakangan....
...Bayu jadi membeli jam tangan itu dan sekalian membungkusnya serta memberi kartu ucapan. Yah walaupun pernikahan masih lama, Tapi Bayu telah menyiapkan kado itu dari sekarang....
...Mereka telah selesai dengan acara belanjanya. Kini Bayu mengajak om Rama itu makan siang sebelum mereka pergi ketoko. Om Rama mempunyai sebuah toko kue. Ya walaupun tak terlalu besar tapi toko kue itu merupakan peninggalan sang istri. Usaha itu dirilisnya dari nol bersama istri tercinta. Tapi sayangnya sang Istri telah berpulang terlebih dahulu....
...Selesai dengan makan siangnya, om Rama menuju toko kuenya, sedangakan Bayu memilih untuk pulang saja. Untuk apa juga dia ikut omnya bekerja. Pasti disana sangat membosankan. Akhirnya Bayu pulang karna hari sudah menjelang sore....
...Malam pun tiba. Khinan sedang berada dikamar apartemennya seorang diri. Mulai besok dia dipingit oleh sang calon suami. Gak boleh pergi kemanapun tanpa izin dari Bagas. Bagaspun tak habis akal. Security yg berjaga didepan loby apartemen itu telah disuapnya. Jika melihat Khinan keluar tanpa seizinnya, Maka mereka akan melapor pada Bagas....
...Khinan mulai merasa lelah. Dan segera pergi kekamar untuk merajut mimpi indahnya....
...Pagi ini Bayu sudah bersiap untuk melamar kerja diperusahaan Bagas. Namun Bayu tidak mengerti bahwa Khinan adalah calon istri dari pemilik perusahaan tersebut. Bayu yg sudah sampai di perusahaan itu pun segera menuju resepsionis. Dan mengisi beberapa formulir....
..."Mbak boleh saya tanya ?" Tanya Bayu pada resepsionis itu....
..."Iya silahkan." Jawab resepsionis itu ramah....
..."Khinan masih bekerja disini kan ?" Tanyanya lagi memastikan....
..."Oh mbak Khinan. Sudah tidak pak. Mbak Khinan akan menikah jadi sudah resign dari perusahaan kami." Jawabnya....
..."Dia tinggal dimana ya ?" Tanya Bayu lagi....
..."Mohon maaf. Mas ini siapanya mbak Khinan ?" Tanya resepsionis balik....
..."Saya temennya dari kampung mbak." Jawab Bayu dengan senyum. Berharap dia bisa mendapat informasi tentang tempat tinggal Khinan....
..."Mbak Khinan tinggal di apartemen A mas." Jawab sang resepsionis itu jujur pada Bayu....
..."Oh gitu. Ya udah mbak makasih ya." Kata Bayu. "Kalau gitu saya permisi dulu mbak." Lanjutnya dan segera pergi meninggalkan perusahaan itu....
...Dari jauh Bagas memperhatikan semuanya. Dia tau bahwa lelaki itu adalah Bayu. Setelah Bayu pergi, Bagas menghampiri resepsionis dan bertanya untuk apa Bayu disini. Dan sang resepsionis itu menjelaskan perihal kedatangan Bayu dikantornya....
__ADS_1
..."Sepertinya dia datang untuk mengacaukan semuanya."...