Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Bayu


__ADS_3

...Selesai Bagas membayar belanjaan Laras, Dia segera kembali menuju mobilnya dan mengantar Laras pulang....


...Dalam perjalanan mereka sama-sama diam. Bagas yg masih marah dengan Khinan sedangkan Laras yg tersenyum. Tanpa Laras turun tangan, Bagas sudah marah terhadap Khinan. Mungkin Laras tinggal menambahkan sedikit bumbu untuk membuat mereka benar-benar berpisah....


...Yg sebenarnya terjadi. Khinan sedang bersama kedua sahabatnya itu. Mereka berencana untuk memasak bersama. Dan setelah Khinan membuka lemari tempat menyimpan berbagai bahan makanan, ternyata barang yg ada tak sesuai dengan list yg akan mereka buat. Dengan terpaksa Khinan pergi ke supermarket untuk belanja bahan yg diperlukan. Khinan pergi sendiri, Karna kedua sahabatnya itu lebih memilih untuk tinggal diapartemennya....


...Khinan sampai di supermarket. Sudah menenteng beberapa kantong kresek yg berisi bahan-bahan makanan. Saat berjalan, Khinan tak melihat kedepan karna sibuk dengan memasukkan ponselnya kedalam tas. Tanpa sengaja dia bertabrakan dengan seseorang....


..."Maaf maaf. Saya gak senga..." Khinan mendongakkan kepalanya untuk melihat seseorang yg ditabraknya. Seketika kata-katanya terhenti setelah tau siapa yg ditabraknya....


..."Khinan." Kata Bayu. "Kamu gak apa-apa ?. Biar aku bantu." Jawab Bayu pada Khinan....


..."Gak usah mas. Khinan bisa sendiri kok." Jawab Khinan sambil membereskan barang-barangnya dan akan segera pergi dari tempat itu....


...Tapi belum sampai Khinan beranjak dari situ, Tangannya sudah dicekal oleh Bayu....


..."Bentar Nan. Baru juga ketemu." Jawab Bayu menahan Khinan supaya Khinan tidak jadi pergi....


..."Aku gak enak sama Risa mas. Biarkan aku pergi." Jawab Khinan tanpa menoleh kearah Bayu....


..."Bukannya kita teman ya ? Masak sesama teman saling menghindar sih ?" Tanya Bayu yg masih memegang lengan Khinan....


..."Mas Bayu sama Risa ?" Khinan balik bertanya....


...Bayu menggelengkan kepalanya. "Ceritanya panjang Nan." Jawab Bayu....


...Mereka berjalan beriringan. Sambil saling mengobrol....


..."Trus gimana kabar Risa mas ?" Tanya Khinan....


..."Mungkin baik." Jawab Bayu menerawang....


..."Kok mungkin ?" Tanya Khinan heran....


..."Kita sudah pisah rumah. Mungkin juga akan pisah hubungan." Jawab Bayu lesu. Namun hal itu membuat Khinan kaget....


..."Kenapa seperti itu ?" Tanya Khinan yg belum paham....


..."Panjang ceritanya Nan." Jawab Bayu menghela nafasnya "Beberapa hari lalu, Risa kepergok sedang ketemuan sama laki-laki lain. Entah apa hubungan mereka. Awalnya aku masih bisa positif thinking Nan." Lanjut Bayu....


..."Terus ?" Tanya Khinan penasaran....


..."Seminggu yg lalu anak kita lahir Nan. Mengingat kejadian waktu itu membuat aku tergerak untuk melakukan test DNA. Tanpa sepengetahuan Risa." Jelas Bayu sambil menghela nafasnya....


...Khinan masih dengan seksama mendengar certia Bayu....


..."Sampai akhirnya, Test DNA keluar dan..." Kata-kata Bayu menggantung, membuat Khinan tambah penasaran....


..."Dia bukan darah dagingku Nan." Jawab Bayu kemudian....


..."Apa ? Trus apa yg akan mas Bayu lakukan ?" Tanya Khinan....


..."Aku sudah bicara sama Risa. Kita akan bercerai. Tapi Aku akan tetap menanggung semua biaya Iren hingga dia kuliah nanti." Jawab Bayu....


..."Nama anakmu Iren mas ?" Tanya Khinan setelah mendengar cerita Bayu....


..."Iya Nan." Jawab Bayu sambil tersenyum kearah Khinan....

__ADS_1


...Mereka masih terus berjalan santai sambil berbincang-bincang. Saat akan naik ke eskalator, Belanjaan Khinan yg terlalu banyak membuatnya kesulitan untuk berjalan. Dia pun terjatuh. Dan dengan sigap Bayu menangkap Khinan yg akan terjatuh....


..."Tuh kan. Udah ditawarin bantuan malah gak mau. Sini aku bantuin bawa. Bandel kamu tuh gak ilang-ilang ya." Kata Bayu sambil mengambil beberapa tas belanjaan Khinan....


...Mereka pun tertawa bersama....


..."O iya Mas. Gak sampek 3 bulan lagi aku menikah. Mas Bayu dateng yah. Kalau bisa ajak juga Risa dan Iren. Yah walaupun kalian udah gak suami istri tapi gak ada salahnya kan kondangan bareng." Kata Khinan saat mereka sudah menaiki eskalator....


..."Kamu mau nikah Nan ?" Tanya Bayu yg sedikit kaget. Pasalnya alasan Bayu pergi ke kota itu adalah untuk mengejar kembali cinta yg dulu sempat putus. Siapa lagi kalau bukan Khinan. Tapi malah Khinan akan menikah....


..."Iya Mas. Jangan lupa datang ya." Kata Khinan. "Kan katanya kita temen sekarang." Lanjut Khinan. Dan mereka pun tertawa bersama lagi....


...Dalam hati Bayu hanya bisa mengikhlaskan Khinan menikah. Bukankah mereka dulu putus karna ulah Bayu ? Jadi mau tidak mau Bayu harus ikhlas melepas Khinan....


..."Aku anter ya Nan ?" Tawar Bayu. Tapi Khinan malah menggelengkan kepalanya....


..."Aku udah pesen taksi mas tadi pas didalam. Lain kali aja ya." Jawab Khinan menolak....


..."Ya udah deh." Jawab Bayu pasrah....


...Khinan dan Bayu sampai didepan mall. Terlihat beberapa taksi sudah menunggu penumpangnya. Khinan mendekati salah satu taksi yg telah menunggu....


..."Mbak Khinan ya ?" Tanya supir taksi online itu....


..."Iya pak." Jawab Khinan yg kebetulan itu adalah taksi pesanannya....


...Khinan pun menaruh kantong belanjaannya kedalam bagasi. Di bantu oleh Bayu tentunya....


..."Aku pulang dulu ya Mas. Makasih udah dibantuin." Ucap Khinan sebelum masuk ke taksinya....


..."Iya Nan. Kabar-kabar yah kalau nikah nanti." Jawab Bayu....


...Pagi ini, Khinan sudah berangkat menuju kantornya. Memang sudah berhari-hari Khinan bepergian menggunakan taksi online. Pasalnya Bagas sangat sibuk dengan urusannya, Ditambah dia sering lembur kala malam hari....


...Khinan membawa bekal hasil masakannya sendiri. Dia mau memberi bekal tersebut untuk Bagas tentunya. Dengan harapan hubungan mereka yg seharusnya harmonis menuju hari pernikahan, Tapi malah mereka layaknya orang asing yg terpaksa menerima perjodohan....


...Khinan telah sampai dikantornya. Hal pertama yg dia lakukan adalah menuju ruangan Bagas. Namun saat itu Bagas belum sampai dikantornya. Khinan pun menaruh makanan nya dimeja Bagas. Setelah itu keluar dari ruangan Bagas. Tepat berpapasan dengan Vera yg baru saja datang....


..."Hai Nan. Bagas belum datang ya ?" Tanya Vera yg mengetahui Khinan keluar dari ruangan Bagas....


..."Belum mbak. Saya cuman menaruh makanan untuk kak Bagas saja tadi. Untuk kak Bagas sarapan" Jawab Khinan....


..."Waah so sweet deh kalian. Pasti nanti Bagas seneng kalau istrinya jago masak." Puji Vera....


..."Mbak Vera ini bisa aja. Khinan masih latihan kok mbak. Khinan kembali kemeja Khinan dulu ya mbak." Pamit Khinan pada Vera....


..."Iya Nan". Jawab Vera dengan tersenyum....


...Bagas pun sudah sampai dikantornya. Dia segera menuju ke ruangannya. Terlihat Bagas akan masuk keruangannya dan dicegat oleh Vera....


..."Eh si boss baru datang. Udah ada sesuatu tuh yg menunggu." Sapa Vera pada Bagas....


..."Apaan ?" Tanya Bagas tak paham....


..."Masuk aja." Kata Vera mempersilahkan Bagas untuk melihat sendiri....


...Bagas pun masuk keruangannya dan menuju meja kerjanya. Terlihat kotak nasi diatas mejanya....

__ADS_1


..."Enak yah nanti tiap hari dimasakin." Kata Vera menyindir....


..."Dari siapa ini ?" Bagas malah kembali bertanya pada Vera....


..."Dari calon istri lah." Jawab Vera...


..."Oh. Mau nyogok dia." Kata bagas acuh dengan bekal yg dibawakan Khinan. Bekal itu dikesampingkan oleh Bagas. Vera pun menatap dengan heran....


..."Kalian kenapa ? Trus kenapa Khinan harus nyogok segala ?" Tanya Vera yg kepo dengan hubungan bos nya itu....


...Namun Bagas tak menjawab pertanyaan dari Vera. Dia pun mengambil gagang telfon yg ada dihadapannya dan segera menghubungi seseorang....


..."Keruangan saya." Perintahnya saat sambungan telfon itu tersambung....


..."Kalian gak lagi berantem kan Gas ?" Vera yg masih penasaran akan masalah Bagas....


..."Kemaren dia kepergok jalan sama laki-laki lain Ver." Jawab Bagas yg fokus pada layar laptop di depannya....


..."Kamu yakin ? Temennya kali." Jawab Vera mendinginkan hati bosnya itu....


...Tiba-tiba pintu diketuk dari luar....


..."Masuk." Jawab Bagas setelah mendengar ketukan pintu itu....


...Khinan masuk keruangan Bagas. Tersenyum ramah pada sekertaris kekasihnya itu....


..."Ver. Tolong keluar sebentar." Suruh Bagas mengusir Vera secara halus....


..."Baik." Vera mengangguk tanda mengerti....


...Khinan pun duduk disofa ruangan itu....


..."Ada apa Kak ? Apa masakanku gak enak ?" Tanya Khinan....


...Bagas beralih memandang Khinan dan berjalan menuju sofa. Tatapan mata Bagas sangat tajam pada Khinan. Khinan bergidik ngeri. Bagas tak pernah terlihat semarah ini pada Khinan. Entah apa salah Khinan, Khinan pun bingung....


...Bagas duduk disamping Khinan dan mencengkram lengan Khinan dengan sangat keras....


..."Siapa lelaki itu ?" Teriak Bagas....


...Khinan merasakan sakit dilengannya akibat cengkraman tangan kokoh Bagas....


..."Si siapa Kak ?" Jawab Khinan terbata-bata setengah takut....


..."Lelaki yg bersamamu kemaren di mall." Jawab Bagas semakin mengencangkan cengkramannya....


..."Aauu. Sakit kak." Khinan berusaha melepaskan lengannya. Tapi Bagas tidak juga melepaskan cengkramannya....


..."Jawab." Bagas berteriak sangat keras ditelinga Khinan....


...Khinan meneteskan air matanya karna lengannya begitu sakit oleh cengkraman Bagas....


..."Itu mas Bayu Kak." Jawab Khinan sambil menunduk karna takut dengan emosi Bagas....


..."Apa. Jadi itu yg bernama Bayu. Ada hubungan apa kamu sama dia ?" Tanya Bagas yg mengetahui bahwa itu adalah Bayu....


...Selama ini Bagas masih dibuat penasaran oleh Bayu. Karna Bagas belum sempat menanyakannya pada Khinan....

__ADS_1


..."Lepasin dulu kak. Ini sakit. Biar aku jelasin." Mohon Khinan yg sudah menangis....


...Bagas mengendurkan cengkraman tangannya dilengan Khinan. Khinan pun bernafas lega dan mulai bercerita tentang Bayu....


__ADS_2