Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Hilang


__ADS_3

...Keesokan harinya, pagi-pagi Bayu sudah berada didalam taksi hendak membawa Khinan kesuatu tempat. Sebelumnya Bayu sudah menyuruh seorang wanita yg akan membawa Khinan pergi. Bayu memberi tahu Khinan lewat telfon dan disanggupi oleh Khinan. Wanita suruhan Bayu memasuki apartemen dan menuju kamar Khinan....


..."Ting tong". Bel kamar Khinan sudah berbunyi. Khinan segera menuju pintu itu....


..."Halo mbak. Saya Salsa". Kata wanita itu....


..."Masuk". Ajak Khinan pada wanita itu....


..."Sekarang mbak Khinan pakai ini ya". Wanita tersebut rupanya pegawai salon didekat rumah om Rama. Salsa sudah membawa baju untuk Khinan menyamar....


..."Dan sangat sempurna. Orang gak bakal tau jika ini mbak Khinan". Kata Salsa memuji penyamaran Khinan....


..."Mbak Salsa yakin ?" Tanya Khinan ragu....


..."100 persen yakin mbak. Sekarang ayo kita keluar. Mbak Khinan nanti harus nunduk pas liat security ya". Suruh Salsa....


...Khinan mengangguk....


...Mereka berdua turun ke loby dan berhasil keluar dengan aman tanpa membuat security didepan itu curiga. Salsa mengantar Khinan pada taksi yg didalam sudah ada Bayu. Bayu tersenyum puas akan hal itu....


..."Hai Nan. Berhasil kan ?" Tanya Bayu ketika Khinan sudah ada didalam taksi....


...Khinan tersenyum pada Bayu....


..."Kita mau kemana sih mas ?" Tanya Khinan yg tak mengerti dengan rencana Bayu....


..."Pokoknya kamu ikut aja. Aku janji kita gak lama. Nanti aku anter lagi kesini". Jawab Bayu....


...Taksi pun berjalan entah kemana. Khinan tak mengerti arah dan tujuan taksi itu melaju. Dalam hati Khinan ada sedikit takut. Takut jika Bagas tahu dia pasti akan marah. Khinan sangat khawatir akan hal itu....


..."Nih Nan minum dulu". Bayu menyodorkan sebotol minuman kemasan. Khinan menerimanya dan langsung meminumnya. Tanpa rasa curiga sama sekali. Mungkin karna efek panik yg dialami Khinan....


...Beberapa menit berlalu, Khinan merasa matanya benar-benar terasa berat. Memang sebelumnya minuman itu sudah dicampur dengan obat tidur oleh Bayu. Tanpa Khinan ketahui....


...Semakin lama mata Khinan semakin berat. Dan entah menit keberapa, kini Khinan sudah terlelap dalam pengaruh obat tidur itu....


...Bayu tersenyum melihat Khinan sudah tak sadarkan diri. Dia mendekat kearah Khinan dan membisikkan sesuatu ditelinga Khinan....


..."Kamu milikku sayang". Kata Bayu lirih dan sambil tertawa puas....


...Ponsel Khinan berdering. Bayu mengambil ponsel Khinan. Tertera nama Kak Bagas diponselnya....


...Bayu memandang kearah wanita yg tak sadarkan diri disampingnya. Tersenyum dan beralih keponsel Khinan digenggamannya. Kemudian Bayu mematikan ponsel Khinan....


..."Gak akan ada yg bisa ganggu kita". Ucapnya. Dan memasukkan kembali ponsel Khinan kedalam tasnya....


...Dilain tempat. Bagas mencoba kembali menelfon Khinan....

__ADS_1


..."Kenapa sekarang jadi gak aktif". Katanya....


...Bagas kembali mencoba menelfon. Kali ini orang suruhannya lah yg ditelfon Bagas....


..."Dimana Khinan ?" Tanya nya setelah sambungan telfon itu terhubung....


..."Kami tidak melihat non Khinan keluar dari apartemen bos." Jawab orang suruhan Bagas....


..."Cari dia dikamarnya". Perintah Bagas....


..."Baik bos". Kata orang itu....


...Para security suruhan Bagas pun naik kelantai dimana Khinan tinggal. Sampai didepan pintu kamar Khinan mereka memencet bel yg ada disamping pintu. Satu kali dua kali tiga kali. Tapi Khinan tak kunjung membuka pintunya. Sampai ke lima kalinya para security itu mulai khawatir. Salah satu orang itu mencoba menelfon Bagas....


..."Bagaimana ?" Tanya Bagas diseberang telfon....


..."Kami sudah memencet bel dari tadi bos. Tapi non Khinan tidak membukakan pintu sama sekali". Kata orang itu....


..."Kalian pergi. Biar aku yg kesana". Jawab Bagas menutup telfonnya....


...Bagaspun segera membereskan pekerjaannya dan bergegas pergi keapartemen Khinan....


..."Mau kemana Gas ?" Tanya Vera yg melihat Bagas seperti orang terburu-buru....


...Bagas tak mengindahkan pertanyaan dari sekertarisnya itu. Tanpa menjawab Bagas segera pergi ke mobilnya dan tancap gas menuju apartemen Khinan....


...Setelah Bagas sampai dan Bagas langsung masuk kekamar Khinan. Ternyata penghuninya kosong. Bagas mencari kesetiap sudut ruangan dan Khinan tak juga ditemukan....


..."Kemari kalian". Perintah Bagas pada orang suruhannya itu....


...Kedua security itu datang menemui Bagas....


..."Dimana Khinan ?" Teriak Bagas kepada kedua orang suruhannya itu. Kedua orang suruhan saling memandang satu sama lain. Pasalnya mereka berjaga dengan sungguh-sungguh. Tapi kenapa Khinan bisa pergi tanpa sepengetahuan mereka....


..."Sungguh bos. Kamu tidak melihat non Khinan keluar dari apartemen ini. Kecuali kalau...". Kata salah satu orang suruhan Bagas....


..."Kecuali apa ?" Teriak Bagas lagi....


..."Kecuali kalau non Khinan menyamar bos". Jawabnya lagi....


...Bagas berfikir sejenak kemudian berkata....


..."Cek CCTV". Perintahnya dan diangguki oleh kedua security suruhan Bagas itu. Mereka segera pergi keruangan CCTV diapartemen itu....


...Dari CCTV itu memperlihatkan seorang wanita mengunjungi apartemen Khinan. Tapi Bagas tak mengenalinya. Dan beberapa saat kemudian, keluarlah dua orang wanita dari dalam apartemen itu. Salah satunya adalah wanita yg berkunjung tadi. Tapi yg satunya lagi seperti bukan Khinan. Rambutnya bukan rambut Khinan. Dan cara berpakaian pun sangat norak. Sangat jauh berbeda dengan Khinan. Seperti orang cupu yg dilihat Bagas....


..."Tunggu dulu. Perbesar gambar dibagian ini". Suruh Bagas pada petugas diruangan itu....

__ADS_1


...Petugas itu patuh dengan perintah Bagas....


...Dan ternyata memang benar bahwa itu adalah Khinan. Khinan berusaha menyamar demi dia bisa keluar dari apartemen ini. Mereka melanjutkan memutar CCTV itu lagi. Sampai Khinan masuk disebuah taksi sedangkan si wanita satu lagi menaiki taksi yg berbeda....


..."Kenapa Khinan sendiri ?" Tanya Bagas....


...Semua orang diruangan itu terdiam. Tak terkecuali kedua security tadi yg merupakan orang suruhan Bagas. Mereka takut jika kena marah oleh bosnya itu. Pasalnya mereka sudah lalai dalam menjaga Khinan....


..."Luna. Gue harus kesana". Kata Bagas setelah mengingat Luna adalah sahabat Khinan. Siapa tau Luna mengetahui semuanya....


...Bagas segera pergi dari apartemen itu dan segera melaju untuk kerumah Luna. Dalam perjalanan pun Bagas tak berhenti dengan terus mencoba menghubungi Khinan. Namun nihil. Ponsel Khinan masih belum aktif....


...Kini Bagas sudah sampai dirumah Luna. Tapi Luna sedang tidak ada dirumah saat itu. Memang waktu belum menunjukkan jam pulang kerja. Bagas meminta alamat kantor Luna pada mamanya. Bagas akan menemui Luna dikantornya. Karna terlalu lama jika Bagas harus menunggu kepulangan Luna....


...Setelah mendapat alamat kantor Luna. Bagas segera pamit dari rumah Luna. Dan memasuki mobil dan segera melajukan mobilnya menuju alamat yg kini digenggamnya....


...Dikantor Luna, Bagas memarkirkan mobilnya. Menuju salah satu pegawai didepan untuk memanggilkan Luna....


..."Lun. Dicari tuh". Kata salah satu teman Luna....


..."Siapa ?" Tanya Luna....


..."Tau. Ganteng. Kayaknya si orang tajir". Jawab Temannya itu. "Lu gak selingkuh kan ? Atau lu udah putus sama Danu dan sekarang lagi PDKT sama si cowok tajir itu ?" Tanya teman Luna itu tadi....


..."Ngawur. Gini-gini gue tuh setia tau". Protes Luna. "Gue samperin dulu". Sambungnya kemudian dan berjalan menuju kearah Bagas....


..."Bagas. Ada apa ?" Tanya Luna setelah mereka bertemu....


..."Lu tau Khinan dimana sekarang ?" Tanya Bagas langsung pada intinya....


..."Diapartemennya mungkin". Jawab Luna....


..."Gak ada. Luna pergi dari apartemen. Dia menyamar untuk mengelabui orang suruhanku". Jawab Bagas lagi....


...Seketika Luna mengingat semalam. Mereka masih chatingan sampai larut malam. Khinan bilang bahwa dia akan pergi dengan Bayu. Khinan menceritakan semua bahwa Bayu memintanya untuk bertemu karna Bayu akan kembali kekampung untuk mengurus surat perceraiannya. Tapi Luna tidak berani untuk berterus terang pada Bagas. Karna Khinan melarangnya untuk berbicara pada Bagas. Khinan juga bilang bahwa mereka bertemu tidak akan lama....


..."Aku gak tau deh Gas dimana Khinan. Coba dihubungi". Pintanya menutup rasa paniknya. Panik karna takut jika Bagas tau tentang pertemuan Khinan dan juga Bayu....


..."Hpnya mati dari tadi". Jawab Bayu kemudian....


..."Coba tunggu sampai nanti malem. Mungkin Khinan butuh hiburan". Kata Luna mencoba mencairkan suasana hati Bagas....


..."Baik. Kita tunggu saja". Jawab Bagas kemudian dan segera pergi dari kantor Luna. Luna pun mengangguk setelah Bagas pamit pergi....


...Sedangkan disuatu tempat. Khinan sedang berada disebuah kamar. Khinan mulai membuka kedua matanya. Tempat itu sangat asing untuk Khinan....


...Khinan berusaha bangun dari tidurnya. Kepalanya terasa berat. Seperti menahan beban yg sangat berat....

__ADS_1


..."Aku dimana ?" Tanyanya. Tak ada siapa-siapa disana. Sampai tiba-tiba ada yg masuk kekamar itu....


..."Mas Bayu ?" Tanya Khinan heran....


__ADS_2