Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Gagal


__ADS_3

...Dua hari terlewati. Siang ini Khinan sedang berada dikamarnya. Kembali memikirkan tentang nasibnya. Mengelus perut ratanya....


..."Mama harus gimana sayang ?" Katanya pada janin yg berada dirahimnya saat ini. Iya. Cepat atau lambat semua akan tahu. Semakin hari perut Khinan akan semakin membesar. Dan dia tak mungkin menghindarinya....


..."Aku harus ke kantor kak Bagas". Katanya lagi. Khinan akan memutuskan untuk berkata jujur pada sang suami. Tentang nanti Bagas percaya atau tidak, tentang Bagas mau menerima atau tidak itu menjadi urusan nanti. Yg jelas Khinan berharap jangan sampai dia tau dari orang lain....


...Khinan segera bersiap diri mengunjungi sang suami. Bersiap juga dengan resiko yg diterimanya. Entah itu baik atau buruk Khinan harus siap....


...Khinan pergi dengan diantar oleh pak Jupri. Menempuh perjalanan beberapa menit. Dan Khinan pun sudah sampai didepan gedung menjulang tinggi yg dulu sempat jadi tempat kerjanya. Khinan masuk kegedung itu dan disambut oleh security didepan pintu masuk....


..."Siang bu Khinan". Sapa mereka....


...Khinan menganggukkan kepalanya dan menjawab sapaan dari kedua security itu. Lalu Khinan segera menuju lift untuk keruangan Bagas. Tak disangka dia bertemu dengan Bayu. Khinan yg belum tau jika Bayu bekerja disini pun menyapanya penuh ramah. Melupakan kejadian yg waktu itu sempat membuatnya trauma....


..."Hai Nan". Sapa Bayu yg melihat Khinan datang menghampirinya....


..."Kamu kok disini ?" Tanya Khinan pada Bayu....


..."Iya. Gue emang kerja disini". Jawabnya. "Lo apa kabar ?" Tanya Bayu lagi....


..."Aku baik". Jawab Khinan. "Kalau gitu aku permisi dulu ya". Kata Khinan pada mantan kekasihnya itu....


..."Oke bu boss". Kata Bayu lagi. Mereka pun saling tertawa....


...Dan tak disangka, Bagas melihatnya dari kejauhan. Melihat Khinan yg tengah asik berbincang-bincang dengan Bayu. Namun Bagas tak mengerti percakapan mereka. Dan ketika melihat Khinan akan pergi meninggalkan Bayu, Bagas segera berlari kembali menuju ruangannya. Memutuskan menunggu Khinan diruangannya....


...Tak berselang lama, pintu ruangan Bagas diketuk dari luar. Dia bisa menebak siapa yg datang....


..."Masuk". Katanya....


...Khinan membuka pintu itu dan menongolkan wajahnya melihat kearah Bagas....


..."Sayang. Kok kamu bisa disini ?" Tanyanya pura-pura terkejut....


..."Emang kenapa ? Takut ganggu ya ?" Tanya Khinan pura-pura sedih....


...Bagas berdiri dari duduknya dan menyambut sang istri untuk duduk disofa....


..."Aku malah seneng banget kamu disini". Jawabnya lagi. Dan merekapun duduk disofa....

__ADS_1


..."Katakan. Apa yg membawamu sampai di sini ?" Tanya Bagas pada sang istri....


..."Kangen". Jawab Khinan menggoda sang suami....


...Bagas tertawa dan segera memeluk sang istri. Membiarkan Khinan berada didalam pelukannya untuk sejenak. Demikian juga Khinan. Dalam hati ia menyusun kata-kata yg pas untuk dirinya jujur pada sang suami. Menepiskan semua perasaan takutnya. Namun itu sangat sulit untuknya. Dan juga belum siap jika Bagas tidak bisa menerimanya....


..."Sayang". Kata Khinan melepas pelukannya....


..."Iya sayang". Jawab Bagas lembut....


...Untuk sejenak Khinan kembali ragu akan ucapannya. Namun akhirnya dia memberanikan diri untuk berkata jujur. Kalau tidak sekarang kapan lagi ? Begitu pikirnya....


..."Ada sesuatu yg ingin aku bicarakan". Kata Khinan lagi....


...Bagas mengerutkan keningnya. Khinan begitu terlihat serius. Bagas jadi penasaran apa yg akan diucapkan oleh Khinan....


..."Ada apa sayang". Tanyanya....


..."Aku..." Tapi belum sempat Khinan berucap, Pintu ruangan Bagas kembali diketuk oleh seseorang. Dan tanpa disuruh oleh Bagas, Vera masuk keruangan itu. Khinan dan Bagas sama-sama menoleh kearah Vera....


..."Eh ada Khinan". Sapa Vera yg baru mengetahui adanya Khinan disana. Khinan hanya menimpali dengan senyum....


..."Ini Gas. Ada pak Albert datang ke kantor kita. Dan beliau minta segera bertemu dengan kamu. Katanya ada urusan penting". Jelas Vera....


..."Nanti aku temui dia". Jawab Bagas....


..."Gak bisa nanti Gas. Pak Albert minta sekarang juga kamu menemuinya. Ini urgent katanya". Kata Vera lagi. Dan dengan terpaksa Bagas menuruti permintaan kliennya itu....


..."Ya udah. Suruh tunggu diruangan metting". Perintah Bagas pada sang sekertaris. Vera pun mengangguk dan segera keluar dari ruangan Bagas....


..."Aku tinggal dulu ya sayang". Kata Bagas pada sang istri....


..."Iya sayang". Balas Khinan....


...Bagas keluar dari ruangannya dan meninggalkan Khinan seorang diri. Gagal rencananya untuk berterus terang pada Bagas. Mungkin ini bukan moment yg tepat, pikirnya. Khinan mengambil selembar kertas dari dalam tasnya. Kertas itu adalah hasil periksanya waktu itu. Memikirkan kembali kata-kata yg pas untuk menjelaskan pada sang suami....


..."Kring. Kring". Ponselnya berbunyi. Tertera nama Mama dilayar ponselnya. Khinan segera mengangkat panggilan telfon dari sang mama mertuanya itu....


..."Halo ma". Sapa Khinan setelah telfon itu tersambung....

__ADS_1


..."Kamu dimana sayang ?" Tanya sang mama mertua....


..."Khinan dikantor kak Bagas ma". Jawabnya....


..."Ya udah mama jemput kesitu ya. Mama mau ajak kamu arisan sama temen-temen mama. Mama mau kenalin menantu mama sama mereka". Kata mama lagi. Sejenak Khinan berfikir. Apa dia harus menunda lagi untuk bicara sama Bagas. Tapi jika dia tetap disini, kasian mama yg udah begitu baik sama Khinan. Akhirnya Khinan pun memutuskan untuk pergi dengan mama mertuanya....


..."Iya ma. Khinan tunggu di lobi kantor kakak ya ma". Balas Khinan lagi....


..."Oke sayang". Jawab sang mama diakhir kalimat sebelum panggilan itu terputus. Khinan memasukkan ponselnya kedalam tas. Dan segera dia keluar menuju lobi untuk menunggu mama mertuanya. Tapi sebelumnya Khinan mengirim pesan pada sang suami meminta izin untuk pergi dengan mamanya....


..."Sayang. Aku pergi dengan mama ya. Mama minta ditemenin arisan. Kamu yg semangat ya kerjanya". Tulis Khinan di sebuah pesan singkat itu. Tidak lupa dengan emoticon love diakhir kalimatnya....


...Khinan keluar dari ruangan Bagas. Dan tanpa sadar dia meninggalkan selembar kertas yg tadi Khinan keluarkan dari dalam tasnya. Ya. Kertas hasil pemeriksaan dirinya bahwa kini Khinan sedang mengandung. Kertas itupun tertinggal disofa ruang kerja Bagas....


...Khinan sedang duduk dilobi kantor Bagas. Sedang menunggu mama mertuanya datang. Dia pun menelfon pak Jupri yg sedari tadi menunggunya diparkiran....


..."Pak. Bapak pulang aja ya. Khinan mau keluar dengan mama". Kata Khinan pada pak Jupri....


..."Baik Non". Jawab pak Jupri patuh pada sang majikan....


...Khinan kembali menunggu mama mertuanya datang. Dan tak berselang lama, mama turun dari mobil melambaikan tangan pada Khinan. Khinan menyapanya dan segera berdiri menyambut sang mama....


...Setelah mereka bertemu dan cipika-cipiki, Mama langsung saja mengajak Khinan menuju mobilnya....


..."Kamu sudah bilang Bagas kan sayang ?" Tanya mama setelah mereka sampai dimobil....


..."Udah ma". Jawab Khinan....


...Mereka menuju sebuah restourant ternama dikotanya. Dan mama menggandeng tangan Khinan untuk masuk dan bergabung dengan geng sosialitanya. Terlihat diujung teman-teman sosialita mama mertua Khinan melambaikan tangan kearah mereka....


..."Hai Jeng". Sapa salah satu teman mama mertua Khinan....


...Terlihat mereka cipika-cipiki satu sama lain....


..."Ini kenalin. Menantu gue". Kata mama memperkenalkan Khinan. Khinan menyalami mereka satu persatu....


..."Cantik ya". Kata salah seorang temennya lagi....


..."Ya udah ayo kita duduk. Ngobrolnya nanti aja". Kata teman mama yg lain....

__ADS_1


...Khinan dan juga mama duduk dikursi yg sudah disediakan. Ini kali pertama Khinan bergabung dengan mama-mama sosialita. Sedikit canggung, tapi itu bisa ditepisnya. Khinan tak ingin membuat mama mertuanya malu dihadapan teman-temannya....


__ADS_2