Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Kerja sama


__ADS_3

...Di jam makan siang, Bayu menepati janjinya bertemu dengan Laras. Namun Bayu mengubah lokasi pertemuan mereka. Karna Bayu tidak bisa lama-lama meninggalkan pekerjaannya. Bayu meminta Laras untuk datang kecafe yg berada didekat kantor Bayu. Supaya Bayu tidak perlu jauh untuk kembali nanti....


...Bayu sudah sampai duluan. Memesan meja untuk 2 orang. Terlihat disekeliling itu banyak orang kantor yg juga sedang istirahat makan siang....


...Beberapa menit menunggu Laras pun datang. Tersenyum pada Bayu dari kejauhan. Dan seperti biasa. Pakaian yg dikenakan oleh Laras sangat seksi. Namun tidak menarik perhatian Bayu sedikitpun....


..."Hai". Sapa Laras yg sudah sampai didepan Bayu....


...Bayu hanya menimpali dengan senyum....


..."Lo udah pesen ?" Tanya Laras yg sudah duduk dikursi seberang Bayu....


..."Belum". Jawabnya....


...Mereka memanggil pelayan cafe itu dan segera memesan makanan untuk mereka makan siang....


..."By the way, Lo siapanya Khinan ?" Tanya Laras setelah pelayan itu pergi dari meja Bayu....


..."Gue mantannya". Jawab Bayu lagi. "Kalau lo ? Kenal sama Khinan ?" Tanya Bayu balik....


..."Kalau sama Khinan gak begitu kenal. Tapi gue deket sama Bagas". Jawabnya memberi penjelasan....


..."Sedeket apa ?" Tanya Bayu menyelidik....


..."Gue juga mantannya Bagas". Jawabnya....


..."Oh ya ?" Tanya Bayu. "Trus kenapa lo bisa putus. Orang setajir Bagas gak nyesel lo udah nglepasin dia ?" Lanjutnya....


..."Salah gue. Dulu gue mau aja dideketin sama cowok brengsek. Dan akhirnya gue ditinggalin". Jawabnya....


...Bayu tertawa getir. Kisahnya hampir mirip dengannya....


..."Kalau lo. Gimana bisa putus ?" Tanya Laras balik....


..."Salah gue juga. Gue udah ngehamilin temennya. Dan gue rencana mau cerai sama dia. Gue gak yakin kalau anak yg dikandung itu adalah anak gue". Jawab Bayu sambil menerawang bocah kecil yg dipangkunya saat baru dilahirkan....


..."Trus. Perasaan lo sama Khinan gimana ?" Tanya Laras....

__ADS_1


..."Gue harus dapetin dia lagi". Kata Bayu yg masih kekeh dengan obsesinya....


...Sesi tanya jawab mereka pun terhenti karna seorang pelayan datang membawa pesanan mereka. Dan mereka berbincang-bincang biasa sambil makan siang....


"Jadi, gimana rencana kita ?" Tanya Laras disela-sela makan mereka.


..."Rencana apa ?" Tanya Bayu yg belum memahami maksut Laras....


..."Rencana kita untuk merebut kekasih kita lagi dong. Lo mau ikhlas gitu aja liat Khinan bahagia sama orang lain ?" Tanya Laras....


..."Trus. Lo mau kita kerjasama gitu ?" Tanya Bayu yg mulai mengerti arah pembicaraan mereka....


..."He em". Jawab Laras sambil mengangguk. "Gimana ?" Lanjutnya kembali bertanya....


..."Nanti gue pikirin". Jawab Bayu. Sebenernya Bayu juga belum yakin bisa merebut Khinan atau enggak. Karna Khinan pasti sudah terlanjur sakit hati dengan perlakuannya waktu itu....


..."Jangan mikir terlalu lama. Nih lo liat". Timpal Laras sambil melempar undangan pernikahan Khinan dan Bagas yg kurang lebih 2 minggu lagi....


..."Dua minggu lagi ?" Tanyanya pada Laras....


...Laras hanya mengangguk sambil terus mengunyah makanannya....


..."Jadi gimana ?" Tanya Laras yg sudah menyelesaikan makannya. Sedangkan makanan Bayu masih setengah lagi. Bayu tersadar dari lamunannya dan beralih memandang Laras....


..."Aku rasa gak akan ada jalan untuk sekarang". Jawab Bayu lagi....


..."What. Lo mau nyerah gitu aja ?" Tanya Laras tak percaya....


..."Trus lo mau gue harus gimana ?" Tanya Bayu lagi....


...Laras pun tampak berfikir. Menyusun rencana untuk kedepannya....


..."Culik Khinan". Perintah Laras pada Bayu....


..."Gue udah pernah lakuin itu. Tapi dia berhasil kabur". Jawabnya dengan lesu....


..."Bodoh banget sih lo. Masak musuh satu cewek aja bisa kabur". Sulut Laras emosi....

__ADS_1


..."Lo gak kenal siapa Khinan. Dia bukan wanita sembarangan". Jawab Bayu....


..."Ya lo jangan bertindak sendiri dong. Lo suruh preman siapa gitu. Yg bisa jamin kalau Khinan gak bakal bisa kabur". Saran Laras....


...Bayu tampak berfikir lagi. Saran dari Laras sepertinya menarik. Tapi masalahnya dia orang baru di kota itu. Mana dia tau tentang preman handal dikota itu. Kalau tanya sama pamannya itu jelas tidak mungkin. Om Rama orang baik-baik. Tentu dia tidak akan menyetujui rencana Bayu. Belum lagi dia harus mengelabui security diapartemen Khinan itu....


..."Kayaknya untuk saat-saat sekarang gak bisa deh. Khinan dijaga ketat sama orang suruhan calon suaminya". Lanjut Bayu memberitahu Laras. "Belum lagi Khinan udah gak percaya sama gue semenjak penculikan itu". Paparnya lagi....


...Dan disela-sela mereka berbicara. Seorang laki-laki datang kearah mereka. Lelaki paruh Baya yg lebih pantas disebut sebagai ayah mereka....


..."Laras". Sapa lelaki itu. Laras dengan spontan menoleh kearah sumber suara....


..."Hai Om". Balas Laras dengan senyumnya. Kemudian Laras beralih memandang Bayu....


..."Sorry ya. Gue harus cabut. Ntar kita obrolin lagi tentang rencana kita". Kata Laras sambil berdiri dari duduknya. "Makanannya biar gue yg bayar". Lanjutnya pada Bayu dan segera pergi meninggalkan Bayu....


...Bayu mengerutkan keningnya. Melihat Laras bersama seorang yg dipanggil om olehnya. Laras berjalan dengan menggandeng lengan om itu. Seperti hal ganjil menurut Bayu. Dan seketika Bayu mulai paham seperti apa diri Laras. Pantas jika Bagas tak menyukai wanita itu. Dan pantas juga jika Bagas lebih memilih Khinan untuk dijadikan istri....


...Bayu masih berada disana. Menimang-nimang ajakan Laras untuk kerja sama. Itu bukan ide yg buruk. Karna jika Bayu berjalan sendiri, tentu itu akan sia-sia....


...Bayu merogoh ponselnya. Mengirim pesan pada wanita yg baru saja ditemuinya. Mengatakan bahwa dia mau diajak kerja sama untuk memisahkan Khinan dan Bagas....


...Dalam hitungan menit ponselnya kembali berbunyi. Menandakan sebuah pesan diterimanya. Dan pesan itu dari Laras yg mengatakan bahwa langkah selanjutnya akan ia pikirkan terlebih dahulu. Mereka harus melangkah dengan cermat dan rapi supaya Bagas dan Khinan kembali kepelukan mereka tanpa paksaan....


...Bayu mengulas senyumnya. Setidaknya dia tidak sendirian dalam merebut kembali cintanya yg telah hilang....


...Bayu segera kembali kekantor Bagas untuk kembali bekerja. Karna sebentar lagi jam istirahat hampir habis....


...Hari demi hari pun telah terlewati. Dua minggu berlalu. Dan besok adalah acara sakral untuk Khinan maupun Bagas. Dan malam ini seperti biasa Bagas menyempatkan diri untuk mampir ke apartemen Khinan. Seperti sudah menjadi kebiasaan Bagas, setiap pulang kantor pasti Bagas selalu mampir keapartemen Khinan. Dan setelah larut malam pun Bagas baru pulang kerumahnya....


...Khinan ditemani oleh sang ibu. Sudah hampir satu minggu ibu Khinan berada di kota itu. Ibu Khinan menepati janjinya jika Khinan menikah akah selalu disampingnya. Menggantikan sosok bapak yg sudah lebih dulu meninggalkan mereka. Sedangkan kakak-kakak Khinan akan datang esok hari dan langsung menuju acara Khinan dan Bagas berlangsung besok....


...Khinan merebahkan dirinya diranjang empuknya. Membayangkan dirinya menjadi ratu sehari. Sungguh ini adalah impian semua wanita. Acara yg begitu mewah untuk dirinya....


...Khinan tak pernah membayangkan sebelumnya jika pernikahannya akan diadakan semewah itu....


...Namun disetiap kebahagiaan pasti ada luka yg sengaja ditutupi. Pasalnya Khinan menikahi pria yg sama sekali belum dicintainya. Belum lagi sosok bapak yg seharusnya sebagai wali dirinya menikah telah lebih dulu berpulang. Tiba-tiba Khinan merasa rindu dengan lelaki yg menjadi cinta pertamanya itu. Cinta yg tak akan pernah menyakiti. Cinta yg tak akan pernah menghianati. Dan cinta yg akan selalu ada dihati Khinan....

__ADS_1


...Khinan meneteskan air matanya. Besok adalah hari bahagia untuk Khinan. Tapi bapak tak bisa menyaksikannya. Khinan hanya bisa berdo'a untuk bapaknya disana. Semoga bapak selalu bahagia disana....


__ADS_2