Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Curiga


__ADS_3

...Hari berganti hari. Semakin hari semakin Bayu merasa kehilangan akan sosok Laras. Laras benar-benar menghilang tanpa kabar. Entah karna apa dia menghilang Bayu pun tak tau. Dan hari ini adalah hari weekend. Bayu libur dengan kerjanya. Namun Bayu lebih memilih berdiam diri dirumah om Rama. Bayu sedang berada didalam kamar. Setelah tiba-tiba om Rama masuk tanpa mengetuk pintu....


..."Bay. Kamu nyaman kerja dikantor itu ?". Tanya om Rama tiba-tiba....


..."Emang kenapa om ?" Kata Bayu malah balik bertanya....


..."Kamu disana hanya sebagai OB. Gaji pun juga nggak seberapa". Kata om Rama yg menyusul Bayu duduk diranjang. Bayu mulai memikirkan untuk mencari kerja lain. Memang pada awalnya niat Bayu ingin mendekati Khinan lagi karna dia tau Khinan bekerja dikantor itu. Tapi kali ini pemikiran Bayu berubah. Khinan sudah menjadi milik orang lain. Dan Bayu tak akan mungkin mengejar Khinan kembali....


..."Kalau kamu mau. Kamu bisa mengelola toko kue punya om. Om akan semakin menua Bay. Om tidak punya anak. Jadi buat siapa lagi toko kue om ini". Kata om Rama melanjutkan. Bayu tampak berfikir. Akankah dia menerima tawaran om Rama. Yah meskipun usaha om Rama masih terbilang kecil, Tapi tidak ada salahnya jika dicoba....


..."Bayu pikirin dulu ya om". Jawabnya....


..."Baiklah. Kalau gitu om tinggal dulu". Kata om Rama kemudian keluar dari kamar Bayu. Bayu memandangi ponselnya. Mencoba menghubungi sebuah kontak bertuliskan Laras. Hampir setiap hari Bayu mencoba menghubunginya. Namun tak pernah ada jawaban. Hanya suara operator yg menyambutnya setiap Bayu ingin melakukan panggilan suara kepada Laras....


..."Lo kemana sih sebenernya ? Kenapa juga tiba-tiba ngilang ?" Kata Bayu yg frustasi karna tak dapat menjumpai Laras....


...Kring. Kring. Kring....


...Ponsel Bayu berdering. Namun bukan seperti yg diharapkan Bayu. Bukan nama Laras yg tertera dilayar ponsel itu. Bayu mengangkat panggilan suara itu yg ternyata dari ibunya dikampung....


..."Iya bu". Sapa Bayu setelah panggilan tlfon itu terhubung....


..."Bay. Kapan kamu pulang ?" Tanya sang ibu diseberang sana....


..."Kenapa memangnya bu ?" Kata Bayu malah balik bertanya....

__ADS_1


..."Risa butuh kamu Bay". Jawab ibunya. Bayu pun menghela nafasnya kasar....


..."Bu. Bayu sudah pernah bilang bahwa Risa nggak butuh Bayu bu". Bantah Bayu....


..."Ibu tau kamu nggak pernah mencintai Risa. Ibu tau kamu hanya mencintai Khinan. Tapi sekarang Risa benar-benar butuh kamu Bay. Terutama Iren. Iren itu anak kamu Bay. Darah daging kamu". Kata ibu Bayu sambil terisak. Bayu pun semakin tak tega untuk mengatakan bahwa Iren bukanlah cucu kandungnya. "Risa sedang sakit Bay. Iren tidak ada yg merawat. Kamu pulang ya nak". Pinta sang ibu lagi....


..."Baiklah. Bayu urus cuti Bayu dulu bu. Setelah mendapat cuti Bayu akan pulang sebentar". Jawab Bayu akhirnya. Ibu pun merasa lega karna Bayu bersedia untuk pulang....


...Keesokan harinya, Bayu sudah memikirkan tentang tawaran dari om Rama. Bayu akan segera resign dari kantor Bagas. Bayu akan mencoba merintis usaha sang paman supaya lebih maju dan berkembang lagi. Dan hari ini Bayu kekantor dengan membawa surat resignnya....


...Sedangkan Bagas berada diruangannya. Pekerjaannya benar-benar menumpuk karna beberapa hari yg lalu Bagas tidak masuk. Terlihat Bagas sedang sibuk dengan laptop didepannya. Tiba-tiba Ardi masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Bagas pun tak ambil pusing dengan kelakuan adiknya itu. Sekarang hubungan keluarganya jauh lebih baik. Ardi yg sudah akur dengan papanya ditambah mamanya yg sudah merestui hubungan Ardi dengan Dinda....


...Ardi duduk disofa ruangan itu....


..."Khinan udah ngomong ke lo siapa orangnya ?" Tanya Ardi to the point. Bagas hanya menggelengkan kepalanya dan tetap memperhatikan layar laptop didepannya....


..."Aku rasa nggak perlu. Gue harus denger sendiri dari Khinan". Jawab Bagas lagi. Bagas teringat sesuatu. Lalu Bagas melihat kearah Ardi. "Gue mencurigai seseorang". Kata Bagas selanjutnya. Ardi tampak memperhatikan kata-kata Bagas selanjutnya. Namun Bagas tak lagi bersuara. Bagas segera mengambil ponselnya dan terlihat menelfon seseorang....


..."Kamu lagi dimana ?" Tanya Bagas pada panggilan telfon itu. "Nanti malem kerumah. Aku mau bicara. Gak usah ajak suamimu". Kata Bagas lagi. Ardi hanya mengerutkan keningnya. Bahkan dia tak tau Bagas sedang berbicara dengan siapa. Lalu dia berdiri dan mendekati sang kakak setelah Bagas menutup telfonnya....


..."Lo bicara sama siapa ?" Tanyanya....


..."Niken". Jawab Bagas singkat. Ardi semakin tak mengerti. Kenapa Niken yg dia hubungi. Bagas pun mengerti kebingungan Ardi....


..."Dulu gue sempet mergokin Devan hampir memperkosa Khinan. Tapi gagal karna gue datang tepat waktu". Jelasnya pada Ardi....

__ADS_1


..."What ?" Teriak Ardi tak percaya. Ardi lagi-lagi tampak berfikir. "Apa mungkin dia masih penasaran sama Khinan jadi dia lakuin itu lagi sama bini lo ?" Tebak Ardi lagi....


..."Bisa jadi" Jawab Bagas. Bagas kembali memperhatikan laptopnya. Sesaat kemudian pintu ruangan Bagas diketuk dari luar....


..."Masuk". Kata Bagas....


...Terlihat Vera masuk dengan membawa berkas ditangannya....


..."Ada OB yg akan resign dari kantor ini. HRD butuh tanda tanganmu disini". Kata Vera sambil menyerahkan dokumen ketangan Bagas. Bagas membuka berkasnya dan menandatangi berkas itu. Tanpa melihat data dari berkas itu. Dan setelah mendapat tanda tangan dari Bagas, Vera pun pamit dan kembali keruangannya....


...Sore itu dirumah Khinan, Khinan baru saja selesai dengan mandinya setelah aktifitasnya didapur sore itu. Khinan sedang memilih-milih baju yg akan dikenakannya. Tubuh indahnya hanya berbelit handuk mandi. Bagas masuk kedalam kamar tanpa mengetuk pintu. Dan kebetulan pintu itu tak dikunci oleh Khinan. Khinan memandang kearah pintu, begitu juga Bagas yg langsung memfokuskan pandangannya pada sang istri yg sedang memilih-milih baju didepan lemari. Khinan spontan menutup tubuhnya dengan kedua tangan. Hingga Bagas heran dan mengerutkan keningnya. Bagas mendekat kearah sang istri....


..."Kok kamu udah pulang jam segini ?" Tanya Khinan dengan gugup....


..."Iya. Sengaja pulang lebih awal". Jawab Bagas sambil meletakkan tas kerjanya diatas meja. Kemudian Bagas mendekati istrinya lagi. Merangkul tubuh sang istri yg masih berbalut handuk kamar mandi. Menciumi bahu yg polos itu. Khinan hanya diam. Mau dia menolak pun percuma. Bagas adalah suami sahnya....


..."Sayang. Setelah makan malam nanti kita kerumah mama sebentar ya ?" Kata Bagas lagi....


..."He em". Jawab Khinan dan menganggukkan kepalanya....


...Bagas memutar tubuh Khinan untuk menghadapnya. Membelai pipi mulus Khinan hingga kebibirnya. Khinan tak melawan sedikitpun. Mungkin ini waktunya dia melayani sang suami. Bagas mendekatkan wajahnya. Hingga kini bibirnya menyentuh bibir tipis sang istri. ********** sebentar lalu melepasnya. Kemudian beralih menciumi leher jenjang Khinan. Aroma sabun mandi masih melekat ditubuh Khinan. Bagas berlama-lama bermain dengan leher jenjang Khinan. Memberi sebuah tanda kepemilikan disana. Khinan memejamkan matanya. Melepas tangan yg sedari tadi menutupi dadanya. Hingga kini tangannya memeluk leher sang suami. Tangan kiri Bagas meraih handuk yg menutupi tubuh polos sang istri. Menariknya hingga kini terjatuh kelantai. Khinan membiarkan handuknya terlepas dan kini Khinan sudah telanjang bulat....


...Bagas menyudahi aktifitasnya dileher Khinan. Membawa Khinan untuk menuju ranjangnya. Dan merebahkan tubuh Khinan. Khinan berada dibawah kungkungan suaminya. Bagas kembali menciumi bibir sang istri....


..."Sayang. Aku mau". Bisik Bagas ditelinga Khinan....

__ADS_1


...Kedua tangan Khinan membuka kancing kemeja Bagas satu persatu. Melepas kemeja Bagas dan membuangnya kesembarang arah. Sesaat Khinan terpana dengan dada berotot dihadapannya. Tangan mungil Khinan membelai dada Bagas yg kekar itu. Bagas pun merasakan sensasi sentuhan tangan sang istri. Bagas memejamkan matanya....


...Di menit selanjutnya mereka saling memandang. Ini kali pertama mereka sedekat ini. Khinan akan memberikan akses penuh pada sang suami untuk melakukan apa saja. Memang ini sudah menjadi tugasnya....


__ADS_2