
...Mungkinkah wanita itu...?...
...Khinan tak mau berprasangka buruk. Lagian juga bukan urusan Khinan. Khinan pun melanjutkan perjalanannya yg akan menuju ke rumah Luna. Khinan menaiki taksi yg kebetulan sedang ngetem didepan supermarket itu....
...Khinan tiba dirumah Luna. Dan kebetulan mama Luna ada dirumahnya....
..."Assalamu'alaikum." Sapa Khinan yg sudah sampai didepan pintu rumah Luna....
..."Wa'alaikum salam." terdengar jawaban dari dalam rumah....
..."Eh Khinan. Kesini gak bilang-bilang." Tanya mama Luna sambil mempersilahkan Khinan masuk....
..."Aku tadi udah coba hubungi Tante. Tapi gak diangkat sama Tante." Jawab Khinan memasuki rumah Luna itu....
..."Oh maaf. Tadi hp Tante dikamar." Jawab mama Luna menggandeng tangan Khinan untuk duduk disofa ruang tamu....
..."Kamu gak kerja Nan hari ini ?" Tanya mama Luna....
..."Aku masih cuti tante. Besok baru masuk kerja lagi." Kata Khinan lagi....
..."Cuti kenapa ? Kamu sakit ?" Tanya mama Luna tak mengerti....
..."Bapak Khinan meninggal dalam kecelakaan Tan. Khinan baru sampek sini kemaren. Jadi Khinan masih dikasih cuti sama bos Khinan." Jawab Khinan menjelaskan....
..."Innalillahi. Maaf ya Nan. Tante gak tau. Kamu sih gak bilang waktu itu." Jawab mama Luna lagi....
..."Iya Tan gak apa-apa." Jawab Khinan....
...Hari ini Khinan disibukkan dengan membuat kue bersama mama Luna. Khinan belajar banyak tentang cara membuat kue. Dan tak terasa sore pun menjelang....
...Sore hari ini Khinan pun pamit untuk segera pulang sebelum hari mulai gelap. Luna pun akhir-akhir ini disibukkan oleh pekerjaan yg menuntutnya harus lembur. Jadi Khinan tidak bisa bertemu dengan sahabatnya itu....
...Saat Khinan akan pulang, Rumah Luna kedatangan tamu yg lagi-lagi tidak asing dimata Khinan. Lelaki yg diketahuinya sebagai ayah kandung Luna itu lagi dan lagi mengunjungi rumah Luna. Entah bertujuan apa, Khinan pun tak paham. Pasalnya Luna sudah ditinggal oleh ayahnya semenjak Luna masih sangat kecil....
...Khinan melanjutkan jalannya untuk menuju ketaksi online pesanannya. Dia tak memperdulikan urusan pribadi mama Luna. Khinan memasuki taksi dan tak lama kemudian taksi pun melaju meninggalkan rumah Luna....
...Hari berganti hari. Lusa adalah hari pertunangan Bagas dengan Khinan....
...Disuatu tempat. Laras yg telah mengetahui bahwa Bagas akan bertunangan itupun murka....
..."Ga ada yg bisa merebut Bagas dari aku." Senyum sinis mengembang diwajah Laras. "Liat saja nanti. Kamu akan hancur karna telah mengusik punyaku". Lanjutnya. Laras pun mulai memikirkan rencana untuk menggagalkan pertunangan itu....
...Pagi ini, Laras berada dalam taksinya dan akan menuju kesuatu tempat. Laras sudah menyusun rencananya matang-matang. Laras pun kini sudah sampai didepan kantor Bagas. Laras pun memasuki kantor itu. Laras bertanya pada resepsionis dimana ruangan Bagas berada....
__ADS_1
...Bagas sedang ada diruangannya, Telfon dimeja nya berdering....
..."Iya." Sapa Bagas....
..."Maaf pak. Ada tamu untuk bapak." Jawab sang resepsionis itu diseberang telfon....
..."Siapa ?" Tanya Bagas....
..."Atas nama ibu Laras pak." Jawab resepsionis....
..."Bilang saja saya sibuk". Jawab Bagas. Bagas khawatir Khinan tau nantinya....
..."Baik pak." Jawab resepsionis itu patuh dan segera memberitahukan pada Laras....
...Laras sedikit kecewa. Diapun mencari cara agar dia bisa masuk keruangan Bagas. Bukan Laras namanya kalau dia tidak bisa membuat Bagas luluh kembali. Batin Laras. Diapun merogoh tasnya dan mengeluarkan ponsel. Laras mulai mendial nomor Bagas....
...Segala bujuk rayu dilontarkan oleh Laras. Sampai akhirnya Bagaspun luluh dan mempersilahkan Laras masuk....
..."Suruh Laras langsung masuk keruangan saya." Pinta Bagas pada resepsionisnya....
...Laraspun segera naik keruangan Bagas....
...Setelah Laras sampai, tanpa mengetuk pintu Laras langsung masuk keruangan Bagas....
..."Hai." Laras tiba-tiba nongol dipintu dengan gaya centilnya. Persis saat Bagas dan Laras masih sekolah. Laras memang ingin Bagas mengenang masa-masa mereka saat masih sekolah....
..."Gak ada apa-apa Gas." Jawabnya sambil nyelonong masuk dan duduk disofa ruangan itu....
...Bagas mengikuti Laras untuk duduk disofa....
..."Kamu mau tunangan ?" Tanya Laras kemudian....
..."Iya." Jawab Bagas singkat....
...Laras pun memulai aksinya. Sebelumnya dia sudah menemui Khinan pada saat dirinya masih dibawah. Laras memberi tahu bahwa dia adalah teman lama Bagas. Laras meminta Khinan untuk naik keruangan Bagas karna Laras ingin mengenal Khinan lebih dekat sebagai teman....
...Laras bangkit dari duduknya dan berjalan didepan Bagas....
..."Ruanganmu sangat nyaman ya Gas. Bikin betah." Kata Laras. Dan tanpa disangka, Laras pura-pura tersandung. Dengan reflek Bagas menangkap Laras yg hendak terjatuh. Tepat dibawah Laras. Jika dilihat sekilas, mereka tampak sedang bermesraan dengan posisi Laras dipangku oleh Bagas....
...Secara bersamaan, Khinan masuk dan melihat adegan yg dilakukan oleh Bagas dan juga Laras. Khinan kaget dengan adegan didepannya....
..."Maaf." Kata Khinan membuat Laras dan Bagas sama-sama menoleh kearahnya....
__ADS_1
...Khinan langsung keluar dan menutup pintu Bagas begitu saja. Bagas bingung harus berbuat apa. Dia melempar tubuh Laras yg ada diatasnya kesamping sofa. Bagas pun berlari mengejar Khinan....
...Dari dalam ruangan Bagas, Laras tersenyum puas karna rencananya berjalan dengan mulus. " Ini masih permulaan." Katanya merasa menang. Tapi diluar ruangan, Bagas sibuk mencari Khinan. Kini Khinan sedang menangis didalam kamar mandi perusahaan itu....
...Khinan sudah mulai nyaman dengan Bagas, karna Bagas sudah banyak menolongnya. Tapi wanita itu tiba-tiba datang mengacaukan kepercayaan Khinan. Ya. Wanita yg kerap ditemuinya itu adalah Laras. Wanita yg tempo hari bertemu dengannya disupermarket dan dijalan saat Khinan dan Luna menabrak sebuah mobil. Khinan sangat ingat betul siapa wanita itu....
...Dari pertemuan mereka sebelumnya, Khinan menyimpulkan bahwa Laras bukan wanita baik-baik. Terbukti bahwa setiap mereka bertemu, Laras menggandeng lelaki yg berbeda. Apa Ayah Luna juga menjadi korbannya ?. Pertanyaan itu berkecamuk diotak Khinan. Khinan yakin bahwa dia telah dijebak. Khinan mencoba positif thingking terhadap Bagas. Yah walaupun rasa itu sudah mulai muncul dan sekarang memudar, Tapi Bagas dan keluarganya sudah sangat banyak membantunya. Khinan harus tau itu....
...Khinan menghapus airmatanya dan keluar dari toilet. Khinan menuju resepsionis untuk menanyakan keberadaan Laras dikantor ini. Dan benar saja, Laras sudah pergi meninggalkan perusahaan ini. Rupanya Khinan sangat lama merenung ditoilet tadi. Diapun bergegas pergi keruangan Bagas....
..."Tok tok tok." Khinan mengetuk pintu ruangan Bagas setelah sampai....
..."Masuk." Jawab Bagas dari dalam. Bagas memegang keningnya dan duduk disofa ruangannya....
...Khinan masuk dan duduk disofa samping Bagas. Bagas menoleh....
..."Kamu kemana aja ? Semua karyawan pun tidak tau kamu kemana ?" Tanya nya khawatir. Memang tidak ada yg mengetahui Khinan masuk ketoilet tadi....
..."Maaf kak." Jawabnya....
..."Aku yg minta maaf. Kamu pasti salah paham soal tadi." Bagas berpindah duduk dan mendekati Khinan....
...Khinan ingin menceritakan semua pertemuannya dengan Laras selama ini, Tapi niat itu diurungkan olehnya....
..."Dia hanya masa lalu." Jawab Bagas yg mencoba meyakinkan Khinan....
..."Apa dia yg bernama Laras ?" Tanya Khinan. Khinan masih teringat dengan cerita mama Bagas waktu itu....
..."Iya. Dia Laras." Jawabnya....
...Khinan mengerti seperti apa rapuhnya Bagas kala itu. Sangat terlihat dari sorot matanya saat menceritakan Laras. Ada rindu dan juga benci bersarang disana. Khinan mencoba memahaminya. Memang sulit melupakan masalalu yg pernah berarti dihati kita....
..."Aku kembali kemejaku ya kak." Pinta Khinan yg hendak pergi dari ruangan itu. Namun tangan Khinan dicekal oleh Bagas....
..."Sebentar lagi makan siang. Kita makan siang bareng." Ajak Bagas....
..."Tapi jam makan siang nanti aku mau jemput ibu Kak distasiun." Tolak Khinan. Ibu Khinan datang untuk pertunangan Khinan lusa....
..."Kita yg jemput." Jawab Bagas....
...Khinan hanya mengangguk mengiyakan....
...Khinan mengubah posisi duduknya. Yg tadinya Khinan menghadap kearah Bagas, Kini Khinan menghadap depan. Tapi tangan Khinan masih dipegang oleh Bagas, membuat Khinan canggung....
__ADS_1
...Bagas memberanikan diri mendekati Khinan. Khinan menunduk karna mengetahui Bagas mendekat kearahnya. Kini jarak wajah Bagas dan telinga Khinan sangat dekat. Khinan bisa merasakan nafas Bagas ditelinganya. Bagas menarik dagu Khinan supaya mereka berhadapan. Bagas melancarkan aksinya dengan mencium bibir manis Khinan. Khinan tak kuasa menolaknya. Khinan pun mulai memejamkan matanya. Sampai akhirnya....
..."Ceklek..." Pintu ruangan Bagas terbuka dari luar. Bagas dan Khinan secara reflek melihat kearah sumber suara....