
"Kamu nggak pulang Ndra.." tanya Jelita sambil menggulung rambut nya.
"Kamu mengusir ku?" Sambil ku serutup kopi buatan Jill.
"Enggak.. Siapa tahu kamu mau langsung pulang.."
"Jill..aku kan sudah janji padamu,.aku pulang ke apartemen malam ini?"
"Oke.. Aku capek..aku tidur dulu ya Ndra?"
"Tidur lah..Nanti aku akan menyusul.."
Seandai nya Jill yang menjadi istri ku..Hidup ku pasti tidak akan seperti ini. Demi Apa pun aku tidak bisa meninggal kan Jill. 6tahun lama nya aku hidup bersama dengan nya, semanjak duduk dibangku kuliah.
Walau hubungan Kami tanpa status pernikahan, Jill tidak pernah macam macam dibelakang ku. Banyak hal.manis dan pahit dalam hubungan kami, Tapi disisi lain Ada Hilda.
Dan Sampai saat ini aku belum pernah sekali pun menyentuh nya. Aku merasa bersalah pada nya, tapi lebih bersalah lagi pada Jill. Jika harus ada pilihan pasti aku akan memilih Jill.
Aku melihat Jill tertidur pulas, meringkuk seperti bayi. Aku masuk ke dalam selimut dan ku peluk nya , Mata ku mulai terpejam.
Aku terbangun,ternyata sudah jam 11 malam.
Ada beberapa panggilan masuk dari Hilda,
Sebenarnya aku masih ingin disini bersama Jill Aku masih belum ingin pulang. tapi Hilda terus saja menghubungiku dan mengirimkan beberapa pesan. ya walau bagaimanapun Hilda adalah istriku yang sah, Walau aku tidak menginginkannya tetapi aku juga sedikit kasihan kepadanya. akhirnya aku memutuskan untuk pulang aku tidak tega membangunkan Jill yang tertidur dengan nyenyak.
aku terpaksa harus pulang , langsung bergegas untuk bersiap-siap.. aku meninggalkan uang kurang lebih di samping Jil sebanyak 2 juta agar Jill tidak terlalu kecewa, ketika melihatku sudah tidak ada disampingnya saat dia bangun nanti.
aku mencium pipinya sebelum aku pulang dengan pelan-pelan aku membuka pintu agar Jill Tidak terbangun aku tahu pasti dia sangat capek.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
benar kataku ternyata saat aku membuka pintu kamar..Hilda belum juga tidur ,dia masih saja menungguku.
" Mas Andra! Dari mana saja baru pulang"
" Aku kan sudah bilang jangan menungguku pekerjaanku masih banyak di kantor.. Kalau kamu ngantuk tidur sajalah!"
" Mana mungkin aku bisa tidur Mas aku mengkhawatirkanmu"
__ADS_1
" lain kali kamu tidak perlu mengkhawatir kan ku..Kalau aku tidak pulang?"
" Apa yang membuatmu tidak pulang mas"
" kamu tidak perlu tahu Hilda"
" Sampai Kapan kamu akan seperti ini terus mas Andra!"
" Hilda please Aku tidak ingin bertengkar denganmu malam ini"
" Kenapa sih Mas! kamu sedingin ini sama aku!Apa kurangnya aku, aku sudah mencoba.. mencoba semuanya?"
" tidak ada yang salah Hilda… aku saja yang belum bisa menerima semuanya"
" Apa kamu tidak ingin belajar untuk menerima semuanya Mas"
" Beri aku waktu…"
" Sampai kapan Masn?? sampai kapan.. kalau kamu nggak bisa move on dari masa lalu kamu"
" Hilda kamu tidak pernah tahu masa laluku…"
" jangan mencoba mencari tahu sesuatu yang nantinya akan membuat kamu sakit…"
" Apa Benar kah..masih ada orang lain di hatimu Mas.. Bolehkah aku tahu siapa dia…"
"Aku tidak mau membahas ini.."
"Apapun itu..aku akan tetap bertahan untuk pernikahan ini..ingat Mas Andra..Masih ada kesempatan untuk memilih salah satu.. . sebelum semua nya terlambat?"
" Jangan berbicara mengenai keterlambatan, karena sebenarnya sudah terlambat Hilda.. aku tidak bisa memilih Lagi..."
" Mari kita coba kita mulai dari awal Mas Andra…" Hilda langsung memelukku, aku melihatnya sangat berbeda malam ini… karena Yang kulihat Hilda mengenalkan lingeri…
"Aku sudah siap untuk memulai nya Mas Andra..Jadi kan aku Istri yang Sepenuh nya..Pasti kita Bisa.." ucap Hilda memelukku dengan erat sebagai pria dewasa aku tahu maksud dan tujuan Hilda. demi apapun aku tidak bisa melakukannya karena hanya jelita yang bermahkota di hatiku.
Aku melepaskan tangan Hilda yang melingkar di perutku." Maafkan aku Hilda aku belum bisa.."
Aku melihat sorot kekecewaan di mata nya.
__ADS_1
kemudian aku meninggalkan Hilda dan aku membersihkan diri dikamar mandi. Aku sengaja berlama-lama dikamar mandi agar saat aku kembali ke ranjang Hilda sudah tertidur.
Pagi telah tiba saat aku sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, Kulihat jam sudah menunjuk kan jam 7 pagi. Hilda meringik kepadaku mengatakan bahwa ia sedang demam.
"Mas..Seperti nya Aku Demam..antar aku Ke Dokter ya?"
aku melihat wajah Hilda yang memang terlihat pucat, lalu aku mendekatinya dan ku pegang pelipisnya ternyata benar Hilda Tengah demam tinggi.
mau gimana lagi ,aku ini juga manusia yang punya rasa kasihan kepada Hilda lalu aku mengantarkannya ke dokter.
"Mau kemana kalian?" tanya Mama
"Aku Demam Ma..mau kedokter sama Mas Andra.." Sahut Hilda.
"Kamu memang pucat Hil.. ya Sudah, Hati hati di jalan ya..."
Mau tidak Mau aku harus membantu Hilda untuk berjalan.Karena Saat ini Hilda benar benar Lemas dengab panas yang sangat Tinggi.
JELITA
Pagi menyingsing dengan perlahan ku kerjap kerjap kan dua bola mataku, ku raba raba Kasur ku.. benar sekali! Andra sudah tidak ada disampingku, disana hanya tergeletak beberapa lekukan lembar uang. Sumpah sakit banget rasanya …tapi aku mencoba untuk biasa-biasa saja… karena aku sadar saat ini Andra sudah mempunyai istri, mau tidak mau akan terjadi hal-hal yang seperti ini kedepannya… benar kata Vita aku harus lebih ikhlas lagi menjalani semua ini.
Aku segera bergegas dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor . ya sudahlah aku ambil saja uangnya. Seperti biasa aku disibuk kan dengan setumpuk pekerjaan di kantor.dari tadi pagi aku tidak melihat Andra sama sekali.
Aku mencoba beberapa kali memanggilnya via Telpon, namun tetap tidak ada jawaban darinya padahal jelas tersambung. lalu ku kirim beberapa pesan, tetap saja tidak ada balasan dari Andra
Akhirnya aku memutuskan untuk mencari di ruangannya, di sana ada Meriska sekretaris Andra. Kebetulan juga Aku ingin menanyakan beberapa berkas yang harus ditandatangani Andra.
"Siang Mer.." tanya ku pada Meriska yang terlihat juga sibuk.
"Siang Bu Jelita.."
" Mana berkas yang kemarin aku serahkan ke kamu Mer?? Apa sudah ditandatangani oleh Pak Andra, biasanya sudah diletakkan di meja saya ..kalau tidak begitu Pak Andra sendiri yang mengantarkan nya ke ruangan saya.."
" Waduh kayaknya belum ditandatangani Pak Andra deh bu…"
" Ya sudah kalau begitu minta kan ya Mer?? atau kalau nggak..Biar saya saja yang masuk untuk meminta tanda tangan… soalnya harus saya kerjakan hari ini…"
" Aduh..kebetulan Pak Andra nggak masuk Bu hari ini.. Apa Pak Andra nggak ngasih kabar dulu ya Ke Ibu…"
__ADS_1
Aku menggelengkan kepala.