Karena Jelita

Karena Jelita
Mengembang


__ADS_3

Ku tatap dengan dekat,perempuan yang masih tertidur pulas seperti bayi di depan ku ini. Hanya Selimut yang menutupi tubuh polos nya.


"Benar benar cantik yang mempesona!" Gumam ku sambil senyum senyum.


"Arhan!" pekik Gadis itu saat membuka mata. Lalu buru buru menaik kan selimut nya sampai ke dada.


"Lo cantik banget sih!" Goda ku


"Dasa Lo cabul! otak lu mesum! minggir sana!" Usir Jelita seraya mendorong wajah ku.


"Hahah alay Lo! padahal semalem Lo kan melek merem menikmati malam panjang kita yang panas!"


"isssh! Lo rese banget sih! Kalau ngomong suka nggak pake filter!" Gerutu Jelita dengan sebal.


"Sumpah! Lo tu cantik banget! Kalau Lo cemberut gitu..bikin Nafsu Gue naik Jill! Gimana kalau pagi ini..Kita main lagi???"


"Nggak mau! Dasar cabul!!" umpat Jelita langsung menarik selimut nya dan berlari ke kamar mandi."


"Hahhahah" aku tertawa puas setelah meledek nya.


"Arhan! tolong ambilin Handuk!" teriak Jelita dari dalam kamar mandi.


Kemudian aku mengambil kan nya. Kini Jelita sudah nampak segar.


"Ngapain mata Lo melototin Gue!"


"Lo seksi banget!"


"Astaga! Otak Lo ngeres banget sih dari tadi!" sambil membuka lemari mencari baju nya.


Aku masih duduk santai ditepi Ranjang.


"Gue nggak sempet masak Han! Lo sarapan di Kantor aja ya!"

__ADS_1


"Gue udah beli sarapan tadi! Gue tahu tahu Lo pasti kecapek an semalem.."


Jelita mendesis,karena Arhan selalu membully nya. "Ya udah! cepeten keluar..Gue mau ganti baju.."


"Ya udah ganti aja.."


"Ya Lo keluar lah! dari kamar Gue!"


"Kenapa Lo malu??? Semalem Gue udah ngeliat semua nya kali..Bahkan udah Gue ngerasain nikmat nya tubuh Lo!" tersenyum menyeringai Lalu mendekati Jelita.


"Mau ngapain Lo!" tanya Jelita Gugup,karena jantung nya lagi lagi berdegub dengan kencang.


Aku menarik bahu nya, sehingga membuat tubuh basah nya menempel tubuh ku.


"Han..Lo.."


"Cuup!!!!" Aku mengecupi bibir manis Jelita. "Jangan tinggalin Gue! kita mulai semua nya dar awal lagi!" tambah Arhan kemudian keluar.


Jill tak percaya,ia tersenyum dengan pipi yang merona.


tak butuh waktu lama untuk menyelesaikan dandanannya, jelita terlihat lebih cantik dan fresh memakai kemeja berwarna putih.


Jill terlihat masih malu malu dan salah tingkah apa lagi kalau mengingat malam panjang mereka.


"Nanti pulang jam berapa?"


"Cek lapangan doang...sama ketemu Klien" jawab Jelita sambil mengunyah nasi di mulut nya.


"Tadi Yasmin ngajak ketemu.." jelas Arhan


"Jadi nggak nikmat Nasi Yang Gue telen!" jawab Jelita dengan ketus.


"Lo cemburu???"

__ADS_1


"Nggak level Gue!" Jelita semakin sewot


"Bilang aja Lo cemburu! Muka Lo sewot gitu??"Ledek nya lagi "Lo nggak perlu cemburu sama Yasmin..Gue nggak ada perasaan apa apa..dia Cuma temen di masa lalu.."


"Lo seriusss?" tegas Jelita penuh selidik.


"Emang sih..Dulu Gue deket..tapi cuma sekedar sahabat doang! nggak lebih!"


"Semoga aja Lo nggak bohong!" Jelita mengankat alis nya lebih tinggi.


"Lo boleh nggak percaya sama Gue! Tapi Gue akan selalu bikin Lo percaya sama Gue!" Jelas Arhan serius,sehingga membuat Nyali Jill menciut.


"Ngapain sih pagi pagi ngebahas hal yang nggak jelas gini! bikin Mood Gue berantakan aja!" alih alih untuk mengalih kan keseriusan Arhan


"Karena Gue cinta sama Lo Jill" Arhan langsung menggeser kursi nya..Berdiri mendekati jelita dan mencium kening nya.


####


"Mas..Mama ngundang makan malam kita loh?"


"Ya udah dateng aja.." jawab Andra datar.


"Kak Jelita juga di undang. " Jelas Hilda dengan hati hati.


Andra hanya diam tak mau menjawab Hilda.


"Kita datang ya Mas??"


"Terserah kamu saja.."


"Mas..aku mohon,terima kenyataan yang ada..Aku istri kamu. Kak Jelita juga sudah menikah..dan menjadi ipar kamu.. tolo


ng Mas..hargai pernikahan kita. "

__ADS_1


"Aku harus segera berangkat Hil! hari ini aku ada meeting sama klien!" pamit Andra mengalihkan maksud dari Hilda.


__ADS_2