
Malam ini Jill terlihat lebih cantik, kira kira jam 9malam Jill membuka pintu kamar. Arhan masih tak bergeming, hanya melihat Jill dari ekor mata nya.
Mengenakan Kemeja putih over size, dan celana jean 7/8, Sengaja memakai pakaian yang sopan. Berjalan melewati Arhan di ruang tamu tanpa berpamitan.
Disana Pevita dan teman teman nya sudah menunggu kedatangan nya.
Alunan musik yang menggema dan memekik, banyak manusia yang berlalu lalang bebas melakukan apa saja semahu mereka.
Gelas kosong bekas minuman yang habis di tegak menjadi pemandangan.
Asap Rokok yang menjadi aroma tambahan yang di hirup oleh beberapa Manusia yang berada disana.
"Jill! mau kemana Lo!" pekik Pevita menghampiri Jelita saat membalikan badan ingin pergi. Karena Jelita melihan Ada Andra di sana sedang ngobrol bersama Bimo.
"Gue balik aja! nggak enak ada Andra!"
"Ya Elah! Lo gimana sih..Andra kan Juga temen Gue.. masak gara gara Lo putus..Gue nggak ngundang Andra sih Jill?"
"Next time lagi ya Vit.."
"Jangan gitu dong Jill?? Lo berdua sahabat Gue.. Lagian Hari ini, hari spesial Gue kali!! Please??" Ucap Pevita penuh permohonan.
Dengan Ragu,Jelita memutuskan untuk kembali dan duduk dalam satu Meja dengan Andra.
"Ya udah.. Gue nyapa yang lain dulu ya.. di enakin aja..! Minum sepuas Lo! Malem.ini Gue yang bayar!" pamit pevita.
Jelita Duduk di ujung sofa, agar ada jarak antara mereka. Mulai membuka tutuo botol dan menuang ke dalam gelas, Sebesit ingatan nya tentang Arhan bersama Yasmin kembali menyeruak.
Membuat nya marah dan kesal,
"Glekkk!!" Jelita menegak minuman pertama nya, Menuang lagi dan menegak nya lagi dan terus seperti itu.
__ADS_1
Dari kejauhan,sedari tadi Andra terus memperhatikan Jill lalu mendekati nya.
"Sudah!" Andra menghentikan Jelita dengan memegang pergelangan tangan nya.
Jelita tersenyum menyeringai karena sudah dalam keadaan setengah mabuk "Sama brengsek nya kayak Lo!" Lalu jelita menegak kembali minuman nya..
"Sedang ada masalah???" tanya Andra kemudian duduk di samping Jelita.
"Bukan urusan Lo!" Jill kembali menuang minuman ke dalam gelas nya.
"Oke! kita nikmati malam ini.." Tersenyum sambil menuang minuman kedalam gelas lalu menegak nya.
"Pulang sana!" Suruh Jelita sambil menegak minuman,bahkan gelas nya saja masih menemoel di mulut.
"Kenapa harus pulang..kalau disini ada Lo?"
"Hahahah Dasar brengsek!" umpat Jelita.
Andra sengaja membiar kan Jelita untuk menikmati minuman di meja. Sudah ada beberapa botol minuman beralkohol yang dihabis kan Jelita.
Andra tersenyum karena mengingat kan diri nya saat saat seperti ini bersama Jelita.
"Jill? " sambil merangkul Jelita.
"Gue belum tinggi!" jawab Jelita khas orang mabuk
"Lo nggak pulang?" bisik nya.
"Apa!"
"Lo nggak pulang?"
__ADS_1
"Nggak! Gue masih mau disini! " mata nya terpejam sambil menikmati alunan musik Dj.
"Kita nikmati malam ini Gimana!" sambil menungkan minuman ke dalam Gelas Jill.
"Hahah Ntar Lo di cari'in Hilda!" menegak lagi minuman nya.
"Gue nggak perduli!" lalu merangkul Jelita, Namun Jelita berusaha menyingkir kan tangan Andra..tapi tidak bisa karena tidak punya kekuatan akibat pengaruh alkohol
"Hahahah Gila Lo!" Jelita sudah benar benar dalam keadaan mabuk,
"Hanya Gue Jill! tempat Lo kembali! Hanya Gue yang bisa ngerti Lo!" Berbisik di telinga Jelita, dengan tangan kiri nya memegang sebatang rokok ,lalu menghisap nya.Menyembur kan asap Rokok ke langit langit udara.. Jekita menyingkirkan wajah Andra dengan sempoyongan.
Namun Andra tidak menghiraukan Jelita yang sedang mabuk, terus mengelus dan mencium rambut nya.
Jelita benar benar sudah mabuk hingga tak sadarkan diri. Andra membelai pipi cantik nya tanpa perlawanan.
Pevita melihat Andra memapah Jelita
"Ndra! mau kemana!" teriak Pevita menghampiri Andra.
"Biar pulang sama Gue!"
"Tapi? Gimana kalau suami nya tahu??"
"Malam.ini Jelita biar sama Gue! Mabuk berat!" jawab Andra menunjukan Jelita yang sudah teler tak berkutik
,"Sreeeeeekkkkkk" Arhan lalu menarik Jelita, Pevita terlihat sangat panik sehingga menghampiri mereka.
"Jangan sentuh apa lagi macem macem sama istri Gue!" ancam Arhan lalu membawa Jill pergi.
Arhan
__ADS_1
Ternyata diam-diam Arhan mengikuti kemana arah Jelita pergi, karena tak biasanya Jelita keluar malam selama ia menikahinya. Ternyata benar dugaannya bahwa Jelita datang ke crown Diskotique. Arhan sengaja mengikutinya masuk ke dalam diskotik. Melihat bagaimana Jelita di dalam..mencoba menghindari Andra.
Dan kini sudah tidak tahan lagi saat Andra mencoba membawa pulang Jelita.Karwna sebenar nya Emosinya sudah ditahan dari tadi Saat Jelita masuk , apalagi setelah melihat Andra mencoba mendekati Jelita.