
"Lo liat bintang di atas nggak??" Arhan menunjuk dengan jari tunjuk nya
Jelita mendongak dan mengangguk.
"Walaupun Lagit gelap,tetep bersinar kan??"
"Gue tau itu!"
"Dasar Lo!"
Jelita tertawa terbahak bahak sambil menggelendoti lengan Arhan, Di iringi senyum mengembang.
"Arhan!" Yasmin memecah kan kedamaian diantara mereka.
"Yasmin!" Arhan segera mendekati, Jill hanya menoleh dan kemudian kembali menatap pantai.Membiar kan Arhan pergi dari nya, meski sebenar nya ada rasa tak rela.
"Bisa minta Tolong??" pinta Yasmin.
"Tolong apa? sudah malam..kamu kan nggak bisa tidur kemaleman Yas??"
"Ambil kan slimut ku di bagasi ya??"
"Oke.."Arhan pergi mengambil selimut.
"Hai Jill.. gimana kabar nya?" Sapa Yasmin ikut duduk disebelah nya.
"Baik.." tersenyum.
"Maaf menganggu kalian.."
"Enggak kok..santai aja"
Jill kembali menikmati deburan ombak.
"Jill?? gimana hubungan mu dengan Arhann??" tanya Yasmin ragu ragu.
"Baik...Emang kenapa??"
"Tanya aja? Kamu beruntung ngedapatin Arhan"
"Oh ya..."
"Arhan itu baik,pengertian..dan menjaga banget!"
"Kamu tahu benget ya? tentang Arhan.."
"Hahahahah jelas aku tahu Jelita.. aku kenal Arhan dari kecil..bahkan sampai sekarang. Sampai akhir nya kami di pisah kan oleh waktu..dan bertemu lagi..dan ternyata Arhan sudah menikah"
Jelita hanya mendengus dan tersenyum.
__ADS_1
"Ini selimut nya Yas!" Arhan datang membawa slimut dan memberikan nya.
"Makasih ya Ar?? Aku balik dulu ketenda" pamit Yasmin membawa selimut
"Jangan tidur malam malam..." pesan Arhan.
"Makasih atas perhatian nya" Yasmin menepuk pundak Arhan sebelum pergi.
Arhan kemudian duduk disebalah Jill.
Masih dalam posisi yang sama,menikmati angin dan deburan ombak
"Seperhatian itu ya? Lo sama Yasmin?" kata Jill memecahkan keheningan.
" Lo cemburu?"
"Gue cemburu Sama dia?? nggak kelas Gue!" Jelita mulai nyolot.
"Kok Lo nyolot sih??"
"Lo nggak terima???"
"Kalau Lo nggak suka, Lo nggak perlu nyolot gitu.."
"Biasa aja Gue! Lo nya aja yang sensi!"
"Serius Lo nggak cemburu?"
"Mau kemana??"
"Ngantuk!" Jelita menjawab dengan ketus.
Arhan menarik tubuh Jelita kemudian dipeluk nya.
"Arhan!" mencoba melepas kan diri.
"Udah diem Lo! Gue tahu Lo tu cemburu!" Arhan semakin mengeratkan pelukan nya. "Gue tau! Lo cemburu kan! udah nikmatin pelukan Gue! biar cemburu Lo ilang!"
Mereke terdiam menikmati pelukan, di iringi suara riuh deburan ombak dan angin malam.
"KeEnakan Lo ya:" Ledek Arhan merenggangkan pelukan nya, padahal jelita masih memejam kan mata menikmati suasana.
"Nggak sama sekali!"dengan wajahnya yang memerah.
Arhan menggandeng Jill dan mengajak nya untuk kembali ke tenda.
"Jill??" tanya Arhan
"Hmmmm" jawab Jelita dengan mata terpejam
__ADS_1
"Lo udah tidur.."
"Ya!" dengan mata terpejam
Arhan menarik tubuh Jelita, sehingga membuat mereka saling berhadapan
Jantung mereka sama sama berdetak lebih kencang.
"Lo udah ngantuk" tanya Arhan sambil membelai wajah Jill.
Membuat Jill semakin nervous dan Gugup
"Hampir.."
"Coba Lo liat mata Gue!"
Jill menatap mata Indah Arhan, Jantung nya semakin berdetak dan membuat nya salh tingkah.
Arhan semakin memajukan wajah nya, Aksi saling tatap tak terelak kana lagi. Di iringingi deburan angin pantai mampu membius mereka.
Kini Jill tak bisa lagi mengelak bahkan menolak bibir manis dan lembut milik Arhan.
Tubuh nya pun tak mampu menolak.
Mereka semakin dalam dan jauh tenggelam dalam kemesraan..
Arhan mulai bergerilya, ingin mencicipi bagian tubuh Jill yang lain, dan kini sudah sampai ke leher jenjang,putih dan mulus Jelita.
Jill melenguh menikmati nya.
Tangan Arhan mulai menyusuri ke dua buah dadaa indah yang Jelita miliki. Sudah di puncak ubun ubun itulah gairah yang di rasakan Arhan saat ini
"Jill Gue Sayang sama Lo!" bisik Arhan parau tepat di telinga jelita sambil terus menciumi telinga nya terus menerus dengan tangan nya yang terus meremas., sehingga membuai Jelita terbang ke Awan.
"Han..tapi Gue??????" Jelita mulai tidak percaya diri, takut Akan kecewa pada nya.
"Lo belum siap..."
"Gue udah nggak Virgin lagi Han.."
"Gue tulus sama Lo! boleh ya????" tangan nya terus meraba raba memberi kenikmatan pada Jill.
Jill menggangguk dengan malu malu..
Arhan segera membuka baju nya dan membuka kancing baju Jill.
"Kaak Arhan!" teriak Nurida dari luar tenda.
"Kak Arhan! tolong! Kak Yasmin Pingsan! teriak nya dengan panik.
__ADS_1
Arhan langsung menyambar baju dan memakai nya dengan buru buru,langsung keluar dari tenda dan meninggal kan Jill begitu saja.
Jill Meraup wajah nya dengan kesal dan kecewa.