
"Didepan mobil Siapa Han?" tanya Jill memasuki rumah kebetulan Arhan sedang duduk di ruang tamu sambil menonton tv. Arhan pulang lebih awal, karena jam masuk kerja mereka selisih satu jam.
"Mobil ku..."
"Kapan beli nya??" Jelita menghentikan langkah nya tepat di depan kerja.
"Udah lama.."
"Kok Gue nggak tahu??"
"Emang Gue jarang pake..Gue lebih seneng bawa Motor..selain lebih cepet..Gue juga bisa tahu mana cewek matre dan mana yang nggak Matre.." jawab Arhan tanpa melihat Jill
"Gaya Lu..Songong banget!"
"Cepetan mandi..udah ditunggu tante Maya.."
Kini Jill sudah selesai berdandan..nampak Ayu dengan Dress berwarna basah,selera Jill memang tidak bisa diRagukan lagi.
"Arhann!!" panggil nya dari dalam kamar.
Sontak membuat Arhan berdiri dari duduk nya dan menghampiri jelita.
"Kenapa lagi??"
"tolong pasing anting Gue dong.." pinta Jill seraya memegangi telinga nya.
dengan gerak cepat Arhan segera memasangkan Anting tersebut.Aroma tubuh Jill mampu membuat Jantung Arhan berdegup lebih kencang.
"udah selesai!" Gue tunggu di depan beritahu Arhan dengan nada datar dan hendak pergi.
"Mau kemana Lo..bentar! tolong naikin resleting Gue!"
"Kita cuma mau makan ke Rumah tante Maya..buka pergi kepesta.." jawab Arhan berbalik arah mendekati Jill lagi.
"Emang Lo mau..Gue kelihatan jelek di hadapan tante Maya? cepetan ih...protes melulu.."
Mata Arhan tak bisa berkedip saat Jill menyibak kan rambut nya , sehingga membuat Pundak mulus nya terlihat. Ditambah Aroma segar yang mampu membangkit kan Naluriah nya sebagai lelaki namun ditahan dengan sekuat tenaga agar Jill tidak curiga.
Jarak mereka sangat dekat, bahkan tubuh nya menempel pada tubuh Jill, Hidung mancung nya menyentuh tengkuk mulus putih, dan berbulu halus milik Jelita.Lalu menghirup nya dengan mata terpejam
Hembusan nafas Arhan mampu membuat Jelita menjadi gelagapan..Karena Geli. Hening sejenak di antara mereka.
"Ter...terimakasih..!" suara Jill memecah keheningan, berhasil membuat Arhan kaget dan sedikit menjauh
__ADS_1
"Gue tunggu dibawah!"
Rumah tante Maya.
Mereka disambut hangat oleh tante Maya.
terpancar Rona kebahagiaan dihati Jill.
"Kak Arhan!" sapa Nurida menuruni anak tangga dengan antusias
"Nurida!" balas Arhan
" aku kangen tauk! kenapa baru sekarang lagi datang kesini!" Langsung duduk dismaping Arhan
" Kemarin aku sibuk banget Nurida?? oh ya gimana dengan nilai kuliah mu??"
"Jelas aku lulus dengan nilai terbaik lah.."
"Oh ya.. kenalin ini Istriku nama nya jelita.."
Jelita tersenyum manis duduk di sebelah Arhan.
"Oooh... ini toh?? istri pilihan kak Arhan,Bunda sudah menceritakan semua nya.." jawaban Nurida membuat Jill merasa gimana Gitu.
"Nurida..Kak Arhan sangat mencintai Kak Jelita.." balas Arhan agar suasana tidak menjadi Kaku dna canggung. begitulah Nurida .
Acara makan malam bersama pun segera di mulai, Sedangkan Jill masih dalam mode tak enak hati,makan malam yang ada tidak sesuai dengan bayangan dalam benak nya.
"Jill..kamu mau makan Apa?? ikan ini mau??" tawar Arhan mengambil piring berisi lauk dan di sodorkan pada Jill
"Eh..dimana mana kan istri yang melayani suai..ini kok Malah Kak Arhan sih! yang melayani..."
Lagi lagi Jill tertampar dengan ucapan pedas dari Nurida. Ia hanya bisa diam menahan rasa tidaj enak di hati.
"Nurida!" Sergah Om Marwan.
"Nurida memang seperti itu Jill? jangan di ambil hati ya??" tambah Tante maya dengan menatap tajam Nurida..agar Mulut nya bisa diam dan tidak menyakiti hati Jelita.
"Sudah..tidak apa tante.." jawab Jill dengan datar,menutupi rasa yang mengganjal di hati nya.
"Nggak masalah Nurida..Biasa nya di Rumah juga Jill yang melayani.." sela Arhan menengahi.
Terpaksa makan malam berjalan dengab Kaku tidak seperti biasa nya.
__ADS_1
Ponsel Jelita kembali berdering,
"Om tante..Nurida seperti nya saya harus pamit dulu.." Jelita berdiri menggeser kursi nya.
"Mau kemana?" tanya Arhan mengangkat wajah nya dan memegang pergelangan tangan Jill.
"Ada tugas kantor yang harus saya selesaikan dan ada materi skripsi yang harus saya selesaikan juga tante..Om"
"Oke..tunggu sebentar aku cuci tangan dulu.." balas Arhan.
"Buru buru ya Jill?" tanya om Marwan.
"Iya Om.. karena kemarin habis cuti..banyak kerjaan yang terpending..".
Jill diam seribu bahasa di sepanjang jalan..matanya hanya tertuju pada arah jalanan saja lewat samping kaca mobil.
"Kamu marah??"
"Nggak.."
"Kenapa Diem aja?"
"Mau ngomong apa?"
"Ya udah..maafin Nurida..karena omongan nya tadi, sebennar nya dia itu baik.."
"Baik nya kan sama kamu aja..kalau sama aku kan memang kayak nggak suka gitu???"
"Itu perasaan mu aja Jill?"
" Ya sudah lah! lupakan saja.." jawab Jill dengan kesal.
"Kamu mau apa?? biar aku belikan? selama kita menikah kan aku belum ngasih apa apa ke kamu?? Mas kawin doang kemarin.." tawar Arhan dengan lembut sambil menyetir.
"Hahahha nawarin Gue Lo???" ejek Jill
"Emang sih Gue nggak sekaya Andra Wiryawan.. tapi setidak nya Gue masih mampu kalau cuma ngasih Lo sandang pangan papan secara sederhana..."
"Tunggu! tunggu! Dari tadi Gule lupa mau tanya? Lo beli Mobil dapet uang dari mana?? secara Lo baru di angkat jadi supervaisor..Gue tahu gaji Lo berapa?? bisa lah buat credit mobil..tapi kan mobil ini sudah jadi Hak Milik Lo? kapan Lo beli? sorry nih! bukan maksud Gue untuk ngremehin Lo??.."
"Dulu kan Gue juga kerja..jadi bisa lah.. Nanati badan Lo gatel gatel..kena debu kena panas,??"
"Kok jadi Gue???"
__ADS_1
"Ya terpaksa mobil nya Gue Pake..Nanti Lo pikir Gue suami yang nggak perhatian! dan Nggak bertanggung jawab..apalagi Istri Gue kan Miss Univers nya di Kantor.."
Jill tertawa cekikikan "Sialan Lo" maki Jill sambil memukul lengan Arhan.