Karena Jelita

Karena Jelita
Rasa


__ADS_3

"Andra mana Bim!" Jelita menerobos masuk dalam lingkarang manusia yang sedang berpesta menikmati lampu gemerlap nya malam. Dentuman musik yang dulu manjadi tempat favorit nya.


"Sorry Bos! Gu nggak tahu harus minta tolong sama siapa lagi! Andra mabuk berat.. masuk kesini dari jam 7malam tadi!" sambil menunjukan botol botol yang telah dihabis kan.


Jelita mendengus kesal, melihat Andra yang sudah teler gelosoran di atas meja.


"Kenapa Lo nggak nelfon istri nya!"


"Dari masuk sampe teler Gitu...hanya Nama Jelita! Jelita! Jelita! terus yang keluar dari mulut nya!"


Jelita memijat-mijat pangkal hidungnya karena ia sendiri bingung apa yang harus ia lakukan.


"Gimana sih Bim! kok bisa gini cerita nya!"


"Keluar dari bandara langsung kesini!" jawab Bimo sambil mengelap gelas.


"Gue harus gimana kalo kayak gini! Lain kali jangan bawa bawa Gue lagi!"


"Terus gimana dong Bos?"


"Lo tau kan sekarang Gue udah Married!".


"Iya! Sorry boss! udah gue suruh berhenti tetep nggak mau!"


dengan berat hati akhirnya Jelita memapah Andra untuk mengantarkannya pulang. hatinya seolah bergetar melihat keadaan Andra yang seperti itu.


"Kenapa Lo jadi gini sih Ndra!" kata Jelita saat sudah berada didalam mobil.


Jelita mengantarkan Andra pulang ke apartemennya dulu, apartemen yang pernah mereka tinggali bersama.


Jelita memapahnya sampai masuk kedalam apartemen dan menyenderkan Andra di atas ranjang serta melepas sepatunya.


kini posisi Andra jauh lebih nyaman daripada sebelumnya


Hati Jelita mencelos sesaat mengingat semua nya. sehingga membuat mata cantik Jill berkaca kaca.

__ADS_1


"Jelita...Gue nggak bisa tanpa Lo.." racau Andra lirih namun bisa di dengar oleh Jelita.


Lagi lagi Andra mampu membuat pertahanan Jelita Runtuh. Jelita menangis sesunggukan di sudut ruangan dengan sesekali mengusap air mata dan ingus nya.


Bagaiman tidak..Andra masih membayangi


, disisi lain Ada Arhan yang selalu ada dan saah menjadi suami nya.


"Jill...." racau nya lagi setelah itu diam tak bersuara.


Setelah tenang,Jelita mendekati Andra yang sudah terlelap. Perlahan mengelus Rambut wangi Andra.."Gue pulang Ndra!" pamit jelita sendu.


Tidak tahu kenapa..hatinya terasa sangat kelu.


Rumah


"Kemana istri kamu? jam segini belum pulang Ar??" tanya Yasmin sambil melihat jam ditangan nya.


"Kebiasaan!" Sela Nurida.


"Kami pamit pulang ya Ar??" Pamit Yasmi berdiri dari duduk nya "Ayo Nur!" tambah nya lagi.


"Udah malem nih Kak..mending kita menginap disini saja.. iya kan Kak Arhan.."


"Nurida!" pekik Yasmin


"Tidak baik Nur..demi menghindari prasangka yang tidak baik.. Aku bisa mengantar kalian Pulang.." cegah Arhan lembut.


"Tidak usah! nanti merepot kan..kami bisa naik taxi saja. " tolak Yasmin


"Ah iya! anterin aja Kak! udah malem lagian..nnggak apa apa kak Yasmin!" sahut Nurida memaksa.


Akhir nya Arhan mengantarkan mereka pulang.


Jelita tak langsung pulang,ia mampir dulu ke foodcorth yang buka 24jam ,yang biasa ia kunjungi dulu bersama Andra.

__ADS_1


untuk menenangkan hati nya yang terasa gundah sesekali menyeka air mata nya .


Kini siap untuk pulang setelah ia merasa hati nya tenang.


Jelita membuka pintu,masuk ke dalam rumah dlam keadaan sendu tanpa bergairah Berjalan dengan lunglai melewati Andra yang sedang menunggu nya di ruang tamu.


" Dari mana Jill?"


" Jemput Andra mabok ga bisa pulang!" jawab Jill sambil terus berjalan tanpa menoleh.


"Jill! kenapa kamu nggak ijin dulu sama Gue!" Arhan mendekati Jelita.


"Gue nggak mau berantem sama Lo malem ini" balas Jelita lesu sambil memijit mijit pangkal hidung nya.


"Jill! Lo masih saah jadi istri Gue? Lo pergi gitu aja..dihadapan sodara dan temen Gue tanpa Pamit! pulang pulang..pagi begini? Gimana Sih Lo Jil?"


"Terus Gue harus Gimana!" emosi Jill memuncak.


"Harus nya Lo ijin Gue dulu!" Arhan tak kalah emosi nya.


"Ijin Lo bilang?? Kenapa Lo nggak nyusulin Gue pas Gue mau pergi??"


"Jelita!"


"Gimana Gue mau ijin sama Lo! kalay Lo sibuk cekikikan sama sepupu Lo dan temen Lo di masa kecil itu! kalau Lo Peka! Lo bisa nanya ke Gue sebelum pergi!"


"Oke! Gue salah! masalah Andra seharus nya Lo nggak perlu seperhatian itu! sampe Lo jemput dia segala! gimana kalau ada apa aa sama Lo! Lo istri Gue! Lo tanggung jawab Gue!"


"Makasih Lo udah perhatian sama Gue! tapi semua itu telat!" Jelita langsung pergi, baru satu langkah ia membalikan badan lagi "Dan satu lagi! Sebagai manausia Gue masih punya hati!" tambah Jill dengan Emosi.


Arhan meraup kasar wajah nya, bingung dengan Jelita..


begitupun dengan Jelita yang memilih tidur dikamar nya sendiri karena masih emosi dengan Arhan.


"Mungkin perasaan Arhan sama! ,seperti Gue ngeliat dia sama temen nya dimasa kecil itu!" ucap nya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2