Karena Jelita

Karena Jelita
Sial


__ADS_3

"Jill Lu baik baik aja kan?? Masih bisa bawa mobil sendiri kan?"


"Santai aja Vit!"


"Gue cuma nggak yakin aja..kalau perasaan Lu lagi nggak enak gini ,biasa nya Lu Suka Nyetir sembarangan Jill.."


"Nggak..santai aja .."


"Serius.. atau gini aja? Lu bareng Gue aja.. kita Ke Crown malam ini..Mobil Lu biar di urus orang nya Andra! ntar biar Gue yang nelfon Andra..Gimana?"


"Nggak usah! Gue baik baik aja! Lagian Gue mau pulang ke Rumah..next time aja, kita pergi bareng ke Crwon nya"


Kami berpisah di parkiran. Malam ini aku pengen pulang ke rumah Papa, Memang sih sebenarnya hatiku sangat sangat marah sekali kecewa pokoknya, Aduh nggak tahu deh rasanya gimana lagi.


Dimaki habis-habisan sama nyokapnya Andra. aku mencoba tenang saat menyetir.


aku nggak mau memikirkan apapun lagi, aku mau fokus dengan masa depanku saat ini. walaupun aku tahu masa depanku nggak akan jelas bersama Andra.


Malam ini benar-benar sial banget buat aku, pakai acara mobil kempes lagi, Untung saja mobilku kempes tepat di depan minimarket jadi nggak begitu horor banget, gimana coba kalau harus kempes di tengah jalanan yang sepi sekitar jam 10 malam gini.


"Sial Pake kempes lagi!" Ku tendang Ban Mobil ku.


Enggak mungkin rasanya aku menelepon Andra Malam ini , nelfon Vita semakin nggak mungkin apalagi kalau dia sudah masuk di crown bisa-bisa teler Nggak sadar.


Aku telepon papa berkali-kali tapi juga di angkat


"Aduh! sial banget sih Gue!" ucap ku dengan frustasi.


Tapi ada untungnya ada orang baik yang datang menghampiriku untuk menolong, seorang laki-laki dengan penampilan yang biasa dengan menggunakan motor matic.


"Kempes ya Mbak Ban Mobil nya?" tanya nya padaku, lalu mematikan motornya.


"Iya Benar.."


"Boleh saya bantu? Ada Ban cadangan ?"


"Boleh..boleh! Ada Mas.."


Dengan susah payah si Mas itu menolongku mengganti ban mobilku yang kempes


"Maaf ya Mas.. udah ngrepotin!"


"Tidak apa apa mbak"

__ADS_1


Aku menunggu di sebelahnya, sampai Ban ku terpasang dengan baik, sesekali aku Memberanikandiri membantu Masnya untuk mengelap wajahnya karena terkena Keringat, dan kotoran dari ban serta Oli.


"Maaf mas..Nggak apa apa ya , saya membantu mengelap kotoran diwajah nya Mas! Gara gara saya Nih.. Mas nya jadi kotor semua!"


Setelah selesai mengganti Ban Mobil ku.Aku mengeluarkan beberapa lembar uang sebagai bentuk rasa Terima Kasihku kepada Masnya karena telah membantuku.


"Terimakasih Mas.. sudah membantu saya. tolong ini diterima ya… saya benar-benar mengucapkan banyak terima kasih"


" Tidak usah Mbak saya Ikhlas membantu Mbak… Semua orang pasti tidak akan tega melihat malam-malam begini ada perempuan yang sedang kesusahan di jalan"


" Tolong diterima ya Mas Beneran deh saya juga ikhlas… bahkan rasanya uang ini itu nggak cukup, untuk membalas kebaikan Mas?"


" Enggak apa-apa Mbak. Eh…saya juga serius Simpan saja uangnya buat Mbak.. untuk keperluan yang lain nya saja, " padahal aku sudah memaksanya untuk menerima uang yang akan kuberikan tapi Masnya tetap kekah untuk menolaknya dan tidak mau menerima.


" Ya udah gini aja deh Kalau masnya memang nggak mau …gimana kalau kita ngopi dulu di depanminimarket itu.. Pokoknya aku nggak mau kalau Masnya nolak lagi"


dia hanya tersenyum padaku… itu tandanya Ia setuju dengan penawaran ku.


" Aduh terima kasih ya Mas saya juga sekalian mau minta maaf karena saya waktu Mas jadi terganggu…"


" Tidak apa-apa Mbak sebagai sesama manusia memang seharus nya kita saling tolong-menolong.. Saya tidak merasa terganggu, Kebetulan saya tadi lewat di jalan ini"


"Oh iya perkenal kan nama saya Jelita!" aku mengulurkan tangan untuk mengajak nya berkenalan.


"Saya Arhan.."


"Panggil saja saya Arhan..jangan Mas? terlalu tua hahah"


"Oke..Arhan, Panggil juga saya Jelita..jangan Mbak! saya juga belum tua hahah"


"Jelita tinggal di daerah sini juga.."


"Enggk Sih..daerah ini cuma arah untuk keRumah ku aja..Arhan sendiri juga tinggal di daerah sini..?"


"Iya.. deket Kok.."


" baru pulang kerja atau ngapel nih kan malam minggu"


"Hahhaah Jelita.. Jelita.. Pertanyaan mu sangat lucu?"


"Maksud nya.."


"Sudah malam..Labih baik kita pulang, "

__ADS_1


lantas kami berpisah dan pulang ke rumah masing-masing. sesampainya di halaman rumah aku melihat notif yang muncul di ponselku, aku melihat ada beberapa panggilan tak terjawab dari Andra.


Aku sedang malas dengan Andra, Aku sengaja membiarkannya dan tidak menghubunginya balik.


"Jill tadi Mama mu ke sini, nyariin kamu?"


" terus Papa bilang apa?"


" ya Papa bilang kamu masih kerja belum pulang…"


" lain kali bilang aja Pa.. nggak usah nyariin Jill mau ngapain lagi sih… Orang udah Bagus pergi jaih..Ngapain sekarang balik lagi kesini!"


"Jill! kamu nggak boleh gitu… Jill walau gimanapun dia itu tetap Mama kamu… kamu harus menghormati dia Jill?"


" Udah deh Pa.. Jill Malas kalau membahas Perempuan itu..nanti ujung-ujungnya kita lagi yang berdebat!"


"Jill? Papa hanya nggak mau, nanti Papa di salh kan..dikira Papa yang nggak bisa mendidik kamu?"


"Kan?? Ngomong nya jadi ngelntur kemana mana.. Pa! Jill pulang ke Rumah itu untuk istirahat, Bukan untuk membahas orang lain!"


" Jelita.. kamu harus bisa menerima kenyataannya Jill..Sampai kapan kamu harus hidup dalam kebencian?"


"Gini Nih! Kalau Papa sedang Mabok! Udah Ya!udah malem..Mendingan Papa tidur..ketimbang ngelantur kemana mana.."


"Papa memang minum Jill! tapi Papa.waras..Papa memang menasehati kamu?"


"Pa! Jill sudah bahagia dengan kehidupan Jill yang sekarang! apa Papa lupa! Papa selalu mengajarkan Jill untuk bahagia dengan cara Jill sendiri! Dan melupakan semua nya! dan kebahagiaan Jill sekarang adalah tidak bertemu dengan perempuan itu lagi! Dan satu Lagi Pa! Jill memang sudah melupakan semua nya!"


lalu aku langsung pergi ke kamar meninggalkan Papa di ruang tamu ,malas sekali rasanya jika harus membahas soal perempuan itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Mas kamu nggak tidur dari tadi mondar-mandir terus?"


" Tidur dulu saja Hilda.."


"Sampai kapan mau seperti ini terus Mas Andra?"


"Aku tidak ingin berdebat dengan mu Hilda"


"oke! aku nggak akan memaksa mu..Cuma aku mau tanya? Ada hubungan apa kamu sama Patner kerja mu itu Mas..tadi aku Mama nemuin kamu di Toilet.."


wajah Mas Andra mulai gugup dan menegang.

__ADS_1


"Masalah bisnis!"


" kenapa Mama sampai segitu nya, jika hanya membicara kan bisnis! bukan nya tadi duduk di sebelah kamu?"


__ADS_2