
"Andra!" tanyaku sedikit kaget, saat membuka Pintu
Andra langsung masuk dan menghempas kan tubuh nya di atas Ranjang ,lalu aku mendekati dan duduk di sebelah nya.
"Ndra! kamu kenapa? Gimana kalau istri kamu nyariin?" tanya ku lagi. Bukan nya menjawab, Andra malah memeluk ku dengan wajah nya yang kusut.
"Kamu Kenapa?? " sambil ku elus pundak nya.
"Aku lelah Jill? Aku mau tidur disini Malam ini.."
"Oke! buka nya aku melarang mu..tapi bagaiman dengan istri mu? apa lagi sudah 3hari kamu nggak pulang..."
Andra melepas kan pelukan nya "Hilda sudah tahu semua nya!" lalu Andra kembali merebahkan tubuhnya dan mengubah posisinya dengan miring membelakangi ku.
" Andra Tunggu dulu! kamu serius??? kalau Hilda sudah tau tentang hubungan kita???"
"Iya! sudah lah jangan dibahas! aku capek!"
"Terus gimana dong Ndra!" tanya ku sedikit panik.
"Aku nggak perduli! kalau dia minta berpisah..ya udah?? malah bagus...."
"Andra! bisa nggak sih kamu serius!"
"Kamu pikir aku bercanda???".
__ADS_1
Aku membiar kan Andra beristirahat.
Hilda.
aku menceritakan semua peristiwa yang kualami kepada Mama, mengenai perlakuan Mas Andra padaku. Kalau Mas Andra tidak pernah memperdulikan ku, bahkan sampai perselingkuhannya terbongkar.
aku memberi tahu Mama siapa perempuan yang menjadi duri dalam hubungan pernikahanku. tidak hanya itu saja aku mengumpulkan beberapa bukti dan foto-foto Mas Andra saat bersama dengan perempuan itu.
aku melihat Mama sangat kaget dan shock.
"Apa! Nggak Mungkin!" ucap nya tak percaya.
"Nggak mungkin gimana Ma! Memang perempuan yang bernama Jelita ini lah yang menjadi simpanan Mas Andra Ma!.."
"Ma! Mama pasti akan bantu Hilda kan?? Hilda nggak mau kehilangan Mas Andra Ma??".
"Apa Papa sudah tahu semua ini Hil?"
"Belum Ma..."
"Mama akan membantu mu agar tetap bersama Andra..asal jangan pernah kamu menceritakan kepada Papa mu mengenai Jelita yang menjadi kekasih suami mu.." ucap Mama bergetar sambil mengusap air mata nya.
"Kenapa? Mama kenal sama perempuan laknat itu?"
"Tutup mulut mu..."
__ADS_1
"Aku semakin nggak ngerti... biasanya Mama selalu mendukung aku loh.. Tapi kenapa Mama keberatan saat aku menyebut perempuan itu dengan sebutan perempuan Laknat Ma? kenapa ! Sebenarnya ada apa sih ini Mah!"
"Dia anak Mama Hil! Kakak tiri Mu?"
"Apa!" kali ini aku benar benar tak percaya setelah mendengar pengakuan Mama.Kaki ku lemas seperti tak bertulang.
"Kenapa bisa begini Hilda!" Mama sangat Frustasi, "Jelita juga anak Mama..apa yang harus mama lakukan?" imbuh nya lagi.
" Mama tetap akan membela aku kan?? Mama tetap akan membantu aku untuk mendapatkan masa Andra kan Ma??? Mama Aku enggak mau kehilangan Mas Andra... Mama harus ngelakuin sesuatu???"
"Stop Hilda! jangan meringik! Mama Pusing! Kenapa kalian berada dalam kehidupan satu laki-laki yang sama! Jelita juga anak mama Hilda??? apa yang bisa mama Lakukan sekarang! kalau seperti ini ceritanya..."
" tapi mama tetap akan ngebantuin aku kan Mah?? Mama sayang kan sama Hilda..Please"
"Diam! Oke! Mama akan tetap membantu kamu untuk tetap bersama dengan Andra.. tapi dengan satu syarat! Jangan pernah kamu ceritakan kepada Papa mu.. mengenai jelita yang menjadi kekasih suamimu, walau bagaimanapun Jelita adalah anak mama Hilda!"
"Baik..asal Mama janji, untuk memisahkan mereka".
" ini perjanjian diantara kita berdua, antara mama dan kamu Hilda… Mama akan menjamin kamu tetap bersama andra asalkan papamu tidak mengetahui ini semua… dari kecil kamu sudah mendapatkan semuanya dari mama, bahkan kali ini mengenai Andra!".
" baik Ma..Hilda akan menjaga rapat-rapat rahasia ini, asalkan Mamaa berjanji untuk memisahkan andra dengan Jelita".
"Dan satu lagi, kamu harus menerima Jelita sebagai Kakak mu..".
"Hilda butuh waktu Ma.."
__ADS_1