
Jelita adalah tipe gadis yang sedikit keras kepala setelah kepergian arhan Jelita tetap pada pendiriannya.
Dengan kecepatan yang sangat tinggi Jill segera tiba di Crown Lalu duduk dan memesan minuman.
jil terus meminum beralkhohol teguk demi teguk, dan sesekali menyeka air mata nya.
"Bos?? sudah banyak..berhenti ya?" pinta Bimo.
" udah deh diem! tugas lo itu ngelayanin gue… berapa pun bakal gue bayar Bimo!"
" bukannya gitu boos… Lo udah kayak gitu bos.. udah sempoyongan. udah berat udah tinggi, gimana ntar pulangnya… Gue cuma takut kalau lu teler di sini bos?"
"Oke! oke! thankyu...Lo udah perhatian sama Gue?? tapi itu nggak perlu untuk saat ini.." Jill menyeka air mata nya lagi, semakin malam musik semakin kencang. Ada perasaan iba di Hati Bimo.
"Lu ada masalah sama Andra!" tanya Bimo tepat ditelinga Jill sambil mengelap gelas minuman.
"hahahah ,jangan sebut nama si brengsek itu lagi Bim.." jawab Jill dengan getir.
"Pasti Lu ada masalah kan? Nih ya! sebagai temen Lu..Gue cuma bisa ngasih saran..Move On! Lu tu cantik, smart! banyak Pria single yang mau sama Lu?"
"Jangan cerewet kayak emak emak Deh Lu Bim!"
"kenapa lagi sama Andra? Lu bisa cerita sama Gue! dari pada Lu Mabuk kayak gini? Lu berantem lagi??"
"Udah..jangan dibahas!"
"Kalau Nggak mau dibahas. udah minum nya..udah hampir Pagi, mending Lu pulang atau gini aja Gue Telpon Andra ya? biar ngejemput Lu!"
"Nggak usah! Gue udah nggak ada hubungan apa apa lagi sama Si Brengsek itu!"
"Aduh Jill..Jill ,jadi Lu putus sama Andra?? sukur lah.. biar hidup Lu jadi jelas! hahah"
"Sialan Lu!"
"Gimana pulang nya Lu nanti??"
"Gue bisa bawa mobil sendiri! sante aja!"
"Lu tu mabuk parah tau nggak! bawa kepala aja nggaK bisa! sok sok an mau pulang sendiri"
jil masih saja meneguk minuman tanpa henti.
Bimo sudah kehabisan akal untuk mencegah ulah jelita ia memutuskan untuk menghubungi pevita ,agar pevita menjemput jelita malam ini.
__ADS_1
beberapa saat kemudian pevita datang, ia langsung duduk di sebelah Jill yang sudah mabuk berat,.
"Kenapa dia Bim?" tanya Pevita sambil meneguk minuman.
"Lagi bermasalah sama Andra kayak nya!"
"Gila! sampe mabuk kayak gini??"
"Makanya Gue nyuruh Lu datang untuk menjemput Jill? Jangan ikut ikutan mabuk Lu!"
" enggaklah! santai aja aku cuma minum dikit aja! Aman.."
setelah selesai meneguk minuman Pevita berpamitan sama Bimo.
"Gue balik dulu ya Bim?"
"Yoi!"
"Uda dibayar belum ini semua.."
"Udah! nih kartu kredit nya.."
"Oke! berapa tagihan nya??"
"Emang bener gila si Jelita! untung aja dia cantik! maka nya Andra nggak bisa lepas dari dia!"
"Anjeeng Lu berdua!" racau Jelita dengan mata nya yang terpejam.
"Hahaha masih kedengaran Jill? Gue kira udah nggak Conect Lu??"
"Katanya sih mereke berdua putus Vit!" jelas Bimo.
"Serius Lu Bim?? mana mungkin??"
"Mana Gue tahu! makanya si Jelita nggak karuan begitu. . "
"Ya udah..biar pulang ke kost Gue! ya udah Gue balik ya Bim!"
Andra.
" hilda! hilda! Hilda! di mana kamu!" teriak Andra memasuki Rumah.
" Andra! ini rumah! bukan hutan! bisa nggak sih kamu ngomong pelan pelan.. nggak usah teriak teriak begitu! ucap salam dulu kek!"
__ADS_1
"Hilda mana Ma!"
"Ternyata kamu Masih ingat sama istri kamu!"
"Mama! dimana Hilda!"
"Nggak ada di rumah..dia pulang kerumah orang tua nya.."
"Keterlaluan!"
"Kamu kenapa sih Ndra? kayak orang kesetanan bagitu??"
"Gara gara Hilda! Jelita jadi marah sama Aku dan ninggalin aku Ma!"
"Bagus lah kalau begitu! harus nya kamu bersyukur..lepas dari jerat perempuan Liar itu!"
"Mama!" Bentak Andra. "PYAAARRR!!!" Andra membantng vas bunga, dan beberapa perabotan di rumah.
" gila kamu ya ndra! ngapain kamu banting semua barang-Barang yang ada di rumah ini, bisa hancur semua andra! Stop!"
"Mama yang membuat Andra jadi Gila! kalau sampai Jelita benar bemar pergi dari Andra! aku nggak akan tinggal diam Mama!l bentak Andra.
"Ada apa ini Ndra!" Sela Papa datang karena mendengar keributan.
"Lihat anak mu itu Pa..gara gara si Jelita lagi!" adu Mama.
"Andra! kamu itu sudah dewasa, harus nya kamu tidak seperti ini?"
"Harus bagaimana Pa? aku sudah Capek! aku sudah tidak perduli lagi! Aku akan menceraikan Hilda secepat nya!"
"Jangan gegabah kamu Andra!"
"Aku sudah tidak perduli lagi Papa! aku sudah tidak perduli dengan nama keluarga ini! Fasilatas?? atau apa pun!" Andra langsung pergi.
"Andra! dengarkan Papa Dulu jangan pergi!.. kita cari solusi nya sama..sama..!"
Andra tetap tidak menghiraukan ucapan papa
"Gimana ini dong Pa?? Andra anak kita satu satu nya.." ucap Mama penuh khawatir.
"Sabaar Ma..tenang.Kita cari solusi nya sama sama.."
"Gimana kalu Andra nekat menceraikan Hilda..dan memilih perempuan yang tidak jelas itu Pa...Mama nggak rela Pa! Mama nggak Mau bermantukan Dia!"
__ADS_1
"Sudah Ma! tenang dulu.."