
Aku dan Arhan memilih untuk makan setelah selesai Nonton dan jalan jalan mengelilingi Mall.
Nggak sengaja Kami bertemu Pevita disana.
"Jelita!" panggil Pevita sambil melambaikan tangan.
Akhir nya aku dan Arhan memilih untuk bergabung dengan Vita.
"Kamu pesen makan Dulu..Aku ke Toilet bentar!" pesan Arhan. Ya gitu deh..kalau dihadapan orang banyak sok manis😊
Mata Pevita mengikuti Kemana Arhan pergi sampai menghilang dari pandangan nya sambil mengemut sedotan.
"Cowok baru Lo?"
"Suami!"
"Uhuk! uhuk! uhuk!" Pevita memegangi Tenggorokan nya.
"Kenapa Lo Vit!"
"Apa Lo bilang? Suami!" Vita masih nggak percaya
"Iya! suami Gue!"
"Sumpah! Gue kira..Kemarin marin Lo becanda! Gue kira cuma buat ngancem Andra!"
"ComeOn..jangan dibahas lagi.."
"Gue nggak percaya aja Gitu!"
"Terserah apa kata Lo! se enggak nya hidup Gue jadi lebih jelas sekarang!"
"Lo serius bisa MoveOn dari andra?"
Seketika Hati ku menjadi sendu.
"Sorry! sorry! Gue nggak ada maksud Jill??? Gue malah seneng kalau Lo udah dapat cowok yang lebih jelas!" imbuh Vita lagi.
"Thankyu Vit..semoga hidup Gue lebih baik..."
"Udah jangan sendu! Secara face..Suami Lo nggak kalah ganteng kok sma Andra??"
"Gila! bisa aja Lo!"
__ADS_1
"Seriuss! tapi kayak nya nih Ya?? Suami Lo sederhana banget.."
"Iya! Supervaisor dikantor Gue!".
"What! Lo serius??"
Aku hanya mengangguk.
"Hahaha Gue jadi nggak Yakin Jill?? Lo bisa bertahan sama sumai Lo"
"Vita!" aku memelototi nya sambil meremas jari Vita,namun begitulah Vita masih terus nerocos.
"Mana mungkin Lo bisa hidup sama cowo Sederhana atau Miskin! secara Hidup Lo??? coba deh Lo inget? sepanjang perjalanan Hidup Lo..mana pernah Lo deket sama cowok Miskin?Mana mungkin suami Lo bisa nanggung gaya Hidup Lo Jill?? Makan nya Gue kaget! Lo makan ditempat beginian gengs!"
"Vita udah!" semakin kuat ku remas tangan nya.
"No! padahal nih Ya selama ini Lo dapet fasilitas yang mewah Lho Jill dari Andra! tas Lo, baju Lo! uang Pesta ke tempat mewah..Travelling tiap bulan?? ComeOn??? tiba tiba Lo sekarang dapat Suami-"
Arhan pura pura batuk,sehingga Pevita tidak menerus kan kalimat nya. Ya..dari tadi aku mencoba mengingat kan Vita agar diam..Kare a sebenar nya Arhan sudah berdiri tepat berada dibelakang nya.
"Lama ya!" sapa Arhan menggeser kursi.
Wajah Vita terlihat gugup dan tegang.
"Ayo dimakan.." tawar Arhan, tapi aku melihat perubahn ekspresi di wajah nya..
Vita hanya tersenyum menutupi rasa tidak enak nya. Tak berapa lama kemudian Vita berpamitan untuk pergi lebih dulu.
Sepeninggal Vita, Arhan hanya dim dan terus mengunyah makanan nya.
"Mau tambah apa lagi..?" tawarku.
"Cukup!" balas nya dingin.
Arhan masih diam dan cuek padaku, sepanjang perjalanan Arhan hanya diam.saja.
"Han??" ku pegang lengan nya.
Arhan masih diam tak bergeming.
"Lo marah???"
"Nggak!"
__ADS_1
"Kenapa Dari tadi cuma diem??"
"Sadar diri Aja Gue!"
Fix kali ini Arhan memang marah. Aku menarik nafas dalam dalam untuk menjelas kan semua nya. Pevita memang keterlaluan.
"Pevita kalau ngomong emang Gitu..jangan dimasukik ke hati ya??" pinta ku dengan lembut.
"Gue nggak marah! Gue cuma kasihan sama Lo!"
"Maksud nya?"
Arhan tak menjawab,hanya mendengus saja.
Perjalanan pulang kali ini menjadikan kami seperti orang Asing.
Aku memilih untuk diam,karena aku tahu Mood nya Arhan sedang tidak baik.
Sebener nya nggak enak banget di diemin gini..tapi mau gimana lagi.
Arhan berdiri tepat di belakang Jill tanpa bersuara, dengan tubuh nya yang masih basah dan hanya dililiti handuk saja.
Melihat Jelita yang sedang sibuk mencari baju di Lemari. Jelita juga masih mengenakan Handuk.
Jill sangat menggoda. Entah apa juga ynag dirasakn Arhan. Ia mendekati Jelita dn memegang kedua pundak nya hingga berdiri lurus membelakangi nya
"Arhan!"
Tiba tiba Arhan merengkuh pinggang jelita dan menghembuskan nafas ke daun telinga Jill.
Sehingga membuat bulu bulu Jill merinding dn mengembang..Tanpa bersuara Arhan mengeratkan pelekan nya..Nafas nya terasa memburu..jantung nya terdengar kian berdegup kencang.
Jill melenguuh seketika,merasakan hembusan nafas segar dari Arhan.. Tangan Arhan mulai beraksi Merremass tempat Favorit Jill mendapatkan kenikmatann,
"Ahhhhhh" lenguuh Jill
Kemudian Arhan membalik badan nyya,menatap dalam dan kian dekat. Bibir mereka sudah saling menempel. Arhan sudah dalam mode turn On.
Tiba tiba Jelita memundurkun wajah nya.
"Han! Sorry Gue belum siiap.." jelas Jill
"Sorry!" Arhan langsung pergi dengan raut wajah yang kecewa.
__ADS_1